Arsip Tag: obat kanker

Perjeta dan kombinasi dengan Herceptin, Obat kanker payudara generasi baru

index

Sebuah resep datang ke apotek dengan kombinasi yang baru. Siang itu ada seorang ibu datang ke apotek dengan membawa sebuah resep dengan obat yang masih asing ditelingaku. Perjeta nama obat itu. Perjeta atau Pertuzumab memang masih baru saat ini, bahkan obat itu belum ada di formularium nasional tahun 2018 hehehe. Obat ini masih cukup mahal, pada saat ini ditulis, harga per vialnya bisa mencapai 45 juta rupiah untuk 1 vialnya, biasanya dikombinasi dengan herceptin yang harganya masih 10.7 juta rupiah. Trus obat apakah perjeta itu?

perjeta

perjeta merupakan obat yang disetujui oleh FDA sebagai terapi kanker terutama untuk kanker payudara metastase yang positif Human epidermal growth factor receptor
(HER2), Obat ini dikombinasi dengan Trastuzumab atau herceptin.  Kalau pernah baca Herceptin sendiri sudah merupakan obat kanker untuk HER2 positif, trus apa yang membuat obat perjeta ini berbeda dan  harus dikombinasi dengan herceptin? Mari kita belajar bersama

Treatment+strategy +Her2+

Perjeta sebagai dimerization inhibitor, Reseptor keluarga HER diaktifkan oleh ligan-induced dimerisasi, atau pasangan reseptor. 3 Dimerisasi sangat penting dalam  pensinyalan keluarga HER, dan reseptor HER-nya mampu membentuk homodimerize atau heterodimerisasi

ada 4 macam HER

300px-New_Resource_1

Pada umumnya semua sel memilikiHER 2 reseptor, bak pada sel normal maupun pada sel kanker. pada sel kanker payudara yang memiliki HER 2 Positif, jumlah reseptor HER 2 lebih banyak. Hal ini menyebabkan sel tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat.

Perjeta didesain untuk mencari dan menyerang sel kanker dengan jumlah HER 2 banyak. HER 2 akan memberikan sinyal kepada sel untuk terus berkembang dan membelah. salah satu cara HER2 memberi sinyal adalah dengan berpasangan dengan HER reseptor lain, proses ini dinamakan Dimerization.

3

perjeta dan herceptin sama-sama bekerja untuk memblok signaling HER2 sehingga tidak dapat membentuk dimerization. Meskipun sama-sama di HER2, tetapi herceptin dan perjeta berbeda dalam site active nya, kedua kombinasi tersebut membentuk bokade yang kuat dalam pencegahan signaling HER2.3i

5

untuk animasi dapat dilihat pada link bawah

Iklan

Kenapa Obat khemo pakai alat yang free PVC?

Penggunaan Alat kesehatan yang mengandung polyvinyl chloride (PVC) cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan bahan PVC mempunyai karakteristik fleksibel, transparan, kuat. Untuk PVC murni cenderung lebih rigid dan rapuh,. sehingga diperlukan bahan tambahan  plasticizer untuk memperbaiki sifat materialnya.

Sebagian besar selang infus PVC mengandung di-2-ethylhexyl phthalate (DEHP) sebagai platicizer untuk memberikan kelenturan pada selang infus.

aDEHP

Banyak laporan yang menyebutkan mengenai efek toksik DEHP yang dilepaskan dari selang PVC selama infus intravena larutan obat dalam cairan. DEHP yang dilepaskan mempengaruhi metabolisme manusia dan dapat mengurangi efikasi obat mengingat adanya adsorpsi obat pada permukaan dalam dari selang infus PVC. Selain adsorpsi obat karena pelepasan DEHP, surfaktan (seperti polysorbate 80/Tween 80 dan polyethoxylated castor oil/Cremophor EL) yang dimaksudkan untuk meningkatkan kelarutan obat anti-kanker, dapat berinteraksi dengan DEHP yang dilepaskan dari selang infus. Plasticizer dapat mempengaruhi efikasi surfaktan dan mengurangi kelarutan obat anti-kanker lipofilik dalam larutan aqueous, sehingga obat anti-kanker yang mengalami presipitasi tidak cukup untuk mempertahankan efikasi pharmaceutical aslinya. EPA telah mengidentifikasi DEHP sebagai racun reproduksi.

beberapa obat yang dapat melepaskan DEHP dari infus diantaranya:

  •  chlordiazepoxide HCl
  • cyclosporine
  • dosetaxel

Docetaxel termasuk salah satu kemoterapi dengan kelarutan dalam air yang buruk, oleh karena itu diformulasikan dalam polysorbate 80

