Arsip Tag: Theresia Salam

Temu Keluarga Muda Paroki Santa theresia Salam

Apa Tujuan Anda Berkeluarga?

Sebuah Pertanyaan yang muncul dalam temu Keluarga Muda se paroki santa Theresia Salam. Mungkin untuk Keluarga saudara Muslim pertanyaan itu sudah ada jawbannya yaitu menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah wa Rahmah, tetapi untuk pasangan katolik? Acara ini masih menjadi satu rangkaian menyambut 50 Tahun Paroki Santa Theresia Salam.  Dalam membangun keluarga pasti dilandasi oleh rasa Cinta. Cinta sendiri mempunyai makna yang berbeda. Kadang cinta itu adalah Ilusi, dimana kita mencintai sesorang karena kita membayangkan sebuah sosok dalam orang yang kita cintai, atau orang yang kita cintai itu seperti sosok yang kita idamkan atau kita impikan. Selain itu Cinta juga bisa menjadi sebuah Misteri yang tidak dapat diterangkan oleh logika dan akal.

Meskipun keluarga muda, tetapi usia perkawinan yang dianggap keluarga muda sampai dengan usia perkawinan 25 tahun. “menjadi Keluarga yang Penuh Kasih” diambil sebagai tema temu keluarga muda ini. Pembicara oleh DR Margaretha Sih Setija Utami M.kes Dari Unika Soegijopranata Semarang. Oleh beliau dikatakan bahwa saat sudah mengalami kebosanan dalam rumah tangga, maka akan dapat menimbulkan konflik. Konflik tersebut muncul karena adanya cara pandang yang berbeda dari pasangan tersebut. Konflik tidak selalu juga berkonotasi negatif, karena dengan konflik pasangan dapat belajar tentang pasangannya masing-masing.

Keluarga dapat dikatakan bahagia atau tidak, dapat dilihat dari keluarga tersebut dalam menghadapi konflik. Konflik yang tidak teratasi dapat menimbulkan sebuah “perselingkuhan”. Ketidak nyaman an dalam keluraga akan mendorong seseorang mencari sosok lain yang mampu menyamankan dirinya. Jika sudah terjadi perselingkuhan, saat ingin memperbaiki, maka pasangan tersebut harus memulai hubungan dari nol atau dari awal lagi. Seperti gelas yang telah pecah, maka saat digabungkan lagi pasti tidak akan sempurna lagi, tetapi gelas tersebut dapat dirangkai menjadi sesuatu yang lebih indah.

Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam

Temu Pasangan Muda St Theresia Salam

Saat Pertanyaan Diatas diberikan kepada masing-masing pasangan, banyak yang bingung dan bertanya-tanya tentang tujuan mereka menikah beberapa tahun yang lalu. Mungkin pertanyaan semacam ini belum mereka utarakan sebelum menikah dan mereka tidak menyadarinya.

ADI_2950

Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam

Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam Temu Pasangan Muda St Theresia Salam

membangun nilai-nilai yang Positif dalam keluraga sangat dibutuhkan seperti :

  • Cinta (membangun nilai Positif untuk diri sendiri, orang lain dan dunia)
  • Kearifan (mengutamakan kebermanfaatan daripada keingina pribadi)
  • Mengendalikan diri (mengutamakan proses daripada hasil)
  • hati yang damai mensyukuri yang ada

Ada juga bagaimana membangun kedamaian dalam keluarga, yaitu dengan menggunakan hiburan yang ada dirumahsecukupnya, lebih memperhatikan orang terdekat sebulum mengharapkan hiburan dunia maya, dan belajar disiplin menggunakan hiburan.

