Arsip Tag: unik

macro photograph using false colour camera

sawah di kamera false colour

sawah yang hijau saat difoto dengan kamera yang telah dioprek custom limited  false clour akan menghasilkan warana yang jauh berbeda dengan aslinya. Daun-daun yang hijau berganti menjadi warna kuning. Trus bagaimana ya kalau kamera tersebut di pakai buat memfoto dengan macro extension tube (maklum lensa makro belum kebeli terus/gak punya duit).

Dunia yang kecil di badakian dengan kamera oprekan akan menghasilkan:

photo taken using nikon D3000 (custom limited false colour), macro extension tube. Edited using photoshop CS 4 (contrast)

bunga bunga kayu laba-laba DSC_5506 bunga asar, yang selalu mekar sore hari bunga pohon putri malu bunga putri malu ulat belalang DSC_5540 lalat DSC_5546

Iklan

Grebeg Maulud di masjid gede kauman Yogyakarta 2014

Image

Pagi itu, 14 Januari 2014, kegiatan diawali dengan agenda melihat Grebeg Maulud. Ini merupakan salah satu event menarik di kota budaya ini, meskipun grebeg serupa juga diadakan di keraton surakarta. Grebeg Maulud sendiri dilaksanakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad. Pada kesempatan ini, pihak keraton memberikan rasa  syukur dengan memberikan gunungan yang antinya akan di”rayah” oleh segenap warga yang hadir dalam acara ini. Jalannya prosesi upacara tradisional GrebegMaulud diawali dengan iring-iringan Gunungan Lanang, Wadon, Gepak, Pawuhan dan Dharatserta Gunungan Bromo yang dikeluarkan dari dalam Kraton Ngayogyakarta Hadiningratmelewati Siti Hinggil, Pagelaran, Alun-Alun Utara hingga berakhir di halaman masjid GedeKauman Yogyakarta jam 8an ku sudah menginjakkan kaki di alun-alun utara yogyakarta, Di depan masjid gede kauman ternyata sudah berkumpul banyak orang yang akan mengikuti acara grebeg maulud ini. Meskipun Grebeg di Keraton Yogyakarta ini dilaksanakan bukan hanya pada saat perayaan Maulud nabi saja tetapi juga dilaksanakan pada saat Besar dan idul Fitri, yang merupakan Perayaan keagamaan bagi umat muslim. Hal ini juga menunjukkan bahwa kasultanan Yogyakarta, dimana sultan berkedudukan bukan hanya sebagai penguasa wilayah tetapi juga sebagai pemimpin dan pemuka agama “sayidin panata gama, khalifatullah tanah jawa” kalau tidak salah (sudah tidak membuka buku sejarah berapa lama ya). itulah sepenggal dari nama resmi Sri Sultan yang berkuasa di kasultanan Ngayogyakarta hadiningrat. Image

Ini pertama kalinya aku mengikuti prosesi grebeg Maulud di pelataran masjid Yogyakarta, dulu pernah di masjid gede keraton surakarta, maupun di kepatihan Yogyakarta. tetapi ini pengalaman pertama di Masjid Gede kauman keraton Yogyakarta. Sudah sejak pagi orang-orang berkumpul disekitaran Masjid gede kauman, bukan hanya berasal dari yogyakarta sendiri tetapi dari berbagai tempat dari seluruh pelosok tempat. Motivasinya ada bermacam-macam mengikuti acara  seperti ini, mulai dari “ngalap berkah” sampai hanya mencari foto saja seperti aku.

. Image

Mulai pagi, pintu depan Masjid agung sudah ditutup, warga yang sudah berada di dalam diminta untuk berada di samping utara maupun selatan pelataran depan masjid, dengan dibatasi sebuah tambang, tapi ya namanya banyak orang, pasti susah banget mengaturnya. Yang belakan sering mendorong pengunjung yang berada di bagian depan, ada yang ingin merangsek masuk.

. Image

Hampir 3 jam menunggu dibawah suasana yang cukup panas, meskipun malam sebelum acara ini hujan deras melanda hampir seluruh wilayah yogyakarta, tetapi pagi ini suasana begitu terik. Untung banyakpenjual yang ada disekitar halaman masjid agung ini. Salah satunya ibu ini yang mencoba peruntungan dengan menjual dawet

Image

luamayanlah semangkok dawet bisa sebagai pengobat rasa haus yang melanda, setelah semangkok ternyata enak, akhirnya nambah lagi.. hahahaha, akhirnya cukup 2 mangkok dawet saja, langsung diminum tanpa menggunakan sendok (kayak minum dawet jaman dulu langsung dari mangkoknya)

Cukup lama menunggu…. menunggu dan menunggu…… hingga setelah 3 jam menunggu, jam 11 kurang gunungan baru memasuki masjid agung. ada 5 gunungan yang dibawa menuju masjid agung ini.

