Arsip Tag: omk

108 Tahun Peringatan Pembabtisan Pertama di Sendangsono (1)

Perkembangan iman Katolik di Jawa tidak lepas dari sebuah peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 14 desember, 108 tahun silam di Sendangsono. Peristiwa besar itu adalah peristiwa pembabtisan pada tanggal 14 December 1904 sebanyak 173 orang dibaptis oleh Pastur van Lith di Semagung, dengan menggunakan air sendhang yang diapit oleh dua pohon sono.  Peristiwa pembabtisan sendangsono ini menjadi tonggak perkembangan iman di daerah yogyakarta dan jawa tengah pada khususnya bahkan di tanah jawa pada umumnya. Muntilan sebagai pusat misi di jawa hampir saja ditutup, Serikat Yesus yang berkarya di muntilan hampir saja menghentikan karya nya di Muntilan, dikarenakan dalam perjalanannya, misi di Muntilan tidak membuahkan hasil, karena tidak adanya pembabtisan baru. Tetapi Karena adanya peristiwa pembabtisan di Sendangsono tersebutlah, karya misi di Muntlan tetap dilanjutkan, dan bahkan dikembangkan sehingga sampai saat ini perkembangan iman Katolik dapat dikembangkan.

ADD_0036

Peristiwa Besar tersebut tidaklah lepas dari sosok Barnabas Sarikromo, seorang pemuda dari desa kajoran yang suka mencari ilmu kanuragan dengan cara bertapa. Hingga pada suatu saat Beliau menderita sakit di kaki yang tidak dapat disembuhkan. Hingga suatu ketika, dalam suatu kesempatan bersamadhi, ayah dari sembilan anak ini meneriima wangsit yang menyuruh mencari kesembuhan kepada orang tinggi besar berpakaian putih. Dalam wangsit juga disebutkan, Sarikromo hendaknya berjalan menuju arah ngalor-ngetan (timur laut). Percaya pada bisikan gaib yang bernada menyuruh tersebut, Sarikromo pun melaksanakannya.
Karena kondisi kakinya yang tidak dapat digunakan untuk berjalan, maka perjalanan yang berjarak tempuh lebih kurang 15 kilometer itu terpaksa dilakukan dengan digendong dan sesekali harus mbrangkang (merangkak) dalam arti kata yang sebenarnya. Ketika perjalanan sampai di Muntilan, Sarikromo melihat seorang Belanda dengan postur tubuh tinggi besar yang mengenakan jubah putih. Naluri Sarikromo mengatakan bahwa itulah orang yang dimaksud dalam wangsit yang diterimanya.
Orang Belanda tersebut tak lain adalah Broeder Kersten, yang dalam karya misi pelayanannya membantu Pastur Van Lith membuka Rumah Sakit di Muntilan. Dengan hati mantap Sarikromo memberanikan diri meminta kesembuhan atas penyakitnya. Selama proses penyembuhan yang mengharuskan sering pulang¬pergi dari desanya ke Muntilan, Sarikromo melihat orang-orang beribadat di Gereja dan mendengar lagu-lagu pujian.
Keinginannya tergugah untuk tahu lebih banyak. Dengan perantaraan Broeder Kersten, Sarikromo dipertemukan dengan Kyai Landa yang memimpin ibadat di Gereja, yang tak lain adalah Pastur Van Lith. Perjumpaan pertama itu disusul dengan perjumpaan-perjumpaan berikutnya. Setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan, Sarikromo dinyatakan sembuh dari penyakitnya dan dapat kembali berjalan seperti semula.(1)

Ketika sakit yang dideritanya benar-benar sembuh, Sarikromo pulang ke Kajoran dengan membawa Kitab Suci pemberian Romo Van Lith. Sesampainya di rumah, Sarikromo menceritakan sejarah kesembuhannya dan juga menceritakan ajaran katolik seperti yang diajarkan oleh Romo Van Lith. Tampaknya Suratirto, mertuanya, tertarik. Suratirto lalu mengajak beberapa orang di desanya untuk iktu mendengarkan ajaran agama katolik yang diberikan oleh Sarikromo. Memang pada saat itu, Suratirto adalah seorang pamong di Dusun Kajoran.

