Arsip Tag: farmasi

Farmasi Industri menuju farmasi Klinik

images

Banyak orang mengangkap kalau seorang Apoteker itu tahu tentang semua obat. Ya, mereka tahunya kalau Apoteker itu belajar tentang obat, itu memang tidak salah tetapi juga tidak 100 % benar. Buktinya aku, meski ada gelar Apt tetapi aku tidak tahu tentang obat. Sering banyak orang yang bertanya tentang obat A, B,C maupun D yang belum tentu aku tahu. Mungkin kalau obat-obat yang umum sih tahu, tapi kalau sudah sampai terapinya dan interaksi….. wes mumet.

Lha kok Bisa? mungkin ada yan heran ya? ya bisa donk.. seperti anak SMA, yang sudah dijuruskan IPA/IPS/Bahasa…. seperti itu juga di jamanku kuliah, sudah dijuruskan menjadi Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Farmasi bahan alam. Ya seperti anak IPA ditanyain Akutansi pasti pusing, meskipun dasarnya mereka tahu, atau anak IPS ditanyain geometri…..

Sebenarnya aku orang Industri yang diajari bagaimana analisis obat, sintesis obat, rekayasa genetika, managemen Farmasi Industri. Meskipun kesemuanya hanya sampai di teori. Lha? ya orang bekerja kan harus menyesuaikan dimana dia bekerja, kalau bekerja di analisi atau di LAB ya ilmu analisisnya berguna. Sementara aku adalah orang produksi di Industri, Ilmu farmasi dasar terutama teknologi farmasi banyak membantu, tetapi yang utama adalah bagaimana me”manage”, baik waktu, orang, bahan. Lha memanage orang itu yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Ilmu psikologi manusia yang seharusnya diajarkan kan gak ada di matakuliah Farmasi, Padahal di produksi harus selalu berinteraksi dengan manusia, bagaiamana mengatur orang, mengawasi orang, dan kadang harus berdebat dengan banyak orang lintas departemen.

Lha kan oang kan bisa di tekan atau gmana supaya bisa jalan… Ya kalau di perusahaan farmasi yang besar sistem sudah terbangun dengan baik, permasalahan tidak terlalu banyak. Tetapi cobalah untuk mengunjungi perusahaan yang berkembang atau kecil, dimana segala keterbatasan harus diatasi mulai dari bahan baku, mesin, operator, fasilitas pendukung baik alat maupun ruangan. Faktor human juga berpengaruh, karena sistem belum benar2 berjalan maka sering faktor operator berpengaruh. Kalau hatinya baik, hasil kerjanya juga baik, tetapi kalau suasana hati tidak mendukung? banyak kejadian yang justru memperburuk suasana, dimana hasilnya jelek, tidak terkontrol dan lain-lain.

Pertengahan bulan februari 2015 ini ada yang berbeda denganku. Aku resign dari Industri Farmasi dan beralih menjadi tenaga honorer (digaji negara) di RSUP di kota yogyakarta. Begitu masuk, banyak senior Farmasi yang sudah ragu karena background ku industri, yah memang mereka tidak salah, karena spesialisasiku di industri, kalau di klinik ya harus dimulai dari nol lagi. “Kamu itu tidak cocok untuk kerja di rumah sakit, kompetensimu beda”. ya mau nggak mau harus belajar tentang terapi, interaksi, pelayanan farmasi, yang semuanya berbeda dengan kehidupanku selama ini di industri.

dan awal perjalanan farmasi klinik ku dimulai dari sekarang………………………………………

Iklan

Berlico Farma bertransformasi

indexMungkin bagi teman-teman farmasi di jogja, Nama perusahaan Berlico Mulia Farma atau lebih dikenal dengan Berlico tidak asing ditelinga. Hal tersebut dikarenakan Berlico merupakan salah satu perusahaan Farmasi yang berdiri di kota Gudeg ini.  Pada awalnya perusahaan ini merupakan kelanjutan dari Ita farma. Kemudian sekitar tahun 1993, bersama dengan 4 orang rekannya, pak Budhi Santoso mendirikan PT berlico Mulia Farma, yang berkedudukan di Kalasan.

Hmm Kalasan memang menjadi tempat yang cocok di bidang kesehatan. Kalau diingat, dulu Presiden Sukarno juga mencanangkan laskar pemberantasan Malaria juga di Kalasan, dan karena keberhasilannya, maka tanggal waktu itu sampai sekarang diperingati sebagai hari kesehatan nasional.

