Arsip Tag: paroki salam

Family gathering di Paroki salam

Sebuah name taq dibagikan dengan tertera sebuah nama di sana, Family Gathering menjadi tajuk utama acara tersebut.

Hari itu tanggal 24 feb 2019, di paroki st theresia salam diadakan family gathering. Bukan hanya dari paroki ini saja tetapi beberapa paroki ikut serta, antara lain paroki temanggung, banyu temumpang dan beberpa paroki lainnya.

 

Disini senang, di sana senang, dimana2 hatiku senang, di salam senang di keluarga senang, dimana mana hatiku senang, lagu yang dinyanyikan membuka rangkaian acara family gathering.

Dengan fasilitator dari yogyakarta, acara ini dilaksanakan di depan gereja bambu (darurat) Paroki St Theresia Salam.

KELUARGAKU ADALAH JUGA SURGAKU menjadi tema di acara family gathering tersebut. Berbagai acara diadakan untuk menyemarakkan, antara lain permainan-permainan sederhana.

Permainan sederhana yang jika ditarik maknanya akan sangat mendalam, seperti estafet balon yang butuh kerjasama antar anggota keluarga, perjalanan estafet balon tidaklah semudah yg dibayangkan.

 

Selain itu pesan berantai, dengan ekspresi yang ditonjolkan, sangat susah menebak ekspresi yang dipesankan, seperti ekspresi pedas ternyata diterjemahkan menjadi ekspresi marah atau “huh hah”. Banyak kendala dalam komunikasi jika tidak dilakukan dalam keluarga jika tidak memahami akan banyak tafsir atau salah menerjemahkan.

ADI_9701ADI_9704ADI_9711ADI_9714

Dan juga permainan menggambar wajah tetapi dilakukan banyak orang dengan mata tertutup. Wajah yang digambar sering malah menjadi absurb atau tidak beraturan. Mungkin hanya permainan sederhana, tetapi bisa menjadi bahan refleksi dalam keluarga

Menuju Pesta Emas 50 Tahun Paroki St Theresia Salam

Menuju 50 tahun Paroki St Theresia Salam

ADI_2854aADI_2854i

50 tahun Merupakan Usia yang tidak muda lagi, 50 Tahun menjadi usia yang semakin mantap dan dewasa, begitu juga dengan Paroki St Theresia salam yang pada tahun 2015 ini memasuki Usia Emas. Paroki St Theresia Salam resmi berdiri sendiri menjadi Paroki mandiri pada tahun 1965. Paroki ini dahulu menjadi bagian dari Paroki St Antonius Muntilan.

Gereja St Theresia Salam sendiri Meliputi Tiga kecamatan yaitu ngluwar, Salam, dan Srumbung di kabupaten Magelang. Dengan Area yang sangat luas menjadikan pelayanan di Paroki ini menjadi tantangan tersendiri. Area terbentang mulai dari lereng gunung merapi disebelah Utara hingga jauh ke selatan.Paroki ini memiliki satu Gereja induk dengan 4 kapel dan satu gedung serbaguna (digunakan sebagai kapel), yaitu kapel Tyas Dalem di mandungan, Kapel Sang Timur di Ngluwar, Kapel Santo Ignatius Anthiokia di Ngepos, Kapel St markus di Kemiren, Kapel di Jrakah dan gereja St Theresia di Salam.

Untuk bangunan Gereja sendiri terletak di jalan Yogya-Magelang Km 18, tepatnya setelah jembatan Sungai Krasak, di Belakang Polsek Salam

Lereng Merapi menjadi sahabat serta ancaman yang cukup nyata yang dihadapi paroki dengan 2000an umat ini. Seperti halnya letusan merapi pada tahun 2010 silam yang juga membuat banyak sekali umat diwilayah ini merasakan dampak nyata letusan dahsyat itu. Dalam hal ini gereja dituntut hadir dan mewartakan Kerajaan Allah secara nyata dalam kehidupan Masyarakat.

Selamat Merayakan tahun Emas Paroki St Theresia Salam…. Semangat!!!!!