Dari hari ke hari semakin banyak orang yang datang ke rumah Sarikromo di Kajoran. Tidak hanya orang-orang di Kajoran. Orang-orang dari luar Kajoran, misalnya Tuksanga dan Semagung, juga datang mengerubungi Sarikromo. Memang harus disadari bahwa orang-orang ini tidak pertama-tama untuk mendengarkan ajaran agama katolik dari Sarikromo. Pertama-tama  mereka ingin membuktikan apakah benar bahwa sakit yang diderita oleh Sarikromo sudah sembuh. Oleh karena itu, Sarikromo selalu menceritakan bagaimana Rm Van Lith mengobati lukanya. Sarikromo juga menceritakan bahwa sakit yang dideritanya itu sembuh karena doa-doa Rm Van Lith kepada Yesus Kristus. Dan dari sinilah, Sarikromo bercerita mengenai Kristus dan bagaimana ia mengikuti-Nya ( 2).

peristiwa itu menjadi salah satu fragmen sendratari yang ditampilkan saat peringatan 108 tahun pembabtisan pertama sendang sono. Peringatan tersebut diawali dengan penampilan dari grup musik Wiridan Sarikraman

ADD_0015

ADD_0032

DSC_6357

lalu dilanjutkan dengan sendratari berjudul “Begawan Ngelmu Sejati” dr OMK Pakem yang Menceritakan perjalanan hidup Barnabas Sarikrama.

ADD_0064 ADD_0072 ADD_0080 ADD_0102 ADD_0105 ADD_0111 ADD_0116 ADD_0117 ADD_0121 ADD_0128 ADD_0136 ADD_0138 ADD_0152 ADD_0167 ADD_0188 ADD_0201 ADD_0208 ADD_0213 ADD_0221 ADD_0224 ADD_0236 ADD_0238 ADD_0246 ADD_0268

Sumber:

1 http://www.borobudurlinks.com/2010/03/barnabas-sarikromo-katekis-pertama-di.html

2

Kongres Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Semarang (OMK KAS)

 

Image

Akhir tahun ini, atau tepatnya Akhir November dan Awal  Desember tahun 2012 ini bukan merupakan hari yang seperti biasanya bagi kehidupan Orang Muda Katolik (OMK) di Keuskupan Agung Semarang (KAS). Sebuah proses yang penting terjadi di tengah-tengah dinamika kehidupan OMK KAS, pada tanggal 30 November 2012 sampai dengan tanggal 2 Desember 2012 diadakan sebuah kongres OMK KAS, yang dilaksanakan di Wisma Salam, Magelang. Di sebuah tempat di tepian Sungai Krasak tersebut berkumpullah lebih kurang 181 Orang Muda dari 49 Paroki dan 2 Komunitas di Keuskupan Agung Semarang yang berasal dari 4 Kevikepan yaitu Kevikepan Kedu, Kevikepan Yogyakarta, Kevikepan Surakarta, dan Kevikepan Semarang. Kongres yang merupakan kongres OMK pertama ini diadakan dengan tema” Menegaskan Langkah dalam Kristus”.

.Image

Image

Image

Image

Dari kongres OMK KAS ini dihasilkan sebuah Deklarasi OMK KAS yang isinya

Kami Orang Muda katolik Keuskupan Agung Semarang, pada tanggal 30 November – 2 Desember2012 telah melaksanakan Kongres Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Semarang yang pertama. Kongres ini dihadiri oleh 181 OMK dari 49 Paroki dan 2 Komunitas. Tema dalam Kongres pertama ini adalah ” OMK KAS Menegaskan Langkah dalam Kristus”‘ dengan 4 topik yaitu Spiritualitas dan Ekaristi, Karakter OMK, Keutuhan Ciptaan, serta Ajaran Sosial Gereja (ASG) dan SOSPOLKEM.

