Arsip Tag: false colour

menikmati suasana air terjun jumog

Sudah berapa tahun ya tidak mengunjungi air terjun jumog. Dulu terakhir kali sewaktu ada Makrab FSI 2004 Farmasi UGM, bareng dengan teman2 sekelas. Ya karena penasaran dengan suasana di air terjun ini, kemarin menyempatkan sejenak menikmati air tejun ini.

Karena ingatnya pas Makrab dulu maka jalan yang dilalui pun sama seperti dulu. Parkir di atas lalu menuruni ratusan anak tangga baru sampai di air terjun.

ternyata eh ternyata… sampai di bawah terlihat ada parkiran motor dan mobil… yah, itung-itung olahraga.

Sampai di bawah suasana yang berbeda menyambutku, meski tanaman Paku-pakuaan yang masih tumbuh baik menyambut sesampainya di air terjun, tetapi suasany sangat berbeda. Sekarang banyak warung makan yang menyediakan lesehan di sepanjang aliran sungai di bawah air terjun

DSC_1182DSC_1218DSC_1229DSC_1239DSC_1248

Dapat tempat makan yang bagus buat narsis, dipinggi aliran sungai, dibawah rindangnya pohon paku

DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA
Iklan

main ke Candi cetho

Candi cetho merupakan salah satu candi yang bercorak hindu yang berada di lereng sebelah barat gunung lawu, tepatnya di karanganyar jawatengah. Perjalanan menuju ke candi tersebut cukup mudah karena akses jalan yang sudah lumayan baik. dari arah kota karanganyar melewati jalan ke arah tawangmangu.

Candi cetho searah dengan candi sukuh dan air terjun jumog. Jadi perjalanan wisata kali ini dilakukan dengan mengunjungi salah satu destinasi di ujung timur jawa tengah ini

DCIM101MEDIA
candi cetho

DCIM101MEDIA

 

O iya seperti kebanyakan candi di jateng-DIY sekarang para wisatawan memakai kain sarung, ya mungkin untuk menghormati juga candi yang juga masih sebagai tempat pemujaan.

Di halaman teras kedua terdapat susunan batu yang terhampar di halaman, membentuk gambar seekor garuda terbang dengan sayap membentang. Di punggung garuda terdapat susunan batu yang menggambarkan seekor kura-kura. Tepat di atas kepala garuda terdapat susunan batu berbentuk matahari bersinar, segitiga sama kaki dan Kalacakra (kelamin laki-laki). Di ujung masing-masing sayap garuda terdapat dua bentuk matahari lain.

Garuda adalah burung kendaraan Wisnu yang yang melambangkan dunia atas, sedangkan kura-kura yang merupakan titisan Wisnu merupakan simbol dunia bawah. Kura-kura dianggap binatang sakti yang mampu menyelami samudera untuk mendapatkan air kehidupan (tirta amerta).

DSC_0995DSC_1006DSC_1013DSC_1021DSC_1027DSC_1029DSC_1049DSC_1060DSC_1063

candi cetho mempunyai beberapa teras, seperti gambar garuda dan kura-kura yang berada di teras kedua. Di teras lrbih atas  terdapat bangunan yang beratap. tapi fungsi dan gunanya belum disearching. yang penting jalan2 dulu aja setelah beberapa bulan pakai tongkat, sekarang free. O iya pas mengunjungi candi ini serasa berada dibali karena pemugaran yang dilakukan membuat candi ini serasa di Bali dengan gapura yang menjulang tinggi di depan candi buatan jaman majapahit tersebut.

DSC_0967DSC_0970DSC_0975

Dolan Kawah Putih

Hore hari telah berganti, berarti tujuan berikutnya sudah berganti. Hari keduaku di bandung dilakukan dengan mengunjungi kawah putih di selatan kota bandung. Sempat terbayang nanti berapa banyak tangga yang harus kuturuni dan kunaiki untuk menuju kawah itu. Sempat terbersit di pikiranku apakah kakiku mampu untuk menghadapi medan seperti itu. Tapi yang namanya dolan must go on….

Pernikahan Adikku Rini Budiarti

Tanggal satu oktober ini merupakan hari yang membahagiakan buat adikku rini budiarti, Karena pada hari itu, adikku yang cewek melepaskan masa lajangnya untuk menjadi istri dari pujaan hatinya. Setelah menjalani pacara jarak jauh antara Malang dan cikarang, akhirnya jarak itu bukan menjadi penghalang bagi keduanya untuk bersatu. Adikku selama ini bekerja di Cikarang, sedangkan Didin bekerja di Malang. Sudah berapa kali mereka melewati ratusan kilometer hanya untuk bertemu.