Pada awal tahun 2014, Posisi Berlico sudah diakuisisi oleh sebuah perusahaan farmasi jamu terkemuka di Indonesia, yaitu PT Sido Muncul Tbk. Sehingga Berlico mau tidak mau juga menjadi salah satu perusahaan yang akan diperhitungkan di kancah perdagangan obat farmasi di Indonesia. Salah satu gebrakan yang dilakukan adalah penggantian nama menjadi Berlico Farma dengan lambang yang juga dirubah. Jika logo awal seperti pada gambar diatas, maka logo berlico juga berganti menjadi

2014-11-28-19-25-07_decoPT Berlico farma

 Lambang Berlico menjadi Burung bangau… Apa filosofi dibalik logo baru itu?

Bangau adalah sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Badan berukuran besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal. Bangau bisa dijumpai di daerah beriklim hangat. Habitat di daerah yang lebih kering dibandingkan burung Kuntul dan Ibis. Makanan berupa Katak, ikan, serangga, cacing, burung kecil dan mamalia kecil dari lahan basah dan pantai. Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan.

Dalam kebudayaan Barat, burung Bangau digunakan sebagai lambang kelahiran bayi. Cerita tentang kelahiran bayi yang dibawa oleh burung bangau merupakan dongeng sebelum tidur dari negeri Belanda dan Jerman sebelah utara. Bangau yang bersarang di atap rumah dipercaya sebagai keberuntungan dan penghuninya akan diberkahi kebahagiaan.

Banyak hal yang mengulas dan menuliskan tentang filosofi bangau, tetapi ada satu hal yang unik, intinya adalah sama.

Seperti yang ditulis pada: https://hitamputih02.wordpress.com/2011/08/12/filosofi-hidup-dari-sang-bangau/

Bangau, memang hanya sebatas binatang..
  akan tetapi jika kita amati.. dan kita perhatikan akan ada filosofi yang bisa kita ambil dalam menjalani kehidupan ini, bagaimanakah dan seperti apakah filosofi itu..
  ini hanya sekedar paparan yang juga didasarkan dari beberapa wacana dan pendapat juga bacaan dari beberapa buku, yang akan saya coba untuk saya paparkan disini.
Seandainya kita amati Bangau yang terbang di sore hari kembali ke tempat istirahatnya atau terbang di pagi hari untuk mencari makan, akan kita lihat dia membentuk formasi terbang yang mirip dengan huruf v, karena dengan membuat formasi itu terlihat kekompakan sang Bangau dalam melawan angin menuju tujuan dengan cepat, karena adanya kerjasama team dan tentunya pekerjaan akan cepat selesai daripada dikerjakan secara individu khan..
Jika ada satu Bangau yang kelelahan dan keluar dari formasi..
  maka dengan senang hati Bangau yang lain akan cepat menolong dan formasi tetap pada semula tidak akan berubah hingga sampai di tujuan.
  Tidak menutup kemungkinan sang leader akan mengalami kesulitan dan merasa kelelahan maka dengan senang hati Bangau yang lain akan menggantikannya dengan berpedoman pada yang berada dibelakangnya hal ini menggambarkan bahwa berbagi dalam kepemimpinan, harus ada rasa saling menyadari.
  berlaku saling menghormati dan percaya diantara anggota di setiap saat.
  Saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat. Memusatkan bakat dan kemampuan setiap anggota menjadi team yang mampu mengatasi masalah.
Bangau terbang dengan mengeluarkan suara berkotek.. hal ini menggambarkan bahwa dalam suatu komunitas dan team harus saling memotivasi menuju kebaikan bukan sebaliknya menjadi diri sendiri untuk akhirnya menghancurkan team.dan ketika salah satu Bangau jatuh sakit maka yang lain akan membagi menjadi dua formasi dan mengawal temannya hingga sembuh dan kuat melanjutkan perjalanan.
  Hal ini menggambarkan bahwa kita hidup itu perlu berdampingan dengan apapun keadaannya senang, susah pun dalam kebahagiaan dan kesulitan. Karena semua akan terasa ringan jika dilakukan bersama dan kompak.
Dari hal diatas maka dapat saya ambil kesimpulan dari Filosofi Sang Bangau Terbang adalah :
Seandainya kita kompak dan saling mendukung…
  Seandainya kita menjiwai kerjasama yang baik…
  Jauhkan dan lupakan perbedaan masing-masing….; maka akan mampu mengatasi tantangan. Bila kita menyelami dan memahami arti dari persahabatan…
  Dan kita selalu terbukan dan keikhlasan dalam berbagi…

Hmm Mungkin itulah harapan yang diinginkan oleh owner yang baru dan beban tanggung jawab yang akan dipikul oleh perusahaan ini, dan diharapkan Berlico Farma kelak akan menjadi sebuah perusahaan Farmasi yang diperhitungkan di kancah Indonesia, dan siapa tahu pada tingkat internasional. Selamat kepada Berlico dan seluruh jajarannya…..

