Arsip Tag: wisata

Jalan jalan ke gembiraloka, cocok untuk lansia?

Gembiraloka merupakan salah satu obyek wisata di yogyakarta. Wisata untuk keluarga ini menarik di yogyakartA, terutama bagi anak-anak. Gembiraloka merupakan kebun binatang di yogyakarta, sehingga cocok untuk wisata edukasi bagi anak-anak. Trus bagaimana untuk lansia?

Kami mengajak bapak mertua dan ibu yang sudah berusia lanjut untuk berwisata di tempat ini. Usia bapak sudah di atas 80 tahun dan ibu sudah 73 tahun. Parkir yang kami pilih di parkir barat, karena kami pikir jalannya tidak terlalu jauh. Di pintu barat tidak ada peminjaman kursi roda, sehingga bapak yg sudah sepuh harus rela berjalan kaki. Untuk peminjaman kursi roda hanya dilayani di pintu timur, sangat disayangkan

Inilah petualangan kami

Naik gajahpun bisa dilakukan, keceriaan terlihat dari raut muka.

Memegang burung, main dengan kura kura, memegang ular bisa dilakukan oleh orang tua di gembiraloka. Meskipun sudah lanjut, bisa jadi aktivitas ini baru pertama dilakukan

Sebenarnya sangat menyenangkan jalan jalan di kebun binatang ini. Banyak wahana yang bisa diakses untuk orang tua, asalkan yang lebih muda mendampingi. mungkin jika akses seperti kursi roda atau seperti di jatim park yang menyediakan e bike alangkah lebih baik.

Selamat berwisata di Gembira loka

Iklan

menikmati suasana air terjun jumog

Sudah berapa tahun ya tidak mengunjungi air terjun jumog. Dulu terakhir kali sewaktu ada Makrab FSI 2004 Farmasi UGM, bareng dengan teman2 sekelas. Ya karena penasaran dengan suasana di air terjun ini, kemarin menyempatkan sejenak menikmati air tejun ini.

Karena ingatnya pas Makrab dulu maka jalan yang dilalui pun sama seperti dulu. Parkir di atas lalu menuruni ratusan anak tangga baru sampai di air terjun.

ternyata eh ternyata… sampai di bawah terlihat ada parkiran motor dan mobil… yah, itung-itung olahraga.

Sampai di bawah suasana yang berbeda menyambutku, meski tanaman Paku-pakuaan yang masih tumbuh baik menyambut sesampainya di air terjun, tetapi suasany sangat berbeda. Sekarang banyak warung makan yang menyediakan lesehan di sepanjang aliran sungai di bawah air terjun

DSC_1182DSC_1218DSC_1229DSC_1239DSC_1248

Dapat tempat makan yang bagus buat narsis, dipinggi aliran sungai, dibawah rindangnya pohon paku

DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA

main ke Candi cetho

Candi cetho merupakan salah satu candi yang bercorak hindu yang berada di lereng sebelah barat gunung lawu, tepatnya di karanganyar jawatengah. Perjalanan menuju ke candi tersebut cukup mudah karena akses jalan yang sudah lumayan baik. dari arah kota karanganyar melewati jalan ke arah tawangmangu.

Candi cetho searah dengan candi sukuh dan air terjun jumog. Jadi perjalanan wisata kali ini dilakukan dengan mengunjungi salah satu destinasi di ujung timur jawa tengah ini

DCIM101MEDIA
candi cetho

DCIM101MEDIA

 

O iya seperti kebanyakan candi di jateng-DIY sekarang para wisatawan memakai kain sarung, ya mungkin untuk menghormati juga candi yang juga masih sebagai tempat pemujaan.

Di halaman teras kedua terdapat susunan batu yang terhampar di halaman, membentuk gambar seekor garuda terbang dengan sayap membentang. Di punggung garuda terdapat susunan batu yang menggambarkan seekor kura-kura. Tepat di atas kepala garuda terdapat susunan batu berbentuk matahari bersinar, segitiga sama kaki dan Kalacakra (kelamin laki-laki). Di ujung masing-masing sayap garuda terdapat dua bentuk matahari lain.