Tanggal 1 oktober itu menjadi awal bagi mereka membina hubungan keluarga. Pagi itu sekitar jam 9 pagi dimulailah rangkaian peristiwa besar bagi hidup rini. Saat dimulainya Ijab Qobul yang dipimpin penghulu. Selamat menempuh Hidup baru buat Rini dan Didin. Semoga menjadi keluarga yang Sakinah

DSC_9534 DSC_9535 DSC_9537 DSC_9545 DSC_9547 DSC_9566 DSC_9574 DSC_9578 DSC_9598 DSC_9606 DSC_9607 DSC_9631 DSC_9633 DSC_9646 DSC_9659 DSC_9671 DSC_9674 DSC_9681 DSC_9684 DSC_9686 DSC_9691 DSC_9693 DSC_9696 DSC_9705 DSC_9710 DSC_9746 DSC_9751

DSC_9793 DSC_9799 DSC_9800

Touring Naik Ke Bromo

Setelah Puas berwisata di kota Batu, Perjalanan dilanjutkan ke Kota Malang, Adikku sudah menanti di Kota malang, Memang rencana kami hari itu 27/12/14, kami ingin naik ke Bromo. Setelah sampai Malang kota, kami menuju ke penginapan adikku di pusat kota, tepatnya di hotel Megawati (promo). Setelah menaruh barang-barang, mandi, tak terasa perutpun lapar. Kami mau makan bakso Cak Man (meski di JCM, Jogja City Mall ada) tetapi kalau merasakan langsung di Malang kan asyik. Begitu keluar kamar…. Hujanpun melanda. Kami menunggu beberapa saat sebelum hujan sedikit mereda. Setelah agak reda, kami memuaskan diri dengan bakso cak Man yang hanya berjarak 200an Meter dari penginapan.

Malam itu hujan sudah reda, Jam 9 an malam perjalanan kami dimulai dari kota malang, ke arah lawang, lalu menuju ke arah penanjakan Bromo, melewati nangkajajar. Perjalanan melewati punggung bukit. Tak terasa hujan karena awan yang menabrak gunung yang kami daki, menemani kami saat melewati jalan di atas pegunungan. Kami Istirahat sebentar di daerah Tosari, sebelum menuju ke Bromo. Tiket masuk baru buka jam 2 pagi

ADI_0023 ADI_0030

Jam 1 an kami tiba di Tosari, Dingin menjerat kami. Setelah loket buka, kami langsung menuju penanjakan. Sebelum naik ke penanjakan, kami menyempatkan diri menghangatkan badan dengan mie dan teh panas di sebuah kedai.

Jam 3 pagi kami sudah tiba di penanjakan. Dingin semakin terasa menembus kulit dan lemakku, gerimis kecil akibat kabut juga makin menambah dinginnya malam. Matahari terbit yang kami nanti dipenanjakan tidak kunjung tiba karena tertutup mendung… Ternyata cuaca tidak bersahabat lagi dengan kami

ADI_0033 ADI_0034 ADI_0038 ADI_0053 ADI_0066 ADI_0069

Setelah gagal melihat matahari terbit dari puncak penanjakan, kami melanjutkan perjalananan ke kawah Bromo.

ADI_0074 ADI_0076 ADI_0078 ADI_0082 ADI_0084

Ternyata Perjalanan menurun ke kawah sungguh luarbiasa, Jalan dengan kemiringan hampir 45 derajat membentang di depan jalan, pantas orang harus pakai mobil jeep atau hardtop untuk menjejakkan kaki di Bromo. tetapi kami hanya pakai motor……

ADI_0086

sampai di bawahpun, perjuangan belum berakhir. untuk sampai kawah kami harus berjalan naik… nanti di atas ada tangga lagi, baru sampai di tepi kawah Bromo

ADI_0088 ADI_0090 ADI_0091 ADI_0095

Butuh tenaga ekstra untuk naik… untung di tangga orang antri untuk naik, sehingga naik satu tangga, berhenti… lalu naik lagi,,, dan berhenti lagi. coba kalau tidak berhenti… pasti nafas sudah senin-kemis… sudah mau copot jantung buat naik… hahahaha. maklum terlalu berat membawa badan

