Arsip Tag: malioboro

Pesta Rakyat sepanjang Malioboro, dalam rangka HUT kota Yogya ke 257

Malam senin 6/10/13, jalan Sepanjang mAlioboro ditutup. Malam itu adalah malam peringatan HUT kota Yogya ke 257. Disepanjang Malioboro digelar pesta rakyat. Memang dari minggu pagi kawasan Malioboro bebas dari pedagang kaki lima yang setiap harinya berjualan di sepanjang trotoar dan teras2 toko sepanjang malioboro. Ribuan warga Yogya memadati sepanjang jalan Malioboro. Malam itu ada 3 panggung yang disediakan disepanjang Malioboro untuk menghibur warga yogya.

ImageImageImageImageImage

Image

ImageImage

ImageImage

ImageImageImageImage

Iklan

mencoba kamera film di Malioboro

imagemagic.phpmasih ingatkah dengan benda itu? Mungkin beberapa dari kita masih ingat benda apa itu…. Itu adalah klise film.  Sebelum digital banyak sekali berkembang, kamera dengan film merupakan salah satu andalan untuk dokumentasi. Film diatas dikenal dengan film 35mm. Penggunaaan kamera film cukup populer sampai awal tahun 2000an, sebelum tergeser dengan adanya kamera digital.

Dulu pernah pakai kamera film, tapi hanya poket dan itu tidak berlangsung lama karena harga klise+cuci+cetak yang mahal. Sekarang setelah bergelut dengan kamera digital, kembali rasanya ingin  mencoba sensasi menggunakan kamera film lagi. Ternyata kamera SLR (menggunakan film) itu harganya mahal ya. Tapi kemarin untungnya dapat kamera nikon dengan harga relatif murah dan meskipun kamera lama dan jelek, untungnya sudah mendukung auto fokus dan auto program.. dan yang penting adalah nikon (kenapa? karena lensaku banyakan adalah nikon, jadi bisa ganti2 lensa). hahahahaha. dicoba dulu dengan keliling malioboro jogja sambil foto. Jadi ingat guyonan saat paki digital… fotonya cuma isi 36 (kadang bonus4). yah memang itulah yang terjadi kalau pakai kamera film…. pakai superia 200 cuma 36 jepretan….. hahaha.. dan kalau blur juga gak tahu… kalau pakai digital, blur atau gak bagus bisa di delete.. kalau pakai film??? tunggu hasil cuci+scannya dulu… hahahaha

Format kamera klise 35mm mungkin sama dengan kamera fullframe dari digital SLR. Meskipun kita tidak akan langsung tahu bagaimana hasil jepretan kita karena harus menunggu di cuci… tapi nggak apalah… namanya juga baru belajar….

contoh penggunaan dalam foto. menggunakan fuji film superia 200, dengan kamera nikon F60

60770004 60770003 60770009 60770035 60770025 60770024 60770023 60770022

jalur kuning di Malioboro

          Pernahkah teman-teman mengunjungi Malioboro, yang merupakan salah satu tempat daya tarik di Yogyakarta. Tempatnya yang dekat Keraton, Pusat pemerintahan, bahkan jalan ini dibatasi Stasiun Besar Yogyakarta di sebelah utaranya menjadikan tempat ini salah satu destinasi favourite di kota gudeg ini.

          Malioboro memberikan sejuta pesona bagi yang pernah mengunjungi tempat ini. Banyak toko-toko berdiri di kanan dan kiri jalan Malioboro ini dan para pedagang kaki lima yang berada di emper-emper toko kian menambah semarak dan padatnya destinasi wisata ini.

              Pernahkah melihat ke jalanan disekitar malioboro? pastinya jarang dan tidak pernah melihatnya. gambar diatas berada di jalan mangkubumi, disebelah utara stasiun besar Yogyakarta.  di jalan tersebut ada sebuah garis kuning panjang…

demikian juga disamping jalan Malioboro, disela-sela parkiran motor samping jalan malioboro pun ada jalur kuning ini…

didepan gedung Agungpun ada sebuah garis kuning yang membujur disepanjang trotoar

masuk ke dalam benteng Vrederburg juga terdapat jalur kuning ini

            Bahkan di Depan toko, di antara pada pedagang kaki lima pun ada sebuah jalur kuning ini. Pernahkah kita memperhatikan ini? dan apa fungsi dari jalur kuning ini. mungkin diantara kita sudah tahu, Tetapi banyak yang belum mengetahui.

jawabannya adalah

jalur kuning ini diperuntukkan bagi teman-teman kita yang tidak dapat melihat. dengan mengikuti jalur ini, tema-eman tersebut dapat berjalan tanpa harus takut kesasar/tersesat karena jalur tersebut membentang dari jalan mangkubumi, Jalan Malioboro, Kawasan Nol Km jogja bahkan sampai dengan taman pintar di depan Bank Indonesia. Jalur tersebut dibuat berbeda dengan jalur yang lain dengan alur yang menonjol sehingga membantu teman-teman yang tidak dapat melihat untuk dapat merasakan jalur tersebut. Setiap ada belokan maupun persimpangan jalan ada motif dari jalur yang berbeda seperti motifnya titik-titik jika ada persimpangan dengan jalan. Sungguh  tempat wisata yang dibuat juga nyaman bagi teman-teman dengan kesulitan penglihatan.

          Tapi ternyata yang tidak menghargai adalah kita sendiri dan orang-orang yang tidak mengetahui fungsi dan pentingnya jalur ini. Seperti kebanyakan jalur kuning ini menjadi tempat parkir motor dan menghalangi jalur khusus ini.

yah mungkin kita lebih sadar dan mau menghargai hak orang lain juga..