Garuda adalah burung kendaraan Wisnu yang yang melambangkan dunia atas, sedangkan kura-kura yang merupakan titisan Wisnu merupakan simbol dunia bawah. Kura-kura dianggap binatang sakti yang mampu menyelami samudera untuk mendapatkan air kehidupan (tirta amerta).

DSC_0995DSC_1006DSC_1013DSC_1021DSC_1027DSC_1029DSC_1049DSC_1060DSC_1063

candi cetho mempunyai beberapa teras, seperti gambar garuda dan kura-kura yang berada di teras kedua. Di teras lrbih atasĀ  terdapat bangunan yang beratap. tapi fungsi dan gunanya belum disearching. yang penting jalan2 dulu aja setelah beberapa bulan pakai tongkat, sekarang free. O iya pas mengunjungi candi ini serasa berada dibali karena pemugaran yang dilakukan membuat candi ini serasa di Bali dengan gapura yang menjulang tinggi di depan candi buatan jaman majapahit tersebut.

DSC_0967DSC_0970DSC_0975

Kediri, Perjalanan Touring hari ke Lima

Setelah mendaki gunung lewati lembah ke puncak Bromo, kami beristirahat di kota malang. Hari selanjutnya, adikku Rini harus kembali ke cikarang dengan kereta pagi. Kami checkout bareng dari hotel megawati di Malang. Rini dan didin menuju stasiun, kami menuju ke Kediri.

Dari malang kami menuju Tulung agung (melewati jalur selatan), lalu menuju Blitar. dari Blitar kami melewati jalan ke arah candi Penataran. Tujuan kami tidak langsung menuju ke Kediri, melainkan ke Kelud. penasaran dengan gunung Kelud saat ini setelah letusan dahsyat di awal 2014. Perjalanan menuju kelud tidak semulus yang diharapkan. Karena mengikuti google maps, kami sempat lewat jalan tanah, dikanan kiri penambangan pasir, bahkan untuk melewati sungai tidak ada jembatan, terpaksa menembus derasnya air pakai motor, untung tinggi air cuma setengah ban vario.

Sekarang suasana kelud sungguh berbeda dengan yang dulu

75512_10200702708839295_444957495_n 299790_10200702694358933_2083984820_n 553181_10200702713839420_24726216_n 535536_10200702692438885_1893476166_n 554961_10200702703479161_717281584_n 524609_10200702712559388_707962648_n

Itu perjalananku di bulan februari 2013 silam, sekarang Gunung kelud sudah banyak berubah

ADI_0409 ADI_0400 ADI_0399 ADI_0394 ADI_0393 ADI_0370 ADI_0372 ADI_0376 ADI_0377 ADI_0386 ADI_0345 ADI_0348 ADI_0355 ADI_0368

Untuk Bisa sampai atas kita harus berjalan menanjak, Parkiran atas hilang, bahkan air panas di bawah pun hilang, sayang sekali, padahal air panas di kelud luar biasa. Kita tidak bisa mendekat ke arah kawah lagi, tidak seperti dulu.

Setelah puas di kelud, perjalanan dilanjutkan ke penginapan di dekat alun-alun kediri, di Hotel Bismo. Setelah mandi, kami pergi ke simpang lima gumul

ADI_0428 ADI_0431 ADI_0433 ADI_0442 ADI_0473 ADI_0482 ADI_0485 ADI_0486 ADI_0490 ADI_0492 ADI_0494 ADI_0498 ADI_0503 ADI_0506

O iya di kediri terdapat juga Goa Maria yang sayang untuk dilewatkan, terletak di sebelah barat kota kediri, berdiri goa Maria Lourdes Puh sarang

ADI_0510 ADI_0513 ADI_0528 ADI_0539 ADI_0546

Touring Naik Ke Bromo

Setelah Puas berwisata di kota Batu, Perjalanan dilanjutkan ke Kota Malang, Adikku sudah menanti di Kota malang, Memang rencana kami hari itu 27/12/14, kami ingin naik ke Bromo. Setelah sampai Malang kota, kami menuju ke penginapan adikku di pusat kota, tepatnya di hotel Megawati (promo). Setelah menaruh barang-barang, mandi, tak terasa perutpun lapar. Kami mau makan bakso Cak Man (meski di JCM, Jogja City Mall ada) tetapi kalau merasakan langsung di Malang kan asyik. Begitu keluar kamar…. Hujanpun melanda. Kami menunggu beberapa saat sebelum hujan sedikit mereda. Setelah agak reda, kami memuaskan diri dengan bakso cak Man yang hanya berjarak 200an Meter dari penginapan.