#menjadi pengamat…….

Taman Pelangi, reuni bersama teman-teman

Sore itu tanggal 27 Oktober 2012, ada SMS masuk ke HP ku bunyinya:

“Di., ntar malem kumpul2 yuk.. di raminten jam 7. Ada etik pratiwi sm irfan… Yg lain blm konfirmasi  bs dtg ato g”

aku sudah janjian ma Etik P ma tanti pul-pul untuk main ke taman lampion malam itu. O iya, tanggal itu merupakan salah satu minggu dengan hari libur yang cukup panjang, hari jumat sebelumnya merupakan hari raya idul Qurban atau lebaran haji, sehingga ada libur dari hari jumat sampai minggu. beberapa teman menggunakan waktu libur itu untuk pulang kampung atau maen, khususnya ke jogja.

aku balas SMS itu ” ke taman pelangi.. etik p , tanti pul2 ngajak ke sana,”

akhirnya malam itu beberapa teman berkumpul di taman pelangi. Malam jam 7 kami janji untuk bertemu, setelah berbagai macam kesibukan teman-temanku ini akhirnya bisa ketemu.

taman pelangi

nongkrong d taman pelangi

ternyata capek ya keliling taman lampion…..  setelah berkeliling dan diisi foto2, akhirnya sesi terakhir adalah nongkrong, tapi tetap diisi dengan foto-foto. Ternyata jalan-jalan dan foto-foto itu membuat perut kroncongan ya, untuk menentukan tempat makanpun kebingungan. Ya yang sering mbojo dan makan pasti tahu tempat makan… akhirnya yang menentukan tempat makan adalah tanti pul2…. dan diputuskan untuk pergi ke Jogja Paradise untuk makan… dilanjutkan ngobrol sampai malam…….

makan di jogja paradise

karena ada teman yang nggak bisa masuk sebelum jam 11 malam (akibat numpang kamar orang dan ditinggal nonton sama yang punya kamar), mau nggak mau kami harus menemaninya sampai jam itu (kasihan kalau ditinggal sendiri:p). Karena waktu masih cukup lama, kami melanjutkan acara kami untuk membunuh waktu ke kalimilk….. yah namanya malam minggu pasti tempat nongkrong ramai, tak terkecuali kalimilk, kami harus menunggu antrian disana, karena terbatas waktu, dan nggak tahu sampai kapan harus nunggu,  akhirnya kami batalkan ke kalimilknya dan nongkrong di bunderan UGM sampai jam 11 malam…….

Rasa itu….

          Entah kenapa pagi ini hatiku merasa gelisah ya.. mungkin karena masalah kemarin yang baru saja kualami. aku membuat marah temanku hingga akhirnya dia sampai sms aku supaya aku jangan telpon atau sms dia selamanya.  yah mungkin itu hal biasa bagi orang lain, tetapi aku merasa bersalah hingga membuatnya begitu marah, yah mungkin karena kebodohanku ya.

         Rasa tidak nyaman itu semakin menggelayut di pikiranku.. sial… padahal hari ini aku harus ikut ujian.. bahkan untuk yang keempat kalinya. hari ini ada 2 ujian, semalaman aku masih merasa bersalah sehingga aku tidak fokus ke ujian. Berat harus menghadapi 2 ujian dengan rasa yang tidak nyaman.  Aku sengaja berangkat lebih lambat dari hari ujian biasanya, Aku ingin begitu sampai kampus langsung masuk ruang ujian dan mengerjakan lalu keluar. Begitu memasuki kampus, kulihat beberapa teman duduk-duduk di teras sambil membaca buku yang akan diujikan nanti.

          Begitu memakirkan sepeda motor bututku aku melangkah menuju depan ruang ujian. Masih 30 menit lagi sebelum ujian dimulai, akupun menyempatkan diri ikut nimbrung dengan teman-teman, mencoba belajar ditengah pikiran yang nggak karuan ini. Kulihat beberapa teman yang pandai-pandai pun mengulang mata kuliah ini, ah berarti aku nggak yang terbodoh, pikirku.