Kadang dalam keluarga hubungan menjdai renggang, kurang harmonis karena tiap-tiap anggota keluarga asyik dengan dunianya sendiri, ayah asyik dengan kerjaan di depan komputer, ibu asyik dengan sinetron, anak asyik dengan gadgetnya. Seolah dalam satu rumah mereka tidak bersama, dalam dunia yang berbeda. Permasalahan keluarga tidak pernah dibicarakan bersama, anak kurang diperhatikan dalam pergaulan di dunia maya yang menyebabkan berbagai masalah dalam keluarga, Oleh karena itu sikap-sikap apa yang harus dibangun, dan mungkin ada keteladanan dalam keluarga yang harus dibangun.

Iklan

Misa dan Temu Lansia St Theresia Salam

Paskah minggu ketiga kemarin di Paroki Santa theresia Salam dirayakan bersama dengan para sesepuh paroki. Misa untuk lansia di Paroki Santa Theresia Salam dirayakan bersama berpusat di Gereja St Theresia Salam dengan dipimpin Romo Labertus Issri Purnomo. Dengan Menggunakan bahasa jawa dan diiringi musik tradisional jawa (gamelan). Meskipun gamelan juga tidak lengkap tetapi iringan gending cukup membangun suasana misa, apalagi kebanyakan yang hadir adalah para lansia yang mungkin merindukan suasana gending jawa. Rangkaian Misa ini menjadi salah satu agenda Paroki St theresia Salam untuk menyambut hari jadi yang ke 50 tahun.

misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam

St Theresia Salam

misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam

ADI_2794

misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam
misa Paskah Lansia Santa Theresia Salam

Setelah Misa Paskah dilanjutkan dengan Sarasehan Temu Lansia dengan tema ” Menjadi Lansia Bermakna” yang dibawakan oleh Romo Bambang Sutrisno. Selain temu lansia juga menjadi ajang temu kangen dengan rm bambang Sutrisno, yang pernah menjadi Romo Paroki St Theresia Salam ini. Sekarang Romo bambang bertempat tinggal di Domus Pacis Puren Yogya. Dalam temu Lansia tersebut juga disinggung bagaimana para sesepuh ini kadang masih ingin sekali menonjol dalam kegiatan Gereja, padahal dari segi kemampuan baik raga dan daya cipta sudah jauh menurun. Pengalamanlah menjadi hal yang bisa dipunyai oleh para Lansia, yang kadang hal tersebut justru dibandingkan dengan masa sekarang yang jauh lebih maju.

Meskipun Sekarang Lansia tidak lagi harus menduduki kursi pengurus atau jabatan, tetapi Para Lansia masih dapat berperan. Melakukan hal kebaikan walaupun hanya kecil, tetapi jika itu dilakukan terus maka tidak mungkin hal yang kecil itu menjadi sesuatu yang sangat bermakna dan berdampak yang sangat luas.

temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam temu lansia st theresia Salam

Menuju Pesta Emas 50 Tahun Paroki St Theresia Salam

Menuju 50 tahun Paroki St Theresia Salam

ADI_2854aADI_2854i

50 tahun Merupakan Usia yang tidak muda lagi, 50 Tahun menjadi usia yang semakin mantap dan dewasa, begitu juga dengan Paroki St Theresia salam yang pada tahun 2015 ini memasuki Usia Emas. Paroki St Theresia Salam resmi berdiri sendiri menjadi Paroki mandiri pada tahun 1965. Paroki ini dahulu menjadi bagian dari Paroki St Antonius Muntilan.

Gereja St Theresia Salam sendiri Meliputi Tiga kecamatan yaitu ngluwar, Salam, dan Srumbung di kabupaten Magelang. Dengan Area yang sangat luas menjadikan pelayanan di Paroki ini menjadi tantangan tersendiri. Area terbentang mulai dari lereng gunung merapi disebelah Utara hingga jauh ke selatan.Paroki ini memiliki satu Gereja induk dengan 4 kapel dan satu gedung serbaguna (digunakan sebagai kapel), yaitu kapel Tyas Dalem di mandungan, Kapel Sang Timur di Ngluwar, Kapel Santo Ignatius Anthiokia di Ngepos, Kapel St markus di Kemiren, Kapel di Jrakah dan gereja St Theresia di Salam.