Malam itu hujan sudah reda, Jam 9 an malam perjalanan kami dimulai dari kota malang, ke arah lawang, lalu menuju ke arah penanjakan Bromo, melewati nangkajajar. Perjalanan melewati punggung bukit. Tak terasa hujan karena awan yang menabrak gunung yang kami daki, menemani kami saat melewati jalan di atas pegunungan. Kami Istirahat sebentar di daerah Tosari, sebelum menuju ke Bromo. Tiket masuk baru buka jam 2 pagi

ADI_0023 ADI_0030

Jam 1 an kami tiba di Tosari, Dingin menjerat kami. Setelah loket buka, kami langsung menuju penanjakan. Sebelum naik ke penanjakan, kami menyempatkan diri menghangatkan badan dengan mie dan teh panas di sebuah kedai.

Jam 3 pagi kami sudah tiba di penanjakan. Dingin semakin terasa menembus kulit dan lemakku, gerimis kecil akibat kabut juga makin menambah dinginnya malam. Matahari terbit yang kami nanti dipenanjakan tidak kunjung tiba karena tertutup mendung… Ternyata cuaca tidak bersahabat lagi dengan kami

ADI_0033 ADI_0034 ADI_0038 ADI_0053 ADI_0066 ADI_0069

Setelah gagal melihat matahari terbit dari puncak penanjakan, kami melanjutkan perjalananan ke kawah Bromo.

ADI_0074 ADI_0076 ADI_0078 ADI_0082 ADI_0084

Ternyata Perjalanan menurun ke kawah sungguh luarbiasa, Jalan dengan kemiringan hampir 45 derajat membentang di depan jalan, pantas orang harus pakai mobil jeep atau hardtop untuk menjejakkan kaki di Bromo. tetapi kami hanya pakai motor……

ADI_0086

sampai di bawahpun, perjuangan belum berakhir. untuk sampai kawah kami harus berjalan naik… nanti di atas ada tangga lagi, baru sampai di tepi kawah Bromo

ADI_0088 ADI_0090 ADI_0091 ADI_0095

Butuh tenaga ekstra untuk naik… untung di tangga orang antri untuk naik, sehingga naik satu tangga, berhenti… lalu naik lagi,,, dan berhenti lagi. coba kalau tidak berhenti… pasti nafas sudah senin-kemis… sudah mau copot jantung buat naik… hahahaha. maklum terlalu berat membawa badan

ADI_0104 ADI_0105 ADI_0111

Setelah perjalanan melelahkan…. akhirnya terbayar jua

ADI_0159 ADI_0154 ADI_0149 ADI_0144 ADI_0139 ADI_0132 ADI_0134 ADI_0137

Setelah Puas di atas kami pun turun dan tak lupa masih tetep foto-foto

ADI_0179 ADI_0183 ADI_0185 ADI_0204 ADI_0207 DSC_8778 DSC_8781

Puas di sekitar kawah Bromo, perjalanan dilanjutkan ke bukit teletubies, di sisi lain pasir Bromo

ADI_0247 ADI_0248 ADI_0252 ADI_0255 ADI_0283 ADI_0291 ADI_0306 ADI_0321 DSC_8799 DSC_8811 DSC_8813 DSC_8828

DSC_8832

Puas hari itu menjelajah Bromo… Tapi rasa capek dan kantuk juga menyelimuti, karena semalam tidak tidur. Kami pulang mengambil rute lain, tidak kembali lewat jalur penanjakan, tapi lewat Probolinggo

ADI_0335 ADI_0337 ADI_0338 ADI_0339 ADI_0341

Perjalanan dari Bromo ke Malang Via Probolinggo bisa mencapai 3-4jam perjalanan….. sampai di Pasuruan kami berhenti makan ( pagi, dirapel siang dilanjut makan malam jadi satu). Lumayan buat diet. Sampai Malang langsung ke penginapan dan tepar sampai pagi….

