Arsip Tag: jogja

Berlico Farma bertransformasi

indexMungkin bagi teman-teman farmasi di jogja, Nama perusahaan Berlico Mulia Farma atau lebih dikenal dengan Berlico tidak asing ditelinga. Hal tersebut dikarenakan Berlico merupakan salah satu perusahaan Farmasi yang berdiri di kota Gudeg ini.  Pada awalnya perusahaan ini merupakan kelanjutan dari Ita farma. Kemudian sekitar tahun 1993, bersama dengan 4 orang rekannya, pak Budhi Santoso mendirikan PT berlico Mulia Farma, yang berkedudukan di Kalasan.

Hmm Kalasan memang menjadi tempat yang cocok di bidang kesehatan. Kalau diingat, dulu Presiden Sukarno juga mencanangkan laskar pemberantasan Malaria juga di Kalasan, dan karena keberhasilannya, maka tanggal waktu itu sampai sekarang diperingati sebagai hari kesehatan nasional.

Pada awal tahun 2014, Posisi Berlico sudah diakuisisi oleh sebuah perusahaan farmasi jamu terkemuka di Indonesia, yaitu PT Sido Muncul Tbk. Sehingga Berlico mau tidak mau juga menjadi salah satu perusahaan yang akan diperhitungkan di kancah perdagangan obat farmasi di Indonesia. Salah satu gebrakan yang dilakukan adalah penggantian nama menjadi Berlico Farma dengan lambang yang juga dirubah. Jika logo awal seperti pada gambar diatas, maka logo berlico juga berganti menjadi

2014-11-28-19-25-07_decoPT Berlico farma

 Lambang Berlico menjadi Burung bangau… Apa filosofi dibalik logo baru itu?

Bangau adalah sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Badan berukuran besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal. Bangau bisa dijumpai di daerah beriklim hangat. Habitat di daerah yang lebih kering dibandingkan burung Kuntul dan Ibis. Makanan berupa Katak, ikan, serangga, cacing, burung kecil dan mamalia kecil dari lahan basah dan pantai. Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan.

Dalam kebudayaan Barat, burung Bangau digunakan sebagai lambang kelahiran bayi. Cerita tentang kelahiran bayi yang dibawa oleh burung bangau merupakan dongeng sebelum tidur dari negeri Belanda dan Jerman sebelah utara. Bangau yang bersarang di atap rumah dipercaya sebagai keberuntungan dan penghuninya akan diberkahi kebahagiaan.

Banyak hal yang mengulas dan menuliskan tentang filosofi bangau, tetapi ada satu hal yang unik, intinya adalah sama.

Seperti yang ditulis pada: https://hitamputih02.wordpress.com/2011/08/12/filosofi-hidup-dari-sang-bangau/

Bangau, memang hanya sebatas binatang..
  akan tetapi jika kita amati.. dan kita perhatikan akan ada filosofi yang bisa kita ambil dalam menjalani kehidupan ini, bagaimanakah dan seperti apakah filosofi itu..
  ini hanya sekedar paparan yang juga didasarkan dari beberapa wacana dan pendapat juga bacaan dari beberapa buku, yang akan saya coba untuk saya paparkan disini.
Seandainya kita amati Bangau yang terbang di sore hari kembali ke tempat istirahatnya atau terbang di pagi hari untuk mencari makan, akan kita lihat dia membentuk formasi terbang yang mirip dengan huruf v, karena dengan membuat formasi itu terlihat kekompakan sang Bangau dalam melawan angin menuju tujuan dengan cepat, karena adanya kerjasama team dan tentunya pekerjaan akan cepat selesai daripada dikerjakan secara individu khan..
Jika ada satu Bangau yang kelelahan dan keluar dari formasi..
  maka dengan senang hati Bangau yang lain akan cepat menolong dan formasi tetap pada semula tidak akan berubah hingga sampai di tujuan.
  Tidak menutup kemungkinan sang leader akan mengalami kesulitan dan merasa kelelahan maka dengan senang hati Bangau yang lain akan menggantikannya dengan berpedoman pada yang berada dibelakangnya hal ini menggambarkan bahwa berbagi dalam kepemimpinan, harus ada rasa saling menyadari.
  berlaku saling menghormati dan percaya diantara anggota di setiap saat.
  Saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat. Memusatkan bakat dan kemampuan setiap anggota menjadi team yang mampu mengatasi masalah.
Bangau terbang dengan mengeluarkan suara berkotek.. hal ini menggambarkan bahwa dalam suatu komunitas dan team harus saling memotivasi menuju kebaikan bukan sebaliknya menjadi diri sendiri untuk akhirnya menghancurkan team.dan ketika salah satu Bangau jatuh sakit maka yang lain akan membagi menjadi dua formasi dan mengawal temannya hingga sembuh dan kuat melanjutkan perjalanan.
  Hal ini menggambarkan bahwa kita hidup itu perlu berdampingan dengan apapun keadaannya senang, susah pun dalam kebahagiaan dan kesulitan. Karena semua akan terasa ringan jika dilakukan bersama dan kompak.
Dari hal diatas maka dapat saya ambil kesimpulan dari Filosofi Sang Bangau Terbang adalah :
Seandainya kita kompak dan saling mendukung…
  Seandainya kita menjiwai kerjasama yang baik…
  Jauhkan dan lupakan perbedaan masing-masing….; maka akan mampu mengatasi tantangan. Bila kita menyelami dan memahami arti dari persahabatan…
  Dan kita selalu terbukan dan keikhlasan dalam berbagi…

