Arsip Tag: dolan

Tradisi wayangan sebulan full di bulan ruwah (sya’ban) di Pedan

Satu bulan menjelang bulan ramadhan atau bulan puasa bagi orang jawa dijadikan bulan yang baik untuk mengunjungi makam atau ziarah makam. Bulan sya’ban atau dalam bahasa jawa disebut wulan ruwah memang bulan untuk arwah. Bersih2 makam menjadi tradisi wajib dilanjutkan pengajian atau malah justru menjadi ajang berkumpul saudara. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, kiranya itu yang menjadikan tradisi bulan ruwah berbeda di tiap daerah. Di cepogo boyolali tradisi ruwah seperti bulan idulfitri, makan di tiap rumah sangatblengkap, seperti idul fitri. Orang saling berkunjung di bulan ini.

Lain pula di pedan ini, setiap jadwal nyadran di makam (biasanya bergiliran) ada tradisi menarik. Pagelaran wayang kulit digelar di makam yang menggelar acara ziarah makam atau nyadran

Di setiap acara wayang pasti terdapat keramaian yang luar biasa. Di bulan ini bisa tiap malam tersedia acara wayng kulit dan selalu ramai dengan pengunjung.

Salah satu yang menjadi tujuan saya adalah sate kere, ada kepel gandum, tempe gembus dan jeroan yang harganya murah

Kalau mau melihat pementasan wayang kulit datanglah ke pedan di bulan ruwah, dijamin banyak sekali acara wayang kulit dengan segala citarasa lokal masyarakatnya

Iklan

rafting di sungai elo

hari sabtu saya dan teman-teman perawat icc tulip melakukan rafting di sungai elo, di kabupaten magelang. Rafting ini kebetulan menggunakan provider kampung ulu yang terletak di jalan mayor kusen (jalan raya ke borobudur).

Kami bertemu di kampung ulu jam 8.00 dan sekitar jam 9 kurang petualangan kami dimulai. Starting point dilakukan di sebelah utara jembatan elo (jalan magelang yogya) dan berakhir di selatan candi mendut. Perjalanan yang kami lakukan sepanjang 12 km dengan durasi 2-3 jam.

satu kapal diisi oleh 6 orang dan satu guide. kami menggunakan 7 kapal.DSCN0147

ternyata di sepanjang jalan kami menemukan berbagai hal yang menarik, Mulai dari bidadari yang mandi di tepi sungai (gadis cantik 50 tahun yang lalu), para pemancing, air terjun dan bahkan ada seorang pertapa di bawah jembatan mendut. Jeram di elo ini memang jeram yang hanya untuk hiburan saja, kalau mau jeram yang lebih  bisa dilakukan di progo bawah (padahal ini deket dari rumah starting point nya)DSCN0157DSCN0157DSCN0157

DSCN0163DSCN0166

 

 

mengantar arisan di makam KRT jayaningrat

Hari minggu itu aku mengantar ibu arisan trah, Arisan saat itu bertempat di sebuah pendopo di sebelah makam di daerah srumbung magelang. Arisan trah KRT jayaningrat, mereka menyebutnya demikian, anggota arisan merupakan keturunan KRT jayaningrat, seorang tokoh yang di makamkan di pemakaman yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

Makam itu terletak di daerah kradenan srumbung magelang, entah karena apa dinamakan kradenan, mungkin karena disitu dulunya bermukim para raden (gelar kebangsawanan para keturunan raja mataram). KRT jayaningrat menurut cerita merupakan keturunan dari raja kasultanan yogyakarta Sri sultan Hamengkubuwana yang ke II, yang berdiam di bekas kadipaten remame yang merupakan bagian dari kasultanan yogyakarta.

ADI_3646

sebuah gapura tua akan menyambut kedatangan kita, sebuah gapura dengan tahun 1955 tertulis dibagian atas. usia 63 tahun terlihat jelas dari bentuk fisik gapura yang masih kokoh.

Makam KRT jayaningrat sendiri terbuat dari tumpukan kayu yang juga sudah berusia ratusan tahun

ADI_3652

untuk keturunan dari KRT jayaningrat dimakamkan disekitar makam beliau

ADI_3656

ada sebuah aula kecil di sebelah selatan makam beliau untuk para peziarah yang mengunjungi makam beliau. di sebuah dinding terdapat silsilah dari KRT jayaningrat

ADI_3655

 

 

menikmati suasana air terjun jumog

Sudah berapa tahun ya tidak mengunjungi air terjun jumog. Dulu terakhir kali sewaktu ada Makrab FSI 2004 Farmasi UGM, bareng dengan teman2 sekelas. Ya karena penasaran dengan suasana di air terjun ini, kemarin menyempatkan sejenak menikmati air tejun ini.

Karena ingatnya pas Makrab dulu maka jalan yang dilalui pun sama seperti dulu. Parkir di atas lalu menuruni ratusan anak tangga baru sampai di air terjun.

ternyata eh ternyata… sampai di bawah terlihat ada parkiran motor dan mobil… yah, itung-itung olahraga.

