Arsip Tag: industri

PKPA

bulan februari s.d maret 2012, untuk menempuh menjadi apoteker, saya harus menjalani program kerja profesi apoteker di industri farmasi . kebetulan saya mendapatkan industri di daerah bogor, jawa barat. PKPA pada umumnya dilaksanakan selama 2 bulan, tetapi hal ini bergantung juga dari kebijakan dari perusahan farmasi yang ditempati.

Tujuan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Industri Farmasi adalah :

  1. Melatih calon apoteker untuk mengenali peran, fungsi, posisi dan tanggung jawab apoteker di industri farmasi.
  2. Mengetahui dan memahami penerapan aspek-aspek CPOB dalam industri farmasi.
  3. Mempersiapkan calon apoteker untuk memasuki dunia kerja.
  4. Mempersiapkan calon apoteker yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk mengelola industri farmasi.
  5. Memberi gambaran nyata tentang permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan kerja industri farmasi.

Manfaat dilakukannya Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) agar calon apoteker memperoleh gambaran mengenai fungsi dan tanggungjawab seorang apoteker industri farmasi serta dapat melihat dan mempelajari struktur organisasi, operasional industri, dan penerapan CPOB secara nyata. Sebagai sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh, memahami segala kegiatan dan masalah yang timbul dalam pengelolaan industri farmasi serta memperluas wawasan dan pengetahuan calon apoteker tentang Industri farmasi baik dalam segi ilmu farmasi, segi teknis, segi manajerial dan segala hal yang menyangkut kelangsungan suatu industri farmasi.

Perputaran Uang di Farmasi 40T per tahun

Hari ini tidak sengaja membaca sebuah artikel dari sebuah web http://www.kabarsaham.com, yang membahas tentang besarnya perputaran uang di pasar Farmasi. Baca sendiri ya, ini saya Copy pastekan dari webnya.

Perputaran uang di pasar farmasi Indonesia diperkirakan bernilai Rp 40 triliun per tahun. Kondisi ini telah menumbuhkah setidaknya 1.600 perusahaan distributor farmasi nasional dan 30 distributor multinasional yang melayani  250 perusahaan manufakture farmasi

PT Parit Padang Global (SOHO Group Distribution) sebagai  salah satu distributor  ternama di tanah air telah siap menyongsong pasar persaingan bisnis distribusi farmasi  dengan menyediakan sarana penyimpanan berstandar Good Storage Pacties dan Good Distribution Practies sehingga dapat terjaga kualitas produk,  aman, mudah dalam pengiriman dan penyaluran produk. Keberhasilan Parit Padang dikukuhakan dengan diterimanya sertifikasi Good GSDP ( Good Storage and Distribution Pacties)  dari  SGS yang diberikan di Jakarta (25/10) oleh Guy Escarfail, President Director SGS, dan  Marcus Pitt, presdir  Soho Farmasi Group.

Wempie Chandra , Managing Direktor PT Parit Padang Global mengatakan sebagai perusahaan  distribusi produk farmasi  Parit Padang bertanggung jawab untuk pengamanan,  penyimpanan dan pendistribusian sehingga kontrol terhadap kualitas produk harus senantiasa  terjaga.

Sertifikat GSDP yang diperoleh Parit Padang efektif berlaku mulai  20 Agustus  2011 hingga  19 Agustus 2014 dan diberikan untuk pergudangan distribusi dan distribution center (DC) yang berada di Kawasan Industsri Pulo Gadung Jakarta. “Audit kelayakan telah dilakukan sejak 2010 dan kami mampu menjamin konsumen  untuk mendapatkan obat dan bahan baku dengan kualitas yang baik,” ujar Wempie.

SOHO Group Distribution (PT Parit Padang Global) saat ini memiliki 25 kantor  cabang yang tersebat di Jakarta, Jawa Tengah dan jawa timur, Denpsar,  Medan, Pakanbaru, Padang, Jambi, Palembang , Bandar Lampung, Kalimantan dan Sulawesi dengan jumlah titik distribusi sebanyak 90.000 yang terdiri dari Apotik, rumah sakit, klinik, toko obat, pasar modern dan pasar tradisional  di penjuru tanah air . Didukungpula  oleh sistem teknologi informasi (IT) yang handal dan operasional yang efisien dengan tingkat pertumbuhan sebesar 35% per tahun.

Wempie Chandra menambahkan bahwa perusahaan distribusi SOHO Group ini kini sudah masuk lima besar di Indonesia. PT Parit Padang Global  mendistribusikan produk farmasi, yakni resep dokter maupun bebas, produk konsumen maupun alat- alat kesehatan. “Visi kita ke depan adalah menjadi pusat pelayanan distribusi terkemuka,” katanya.

Hal itu, kata Wempie, didukung dengan tersebarnya sebanyak 25 cabang PT Parit Padang Global di seluruh Indonesia. Bahkan rencananya pada September mendatang kita akan membuka cabang lagi di Batam. “Di samping itu, Kini ada sebanyak 8 sales office dari perusahaan ini untuk bisa mendistribusikan produk SOHO Group dari sabang hingga merauke,” kata Wempie.

SOHO Group Distribution (PT Parit Padang Global) saat ini memiliki 25 kantor  cabang yang tersebat di Jakarta, Jawa Tengah dan jawa timur, Denpsar,  Medan, Pakanbaru, Padang, Jambi, Palembang , Bandar Lampung, Kalimantan dan Sulawesi dengan jumlah titik distribusi sebanyak 90.000 yang terdiri dari Apotik, rumah sakit, klinik, toko obat, pasar modern dan pasar tradisional  di penjuru tanah air . Didukungpula  oleh sistem teknologi informasi (IT) yang handal dan operasional yang efisien dengan tingkat pertumbuhan sebesar 35% per tahun.

Soho belum lama ini  memperkuat jaringan distribusi melalui anak perusahaan PT Parit Padang Global, di Jawa Tinur dengan mengoperasikan gudang logistik untuk wilayah Indonesia Timur. Pusat distribusi yang berlokasi di kawasan Rungkut Industri ini menyerap investasi sekitar Rp 50 miliar, dan diharapkan akan ada peningkatan penjualan sekitar 35 persen.

Presdir Soho Group, Marcus Pitt mengatakan, ekspansi tersebut merupakan bukti komitmen dan keseriusan manajemen dalam memberikan layanan distribusi produk agar lebih cepat dan efisien, khususnya untuk menjangkau kawasan Indonesia timur.

Regional Operasional Manager PT Parit Padang Global, Nanik Setyawati menegaskan, gudang logistik itu berada di lahan seluas 1,01 hektare yang akan dimaksimalkan untuk memenuhi layanan bagi delapan cabang wilayah timur Indonesia tersebut. “Total kontribusi wilayah timur terhadap penjualan nasional mencapai 25 persen, potensi ini yang akan dikelola dan ditingkatkan,” kata Nanik

Diakuinya, angka penjualan sejumlah produk yang dikelolanya selama semester I/2011 mengalami peningkatan 35 persen dibanding periode sama tahun lalu. ”Ini sesuai target manajemen, harapannya hingga akhir tahun ini ada peningkatan yang sama untuk produk baik farmasi, kesehatan, peralatan medis dan consumer good itu,” tegasnya.

 

Source :http://www.kabarsaham.com/2011/pasar-uang-farmasi-capai-rp-40-triliun-per-tahun.html