Image ImageImageuluImage Image

Setelah didoakan oleh imam masjid agung, Gunungan persembahan dari Keraton tersebut langsung di serbu oleh warga….. kadang Banyak yang sudah tidak sabar berebut gunungan meskipun imam belum selesai berdoa…

Capek nunggunya, berdesakan, itulah yang dirasakan….. setelah acarapun jalan sekitar alun2 padat banget, orang jalan pun berdesakan. tapi itulah pengalaman yang luar biasa.

filter unik

 

Pernah menggunakan filter unik untuk memfoto? ternyata ada berbagai macam filter yang dapat digunakan untuk menciptakan foto yang unik.

ADD_0744

danbo diatas jika difoto menggunakan filter khusus akan dapat menghasilkan foto yang unik dan tidak biasa…

ADD_0757

filter diatas dengan lensa berbentuk segilima ditengah2 filter. hasil dengan menggunakan filter di atas:

ADD_0728

menggunakan lensa 28mm

ADD_0733 ADD_0736

dibawah ini ada filter berbentuk segitiga

ADD_0759

filter segitiga
filter segitiga

ADD_0722

filter segitiga
filter segitiga
triangle filter
triangle filter

 

unik filter
unik filter
filter tiga sisi
filter tiga sisi

ADD_0715

three side filter
three side filter

ADD_0732

unique lens filter
unique lens filter

 

dieng, surga di atas awan 3, anak-anak berambut gembel/gimbal asli dieng (shabby hair children from dieng plateau)

Dieng memang memiliki beragam keunikan, Baik dari segi alam budaya bahkan orang dieng itu  sendiri. Salah satu keunikan yang dapat ditemui di dataran tinggi yang berada 2000 meter diatas permukaan laut ini adalah adanya anak-anak yang mempunyai rambut Gimbal/gembel. Seperti pada umumnya rambut gembel, rambut anak-anak di dieng juga menyatu dan sulit untuk dipisahkan. Tidak seperti orang dewasa yang memang sengaja membuat rambutnya menjadi gembel, rambut gembel anak-anak dieng alami terjadi, bahkan tidak tahu apa penyebabnya, dan biasa ditandai dengan munculnya panas dan demam yang tidak kunjung sembuh. Orang dieng percaya bahwa rambut gimbal akan dapat membawa berkah maupun musibah.

Ada juga cerita rakyat dieng, konon kabarnya, Anak Gimbal Dieng adalah titisan dari Kyai Kolodete. Kyai Kolodete dianggap sebagai luluhur pendiri Dieng. Leluhur ini bukan sesosok gaib, melainkan sesosok manusia yang pertama kali membuka tanah Dieng. Ia hidup pada masa kejayaan Mataram. Kyai Kolodete ini memiliki rambut gimbal.

ketika sedang melihat tari topeng, kesenian khas Dieng, ternyata ada sesuatu yang lebih menarik untuk diabadikan….. seorang anak dengan rambut gembel/gimbal. Menurut adat kebiasaan orang dieng, untuk memotong rambut gembel/gimbal itu harus dengan prosesi ruwatan, yaitu prosesi untuk membebaskan anak dari pengaruh buruk. Pada saat ruwatan tersebut, orang tua harus memberikan apa saja yang menjadi permintaan sang anak. Setelah dipotong, nantinya rambut akan tumbuh dengan normal kembali.

Difabel.3.. Kisah Pak Joko

          Tidak Ada yang aneh bagi lelaki paruh baya ini, sekilas lelaki ini tampak normal dan gagah, Begitulah sosok yang dikenal dengan nama Pak joko ini. Memang lelaki yang yang hidup di selatan kota Bantul, Yogyakarta, lebih tepatnya di kecamatan Bambanglipuro ini  mempunyai perawakan yang biasa, tetapi dibalik itu sbenarnya ia adalah seorang difabel, Beliau menderita Polio sejak Usia 3 tahun.  Penyakit itu membuat pertumbuhan salah satu tangan dan kakinya tidak seperti tangan yang lain. Tangan kirinya lebih kecil dari tangan kanan.

           Beliau bercerita bahwa Ia tidak merasa ada hambatan dengan perbedaan itu, Setelah menamatkan sekolah, ia baru merasakan bahwa perbedaan itu membawa sedikit masalah dalam pekerjaannya.  Ia Sehari-hari memelihara itik dalam bahasa jawanya “angon bebek”. Pernah Beliau bekerja sebagai pembantu tukang bangunan, tetapi keterbatasan fisiknya lah yang membuat pak joko ini merasa berat untuk melaukan pekerjaan fisik. “kalau angon bebek sih masih bisa, meskipun kaki saya ini yang satu lebih kecil dari yang lain, tetapi kalau buat lari masih bisa” tutur pak Joko.