  • etoposide

Etoposide menggunakan pelarut polysorbate 80 yang dapat melarutkan DEHP

  • Emulsi lipid 
  • Paclitaxel

Pelarut paclitaxel yaitu cremophor dapat melarutkan bahan plastik PVC atau DEHP

  • Teniposide

Sumber http://www.kalbemed.com/News/tabid/229/id/19561/Docetaxel-Lebih-Aman-Digunakan-dengan-Selang-Infus-Non-PVC.aspx

 

(Belajar) Menjadi Tukang Oplosan

Tukang Oplosan…. itulah pekerjaanku sekarang. Mungkin sekarang banyak berita tentang banyak nyawa yang melayang karena Oplosan. Nyawa mereka melayang hanya demi kenikmatan sesaat akibat yang namanya Oplosan. Tetapi ini bukan tentang oplosan yang itu. Pada prinsipnya sih sama… yaitu campur mencampur. Bedanya kalau itu alkohol (entah etanol atau metanol yg dicampur) dengan berbagai “ramuan” ala kadarnya untuk meningkatkan “kekuatan dari alkohol. Kalo aku sih sekarang dapat tugas menjadi tukang oplos obat. bukan obat sembarang obat, tetapi obat sitostatika.

reff:
kanker ganas yang datang merenggut jiwamu kasih
mengapa sakitmu tiada terobati
kanker ganas yang datang memisahkan cinta kita
musnahkan impian, hancurkan harapan

** kini hanya dapat ku menatap batu nisan
selamat tidur panjang di sisi Tuhan

          Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan  Tommy J Pisa yang berjudul “Akibat Kanker Ganas” menemaniku saat menulis ini. Sebuah Lagu di tahun 80-90an ini sepertinya menggambarkan sebuah kisah sedih yang dialami sepasang kekasihnya. Mungkin Banyak sekali ketakutan yang timbul akibat dari penyakit yang bernama kanker, Bukan hanya sekarang tapi sudah dari jaman dahulu.

Kenapa lagu itu cukup menarik ku untuk mendengarkan? karena sekarang aku bekerja di sebuah bagian Instalasi Farmasi yang menangani Obat Sitostatika. Ya Obat sitostatika, obat yang digunakan oleh para pasien kanker. Biasanya dipergunakan pada saat kemoterapi. yah begitulah pekerjaanku sekarang. Karena obat yang harus dioplos itu obat sitostatika dan bersifat karsinogenik, maka penanganan harus khusus, meskipun hanya secara aseptis, blum layaknya instalasi steril pada perusahaan farmasi yang terbagi dalam kelas A, B. Tetapi APD (alat Perlindungan Diri) sangat diperlukan. Baju berlapis, masker berlapis, sarung tangan berlapis. Sudah gemuk ditambahi macam-macam APD, sebenarnya cukup ribet. Tapi bagaimana lagi…

indexPenanganan Sediaan Sitostatik menurut Peraturan Menteri Kesehatan no 58 tahun 2014
Penanganan sediaan sitostatik merupakan penanganan Obat kanker secara aseptis dalam kemasan siap pakai sesuai kebutuhan pasien oleh tenaga farmasi yang terlatih dengan pengendalian pada keamanan terhadap lingkungan, petugas maupun sediaan obatnya dari efek toksik dan kontaminasi, dengan menggunakan alat pelindung diri, mengamankan pada saat pencampuran, distribusi, maupun proses pemberian kepada pasien sampai pembuangan limbahnya.
Secara operasional dalam mempersiapkan dan melakukan harus sesuai prosedur yang ditetapkan dengan alat pelindung diri yang memadai.
Kegiatan dalam penanganan sediaan sitostatik meliputi:

  • a. melakukan perhitungan dosis secara akurat;
    b. melarutkan sediaan Obat kanker dengan pelarut yang sesuai;
    c. mencampur sediaan Obat kanker sesuai dengan protokol pengobatan;
    d. mengemas dalam kemasan tertentu; dan
    e. membuang limbah sesuai prosedur yang berlaku.

Faktor yang perlu diperhatikan:

  • a. ruangan khusus yang dirancang dengan kondisi yang sesuai;
    b. lemari pencampuran Biological Safety Cabinet;
    c. HEPA filter;
    d. Alat Pelindung Diri (APD);
    e. sumber daya manusia yang terlatih; dan
    f. cara pemberian Obat kanker.

Sekarang masih dalam tahap belajar, karena kecepatan dalam mengoplos masih sangat lambat, Masih belum hafal dan masih harus menghitung jumlah Obat yang harus dioplos. Meskipun Protokol dari dokter sudah ada yang membantu kita dalam pengoplosan. Obat Kanker dengan dosis berapa, dimasukkan dalam jenis Infus apa , apakah NaCl 0.9% atau dalam larutan gula dextrose 5% atau dalam media apa sudah jelas. dalam protokol obat sitostatika juga tertulis lama pemberian bera  jam. Hal tersebut memudahkan pengoplos baik dari bagian penyiapan maupun pencampuran dalam menangani obat tersebut.