Gereja Salam Mengajak Umat yang Sakit memuji dan Memuliakan Allah

Hari Selasa 11 Februari 2014 merupakan hari dalam minggu biasa ke Lima yang diperingati juga sebagai Hari orang sakit seluruh Dunia.  Meskipun Perayaan HOS (Hari Orang Sakit Sedunia) sudah dimulai sejak 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, namun kegiatan ini tidak diketahui banyak orang. Ada pemahaman bahwa misa HOS adalah misa penyembuhan dan akhirnya mengharapkan mukjizat penyembuhan terjadi jika menghadirnya. Kenyataan ini mengundang kita semua untuk memperkenalkan maksud gereja dengan peringatan HOS setiap tahun yaitu gereja bermaksud meningkatkan kesadaran komunitas-komunitas Gerejani akan pentingnya pelayanan pastoral bidang kesehatan. Pelayanan ini adalah bagian integral dari peran Gereja yang terukir dalam misi keselamatan Kristus sendiri. Dia, Sang Tabib llahi, “berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasi lblis (Kis. 10:38) (sumber: http://benedizione.wordpress.com/2010/04/10/misa-hari-orang-sakit-se-dunia/).

 Bapa Paus Fransiskus sendiri juga memberikan pesan pada peringatan hari Orang sakit ke 22 ini. beberapa cuplikan pesan beliau adalah:  Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu. Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu, Silahkan baca utuh di http://renunganpagi.blogspot.com/2014/02/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk.html#gsc.tab=0

Pada Kesempatan ini Pula Paroki salam mengadakan Misa Kudus dengan ujub bagi orang sakit. Perayaan Ekaristi Kudus Bagi Orang Sakit dilakasanakan pada hari Minggu 16 Februari 2014, bertempat di Gereja Salam. Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo dan Romo Blasius Fitri Gutanto.

DSC_5813

DSC_5828Setelah itu dilakukan pemercikan air suci sebagai pertanda pembaharuan janji baptis kita dan dilakukan penumpangan tangan kepada yang menderita sakit, Penumpangan Tangan untuk memberikan berkah Allah bagi mereka melewati perantaraan Romo.

DSC_5836 DSC_5838 DSC_5841 DSC_5846

Selain itu pada Misa tersebut juga dilakukan pengurapan Orang Sakit menggunakan Minyak Suci. Minyak suci merupakan salah satu dari tujuh sakramen di dalam gereja Katholik. Dan Umat Katholik mempercayai daya Kuasa Allah melalui pengurapan Minyak Suci Tersebut

DSC_5828 DSC_5862 DSC_5871karena Ekaristi Kudus kali ini diperuntukkan bagi Orang sakit maka banyak sekali umat yang hadir terutama mereka yang sudah Tua, mempunyai penyakit bahkan mereka yang sudah tidak bisa apa-apa. Karena keterbatasan fisik dan gerak mereka, banyak yang tidak dapat setiap minggu mengikuti Ekaristi Kudus. Pada kesempatan ini mereka secara khusus menghadiri Ekaristi Ini untuk bersama-sama mensyukuri apa yang sedang mereka rasakan dan mereka alami. Kadang dengan keadaan seperti ini mereka akan lebih merasakan kasih Allah melalui perantaraan Istri, Suami, anak-anak maupun tetangga yang senantiasa mengasihi mereka.

 “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1Yohanes 3:16)

Perayaan Ekaristi Tahun Baru Jawa 1 Suro 1946

Hari ini tanggal 15 november 2012 merupakan hari yang tidak biasa, hari ini merupakan tanggal 1 Suro 1946 (tahun baru jawa) atau merupakan tahun baru muharam. Tanggal 1 suro sering dianggap sebagai salah satu hari yang wingit atau sering bernuansa mistis. pada 1 suro, digunakan untuk melakukan berbagai macam “lelaku” maupun waktu yang baik untuk melakukan jamasan senjata pustaka.