Untuk bangunan Gereja sendiri terletak di jalan Yogya-Magelang Km 18, tepatnya setelah jembatan Sungai Krasak, di Belakang Polsek Salam

Lereng Merapi menjadi sahabat serta ancaman yang cukup nyata yang dihadapi paroki dengan 2000an umat ini. Seperti halnya letusan merapi pada tahun 2010 silam yang juga membuat banyak sekali umat diwilayah ini merasakan dampak nyata letusan dahsyat itu. Dalam hal ini gereja dituntut hadir dan mewartakan Kerajaan Allah secara nyata dalam kehidupan Masyarakat.

Selamat Merayakan tahun Emas Paroki St Theresia Salam…. Semangat!!!!!

Gereja Salam Mengajak Umat yang Sakit memuji dan Memuliakan Allah

Hari Selasa 11 Februari 2014 merupakan hari dalam minggu biasa ke Lima yang diperingati juga sebagai Hari orang sakit seluruh Dunia.  Meskipun Perayaan HOS (Hari Orang Sakit Sedunia) sudah dimulai sejak 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, namun kegiatan ini tidak diketahui banyak orang. Ada pemahaman bahwa misa HOS adalah misa penyembuhan dan akhirnya mengharapkan mukjizat penyembuhan terjadi jika menghadirnya. Kenyataan ini mengundang kita semua untuk memperkenalkan maksud gereja dengan peringatan HOS setiap tahun yaitu gereja bermaksud meningkatkan kesadaran komunitas-komunitas Gerejani akan pentingnya pelayanan pastoral bidang kesehatan. Pelayanan ini adalah bagian integral dari peran Gereja yang terukir dalam misi keselamatan Kristus sendiri. Dia, Sang Tabib llahi, “berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasi lblis (Kis. 10:38) (sumber: http://benedizione.wordpress.com/2010/04/10/misa-hari-orang-sakit-se-dunia/).

 Bapa Paus Fransiskus sendiri juga memberikan pesan pada peringatan hari Orang sakit ke 22 ini. beberapa cuplikan pesan beliau adalah:  Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu. Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu, Silahkan baca utuh di http://renunganpagi.blogspot.com/2014/02/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk.html#gsc.tab=0

Pada Kesempatan ini Pula Paroki salam mengadakan Misa Kudus dengan ujub bagi orang sakit. Perayaan Ekaristi Kudus Bagi Orang Sakit dilakasanakan pada hari Minggu 16 Februari 2014, bertempat di Gereja Salam. Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo dan Romo Blasius Fitri Gutanto.

DSC_5813

DSC_5828Setelah itu dilakukan pemercikan air suci sebagai pertanda pembaharuan janji baptis kita dan dilakukan penumpangan tangan kepada yang menderita sakit, Penumpangan Tangan untuk memberikan berkah Allah bagi mereka melewati perantaraan Romo.

DSC_5836 DSC_5838 DSC_5841 DSC_5846

Selain itu pada Misa tersebut juga dilakukan pengurapan Orang Sakit menggunakan Minyak Suci. Minyak suci merupakan salah satu dari tujuh sakramen di dalam gereja Katholik. Dan Umat Katholik mempercayai daya Kuasa Allah melalui pengurapan Minyak Suci Tersebut

DSC_5828 DSC_5862 DSC_5871karena Ekaristi Kudus kali ini diperuntukkan bagi Orang sakit maka banyak sekali umat yang hadir terutama mereka yang sudah Tua, mempunyai penyakit bahkan mereka yang sudah tidak bisa apa-apa. Karena keterbatasan fisik dan gerak mereka, banyak yang tidak dapat setiap minggu mengikuti Ekaristi Kudus. Pada kesempatan ini mereka secara khusus menghadiri Ekaristi Ini untuk bersama-sama mensyukuri apa yang sedang mereka rasakan dan mereka alami. Kadang dengan keadaan seperti ini mereka akan lebih merasakan kasih Allah melalui perantaraan Istri, Suami, anak-anak maupun tetangga yang senantiasa mengasihi mereka.