Hmm Mungkin itulah harapan yang diinginkan oleh owner yang baru dan beban tanggung jawab yang akan dipikul oleh perusahaan ini, dan diharapkan Berlico Farma kelak akan menjadi sebuah perusahaan Farmasi yang diperhitungkan di kancah Indonesia, dan siapa tahu pada tingkat internasional. Selamat kepada Berlico dan seluruh jajarannya…..

#menjadi pengamat…….

Iklan

Pantai Lambor, Sebuah pantai dengan sensasi snorkling di dalamnya

Setelah mengunjungi pantai Jogan, kami berencana untuk melanjutkan ke pantai Siung. tetapi ditengah jalan kami melihat papan penunjuk jalan yang bertuliskan pantai Lambor. Jalan masih bebatuan dari karang khas Gunung Kidul yang menyambut kami selama perjalanan.

ADI_5841

Pantai Lambor masih terlihat cukup jauh, Jalan menuju ke tempat itu menurun tajam dengan batuan kerikil di sepanjang jalan. Hmmm tentunya kalau naik motor sampai dibawahpun akan cukup kesulitan, apalagi naiknya, ditambah harus membawa berat badanku ini. Akhirnya diputuskan motor ditinggal di atas dan berjalan kaki hingga pantai di bawah.

ADI_5842 ADI_5843 ADI_5844 ADI_5845

terlihat ada beberapa orang sedang berenang ditengah laut… ternyata mereka membawa perlengkapan snorkling, Hmm jadi pengen berenang (padahal g bisa renang).

DSCN1628

akhirnya setelah makan siang (beli JogjaCh*ck*n), kami bersiap masuk ke dalam air. Dan tidak lupa pinjam alat snorkling dr beberapa orang tadi (terima kasih ya)

DSCN1609 DSCN1611 DSCN1613 DSCN1614 DSCN1617 DSCN1618 DSCN1621 DSCN1622 DSCN1630 DSCN1631 DSCN1632 DSCN1635 DSCN1637 DSCN1640 DSCN1642 DSCN1646 DSCN1647 DSCN1660 DSCN1666 DSCN1667 DSCN1669

adanya sebuah pulau ditengah pantai menjadikan ombak dipantai ini cukup tenang, sehingga tidak terlalu kena hempasan ombak laut pantai selatan… Hmmm tempat ini cocok kalau buat snorkling sebelum terjun ke lautan yang sebenarnya.

 

Setelah Hujan abu kelud menerjang Yogyakarta dan sekitarnya

554961_10200702703479161_717281584_n
Hasil letusan gunung kelud 2007 yang menghasilkan kubah
299790_10200702694358933_2083984820_n
hasil erupsi gung kelud tahun2007

524609_10200702712559388_707962648_n

Mungkin pemandangan di atas tidak dapat disaksikan lagi, Pemandangan anak gunung kelud hasil erupsi  tahun 2007 ini sudah terhempas oleh letusan dahsyat gunung kelud tanggal 13 Februari 2014 pukul 23.00. Hasil letusan itu mengakibatkan Yogyakarta dan sekitarnya turun hujan abu hingga pukul 09.00 pagi.

