Arsip Tag: jawa

Perayaan Ekaristi Tahun Baru Jawa 1 Suro 1946

Hari ini tanggal 15 november 2012 merupakan hari yang tidak biasa, hari ini merupakan tanggal 1 Suro 1946 (tahun baru jawa) atau merupakan tahun baru muharam. Tanggal 1 suro sering dianggap sebagai salah satu hari yang wingit atau sering bernuansa mistis. pada 1 suro, digunakan untuk melakukan berbagai macam “lelaku” maupun waktu yang baik untuk melakukan jamasan senjata pustaka.

Malam 1 suro tahun ini menjadi malam yang tidak biasa bagi umat di Paroki St Theresia salam, inilah pertama kalinya dilakukan misa 1 suro. Misa 1 Suro mungkin masih dianggap aneh dan jarang dilakukan, misa ini seperti misa tahun baru nasional maupun misa imlek bagi teman-teman tionghoa. Malam ini merupakan tahun baru Jawa, perayaan yang dimaknai syukur atas tahun yang telah boleh dilalui bersama. misa 1 suro ini digelar dengan cukup meriah dengan adat jawa, dengan diiringi gendhing jawa dan peraga maupun umat banyak yang mengenakan pakaian adat jawa.fragmen misa 1 suro

Misa 1 suro ini diawali dengan sebuah fragmen sederhana. Diawali dengan tokoh punokawan yang merupakan sosok yang mencerminkan sifat hidup manusia, mengantar umat untuk menyiapkan diri merayakan ekaristi. Sebelum Ekaristi Kudus ini dimulai, hujan begitu lebat seolah ingin menumpahkan seluruh air ke bumi. Karena begitu lebatnya hujan yang turun di sekitar pendapa Bunda Maria Penolong paroki St Theresia salam ini, mengakibatkan tenda umat sampai patah karena tidak kuat menahan air yang turun.

tenda roboh

Meskipun membuat umat yang berada dibawah tenda kalang kabut tetapi hal itu tidak menyurutkan umat untuk mengikuti perayaan Ekaristi 1 suro ini. Karena tenda roboh, mengakibatkan ekaristi harus digelar di 2 tempat yaitu di dalam Gereja dan di pendapa Maria Bunda Penolong.

pendapa Maria bunda Penolong

umat

putra altarpengrawit

Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Rm Lambertus Issri,

pendapa Maria Bunda Penolong

rm lambertus Issri Seperti bacaan pada hai ini ketika Sepuluh orang kusta yang berada di desa perbatasan Galilea dan Samaria, suatu hari bertemu Yesus lalu berteriak meminta belas kasihan. Menanggapi permintaan tersebut maka Yesus memerintahkan mereka pergi menunjukkan diri kepada para imam agar dilihat apakah sudah tahir dari kusta. Dalam perjalanan kesepuluh orang kusta tersebut ternyata tubuh mereka menjadi tahir. Hanya seorang dari mereka yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur atas kesembuhannya. Ia adalah seorang Samaria.

penyakit Kusta merupakan penyakit yang sangat kotor, orang yang menderita kusta akan diasingkan dan dijauhkan dari masyarakat, karena mereka dianggap bukan hanya badannya yang kotor tetapi hati mereka juga kotor. Mereka oleh Yesus tidak disuruh untuk pergi ke tabib atau ke dokter, melainkan menyuruh mereka untuk pergi ke Imam agar mereka  ditahirkan dari kusta. perayaan 1 suro juga dapat dimaknai sebagai proses pentahiran dari dosa menuju manusia yang lebih baik. Tahun baru ini diharapkan menjadi tahun yang lebih baik dari tahun yang kemarin, yang dianggap sebagai tahun yang tidak baik.