         Beberapa teman hafalannya sangat bagus dan mampu menghafal materi kuliah itu, aku memang dari SMA sudah malas menghafal. Aku cuma mendengarkan temanku, siapa tahu ada sedikit yang bisa kuingat nanti saat mengerjakan. Ujian kali ini ada dari 2 dosen, satu dosen biasanya openbook, jadi aku malas belajar materi dosen ini. Begitu mengerjakan ternyata dua-duanya closed book.. matilah aku, ya kukerjakan sebisaku… aku keluar lebih awal karena sudah pusing… biarlah, kan aku dah dapat nilai B untuk matakuliah ini.

          Setelah ujian aku langsung menuju ke ruang profesi untuk melihat pengumuman hasil ujian  satunya… oh.. ternyata sudah dapat nilai A, yang artinya aku tidak harus mengulang untuk yang keempatkalinya. Mendung menggantung di angkasa, pasti akan hujan seperti hari sebelumnya, sebaiknya aku pulang lebih awal, toh ujian yang berikutnya sudah tidak mengulang.  Perasaan raguku kembali datang, rasa tidak nyaman dihati yang sedikit terobati oleh ujian tadi kini kembali. Aku ingin mengadu… tapi pada siapa?

         Siapa ya yang bisa jadi curahan rasa tidak nyaman ini… tiba-tiba aku teringat ganjuran, triningsih. Aku harus ke mana, jarak dua tempat itu sangat jauh dari rumah, mendung juga kian menggantung, kalau hujan bagaimana? ku ambil motor dan ku melaju keluar dari kampus. Aku masih berfikir apa aku pulang saja toh langit mendung. Rasa  tidak nyaman itu yang memaksa aku harus pergi ke salah satu tempat itu. Tapi yang mana? ke ganjuran sedang ada persiapan buat acara besar esok, pasti akan ramai, pikirku. Ya nggak ada jalan, akhirnya ku putuskan harus pergi ke salah satu tempat itu. Sebelum ke sana aku mampir membeli lilin dan dupa (ini kan malem jumat, bisa buat nakut2in orang).

          Akhirnya kuputuskan ke ganjuran.. meskipun jauh, tapi beberapa waktu sebelumnya aku sering lewat sana untuk melakukan Praktek Kerja di salah satu puskesmas di sana. Perjalanan sambil merasakan tidak nyaman di hati itu sungguh tidak enak, tidak bisa menikmati suasana Jogja. Sesampai di ganjuran kupakirkan motor dan mulai aku berjalan menuju sebuah candi di ganjuran. Namanya Hati Kudus Tuhan Yesus  Ganjuran. mungkin aku lama tidak pernah berdoa secara personal, maka aku dituntun ke sini.

           Kuluapkan saja perasaanku di sana, siapa tahu aku bisa sedikit merasa lega, apalagi  aku percaya bahwa Allah akan mendengarnya. Aku banyak sekali berkeluh kesah, marah, dan segala macam rasa kutumpahkan. “Tuhan… ampunilah kesalahanku… jangan biarkan kesalahanku itu menghancurkan apa yang sudah terbangun…… ” kusesali kesalahanku itu. semoga aku makin menjadi dewasa dan bijaksana…..

           setelah selesai dengan keluh kesahku itu aku berdiam sejenak dan ku keluarkan kamera sambil mengambil foto candi itu

kulihat foto yang kuambil tadi, kuperbesar… kulihat ada anak yang sedang turun dari atas candi itu… aku pun melihat ke arah candi dan melihat anak tersebut masih berlari-lari sekitar pelataran candi… Tiba-tiba dalam benakku terlontar kata-kata yang tidak terpikirkan olehku… coba lihat anak itu, Kalau mau dekat dengan Allah haruslah seperti anak-anak itu, yang tanpa beban, yang dengan santainya bisa berlari-lari meskipun ditengah orang-orang yang sedang berdoa, anak-anak tidak akan dimarahi oleh pendoa-pendoa yang lain meskipun ia berjalan-jalan atau lari-lari. yang demikianlah yang empunya kerajaan Sorga.

           Yah mungkin selama ini aku merasa kurang terbebas dari beban saat menghadapnya… hanya permintaan2 dan beban saja yang ku keluh kesahkan pada Nya.. mungkin aku kurang seperti anak itu yang merasa nyaman di hadapan Allah, yang masih terbebas dari beban… Aku tidak menyambut Allah dalam diriku seperti seorang anak kecil. hah bisikan kecil yang sulit untuk kupahami….. di pojokan depan ada patung maria yang dinamakan Dyah Maria Ibu Ganjuran… ada pepatah yang mengatakan Per Marian ada Yesum, per Yesum ad Patrum… melalui tangan maria doa diharapkan akan disampaikan kepada Allah….

          tak terasa jam menunjukkan waktu   14.30, Aku harus pulang…  semoga rasa tidak nyaman itu tidak sebesar waktu sebelum ke sini…..