Hujan abu sejak dini hari mengakibatkan jalan-jalan di seluruh yogya tertutupi abu tebal dan mengurangi jarak pandang berkendara. Jarak pandang yang minim tidak jarang mengakibatkan kecelakaan diantara pemakai motor. Siang hari yang terus diselimuti kabut dan mendung menjadikan jalanan makin parah oleh debu yang berterbangan saat dilewati kendaraan

ini suasana Yogyakarta dan sekitarnya setelah hujan abu melanda

Jalan solo
Jalan solo

terminal jombor jombor Jombor 2 jembatan layang jombor

jombor
jombor

addy0167

ring road utara
ring road utara
ring road utara
ring road utara
perempatan jln gejayan condong catur
perempatan jln gejayan condong catur
gejayan
gejayan
jalan solo
jalan solo

Taman Pelangi, reuni bersama teman-teman

Sore itu tanggal 27 Oktober 2012, ada SMS masuk ke HP ku bunyinya:

“Di., ntar malem kumpul2 yuk.. di raminten jam 7. Ada etik pratiwi sm irfan… Yg lain blm konfirmasi  bs dtg ato g”

aku sudah janjian ma Etik P ma tanti pul-pul untuk main ke taman lampion malam itu. O iya, tanggal itu merupakan salah satu minggu dengan hari libur yang cukup panjang, hari jumat sebelumnya merupakan hari raya idul Qurban atau lebaran haji, sehingga ada libur dari hari jumat sampai minggu. beberapa teman menggunakan waktu libur itu untuk pulang kampung atau maen, khususnya ke jogja.

aku balas SMS itu ” ke taman pelangi.. etik p , tanti pul2 ngajak ke sana,”

akhirnya malam itu beberapa teman berkumpul di taman pelangi. Malam jam 7 kami janji untuk bertemu, setelah berbagai macam kesibukan teman-temanku ini akhirnya bisa ketemu.

taman pelangi

nongkrong d taman pelangi

ternyata capek ya keliling taman lampion…..  setelah berkeliling dan diisi foto2, akhirnya sesi terakhir adalah nongkrong, tapi tetap diisi dengan foto-foto. Ternyata jalan-jalan dan foto-foto itu membuat perut kroncongan ya, untuk menentukan tempat makanpun kebingungan. Ya yang sering mbojo dan makan pasti tahu tempat makan… akhirnya yang menentukan tempat makan adalah tanti pul2…. dan diputuskan untuk pergi ke Jogja Paradise untuk makan… dilanjutkan ngobrol sampai malam…….

makan di jogja paradise

karena ada teman yang nggak bisa masuk sebelum jam 11 malam (akibat numpang kamar orang dan ditinggal nonton sama yang punya kamar), mau nggak mau kami harus menemaninya sampai jam itu (kasihan kalau ditinggal sendiri:p). Karena waktu masih cukup lama, kami melanjutkan acara kami untuk membunuh waktu ke kalimilk….. yah namanya malam minggu pasti tempat nongkrong ramai, tak terkecuali kalimilk, kami harus menunggu antrian disana, karena terbatas waktu, dan nggak tahu sampai kapan harus nunggu,  akhirnya kami batalkan ke kalimilknya dan nongkrong di bunderan UGM sampai jam 11 malam…….

Suatu Senja….

Kala Senja
senja di jogja

Sore Ini tak seperti sore-sore sebelumnya yang selalu diguyur hujan. Sore ini begitu cerah, meskipun sesaat sebelumnya mendung bergelayut dari batas cakrawala. Saat Sang Surya mulai beranjak ke peraduannya diufuk barat, Sinarnya masih tak enggan untuk redup dan masih berkenan memberikan sinarnya yang indah, seolah menyampaikan salam perpisahan kepada bumi.
Inilah suatu senja di sebuah desa kecil, yaitu desaku….. meski aku hanya anak desa, tetapi keindahan alamnya tak ada yang bisa tergantikan oleh tingginya gedung maupun hirukpikuk anak manusia yang selalu bergerak dinamis ditempat yang bernama kota