Tubuh darah Kristus

Pada akhir Perayaan ekaristi ini dilakukan pemercikan air Suci disertai bunga melati, seperti halnya jamasan senjata pusaka. Jamasan berarti memandikan, mensucikan, membersihkan, merawat dan memelihara. Pemercikan Air Suci untuk menyucikan tubuh dan jiwa manusia yang selama ini sering jatuh dalam Dosa.

pemerkatan air suci

pemercikan air suci

pemercikan air suci

Iklan

candra sengkala tahun jawa 1945 wawu

Sejak Tanggal 27 november 2011 Tahun Masehi, merupakan tahun baru untuk tahun hijriyah dan juga tahun baru jawa dengan diawali tanggal 1 suro.

berbagai orang dalam tradisi jawa sangat mengkultuskan tanggal 1 suro. Berbagai laku dijalani oleh banyak orang yang masih memegang “kejawen” mereka. Seperti juga terjadi di keraton Surakarta, pada malam 1 suro, juga diadakan jamasan senjata pusaka keraton arak-arakan kerbau Kyai Slamet. Banyak yang percaya bahwa kotoran kerbau Kyai Slamet akan membawa banyak berkah untuk kesuburan tanah, sehingga tidak heran banyak orang yang berebut kotoran untuk di bawa pulang.

Tetapi tahukah bahwa ternyata untuk tahun jawa, sekarang telah memasuki tahun 1945 wawu. Berarti Tahun jawa lebih tua dari tahun Hijriyah yang baru memasuku Tahun 1433H. Kalender Jawa juga mengikuti perputaran bulan seperti halnya tahun hijriyah. Orang jawa mempunyai tradisi untuk membuat tahun jawa yang ada menjadi sebuah tulisan yang dikenal dengan candra sengkala. Candrasengkala adalah sengkalan yang menunjukkan angka tahun berdasarkan peraturan bulan. Sengkalan Candrasengkala digunakan setelah masa Islam dengan memakai tahun Jawa. Tahun Jawa ditetapkan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma sejak 1 Suro 1555 Jawa, bertepatan 1 Muharam 1043 Hijriah, atau 1 Srawana 1555 Saka, atau 8 Juli 1633 Masehi. Tahun Jawa merupakan perpaduan antara Tahun Hijriah dengan tahun Saka.

Biasanya untuk membaca candrasengkala adalah dibaca terbalik.  Seperti candrasengkala yang teringat dari saat SD yaitu “sirno Ilang Kertaning Bumi” dimana sirno dan ilang itu artinya “hilang” dan mempunyai nilai O, kerta itu nilainya 4 dan Bumi adalah 1 sehingga menunjukkan angka tahun 1400, dimana kerajaan Majapahit runtuh.

Lha untuk tahun jawa sekarang candrasengkalanya apa? nah itu ada berbagai macam versi, seperti tulisanku sebelumnya juga ada candra sengkala untuk tahun jawa 1945. Tetapi ada juga versi lain, aku dengar saat mengikuti Ekaristi minggu pagi, Rm Julius Blasius Fitri Gutanto Pr mengatakan bahwa tahun jawa 1945 juga mempunyai candra sengkala “Butho Dadi Dewaning Jalmo”, atau Butha menjadi Dewanya Manusia. Sungguh candra sengkala yang menakutkan dan mungkin sedang pas-pasnya dengan kondisi Indonesia.

Sifat Butha yang rakus menjadi tuhannya manusia.  dan tidak heran banyak sekali pejabat yang terkena masalah dinegeri ini. Mungkin akan bertambah lagi manusia Indonesia yang mempunyai sifat Butha. Semoga hal itu juga tidak terjadi. Marilah berjaga-jagalah…..

Tahun Baru 1433 Hijriyah / tahun baru Jawa 1945

pada tanggal 27 November 2011M, merupakan tahun baru hijriyah 1433, juga merupakan tahun baru penanggalan Jawa yang bertepatan dengan tahun jawa 1945. angka 1945 merupakan angka yang akan diingat oleh bangsa ini. ada yang menulis candra sengkala untuk tahun jawa 1945 adalah “PANCASILA KARTINING HAMBUKA NUSWANTARA”

Selamat Tahun baru………………