Melalui Kongres ini, kami menyadari bahwa Pribadi Yesus Kristus yang terutama dihayati melalui Ekaristi kurang menjadi inspirasi hidup orang muda Katolik secara penuh, sehingga karakter Katolik sejati tidak dapat berkembang secara optimal. Hal ini menjadikan karya keselamatan Allah melalui penghargaan kepada keutuhan ciptaan dan solidaritas kemanusiaan belum sepenuhnya terwujud.

Berangkat dari kesadaran akan keprihatinan tersebut dan perlunya Orang Muda Katolik masa kini  memiliki pengetahuan, penghayatan, dan praksis yang utuh terhadap empat hal tersebut. Kami menyatakan Bahwa:

    Kami orang muda Katolik Keuskupan Agung Semarang berkomitmen untuk terlibat aktif dalam pelayanan kehidupan menggereja dan menjadi penggerak dalam peningkatan Iman Katolik

    Kami Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Semarang berkomitmen untuk membangun karakter semakin menyerupai Yesus yang bertindak dengan Kasih, teguh dalam iman, solider, terbuka, militan, berani mengambil resiko dan berintegritas

    Kami Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Semarang berkomitmen untuk peduli dan tanggap terhadap kondisi lingkungan sekitar secara kreatif, produktif, inovatif, serta hidup selaras dan bersinergi dengan alam secara konsisten demi menjaga keutuhan ciptaan

    Kami Orang Muda Katolik Keuskupan Agung Semarang berkomitmen untuk peka dan terlibat dalam masalah kesenjangan ekonomi, degradasi moral dan Nasionalisme.

Kami merasa bahwa kongres orang muda penting untuk dilaksanakan secara berkelanjutan. oleh karena itu kami merekomendasikan untuk diadakan kongres OMK II pada 2014

Image

Image

Salinan Deklarasi OMK yang dihasilkan dalam Kongres pertama ini disebarluaskan dan di serahkan kepada masing-masig KevikepanImage

 

 

 

pantai glagah indah

image

image

merupakan salah satu tempat wisata pantai di yogyakarta, berada di kabupaten kulon Progo, Yogyakarta.  Tempat wisata ini berada disebelah barat kota wates, yang menjadi ibukota kabupaten.

Pantai selatan pulau jawa mempunyai cirikhas dengan pantainya yang curam dan berpasir hitam dengan ombak yang besar. Tetapi di panytai glagah indah ini sudah ada seperti dermaga yang menjorok ke tengah laut sehingga ada bagian yang cukup tenang dari terpaan gelombang pantai.

ziarah OMK Salam

Hari minggu ini, merupakan hari yang cukup menyenangkan. Hal itu dikarenakan bersama-sama teman muda katholik dari paroki St Theresia Salam berziarah ke sendang jatiningsih, ke Goa Maria Ratu Perdamaian di Paroki Klepu, Yogyakarta. Memang sudah lama kegiatan orang muda tidak semeriah ini, hampir 70an OMK yang mengikuti kegiatan ini. diawali dengan berkumpul di Gereja St Theresia Salam, lalu kami melanjutkan perjalanan ke Sendang Jatiningsih bersama-sama dengan Bus.
Bergelut dengan dinamika orang muda sungguh luar biasa. yah beginiah orang muda, ketika bergelut dengan seputar altar mereka jarang berkumpul… tetapi saat ziarah dan piknik.

Tetapi dengan adanya kebersamaan ini diharapkan mereka akan merindukan untuk saling berkumpul, saling bercanda dan saling menghargai satu dengan yang lain, sapa tahu ada yang berjodoh di kemudian hari.. hehehehe

Dengan adanya kerinduan berkumpul yang timbul diantara mereka, kiranya dinamika orang muda katholik di salam akan selalu dinamis dan makin menunjukkan garam dan terang di tengah masyarakat. Bravo Orang Muda

image