Arsip Tag: sejarah

mandi air hangat di Umbul Candi, Magelang

Salah satu obyek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Magelang selain Candi Borobudur adalah situs pemandian Candi umbul. Terletak di kecamatan Grabag, berada di sebelah timur laut kota Magelang, candi umbul menawarkan suasana yang menarik. Udara di lereng pegunungan menambah asyik suasana. Suasana dingin akan terobati dengan mandi di air hangat.  Disekitar candi umbul ini juga terdapat berbagai destinasi wisata lainnya yaitu airterjun sekar langit, Air terjun Selo Projo, Air Terjun kali pancur, bukit telomoyo, dan berbagai tempat wisata lainnya.

Tidak seperti Pemandian air panas dilereng kelud, pemandian candi umbul ini airnya hangat. O iya di sekitar pemandian terdapat batu-batu candi, peninggalan kerajaan mataram kuno. wah rasanya seperti orang penting di jaman dahulu kala, Mandi di air hangat dengan arsitektur jaman kuno. mantap

IMGP1527 IMGP1528 IMGP1529 IMGP1531 IMGP1532 IMGP1533 IMGP1536 IMGP1539 IMGP1541 IMGP1542 IMGP1543 IMGP1544 IMGP1549 IMGP1550 IMGP1551 IMGP1552 IMGP1559 IMGP1560 IMGP1566 IMGP1567 IMGP1571 IMGP1572 IMGP1573 IMGP1574 IMGP1581 IMGP1587 IMGP1591 IMGP1596 IMGP1598 IMGP1599 IMGP1601 IMGP1603

Candi ratu Boko

Salah satu candi di yogyakarta dengan view yang indah adalah Candi ratu Boko. Ratu boko sendiri diambil dari legenda roro jongrang, dimana ratu Boko adalah ayah dari Roro Jongrang. Kompleks istana ini didirikan di atas sebuah bukit, sehingga dari atas dapat terlihat kota yogya maupun candi prambanan. Candi yang satu ini terletak di sebuah bukit, sekitar 3 km dari Candi Prambanan, dan 19 km dari kota Yogyakarta Luasnya kurang lebih 16 ha, yang mencakup dua desa di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dawung dan Sambirejo.  para pengunjung biasanya ditawari tiket terusan dari Candi Prambanan dan Ratu Boko (ada shuttle bus yang mengantar pengunjung).

Setelah mengunjungi candi barong, perjalanan kali ini menuju ke candi ratu Boko. Meski Candi ini terletak di perbukitan di pinggir jalan Prambanan Piyungan, tetapi ada jalur yang sedikit memutar bila menginginkan kendaraan sampai di parkiran di atas bukit, sehingga tidak perlu berjalan menanjak.

candi Boko
candi Boko False colour
di depan gapura candi boko
candi Boko False colour
candi Boko
candi Boko in False colour photo
candi Boko in False colour photo
candi Boko in False colour photo
aku dan bruth
candi Boko in False colour photo
aku di depan candi boko
candi Boko in False colour photo
DSC_5663
candi Boko in False colour photo
DSC_5664
candi Boko in False colour photo
DSC_5667
candi Boko in False colour photo
DSC_5668
candi Boko in False colour photo
DSC_5669
candi Boko in False colour photo
DSC_5670
candi Boko in False colour photo
DSC_5671
candi Boko in False colour photo
DSC_5672
candi Boko in False colour photo
DSC_5680
candi Boko in False colour photo
candi boko false colour
candi Boko in False colour photo

candi Boko False colour

false colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
bruthea false colour
candi Boko in False colour photo
DSC_5709
candi Boko in False colour photo
DSC_5712
candi Boko in False colour photo
DSC_5718
candi Boko in False colour photo
DSC_5719
candi Boko in False colour photo
DSC_5730
candi Boko in False colour photo
DSC_5741
candi Boko in False colour photo
DSC_5748
candi Boko in False colour photo
DSC_5751
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
DSC_5762
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo

