Arsip Tag: fitri gutanto

50 tahun Paroki st theresia Salam dan penerimaan Sakramen Krisma

Tahun ini Paroki st theresia salam merayakan hari jadi yang ke 50.  Paroki yang dulunya adalah bagian dari paroki Antonius Muntilan ini memisahkan diri sejak tahun 1965, tepatnya 1 januari 1965. Paroki yang sudah memasuki setengah abad ini selalu berdinamika dengan kehidupan umat yang mayoritas adalah petani di lereng sebelah barat daya gunung merapi. Meliputi 3 kecamatan yaitu Ngluwar, Sebagian Salam, dan Srumbung.

Perayaan hari ulang tahun Paroki di Tahun ini juga dirasakan semakin menggembirakan dengan peneriamaan Sakramen Krisma bagi umat di Paroki ini. Perayaan misa syukur dan penerimaan sakramen krisma diawali dengan perarakan dari tiap wilayah di Paroki Santa theresia Salam ini.

ADI_4524 ADI_4528 ADI_4539 ADI_4565

Perayaan ini dipimpin oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Semarang Pastor F.X. Sukendar Wignyosumarta Pr, mewakili uskup agung Semarang rm Mgr Pujasumarta yang sampai saat ini masih sakit.

ADI_4572 ADI_4579 ADI_4580 ADI_4589 ADI_4590

Romo vikjen didampingi juga oleh pastor paroki dan pastor-pastor yang berasal dari Paroki St Theresia Salam.

Disela puluhan remaja dan orang dewasa yang menerima Sakramen Krisma, ada sosok yang menggelitik kamera untuk membidiknya. Seorang kakek yang duduk di kursi roda dengan masih semangat mengikuti penerimaan Krisma ini. Iman akan panggilan tidak mengenal usia. Pendewasaan iman juga ditandai dengan penerimaan Sakramen Krisma ini. Didalam sakramen Krisma, kita menerima “Kepenuhan Roh Kudus” sehingga kita dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja.

Disana ada seorang Kakek yang sudah renta sehingga dalam perayaan ekaristi inipun harus memakai kursi roda. dan seorang nenek disampingnya.

ADI_4591 ADI_4592 ADI_4612 ADI_4613 ADI_4615

penerimaan Krisma oleh romo vikjen

ADI_4645 ADI_4651 ADI_4657 ADI_4659 ADI_4670 ADI_4673 ADI_4675 ADI_4678

Iklan

Gereja Salam Mengajak Umat yang Sakit memuji dan Memuliakan Allah

Hari Selasa 11 Februari 2014 merupakan hari dalam minggu biasa ke Lima yang diperingati juga sebagai Hari orang sakit seluruh Dunia.  Meskipun Perayaan HOS (Hari Orang Sakit Sedunia) sudah dimulai sejak 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, namun kegiatan ini tidak diketahui banyak orang. Ada pemahaman bahwa misa HOS adalah misa penyembuhan dan akhirnya mengharapkan mukjizat penyembuhan terjadi jika menghadirnya. Kenyataan ini mengundang kita semua untuk memperkenalkan maksud gereja dengan peringatan HOS setiap tahun yaitu gereja bermaksud meningkatkan kesadaran komunitas-komunitas Gerejani akan pentingnya pelayanan pastoral bidang kesehatan. Pelayanan ini adalah bagian integral dari peran Gereja yang terukir dalam misi keselamatan Kristus sendiri. Dia, Sang Tabib llahi, “berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasi lblis (Kis. 10:38) (sumber: http://benedizione.wordpress.com/2010/04/10/misa-hari-orang-sakit-se-dunia/).

 Bapa Paus Fransiskus sendiri juga memberikan pesan pada peringatan hari Orang sakit ke 22 ini. beberapa cuplikan pesan beliau adalah:  Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu. Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu, Silahkan baca utuh di http://renunganpagi.blogspot.com/2014/02/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk.html#gsc.tab=0

Pada Kesempatan ini Pula Paroki salam mengadakan Misa Kudus dengan ujub bagi orang sakit. Perayaan Ekaristi Kudus Bagi Orang Sakit dilakasanakan pada hari Minggu 16 Februari 2014, bertempat di Gereja Salam. Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo dan Romo Blasius Fitri Gutanto.

DSC_5813

DSC_5828Setelah itu dilakukan pemercikan air suci sebagai pertanda pembaharuan janji baptis kita dan dilakukan penumpangan tangan kepada yang menderita sakit, Penumpangan Tangan untuk memberikan berkah Allah bagi mereka melewati perantaraan Romo.

DSC_5836 DSC_5838 DSC_5841 DSC_5846

Selain itu pada Misa tersebut juga dilakukan pengurapan Orang Sakit menggunakan Minyak Suci. Minyak suci merupakan salah satu dari tujuh sakramen di dalam gereja Katholik. Dan Umat Katholik mempercayai daya Kuasa Allah melalui pengurapan Minyak Suci Tersebut

DSC_5828 DSC_5862 DSC_5871karena Ekaristi Kudus kali ini diperuntukkan bagi Orang sakit maka banyak sekali umat yang hadir terutama mereka yang sudah Tua, mempunyai penyakit bahkan mereka yang sudah tidak bisa apa-apa. Karena keterbatasan fisik dan gerak mereka, banyak yang tidak dapat setiap minggu mengikuti Ekaristi Kudus. Pada kesempatan ini mereka secara khusus menghadiri Ekaristi Ini untuk bersama-sama mensyukuri apa yang sedang mereka rasakan dan mereka alami. Kadang dengan keadaan seperti ini mereka akan lebih merasakan kasih Allah melalui perantaraan Istri, Suami, anak-anak maupun tetangga yang senantiasa mengasihi mereka.

 “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1Yohanes 3:16)