Touring Ke Malang

Hari itu, Di akhir tahun 2014, Libur Natal dan Tahun Baru sudah di depan mata. Liburan yang cukup lama akan membentang di depan mata. rencana sudah disusun matang, Iya .. rencana jalan-jalan itu sudah disusun dari akhir bulan sebelumnya. Rencana dipenghujung tahun 2014 akan melakukan perjalanan yang cukup panjang menuju Daerah Jatim, tepatnya kota batu malang dan sekitarnya.

Hari 1st

Perjalanan dimulai tanggal 25 Desember, bertepatan dengan hari Natal. Setelah semalam merayakan kelahiran Yesus kristus, paginya langsung cabut ke malang. Mengiringi sang fajar beranjak dari peraduannya, begitu pula perjalananku dari rumahku di ujung selatan kabupaten magelang, Pagi itu aku berangkat jam 6 pagi… (padahal biasanya jam 6 aku baru bangun). Setelah Sarapan kupacu motorku menuju rumah Lilis, yang akan menemaniku selama perjalanan. Tak terasa hampir 2 jam perjalananku menuju pedan, Klaten. Setelah menjemput Lilis, perjalanan kami teruskan dengan rute Klaten-Solo-Sragen-Ngawi-Caruban- Nganjuk- Kertosono-Pare Kediri- Batu.

Hampir 10 jam perjalanan dari Magelang ke Malang, Hmm Pantat terasa terbakar, sehingga beberapa kali kami harus beristirahat sambil mengisi bahan bakar. Perjalanan sangat cerah sampai di Pare kediri, Setelah pare, jalan mulai menanjak disertai dengan Hujan lebat selama perjalanan yang hampir 50km itu. Sampai Kota Batu pun hujan masih menemani. O iya kami dapat penginapan di dekat Sengkaling, di belakang kampus UMM, univ Muhammadiyah Malang. Sampai di sana sekitar pukul 16.00. Setelah mandi kami menyempatkan keliling mencari makan.

Setelah capek keliling (ditambah liburan jalur batu-malang macet), akhirnya kami sampai penginapan, makan lalu tidur….

HARI 2nd

Matahari menjelang lebih cepat dari kami. Mungkin karena lelah perjalanan sebelumnya, kami cukup siang bangunnya. Agenda hari ini adalah ke Jatimpark dan BNS (batu Night spectakuler). Jarak penginapan ke BNS cukup dekat sekitar 8km. Mungkin hanaya butuh waktu 15-20 menit perjalanan. Sampai di jatimpark, ternyata kami terlalu pagi. Tiket baru dibuka sekitar jam 10 Pagi. Harga tiket untuk 2 orang 200rb (@100rb)

menunggu Dibuka, bisa dengan narsis dulu di depan Jatimpark atau museum satwa nya

DSC_8685 DSC_8687 DSC_8688 DSC_8689 DSC_8691 DSC_8700

Ternyata hari itu tidak bersahabat dengan kami. Hujan turun sangat lebat selama mengunjungi jatim park.

ADI_9573 ADI_9576 ADI_9589 ADI_9596 ADI_9623 ADI_9638 ADI_9737

ADI_9657 ADI_9675 ADI_9680 ADI_9691 ADI_9698 ADI_9716 ADI_9721

Setalah dari jatim park, malamnya kami melanjutkan dolan ke BNS, Cuaca juga tidak bersahabat malam itu. Hujan terus turun menemani kami di BNS. di BNS kami ketemu rekan-rekan kerja di Yogya yang habis berlibur ke Bromo.

ADI_9752 ADI_9756 ADI_9759 ADI_9763

Setelah Puas berhujan-hujan ria di BNS, kami kembali ke penginapan.

HARI 3 rd

Hari ketiga…. tidak terasa sudah dua malam kami berada di kota Malang ini. Hari ini rencananya aku mau bertemu dengan adikku yang berangkat dari Yogya malam sebelumnya. Dia menginap di Kota Malang, dekat dengan stasiun. Tapi dia baru bisa Check in di hotel setelah jam 12 siang.

