Arsip Tag: yongnuo

Yongnuo RF 603, Trigger sekaligus wireless Shutter

 

Yongnuo RF 603
kabel shutter merupakan perpanjangan dari shutter kamera, apalagi jika kita takut goyang saat kamera menjepret obyek. Selain berupa kabel, dapat juga menggunakan remote infra merah (IR).
images
indexremote IR
untuk remote Kabel IR dipasang di kamera dan siap digunakan. Karena keterbatasan panjang kabel maka si pemakai hanya bisa menggunakan di sekitar kamera. untuk kabel Shutter ini biasanya dilengkapi dengan tombol pengunci, sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan foto dengan bulb dengan waktu yang dapat dikehendaki tanpa terus2 menekan tombol shutter.
Remote IR  bisa dipakai dari depan kamera sehingga bisa foto narsis, tetapi kelemahannya adalah jarak yang terbatas dari jangkauan IR itu sendiri. Kamera juga harus disetting ke menu remote Infra red dulu. Penggunaan harus diarahkan ke kamera seperti menggunakan remote tv.
Selain itu untuk yang lebih narsis bisa dipakai wireless shutter, yaitu shutter tanpa kabel karena menggunakan gelombang radio 2.4 hz, sehingga jangkauan juga menjadi lebih jauh, tanpa mengarahkan alat ke kamera.. Untuk merk third party yang bisa dipakai sebagai wireless shutter adalah Yongnuo RF602 atau RF603. Kebetulan yang saya punya adalah YN RF 603.
Selain bisa menjadi triger, alat ini adalah wireless shutter. Dan asyiknya lagi antara transmitter dan receiver bentuknya sama sehingga bisa bergantian. Untuk alat ini bisa halfpress, untuk auto fokus. untuk jarak 50 meter, alat ini masih bisa mendeteksi
addy0272 addy0273 addy0274 addy0275 ADI_3044i ADI_3048 ADI_3049 ADI_3050

mencoba commander mode D7000 + YN 565ex

Mungkin jarang yang tahu apa sih commander mode itu? saya juga masih bingung apa sih commander mode itu sendiri.  ini bermula ketika saya bertemu dengan seorang teman. Waktu itu dia membawa flash nissin Di622, sedangkan saya hanya membawa Flash Yongnuo 565ex. Dia mengatakan nahwa salah satu alasan mengapa dia memilih Nissin Di622 tersebut karena bisa dilakukan commander mode dari Kamera beliau (D200). Lha Flash Yongnuo ini bisa apa nggak? saya belum baca juga.

Sampai di rumah… ternyata Flash ini bisa mendukung commander mode dari kamera nikon D7000.  tapi sebenarnya apa sih fungsi commander mode? (masih bingung juga). Jadi commander mode ini berfungsi untuk mengontrol flash (off shoe/ off camera).  Sebenarnya pada kamera nikon sudah mendukung fungsi ini, mulai dari D70, D80, D90, D200, D300, D7000, D700 yang memungkinkan built-in flash kamera untuk mengontrol jarak jauh (off camera) flash dengan mengirimkan sinyal elektronik melalui wireless. Untuk setting pada d7000–> Menu–>custom setting menu–>bracketing/flash–> flash control for built in–>pilih commander mode/cmd…

commandermode-300x228

Commander mode ini memungkinkan untuk mengatur Flash secara wireless, dan flash tersebut dapat diatur baik secara manual maupun auto (TTL). Pengaturan untuk commander mode dapat dilakukan dengan cara seperti di gambar, jika hasil jepretan terlalu terang, bisa dengan cara flash lebih dijauhkan atau diatur dari kamera melalui commander mode diatas.. Settingan group dan channel tersebut juga dilakukan pada Flash (ada flash yang sudah menulis untuk Group dan channelnya). seperti pada nissin di 622 tersebut pada group A channel 1.

DI622_MARKII_3_L

image from http://www.imaging-resource.com/NPICS1/DI622_MARKII_3_L.JPG

Untuk Flash yongnuo 565EX bisa memungkinkan sampai jarak 15m (outdoor) dengan commander sync dari kamera nikon d7000.

hasil  uji coba dengan kamera D7000, flash yongnuo 565ex, Ch1 Group A, built in flash TTL, Group A TTL

ADD_0087Jarak 1,5 M 28mm f/3.5

ADD_0088

28mm f/3.5 iso 100

ADD_0089

ADD_0090

ADD_0091

lebih dari jarak 15m… flash tidak dapat merespon

ADD_0092

Bagaimana untuk memfoto suatu obyek?

ADD_0112

pada 200mm f/5.6

ADD_0114

Posisi Flash, jarak lebih kurang 15m dari flash (yang dilingkari posisi dari flash)

ADD_0116

untuk lebih memperjelas letak flash ditambah 1 flash YN 467, (slave)

O iya saat menggunakan cmd ini, usahakan Flash tidak terhalang apapun dengan kamera, karena pemicu flash menyala adalah dari flash built in pada kamera.