 “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1Yohanes 3:16)

Perayaan Ekaristi Tahun Baru Jawa 1 Suro 1946

Hari ini tanggal 15 november 2012 merupakan hari yang tidak biasa, hari ini merupakan tanggal 1 Suro 1946 (tahun baru jawa) atau merupakan tahun baru muharam. Tanggal 1 suro sering dianggap sebagai salah satu hari yang wingit atau sering bernuansa mistis. pada 1 suro, digunakan untuk melakukan berbagai macam “lelaku” maupun waktu yang baik untuk melakukan jamasan senjata pustaka.

Malam 1 suro tahun ini menjadi malam yang tidak biasa bagi umat di Paroki St Theresia salam, inilah pertama kalinya dilakukan misa 1 suro. Misa 1 Suro mungkin masih dianggap aneh dan jarang dilakukan, misa ini seperti misa tahun baru nasional maupun misa imlek bagi teman-teman tionghoa. Malam ini merupakan tahun baru Jawa, perayaan yang dimaknai syukur atas tahun yang telah boleh dilalui bersama. misa 1 suro ini digelar dengan cukup meriah dengan adat jawa, dengan diiringi gendhing jawa dan peraga maupun umat banyak yang mengenakan pakaian adat jawa.fragmen misa 1 suro

Misa 1 suro ini diawali dengan sebuah fragmen sederhana. Diawali dengan tokoh punokawan yang merupakan sosok yang mencerminkan sifat hidup manusia, mengantar umat untuk menyiapkan diri merayakan ekaristi. Sebelum Ekaristi Kudus ini dimulai, hujan begitu lebat seolah ingin menumpahkan seluruh air ke bumi. Karena begitu lebatnya hujan yang turun di sekitar pendapa Bunda Maria Penolong paroki St Theresia salam ini, mengakibatkan tenda umat sampai patah karena tidak kuat menahan air yang turun.

tenda roboh

Meskipun membuat umat yang berada dibawah tenda kalang kabut tetapi hal itu tidak menyurutkan umat untuk mengikuti perayaan Ekaristi 1 suro ini. Karena tenda roboh, mengakibatkan ekaristi harus digelar di 2 tempat yaitu di dalam Gereja dan di pendapa Maria Bunda Penolong.

pendapa Maria bunda Penolong

umat

putra altarpengrawit

Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Rm Lambertus Issri,

pendapa Maria Bunda Penolong

rm lambertus Issri Seperti bacaan pada hai ini ketika Sepuluh orang kusta yang berada di desa perbatasan Galilea dan Samaria, suatu hari bertemu Yesus lalu berteriak meminta belas kasihan. Menanggapi permintaan tersebut maka Yesus memerintahkan mereka pergi menunjukkan diri kepada para imam agar dilihat apakah sudah tahir dari kusta. Dalam perjalanan kesepuluh orang kusta tersebut ternyata tubuh mereka menjadi tahir. Hanya seorang dari mereka yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur atas kesembuhannya. Ia adalah seorang Samaria.

penyakit Kusta merupakan penyakit yang sangat kotor, orang yang menderita kusta akan diasingkan dan dijauhkan dari masyarakat, karena mereka dianggap bukan hanya badannya yang kotor tetapi hati mereka juga kotor. Mereka oleh Yesus tidak disuruh untuk pergi ke tabib atau ke dokter, melainkan menyuruh mereka untuk pergi ke Imam agar mereka  ditahirkan dari kusta. perayaan 1 suro juga dapat dimaknai sebagai proses pentahiran dari dosa menuju manusia yang lebih baik. Tahun baru ini diharapkan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun yang kemarin, yang dianggap sebagai tahun yang tidak baik.