PKPA

bulan februari s.d maret 2012, untuk menempuh menjadi apoteker, saya harus menjalani program kerja profesi apoteker di industri farmasi . kebetulan saya mendapatkan industri di daerah bogor, jawa barat. PKPA pada umumnya dilaksanakan selama 2 bulan, tetapi hal ini bergantung juga dari kebijakan dari perusahan farmasi yang ditempati.

Tujuan Praktek Kerja Profesi Apoteker di Industri Farmasi adalah :

  1. Melatih calon apoteker untuk mengenali peran, fungsi, posisi dan tanggung jawab apoteker di industri farmasi.
  2. Mengetahui dan memahami penerapan aspek-aspek CPOB dalam industri farmasi.
  3. Mempersiapkan calon apoteker untuk memasuki dunia kerja.
  4. Mempersiapkan calon apoteker yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk mengelola industri farmasi.
  5. Memberi gambaran nyata tentang permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan kerja industri farmasi.

Manfaat dilakukannya Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) agar calon apoteker memperoleh gambaran mengenai fungsi dan tanggungjawab seorang apoteker industri farmasi serta dapat melihat dan mempelajari struktur organisasi, operasional industri, dan penerapan CPOB secara nyata. Sebagai sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh, memahami segala kegiatan dan masalah yang timbul dalam pengelolaan industri farmasi serta memperluas wawasan dan pengetahuan calon apoteker tentang Industri farmasi baik dalam segi ilmu farmasi, segi teknis, segi manajerial dan segala hal yang menyangkut kelangsungan suatu industri farmasi.

Tubing Goa pindul

Setelah Ujian pertama yang sangat melelahkan (dan akhirnya nilai jelek semua), Aku diajak oleh teman-temanku untuk sejenak melupakan ujian yang sangat melelahkan itu, otak jangan terlalu diporsir. Tujuan kami adalah “tubing di Goa pindul”.  Tubing di Goa Pindul adalah kegiatan susur Goa dengan menggunakan Ban. Kita naik dan duduk diatas ban untuk menyusuri yang dipenuhi dengan air. Kedalaman air di dalam Gua menurut pemandu di sana ada yang mencapai 10meter. Tapi gak usah khawatir, karena kita dibekali pelampung.

Pengalaman yang seru untuk menyusuri gua, diatas ban dan air yang dingin di dalam gua, tetapi kita akan disuguhi karya alam yang luar biasa seperti stalagtit dan stalagmit. Sepertinya pemandu di sana juga sudah dibekali pemahaman tentang gua dan istilah2nya, so tanya aja ke pemandunya ya…..

Goa Pindul ini letaknya ada di dekat wonosari, Gunung kidul yogyakarta.

foto yang lain:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Perputaran Uang di Farmasi 40T per tahun

Hari ini tidak sengaja membaca sebuah artikel dari sebuah web http://www.kabarsaham.com, yang membahas tentang besarnya perputaran uang di pasar Farmasi. Baca sendiri ya, ini saya Copy pastekan dari webnya.

Perputaran uang di pasar farmasi Indonesia diperkirakan bernilai Rp 40 triliun per tahun. Kondisi ini telah menumbuhkah setidaknya 1.600 perusahaan distributor farmasi nasional dan 30 distributor multinasional yang melayani  250 perusahaan manufakture farmasi

PT Parit Padang Global (SOHO Group Distribution) sebagai  salah satu distributor  ternama di tanah air telah siap menyongsong pasar persaingan bisnis distribusi farmasi  dengan menyediakan sarana penyimpanan berstandar Good Storage Pacties dan Good Distribution Practies sehingga dapat terjaga kualitas produk,  aman, mudah dalam pengiriman dan penyaluran produk. Keberhasilan Parit Padang dikukuhakan dengan diterimanya sertifikasi Good GSDP ( Good Storage and Distribution Pacties)  dari  SGS yang diberikan di Jakarta (25/10) oleh Guy Escarfail, President Director SGS, dan  Marcus Pitt, presdir  Soho Farmasi Group.