candi Barong

Candi Barong merupakan salah satu candi hindhu yang berada di daerah yogyakarta. Candi ini berada diatas perbukitan, di sebelah selatan candi Ratu boko. Bentuk candi ini cukup berbeda dengan candi hindu kebanyakan yang memusat di tengah, seperti candi prambanan, atau candi ijo yang mempunyai candi pendamping /perwara di bagian depan candi induk. Candi ini memusat ke belakang dengan bagian depan candi seperti sebuah pelataran.
Untuk menuju tempat ini, dari arah Prambanan, belok ke arah candi ratu boko. Setelah melewati rel ada jalan kecil belok ke kiri. ada perempatan belok ke kanan ke arah pegunungan. Jalan Cukup menanjak dan letak candi berada di pinggir jalan.
O iya belum dikenakan tiket untuk memasuki candi ini, hanya wajib mengisi buku tamu.
DSC_5574

DSC_5575

DSC_5576

DSC_5580

DSC_5583

DSC_5588

DSC_5596

DSC_5600

DSC_5601

DSC_5612

DSC_5614

DSC_5619

DSC_5624

DSC_5629

candi abang

hmmm… candi abang, itulah tujuan hunting foto kami selanjutnya. Candi abang berada diatas sebuah bukit di selatan prambanan. Candi Abang (merah dalam bahasa Indonesia) tebuat dari batu bata sehingga disebut candi abang, Aneh juga ya candi yang terbuat dari batu-bata untuk daerah yogya dan sekitarnya, yang umumnya tebuat dari batu. Candi ini adalah candi hindu.

Letaknya yang di atas bukit membuat candi ini sedikit tersembunyi, dan didukung dengan akses jalan yang sulit untuk mencapai candi ini membuat candi ini kurang terdengar.  Waktu musim hujan seperti ini membuat medan jalan menuju ke sana semakin sulit. motor harus terseok-seok di jalan karena jalanan licin sehabis hujan. Karena motorku sudah tua, akhirnya motor ku tinggal saja di tengah jalan dan memutuskan untuk berjalan kaki.

Sampai di sana terlihat hanya gundukan seperti bukit teletubies…. candinya terkubur dibawah gundukan tanah tersebut. Karena tidak banyak pengunjung, area sekitar candi pun dimanfaatkan sebagai ladang penggembalaan kambing (hati-hati melangkah, banyak kotorannya.. hahahaha)

candi abangkeren lah buat foto-foto

candi abang
candi abang
candi abang
candi abang
candi abang
candi abang

DSC_5165

candi sambisari Yogyakarta, candi yang menjadi memori masa lalu

Dulu waktu aku dan adik-adikku masih kecil, aku pernah diajak mengunjungi sebuah candi oleh almarhum Bapakku, Dulu dikasih tahunya candi pendem, karena memang letaknya lebih rendah daripada daerah sekitarnya. candi ini pernah hilang ditelan oleh bumi dan akhirnya berhasil di gali kembali. Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung di zaman Kerajaan Mataram Kuno. (wikipedia)

Puluhan tahun aku mencari keberadaan candi tersebut (lebay.com), karena tidak tahu nama candi tersebut. Sekarang ternyata candi itu terletak dekat dengan tempatku mencari sesuap nasi. Tempat daerah itu sambi sari yang diabadikan menjadi nama candi tersebut (dulu tahunya candi pendem ..hehehe)

Memasuki candi itu memori masa kecil teringat lagi, saat kami masih kecil bermasin di candi tersebut, bersama almarhum bapak. Hmmm suasana masa kecil yang indah. Dulu waktu masih kecil, tangga menuju candi tersebut yang menjadi patokan, masih ingat betul suasana sekitar candi itu.

Sekarang aku ke sana lagi, tanpa adik-adikku, tanpa bapak yang dulu mengajak kami ke tempat ini pertama kali. Ternyata sejak kecil sudah sering diajak berpetualang ya aku dan adikku, makany sekarang sukanya keluyuran…..