Malam 1 suro tahun ini menjadi malam yang tidak biasa bagi umat di Paroki St Theresia salam, inilah pertama kalinya dilakukan misa 1 suro. Misa 1 Suro mungkin masih dianggap aneh dan jarang dilakukan, misa ini seperti misa tahun baru nasional maupun misa imlek bagi teman-teman tionghoa. Malam ini merupakan tahun baru Jawa, perayaan yang dimaknai syukur atas tahun yang telah boleh dilalui bersama. misa 1 suro ini digelar dengan cukup meriah dengan adat jawa, dengan diiringi gendhing jawa dan peraga maupun umat banyak yang mengenakan pakaian adat jawa.fragmen misa 1 suro

Misa 1 suro ini diawali dengan sebuah fragmen sederhana. Diawali dengan tokoh punokawan yang merupakan sosok yang mencerminkan sifat hidup manusia, mengantar umat untuk menyiapkan diri merayakan ekaristi. Sebelum Ekaristi Kudus ini dimulai, hujan begitu lebat seolah ingin menumpahkan seluruh air ke bumi. Karena begitu lebatnya hujan yang turun di sekitar pendapa Bunda Maria Penolong paroki St Theresia salam ini, mengakibatkan tenda umat sampai patah karena tidak kuat menahan air yang turun.

tenda roboh

Meskipun membuat umat yang berada dibawah tenda kalang kabut tetapi hal itu tidak menyurutkan umat untuk mengikuti perayaan Ekaristi 1 suro ini. Karena tenda roboh, mengakibatkan ekaristi harus digelar di 2 tempat yaitu di dalam Gereja dan di pendapa Maria Bunda Penolong.

pendapa Maria bunda Penolong

umat

putra altarpengrawit

Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Rm Lambertus Issri,

pendapa Maria Bunda Penolong

rm lambertus Issri Seperti bacaan pada hai ini ketika Sepuluh orang kusta yang berada di desa perbatasan Galilea dan Samaria, suatu hari bertemu Yesus lalu berteriak meminta belas kasihan. Menanggapi permintaan tersebut maka Yesus memerintahkan mereka pergi menunjukkan diri kepada para imam agar dilihat apakah sudah tahir dari kusta. Dalam perjalanan kesepuluh orang kusta tersebut ternyata tubuh mereka menjadi tahir. Hanya seorang dari mereka yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur atas kesembuhannya. Ia adalah seorang Samaria.

penyakit Kusta merupakan penyakit yang sangat kotor, orang yang menderita kusta akan diasingkan dan dijauhkan dari masyarakat, karena mereka dianggap bukan hanya badannya yang kotor tetapi hati mereka juga kotor. Mereka oleh Yesus tidak disuruh untuk pergi ke tabib atau ke dokter, melainkan menyuruh mereka untuk pergi ke Imam agar mereka  ditahirkan dari kusta. perayaan 1 suro juga dapat dimaknai sebagai proses pentahiran dari dosa menuju manusia yang lebih baik. Tahun baru ini diharapkan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun yang kemarin, yang dianggap sebagai tahun yang tidak baik.

Tubuh darah Kristus

Pada akhir Perayaan ekaristi ini dilakukan pemercikan air Suci disertai bunga melati, seperti halnya jamasan senjata pusaka. Jamasan berarti memandikan, mensucikan, membersihkan, merawat dan memelihara. Pemercikan Air Suci untuk menyucikan tubuh dan jiwa manusia yang selama ini sering jatuh dalam Dosa.

pemerkatan air suci

pemercikan air suci

pemercikan air suci

pantai glagah indah

image

image

merupakan salah satu tempat wisata pantai di yogyakarta, berada di kabupaten kulon Progo, Yogyakarta.  Tempat wisata ini berada disebelah barat kota wates, yang menjadi ibukota kabupaten.

Pantai selatan pulau jawa mempunyai cirikhas dengan pantainya yang curam dan berpasir hitam dengan ombak yang besar. Tetapi di panytai glagah indah ini sudah ada seperti dermaga yang menjorok ke tengah laut sehingga ada bagian yang cukup tenang dari terpaan gelombang pantai.