           Sekarang pak joko ini sedang mengembangkan usaha barunya yaitu menetaskan telur itik.  Usaha yang ditekuni beberapa bulan terakhir. beliaua mengatakan kalau telur itik di jual kan cuma Rp1500,- sedangkan kalau ditetaskan bisa mencapai Rp 3500,- untuk yang jantan dan Rp5000,- untuk yang betina perekornya. Jika menetaskan  sekitar 150 telur kan sekitar 500 rb perbulan bisa ditangan, tambah beliau.

Sosok lelaki yang rambutnya sudah beruban ini  mempunyai ternak itik juga yang akan menjamin supply telur yang ada embrionya, karena di ternaknya diberi beberapa pejantan yang akan menjamin telurnya tersebut terbuahi. Jika mengambil telur dari luar belum tentu akan mempunyai embrio semua,karena biasanya pejantan hanya 1 atau 2 ekor saja.

                    biasanya beliau sudah dapat tahu dalam 24 jam setelah dimasukkan kedalam alat pemanas, telur mana saja yang akan dapat menghasilkan itik, jika tidak telur tersebuat akan dijual , jadi tidak ada yang tebuang percuma.

           saat ini beliau mempunyai 2 alat penetasan itik sendiri, dan bercita-cita ingin punya 10 alat penetas, sehingga panen bisa cepat dan income yang didapat bisa lebih cepat.  Saat ini  sudah ada perusahaan yang bersedia menampung hasil penetasan itik dari pak Joko ini berapapun yang dihasilkan… hmmm luar biasa, oh iya ini satu-satunya penetas telur di desanya lho….

          Nanti kalau laku dijual, uangnya untuk makan sehari-hari dan sisanya untuk membuat alat penetas lagi. Ternyata alat penetas itu adalah buatannya sendiri, beliau belajar membuat alat penetas dengan cara mencontek alat penetas milik temannya. Ada dua lagi alat penetas yang hampir jadi di rumahnya, cuma tinggal menunggu thermostat untuk menjada suhu konstan. Uang sebelumnya ia pergunakan untuk menaikkan daya listrik di rumahnya dulu.

          Memang sosok pria yang luar biasa, ditengah keterbatasan yang ia miliki justru ada ketidakbatasan dalam hal kreatifitas dan ide serta semangat yang luarbiasa. Meskipun Ia adalah difabel, tetapi mampu berkarya seperti orang normal, mungkin lebih. Beliau mampu membuat alat penetas telur hanya dengan melihat contoh dan tidak belajr teori dahulu.

          Akhirnya waktu jualah yang memaksa kami untuk berhenti menggali informasi dari beliau. Kami harus melanjutkan kegiatan kami, dan terima kasih sudah berkenalan dengan pak Joko, sosok yang inspiratif bagiku

Filter unik 6 section

Foto diatas bukan hasil editing dari sotosop (photoshop -red), tetapi gambar tersebut asli dari hasil bidikan kamera.

Hal tersebut karena suatu filter yaitu 6 section . filter yang menurutku unik tersebut saya dapatkan bukan dari toko kamera bonafit atau dari situs online, tetapi saya dapatkan dari pasar klithikan yogyakarta.  Disebuah kios di pasar klithikan tersebut ada penjual kamera yang unik, kamera + lensa lama.  Letaknya di  lantai bawah, dekat tangga naik belakang, disana tidak sengaja saya dapatkan filter unik tersebut.

filter marumi 6 section, itulah yang saya dapatkan dari pasar klitikhan tersebut,

Filternya 52 mm, pas dengan diameter lensa kitnya nikon, lensa 55-200mm VR, AF 50mm 1.4, 50mm 1.4. Filter tersebut  ada 6 section, jadi pada bagian tengah lensa berbentuk segilima, dan disekeliling lensa tengah itu ada 5 bagian lensa, jadi filter tersebut mampu menghasilkan 6 gambar.

karena dapatnya di klithikan, ya tidak 100% mulus, ada bagian yang pecah di pinggir filter, tetapi tidak mempengaruhi hasil foto.

untuk lebih fokus, gunakan bukaan yang kecil, sehingga gambar central akan terlihat jelas. jika menggunakan bukaan besar misal dengan lensa  50mm 1.4 akan terasa perbedaan pada hasilnya

Foto sebelah kiri diambil dengan kamera 50mm pada bukaan F 1.4, sedangkan yang kanan pada bukaan f 13, terjadi perbedaan fokus yang signifikan.

Filter yang cukup unik, 6 section, perlu dikoleksi untuk menghasilkan gambar yang aneh2… hahahaha, selamat hunting