ADI_0104 ADI_0105 ADI_0111

Setelah perjalanan melelahkan…. akhirnya terbayar jua

ADI_0159 ADI_0154 ADI_0149 ADI_0144 ADI_0139 ADI_0132 ADI_0134 ADI_0137

Setelah Puas di atas kami pun turun dan tak lupa masih tetep foto-foto

ADI_0179 ADI_0183 ADI_0185 ADI_0204 ADI_0207 DSC_8778 DSC_8781

Puas di sekitar kawah Bromo, perjalanan dilanjutkan ke bukit teletubies, di sisi lain pasir Bromo

ADI_0247 ADI_0248 ADI_0252 ADI_0255 ADI_0283 ADI_0291 ADI_0306 ADI_0321 DSC_8799 DSC_8811 DSC_8813 DSC_8828

DSC_8832

Puas hari itu menjelajah Bromo… Tapi rasa capek dan kantuk juga menyelimuti, karena semalam tidak tidur. Kami pulang mengambil rute lain, tidak kembali lewat jalur penanjakan, tapi lewat Probolinggo

ADI_0335 ADI_0337 ADI_0338 ADI_0339 ADI_0341

Perjalanan dari Bromo ke Malang Via Probolinggo bisa mencapai 3-4jam perjalanan….. sampai di Pasuruan kami berhenti makan ( pagi, dirapel siang dilanjut makan malam jadi satu). Lumayan buat diet. Sampai Malang langsung ke penginapan dan tepar sampai pagi….

Visualisasi Sengsara Yesus Ala OMK St Theresia Salam

Visualisasi Sengsara Yesus Kristus juga dilakukan oleh teman-teman OMK St Theresia Salam pada peringatan Jumat agung  18 April 2014 ini. Visualisasi Sengsara ini dimulai dengan didera nya Yesus di depan para Imam agung hingga Yesus dijatuhi hukuman Salib. Begitu pedihnya jalan salib yang dilakukan Yesus cukup apik ditampilkan oleh teman-teman muda ini. Selama Perjalanan jalan salib ini begitu banyak hinaan, siksaan yang ditampilkan oleh teman-teman muda untuk menunjukkan betapa pedih Jalan Salib Yesus waktu itu. Tidaklah heran jalan Salib ini membuat beberapa umat yang mengikuti visualisai ini menitikkan air mata.

DSC_6619 DSC_6621 DSC_6623 DSC_6624 DSC_6625 DSC_6626 DSC_6627 DSC_6628 DSC_6629 DSC_6630 DSC_6636 DSC_6638 DSC_6639 DSC_6640 DSC_6641 DSC_6642 DSC_6643 DSC_6647 DSC_6648 DSC_6649 DSC_6651 DSC_6653 DSC_6654 DSC_6659 DSC_6662 DSC_6663 DSC_6664 DSC_6665 DSC_6667

pernikahan Ratna & Nicky

hari ini jumat 28 maret 2014, saudariku Nana menikah dengan pria idaman hatinya image

undangan pernikahan sudah disebar jauh-jauh hari sebelumnya, menunjukkan persiapan dan kemantapan hati mereka untuk membina bahtera rumah tangga sudah matang. Malam itu di sebuah rumah di pinggir jalan godean ada acara hajatan pernikahan.  Jam 8 Malam, ijab qobul diucapkan sang mempelai pria dihadapan penghulu dari KUA Minggir. Dengan mantap sang mempelai Pria mengucapikan ijab qobul, dan dinyatakan syah oleh para saksi.

Selamat buat

Ratna Weny Astuti S. IP

&

Nicky Setyawan S.Si

Semoga Menjadi keluarga sakinah mawadah warrahmah. dan Apa yang telah dipersatukan Tuhan, janganlah diceraikan manusia DSC_6541 DSC_6542 DSC_6543 DSC_6544

 

setelah acara akad nikah pada hari jumat, dilanjutkan dengan acara resepsi yang diselenggarakan di gedung pendapa sasana wiratama moseum Diponegoro yogyakarta pada hari minggu 30 Maret 2014. O iya waktu itu juga bertepatan dengan masa kampanye sehingga selama perjalanan banyak sekali massa salah satu parpol peserta pemilu (waktu itu pas jadwal kampanye PPP). Didepan gedung terdapat sebuah lapangan kecil dan pagi itu juga dijadikan basis berkumpulnya massa sebelum melakukan konvoy, bisa dibayangkan bagaimana kemeriahan pesta pernikahan dipadukan suara gemuruh sepeda motor berlalu lalang dengan knalpot modifikasi….. ]

gak apalah yang penting bisa menikmati hidangan yang disediakan… sekali lagi selamat dan proficiat bagi kedua mempelai

 

 

 

DSC_6582 DSC_6590 DSC_6595 DSC_6597 DSC_6603