Pagi itu bingung mau ke mana dulu sebelum turun gunung ke kota malang. Setelah sarapan di Penginapan (o iya penginapan itu kayak tempat kos, jadi ada warung makan di depannya). kami bersiap untuk sekalian check out dari penginapan. barang-barang masuk ke dalam box motor. Tujuan kami adalah selecta.

ADI_9772 ADI_9789 ADI_9792 ADI_9843 ADI_9846 DSC_8713 DSC_8714 DSC_8721 DSC_8724 DSC_8726 DSC_8731 DSC_8733 DSC_8735 DSC_8740 DSC_8759 DSC_8762 DSC_8767

Terakhir kali aku ke selecta adalah ketika kelas 3 SMP sekitar tahun 2000an. Sudah lama sekali ya. Seingatku tempat wisata ini sangat luas sehingga waktu itu aku tidak mampu untuk mengelilinginya (masih gendut banget). Ternya sekarang tempat itu tidak begitu luas, tetapi lumayan sejuk. Bisa foto-foto di taman Bunganya… asyikkkk

Setelah dari Selecta, tujuan selanjutnya adalah Museum Angkut. Sebenarnya ragu-ragu juga sebelumnya, apakah mau ke museum angkut atau tidak, karena Museum angkut baru buka siang hari, jam 12 siang. Tapi dari selecta sudah agak siang, maka perjalanan ke museum angkut tetep lanjut

Dengan harga tiket untuk weekend 75rb/ orang…. Ditambah untuk kamera 30rb/kamera Huaaa sama aja habis 200rb, Tapi lumayan lah, soalnya aku belum pernah ke tempat itu

ADI_9852 ADI_0013 ADI_9857 ADI_9859 ADI_9865 ADI_9872 ADI_9875 ADI_9880 ADI_9889 ADI_9892 ADI_9895 ADI_9912 ADI_9939 ADI_9935 ADI_9932 ADI_9926 ADI_9916 ADI_9947 ADI_9950 ADI_9952 ADI_9955 ADI_9956 ADI_9965 ADI_9969 ADI_9983 ADI_9989 ADI_9991

Asyik bisa foto dengan aneka kendaraan …. asyik juga

Setelah dari meseum angkut, kami melanjutklan perjalanan ke kota malang ketemu dengan adikku, karena malamnya kami mau naik ke Bromo….

