Arsip Tag: tablet

Oral Disintegrating Tablet dan Bahan Penghancur

ODT atau Oral disintegrating Tablet merupakan sediaan tablet yang mampu hancur segera dalam mulut meskipun hanya ada sedikit cairan dalam rongga mulut. Ketika ODT diletakkan dalam rongga mulut, Saliva (air ludah) akan segera masuk ke dalam pori-pori sehingga menyebabkan tablet akan sedgera hancur. Oleh karena itu ODT dikenal juga sebagai quick dissolve, fast melt, fast dissolving, rapid dissolve. Tablet ODT lebih cepat hancur sehingga mampu menghantarkan Zat Aktif untuk lebih cepat diabsorpsi dalam tubuh, baik dalam mulut maupun dalam lambung.

Salah satu komponen penting dalam ODT adalah bahan penghancur (disintegrant). Disintegrant akan mempengaruhi kecepatan hancurnya tablet. Pemilihan superdisintegrant dalam suatu formula obat tergantung pada sifat dan jenis dari obat. Kelarutan dari suatu obat dapat mempengaruhi kecepatan dan mekanisme  disintegrasi suatu obat, dimana obat yang mempunyai kelarutan tinggi akan mempunyai tendensi untuk terlarut, sedangkan obat yang mempunyai kelarutan rendah (sulit larut) akan mengalami disintegrasi jika terdapat sejumlah  disintegrant didalam sediaannya.

Superdisintegrant yang sering dipakai adalah croscarmellose sodium, carmellose, crospovidon, sodium starch glycolate, indion 414.  Superdisintegrant sendiri mempunyai beberapa mekanisme aktivitas, diantaranya yaitu

a. Mengembang (swelling)
Mengembang merupakan penjelasan yang umum dipakai untuk mekanisme kerja dari disintegrant. Masuknya air ke dalam tablet menyebabkan disintegrant mengembang dan tekanan diseluruh bagian tablet mengakibatkan ikatan partikel dalam tablet akan pecah.
Sejumlah disintegrant akan  mengembang hingga derajat tertentu, tetapi swelling atau mengembang bukanlah menkanisme tunggal dari sebuah disintegrant
b. Penyerapan air (wicking)
Wicking merupakan kemungkinan lain dari mekanisme aksi disintegrant. wicking merupakan kemampuan menyerap air masuk ke dalam tablet.
c. Deformasi
Partikel disintegrant akan berubah bentuk saat dikempa menjadi tablet. Pada saat ada kelembapan, partikel disintegrant akan kembali ke bentuk semula, sehingga akan merubah bentuk (deformasi) dari tablet, sehingga tablet pecah.

Hal ini seperti terjadi pada beberapa contoh bahan superdisintegrant, yaitu Crospovidon. Crospovidon mempunyai kemampuan wicking (penyerapan air ) yang lebih dominan. Dengan adanya kemampuan wicking tersebut, didalam tablet crospovidon melakukan mekanisme penyerapan air yang cepat sehingga mendesak partikel dalam tablet. Dengan Adanya air yang sangat banyak masuk ke dalam tablet, maka tablet akan pecah atau akan terlarut (sebagian besar bahan pengisi dari ODT mudah larut dalam air).

Sedangkan Pada croscarmellose, kemampuan swelling lebih dominan. Kemampuan swelling yaitu mampu mengembang dengan cepat sehingga mampu merubah formasi dari tablet. Karena adanya perubahan formasi yang begitu cepat di dalam tablet, sehingga tablet tidak mampu mempertahankan bentuknya. Hal ini menyebabkan tablet akan hancur.

Source:

Nugroho, A., 2011, Optimasi Formulasi ODT Asetosal menggunakan Campuran Bahan Disintegrant Croscarmellose dan Crospovidon Dengan metode Kempa langsung, Skripsi,  Universitas Gadjah Mada.

ODT, Orally disintegrating Tablet, tablet yang mampu hancur Segera dalam mulut

Sekarang ini ada berbagai macam obat, kebanyakan obat yang beredar berupa tablet, kaplet maupun kapsul. Kemudahan pasien dalam penggunaan dengan cara ditelan (peroral) seperti tablet, Sirup dan lain-lain merupakan salah satu alasan mengapa sediaan tablet, atau sediaan cair banyak dipakai. Akan Tetapi pada anak-anak dan orangtua penggunaan tablet kurang disenangi, karena biasanya anak kecil dan orang yang sudah sangat lanjut akan mengalami kesulitan dalam menelan tablet.  Mereka akan cenderung untuk memilih bentuk sediaan cair, misalnya sirup.Tetapi peengatasan masalah dalam penelanan obat dengan penggunaan sirup atau sediaan cair lainnya belum juga dapat mengatasi masalah sepenuhnya, sebab ada beberapa obat yang akan rusak jika berada dalam bentuk cair dalam waktu yang lama (Nugroho, 2011).

Trus bagaimana pengatasannya?? Ada memang beberapa alternatif bentuk sediaan untuk obat-obet tersebut diantaranya adalah dengan bentuk sediaan ODT (oral disintegrating tablet). Apa itu ODT? Oral Disintegrating tablet (ODT) merupakan sediaan tablet yang mampu hancur kurang dari 60 detik dan mampu ditelan tanpa adanya air.

Mungkin masih bingung ya? Secara sederhana ODT itu adalah tablet yang begitu dimasukkan kedalam mulut akan segera hancur dan larut. Itu seperti makan arum manis yang sering dijajakan saat ada sekaten atau pasar malam, yang begitu dimasukkan dalam mulut akan lumer dan segera hilang. Pada prinsipnya adalah sama, tetapi ODT merupakan sebuah obat. ODT akan segera hancur dan lumer dimulut meskipun tanpa diberi air minum, karena ODT akan hancur dengan segera saat bersentuhan dengan lidah yang terdapat air ludah.

Tablet ODT yang lebih cepat hancur akan mampu menghantarkan zak aktif obat untuk lebih cepat masuk (diabsorpsi)  ke dalam tubuh, baik di salam mulut maupun dalam lambung, sebab untuk dapat masuk dalam tubuh (diabsorpsi), zat aktif obat harus dilepaskan dari sediaan penghantar (misalnya tablet).

lha terus apa sih yang diharapkan dari adanya ODT?

a. untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan dalam menelan tablet.

b. mempunyai rasa yang dibuat enak, sehingga tablet tidak akan terasa pahit seperti tablet biasa.

c. meninggalkan residu (sisa) yang sedikit di mulut, sehingga kita tidak akan merasa bahwa kita habis makan obat

d. Obatnya diharapkan segera bekerja, sehingga bisa segera dirasakan (onsetnya cepat). (Sharma, 2008)

source:

Nugroho, A., 2011, Optimasi Formulasi ODT Asetosal menggunakan Campuran Bahan Disintegrant Croscarmellose dan Crospovidon Dengan metode Kempa langsung, Skripsi,  Universitas Gadjah Mada.

Sharma, S., 2008, New generation of tablet: fast doissolving tablet. http: www.pharmainfo.net