Wempie Chandra , Managing Direktor PT Parit Padang Global mengatakan sebagai perusahaan  distribusi produk farmasi  Parit Padang bertanggung jawab untuk pengamanan,  penyimpanan dan pendistribusian sehingga kontrol terhadap kualitas produk harus senantiasa  terjaga.

Sertifikat GSDP yang diperoleh Parit Padang efektif berlaku mulai  20 Agustus  2011 hingga  19 Agustus 2014 dan diberikan untuk pergudangan distribusi dan distribution center (DC) yang berada di Kawasan Industsri Pulo Gadung Jakarta. “Audit kelayakan telah dilakukan sejak 2010 dan kami mampu menjamin konsumen  untuk mendapatkan obat dan bahan baku dengan kualitas yang baik,” ujar Wempie.

SOHO Group Distribution (PT Parit Padang Global) saat ini memiliki 25 kantor  cabang yang tersebat di Jakarta, Jawa Tengah dan jawa timur, Denpsar,  Medan, Pakanbaru, Padang, Jambi, Palembang , Bandar Lampung, Kalimantan dan Sulawesi dengan jumlah titik distribusi sebanyak 90.000 yang terdiri dari Apotik, rumah sakit, klinik, toko obat, pasar modern dan pasar tradisional  di penjuru tanah air . Didukungpula  oleh sistem teknologi informasi (IT) yang handal dan operasional yang efisien dengan tingkat pertumbuhan sebesar 35% per tahun.

Wempie Chandra menambahkan bahwa perusahaan distribusi SOHO Group ini kini sudah masuk lima besar di Indonesia. PT Parit Padang Global  mendistribusikan produk farmasi, yakni resep dokter maupun bebas, produk konsumen maupun alat- alat kesehatan. “Visi kita ke depan adalah menjadi pusat pelayanan distribusi terkemuka,” katanya.

Hal itu, kata Wempie, didukung dengan tersebarnya sebanyak 25 cabang PT Parit Padang Global di seluruh Indonesia. Bahkan rencananya pada September mendatang kita akan membuka cabang lagi di Batam. “Di samping itu, Kini ada sebanyak 8 sales office dari perusahaan ini untuk bisa mendistribusikan produk SOHO Group dari sabang hingga merauke,” kata Wempie.

SOHO Group Distribution (PT Parit Padang Global) saat ini memiliki 25 kantor  cabang yang tersebat di Jakarta, Jawa Tengah dan jawa timur, Denpsar,  Medan, Pakanbaru, Padang, Jambi, Palembang , Bandar Lampung, Kalimantan dan Sulawesi dengan jumlah titik distribusi sebanyak 90.000 yang terdiri dari Apotik, rumah sakit, klinik, toko obat, pasar modern dan pasar tradisional  di penjuru tanah air . Didukungpula  oleh sistem teknologi informasi (IT) yang handal dan operasional yang efisien dengan tingkat pertumbuhan sebesar 35% per tahun.

Soho belum lama ini  memperkuat jaringan distribusi melalui anak perusahaan PT Parit Padang Global, di Jawa Tinur dengan mengoperasikan gudang logistik untuk wilayah Indonesia Timur. Pusat distribusi yang berlokasi di kawasan Rungkut Industri ini menyerap investasi sekitar Rp 50 miliar, dan diharapkan akan ada peningkatan penjualan sekitar 35 persen.

Presdir Soho Group, Marcus Pitt mengatakan, ekspansi tersebut merupakan bukti komitmen dan keseriusan manajemen dalam memberikan layanan distribusi produk agar lebih cepat dan efisien, khususnya untuk menjangkau kawasan Indonesia timur.

Regional Operasional Manager PT Parit Padang Global, Nanik Setyawati menegaskan, gudang logistik itu berada di lahan seluas 1,01 hektare yang akan dimaksimalkan untuk memenuhi layanan bagi delapan cabang wilayah timur Indonesia tersebut. “Total kontribusi wilayah timur terhadap penjualan nasional mencapai 25 persen, potensi ini yang akan dikelola dan ditingkatkan,” kata Nanik

Diakuinya, angka penjualan sejumlah produk yang dikelolanya selama semester I/2011 mengalami peningkatan 35 persen dibanding periode sama tahun lalu. ”Ini sesuai target manajemen, harapannya hingga akhir tahun ini ada peningkatan yang sama untuk produk baik farmasi, kesehatan, peralatan medis dan consumer good itu,” tegasnya.

 

Source :http://www.kabarsaham.com/2011/pasar-uang-farmasi-capai-rp-40-triliun-per-tahun.html