Berangkat Jalan-jalan ke Pulau Pari

Siang itu jam sudah menunjukkan angka 2, berarti sudah jam 2 siang. Sial aku belum membuat jadwal minggu depan yang harus sudah kutempel sorenya. Padahal aku jam 2.30 siang sudah mengajukan surat ijin untuk meninggalkan kantor. Masih banyak hal yang harus kupersiapkan, sedangkan si Bruth masih sakit, sampai dua hari dia harus ijin dokter. Meskipun sudah berobat di RS bhayangkara Yogya biar dapat obat yang bagus dan cepat sembuh, tapi hari itu dia masih mengeluh badannya terasa gak enak. Rencananya hari itu aku ingin berlibur ke pulau pari di kepulauan seribu. beberapa minggu sebelumnya aku dihubungi adikku diajak untuk berlibur ke pulau Pari. Tiket kereta sudah dipesan, meskipun hanya kereta ekonomi, padahal ini pengalaman pertama buat si Bruth naik kereta api. Pengalama pertama naik kereta, dapatnya kereta ekonomi pula, Biarlah ini pengalaman yang menarik. Ya karena budget yang terbatas, terpaksa naik kereta ekonomi ini yang harganya sepertiga kereta bisnis dan sangat jauh dibanding kereta eksekutif.
Jadwal di tiket menunjukkan 16.50 untuk keberangkatan. Kami naik kereta ekonomi Gaya baru malam relasi Surabaya gubeng- Jakarta Kota. Harga tiket baik naik dari surabaya maupun jogja sama saja 55 rb. Kereta itu merupakan kereta ekonomi yang berangkat paling malam dari Stasiun di kota gudeg. Kereta ekonominya jogja, kereta Progo sudah lebih dahulu berangkat jam 14.50. Kalau aku harus berangkat jam 14.50, berarti aku harus siap-siap dari jam 1.00, itu jelas susah, karena itu kereta gaya baru malam yang dipilih.
Jam 2 Siang, temanku sudah datang, aku mulai berembug sebentar dan jadwal minggu depan belum ku print. Aku sudah terburu-buru sehingga untuk mengeprint aku minta bantuan temanku itu. Sampai di Kos si bruth ku langsung mandi, persiapan dan jam 15.15 sudah cabut dari kos menuju stasiun. Sebelum ke stasiun, kami menyempatkan diri mampir di jogchicken. Sampai di stasiun sudah jam 16.15an. Aku di sms temanku yang juga ikut ke pulau pari, ternyata dia juga naik kereta yang sama, tapi di gerbong 8, sedangkan aku di gerbong pertama.
“Kereta Gaya baru malam mengalami keterlambatan, kami dari PT kereta api persero mohon maaf atas ketidaknyamanan para penumpang”. Suara yang terdengar dari pengeras suara menggelegar di seluruh ruangan di peron. Jam sudah menunjukkan pk 16.50, jadwal kereta gaya baru malam berangkat dari stasiun lempuyangan, tetapi kereta itu masih dalam perjalanan memasuki kota solo. “Kereta gaya baru malam akan memasuki stasiun lempuyangan pada pukul 18.00. Yah gmana lagi, kami haru menunggu 1 jam lagi di peron stasiun.
Setelah Maghrib, kereta gaya baru malam tiba di stasiun lempuyangan. Banyak penumpang yang naik dari stasiun. Aku dan si bruth duduk di kursi BC, padahal seharusnya kami duduk di kuris C-D. Tapi sepertinya kursi B kosong, jadi kami pindah tempat duduk. Sebelah kami seorang PNS dengan seorang anak di pangkuannya, Rupanya dia ingin beretemu suaminya di jakarta. Ia PNS di lampung, tapi sedang tugas belajar S2 di UGM. di depanku seorang Alumnus Sekolah tinggi Ilmu Pelayaran di Jakarta utara, ia baru saja mudik dari jombang. Di sebelah kiriku ada anak berumur 4 tahun tapi punya berat badan 32 kg, sehingga terlihat gemuk, namanya Rara. kami banyak ngobrol selama perjalanan. Malam berangsur larut, suasana kereta ekonomi berngsur-angsur dingin. AC di gerbong masih disetel pada angka paling kecil, sehingga membuat seisi gerbong kedinginan dan sulit untuk tidur. Mungkin di gerbong itu yang tidak merasa dingin hanya si rara. karena dia masih aktif aja sampai malam.
Akhirnya jam 12 malam ada petugas yang membawa remote AC. Suasana mulai beranjak sejuk dan beberapa dari penumpang sudah tidur. Aku tidur beberapa jam. Jam 3 pagi adikku sms dia sudah berangkat dari cikarang. keretaku juga baru sampai cikarang. Seharusnya kereta sudah tiba di stasiun jakarta kota pada pk 1.30 pagi, tapi jam 3 masih di daerah Cikarang, Bekasi. Kami berencana ketemu di Kota, tetapi karena kereta terlambat, akhirnya janjian kami dirubah. Aku harus turun di stasiun Jatinegara.
Keluar dari Kereta, perut gak mau diajak kompromi, mungkin gara-gara kedinginan di kereta. Setelah bertemu, kami melanjutkan perjalanan ke muara angke di daerah Pluit jakarta utara. Jam 5an kami sudah tiba di SPBU angke yang merupakan meeting point wisatawan yang ingin berlibur, baik ke tidung, pari, maupun tempat lain. Setelah istirahat bentar, kami naik ke kapal. Pagi yang cerah membuat kami memutuskan untuk duduk di atas kapal yang terbuka atapnya. Rupanya itu tempat yang salah, karena perahu terlambat, baru jam 8 pagi kami meninggalkan Muara angke. Selama 2 jam kami kepanasan di atas kapal. Setelah bertahan hidup 2 jam di atas kapal, akhirnya kami tiba di Pulau Pari, kec kep. seribu Selatan, Kab Admn Kepulauan Seribu, Jakarta.

ADI_5920 ADI_5922 ADI_5924 ADI_5929 ADI_5930 ADI_5932 ADI_5935 ADI_5936 ADI_5937 ADI_5938 ADI_5941 ADI_5945 ADI_5948 ADI_5950