Tubuh darah Kristus

Pada akhir Perayaan ekaristi ini dilakukan pemercikan air Suci disertai bunga melati, seperti halnya jamasan senjata pusaka. Jamasan berarti memandikan, mensucikan, membersihkan, merawat dan memelihara. Pemercikan Air Suci untuk menyucikan tubuh dan jiwa manusia yang selama ini sering jatuh dalam Dosa.

pemerkatan air suci

pemercikan air suci

pemercikan air suci

ziarah OMK Salam

Hari minggu ini, merupakan hari yang cukup menyenangkan. Hal itu dikarenakan bersama-sama teman muda katholik dari paroki St Theresia Salam berziarah ke sendang jatiningsih, ke Goa Maria Ratu Perdamaian di Paroki Klepu, Yogyakarta. Memang sudah lama kegiatan orang muda tidak semeriah ini, hampir 70an OMK yang mengikuti kegiatan ini. diawali dengan berkumpul di Gereja St Theresia Salam, lalu kami melanjutkan perjalanan ke Sendang Jatiningsih bersama-sama dengan Bus.
Bergelut dengan dinamika orang muda sungguh luar biasa. yah beginiah orang muda, ketika bergelut dengan seputar altar mereka jarang berkumpul… tetapi saat ziarah dan piknik.

Tetapi dengan adanya kebersamaan ini diharapkan mereka akan merindukan untuk saling berkumpul, saling bercanda dan saling menghargai satu dengan yang lain, sapa tahu ada yang berjodoh di kemudian hari.. hehehehe

Dengan adanya kerinduan berkumpul yang timbul diantara mereka, kiranya dinamika orang muda katholik di salam akan selalu dinamis dan makin menunjukkan garam dan terang di tengah masyarakat. Bravo Orang Muda

image

Hari Anak Misioner 2012 kevikepan kedu

Hari ini, minggu 8 januari 2012, bertepatan dengan hari raya Penampakan Tuhan juga diperingati sebagai hari anak misioner.

Adik-adik di kevikepan kedu Keuskupan Agung Semarang juga merayakan hari anak misioner ini dengan bersama-sama mengadakan acara di Paroki St Theresia Salam. Dipimpin oleh Romo Vikep Kedu Rm FX Krisno Handoyo, mengajak anak-anak untuk menjadi bintang Kristus dan menjadi pembawa kabar gembira bagi sesama. Anak-anak juga di ajak untuk menjadi Imam-imam Kristus, Suster-susterNya.

Pada Acara Misa yang diselenggarakan di Paroki Salam ini juga ditampilkan sebuah drama anak-anak yang berkisah tentang Kelahiran Yesus saat Maria menerima kabar Gembira dari malaikat hingga Kelahiran dan kedatangan 3 Sarjana dari timur.

Dalam Misa ini juga ditampilkan sebuah dongeng boneka dari Romo Issri dan 3 seminaris mertoyudan yang berkisah tentang Seekor Porky babi yang mengajak teman-temannya untuk tidak ke Gereja di hari minggu, tetapi asyik bermain petasan, tetapi Shaun si domba tidak mau untuk diajak, maka iapun di jauhi teman-temannya yang sudah terbujuk rayuan di Porky. pada akhirnya babi itu mendapat celaka akibat perbuatannya, dan yang menolong adalah Shaun.

Acara di Salam Ini diikuti oleh adik-adik PIA dari beberapa paroki di kevikepan kedu antara Lain, Fatima Magelang, Ignatius Magelang, Antonius Muntilan, Sumber, banyu temumpang, Temanggung, Borobudur, panca arga dll. Karena Banyak sekali yang datang, area di Gereja Salam yang biasanya terasa Luas, sepertinya menjadi kecil dan sempit.

Pada Acara ini juga diadakan lomba yel dan kreatifitas antar paroki yang dimenangkan oleh Paroki Kristoforus Banyutemumpang, Sawangan. Semoga anak-anak ini kelak menjadi misionaris yang handal di masa depan. amin.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.