DSC_4949 DSC_4941 DSC_4939 ADD_0457 ADD_0439 ADD_0503  ADD_0425 ADD_0433

ADD_0531 candi sambisaricandi pendem,

Grebeg Maulud di masjid gede kauman Yogyakarta 2014

Image

Pagi itu, 14 Januari 2014, kegiatan diawali dengan agenda melihat Grebeg Maulud. Ini merupakan salah satu event menarik di kota budaya ini, meskipun grebeg serupa juga diadakan di keraton surakarta. Grebeg Maulud sendiri dilaksanakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad. Pada kesempatan ini, pihak keraton memberikan rasa  syukur dengan memberikan gunungan yang antinya akan di”rayah” oleh segenap warga yang hadir dalam acara ini. Jalannya prosesi upacara tradisional GrebegMaulud diawali dengan iring-iringan Gunungan Lanang, Wadon, Gepak, Pawuhan dan Dharatserta Gunungan Bromo yang dikeluarkan dari dalam Kraton Ngayogyakarta Hadiningratmelewati Siti Hinggil, Pagelaran, Alun-Alun Utara hingga berakhir di halaman masjid GedeKauman Yogyakarta jam 8an ku sudah menginjakkan kaki di alun-alun utara yogyakarta, Di depan masjid gede kauman ternyata sudah berkumpul banyak orang yang akan mengikuti acara grebeg maulud ini. Meskipun Grebeg di Keraton Yogyakarta ini dilaksanakan bukan hanya pada saat perayaan Maulud nabi saja tetapi juga dilaksanakan pada saat Besar dan idul Fitri, yang merupakan Perayaan keagamaan bagi umat muslim. Hal ini juga menunjukkan bahwa kasultanan Yogyakarta, dimana sultan berkedudukan bukan hanya sebagai penguasa wilayah tetapi juga sebagai pemimpin dan pemuka agama “sayidin panata gama, khalifatullah tanah jawa” kalau tidak salah (sudah tidak membuka buku sejarah berapa lama ya). itulah sepenggal dari nama resmi Sri Sultan yang berkuasa di kasultanan Ngayogyakarta hadiningrat. Image

Ini pertama kalinya aku mengikuti prosesi grebeg Maulud di pelataran masjid Yogyakarta, dulu pernah di masjid gede keraton surakarta, maupun di kepatihan Yogyakarta. tetapi ini pengalaman pertama di Masjid Gede kauman keraton Yogyakarta. Sudah sejak pagi orang-orang berkumpul disekitaran Masjid gede kauman, bukan hanya berasal dari yogyakarta sendiri tetapi dari berbagai tempat dari seluruh pelosok tempat. Motivasinya ada bermacam-macam mengikuti acara  seperti ini, mulai dari “ngalap berkah” sampai hanya mencari foto saja seperti aku.

. Image

Mulai pagi, pintu depan Masjid agung sudah ditutup, warga yang sudah berada di dalam diminta untuk berada di samping utara maupun selatan pelataran depan masjid, dengan dibatasi sebuah tambang, tapi ya namanya banyak orang, pasti susah banget mengaturnya. Yang belakan sering mendorong pengunjung yang berada di bagian depan, ada yang ingin merangsek masuk.

. Image

Hampir 3 jam menunggu dibawah suasana yang cukup panas, meskipun malam sebelum acara ini hujan deras melanda hampir seluruh wilayah yogyakarta, tetapi pagi ini suasana begitu terik. Untung banyakpenjual yang ada disekitar halaman masjid agung ini. Salah satunya ibu ini yang mencoba peruntungan dengan menjual dawet

Image

luamayanlah semangkok dawet bisa sebagai pengobat rasa haus yang melanda, setelah semangkok ternyata enak, akhirnya nambah lagi.. hahahaha, akhirnya cukup 2 mangkok dawet saja, langsung diminum tanpa menggunakan sendok (kayak minum dawet jaman dulu langsung dari mangkoknya)

Cukup lama menunggu…. menunggu dan menunggu…… hingga setelah 3 jam menunggu, jam 11 kurang gunungan baru memasuki masjid agung. ada 5 gunungan yang dibawa menuju masjid agung ini.

Image ImageImageuluImage Image

Setelah didoakan oleh imam masjid agung, Gunungan persembahan dari Keraton tersebut langsung di serbu oleh warga….. kadang Banyak yang sudah tidak sabar berebut gunungan meskipun imam belum selesai berdoa…

Capek nunggunya, berdesakan, itulah yang dirasakan….. setelah acarapun jalan sekitar alun2 padat banget, orang jalan pun berdesakan. tapi itulah pengalaman yang luar biasa.