Mungkin itu salah satu contoh penggunaan Commander mode pada kamera, sehingga bisa menjadi pemicu flash off camera dengan jarak yang lumayan, bisa TTL (kalo triger yang mendukung TTL harganya sangat mahal).  Mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk strobist… Salam

 

Senjataku, kamera + lensa yang ada saat ini

Meskipun aku buka seorang fotografer atau tukang foto, tapi aku suka dolan, jalan-jalan dan melihat keindahan alam. karenanya aku memiliki beberapa senjata yang ku gunakan untuk mengabadikan dolan2ku tersebut.

Kamera D3000, merupakan DSLR pertamaku, dari tahun2010 sudah menemaniku. Kamera ini merupakan level entry, dengan 10MP. Gambar dari d3000 itu lumayan keren,  Tetapi kamera ini sudah mendulang pasir pada ISO 800 ke atas dan harus menggunakan lensa bermotor, karena tidak tersedia motor di body kamera. Dulu belinya dengan lensa kit 18-55mm f/3.5-5.6, tetapi sudah dijual… hehehehehe

Karena tidak puas dengan lensa kit (sifat dasar manusia yang tak pernah puas), dan Butuh untuk mengambil obyek dengan jarak jauh, maka dicari lensa yang bisa mengambil gambar zoom. banyak orang yang sering tanya seberapa jauh bisa mengambil gambar dengan lensa ini? lah kan fokusnya bisa tak terhingga, dan mengambil foto bulan pun bisa, tapi jadinya seberapa di foto itu yang jadi masalah… hehehehehe…. Karena box lupa mengambil, maka jadilah lensa ini tanpa box emasnya. Kamera telezoom 55-200mm f/4.5-5.6. Lumayan lah untuk mengambil gambar jarak jauh dan candid cewek cantik :p

Belajar pakai manual? Tentu saja. Karena penasaran dengan lensa manual, akhirnya lensa ini dibeli. 50mm f/1.4, bukaan diafragma lensa yang begitu besar membuat aku tertarik membeli lensa ini, meskipun harus sampai ke Solo dan ketemu dengan penjual di depan setasiun Balapan, lalu balik ke jogja lagi (perjuangan demi sebuah lensa). Bukaan 1.4 membuat kamera ini bisa membuat foto menjadi bokeh…. sip….

yah ini salah satu lensa andalan. D3000 yang terkenal jelek pada iso tinggi membuat lensa ini harus dibeli.  Hal tersebut dikarenakan untuk pengambilan foto dengan d300o maksimal ISO yang dipakai adalah 400 (iso 800 keatas sudah berpasir). Sehingga lensa dengan bukaan difragma lebih besar dibutuhkan. Lensa ini mempunyai bukaan diafragma (f) 2.8 pada 17mm (wide) sampai 50mm (posisi tele).

Flash internal tidak cukup memuaskan, makanya dibelikan flash yang bisa angguk-angguk dan goyang-goyang. Karena budget terbatas maka hanya bisa beli flash third part, atau diluar merk kameranya… hahahahaha. tapi nggak apa yang penting bisa angguk2 dan geleng2… pertama membeli adalah YN 460, api karena pengendalian flash manual maka akan ketinggalan moment, makanya dibelikan satu lagi yaitu YN 467 yang mendukung TTL , meskipun GN kecil, tetapi adanya zoom head membuat flash ini semakin membantu.

merasakan kamera semipro itu wajib.. waktu itu bingung pilih yang mana, apa mau tetap level entry tapi baru, ata kamera mid level atau bahkan semi pro? mau semi pro seperti d200, d300, kamera pemula seperti d5100 atau bahkan cuma d3100. setelah membaca review dan pengennya beli d5100 (kamer versi baru)  tapi sudah dibooking orang, makanya pilihan jatuh pada D7000 ini. Ternyata hasil gambarnya mantap dan lumayanlah (dibanding D3000). ISO pun bisa dihajar sampai 25600 (meskipun berpasir). O iya BG nya merk mieke. Yah  lumayanlah pakai kamera yang punya motor di Bodinya, tinggal cari lensa yang AF saja, yang AFS mahal…..

Karena kamera ada 2, maka diperlukan tambahan Flash, lagi-lagi Yongnuo menjadi pilihan karena dengan budget terbatas, hanya didapat itu dan dicari yang GN nya lebih besar dari sebelumnya.

Pernah dalam suatu acara nikah, pakai 2 kamera, tetapi karena lensa yang wide cuma 17-50 tamron dan yang lain tele 55-200 mm, maka kesulitan untuk mencari gambar yang sip dengan 55-200 (fokusnya jauh dan cuma bisa foto wajah), maka dicari lensa yang cukup wide dan murah. Pilihan jatuh pada AF 28-80 mm f/3.5-5.6, gak apa AF, kan bisa jalan autofokusnya di d7000 tapi di d3000 harus manual fokus.

Ini lensa terpanjang yang dipunya. dapatnya aja juga kebetulan pas jalan2 di pasar klithikan yogyakarta dapat lensa itu + lensa yang 28-80mm