Sampai di bawah suasana yang berbeda menyambutku, meski tanaman Paku-pakuaan yang masih tumbuh baik menyambut sesampainya di air terjun, tetapi suasany sangat berbeda. Sekarang banyak warung makan yang menyediakan lesehan di sepanjang aliran sungai di bawah air terjun

DSC_1182DSC_1218DSC_1229DSC_1239DSC_1248

Dapat tempat makan yang bagus buat narsis, dipinggi aliran sungai, dibawah rindangnya pohon paku

DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA
DCIM101MEDIA

Kediri, Perjalanan Touring hari ke Lima

Setelah mendaki gunung lewati lembah ke puncak Bromo, kami beristirahat di kota malang. Hari selanjutnya, adikku Rini harus kembali ke cikarang dengan kereta pagi. Kami checkout bareng dari hotel megawati di Malang. Rini dan didin menuju stasiun, kami menuju ke Kediri.

Dari malang kami menuju Tulung agung (melewati jalur selatan), lalu menuju Blitar. dari Blitar kami melewati jalan ke arah candi Penataran. Tujuan kami tidak langsung menuju ke Kediri, melainkan ke Kelud. penasaran dengan gunung Kelud saat ini setelah letusan dahsyat di awal 2014. Perjalanan menuju kelud tidak semulus yang diharapkan. Karena mengikuti google maps, kami sempat lewat jalan tanah, dikanan kiri penambangan pasir, bahkan untuk melewati sungai tidak ada jembatan, terpaksa menembus derasnya air pakai motor, untung tinggi air cuma setengah ban vario.

Sekarang suasana kelud sungguh berbeda dengan yang dulu

75512_10200702708839295_444957495_n 299790_10200702694358933_2083984820_n 553181_10200702713839420_24726216_n 535536_10200702692438885_1893476166_n 554961_10200702703479161_717281584_n 524609_10200702712559388_707962648_n

Itu perjalananku di bulan februari 2013 silam, sekarang Gunung kelud sudah banyak berubah

ADI_0409 ADI_0400 ADI_0399 ADI_0394 ADI_0393 ADI_0370 ADI_0372 ADI_0376 ADI_0377 ADI_0386 ADI_0345 ADI_0348 ADI_0355 ADI_0368

Untuk Bisa sampai atas kita harus berjalan menanjak, Parkiran atas hilang, bahkan air panas di bawah pun hilang, sayang sekali, padahal air panas di kelud luar biasa. Kita tidak bisa mendekat ke arah kawah lagi, tidak seperti dulu.

Setelah puas di kelud, perjalanan dilanjutkan ke penginapan di dekat alun-alun kediri, di Hotel Bismo. Setelah mandi, kami pergi ke simpang lima gumul

ADI_0428 ADI_0431 ADI_0433 ADI_0442 ADI_0473 ADI_0482 ADI_0485 ADI_0486 ADI_0490 ADI_0492 ADI_0494 ADI_0498 ADI_0503 ADI_0506

O iya di kediri terdapat juga Goa Maria yang sayang untuk dilewatkan, terletak di sebelah barat kota kediri, berdiri goa Maria Lourdes Puh sarang

ADI_0510 ADI_0513 ADI_0528 ADI_0539 ADI_0546

Touring Naik Ke Bromo

Setelah Puas berwisata di kota Batu, Perjalanan dilanjutkan ke Kota Malang, Adikku sudah menanti di Kota malang, Memang rencana kami hari itu 27/12/14, kami ingin naik ke Bromo. Setelah sampai Malang kota, kami menuju ke penginapan adikku di pusat kota, tepatnya di hotel Megawati (promo). Setelah menaruh barang-barang, mandi, tak terasa perutpun lapar. Kami mau makan bakso Cak Man (meski di JCM, Jogja City Mall ada) tetapi kalau merasakan langsung di Malang kan asyik. Begitu keluar kamar…. Hujanpun melanda. Kami menunggu beberapa saat sebelum hujan sedikit mereda. Setelah agak reda, kami memuaskan diri dengan bakso cak Man yang hanya berjarak 200an Meter dari penginapan.

Malam itu hujan sudah reda, Jam 9 an malam perjalanan kami dimulai dari kota malang, ke arah lawang, lalu menuju ke arah penanjakan Bromo, melewati nangkajajar. Perjalanan melewati punggung bukit. Tak terasa hujan karena awan yang menabrak gunung yang kami daki, menemani kami saat melewati jalan di atas pegunungan. Kami Istirahat sebentar di daerah Tosari, sebelum menuju ke Bromo. Tiket masuk baru buka jam 2 pagi

ADI_0023 ADI_0030

Jam 1 an kami tiba di Tosari, Dingin menjerat kami. Setelah loket buka, kami langsung menuju penanjakan. Sebelum naik ke penanjakan, kami menyempatkan diri menghangatkan badan dengan mie dan teh panas di sebuah kedai.

Jam 3 pagi kami sudah tiba di penanjakan. Dingin semakin terasa menembus kulit dan lemakku, gerimis kecil akibat kabut juga makin menambah dinginnya malam. Matahari terbit yang kami nanti dipenanjakan tidak kunjung tiba karena tertutup mendung… Ternyata cuaca tidak bersahabat lagi dengan kami

ADI_0033 ADI_0034 ADI_0038 ADI_0053 ADI_0066 ADI_0069

Setelah gagal melihat matahari terbit dari puncak penanjakan, kami melanjutkan perjalananan ke kawah Bromo.

ADI_0074 ADI_0076 ADI_0078 ADI_0082 ADI_0084

Ternyata Perjalanan menurun ke kawah sungguh luarbiasa, Jalan dengan kemiringan hampir 45 derajat membentang di depan jalan, pantas orang harus pakai mobil jeep atau hardtop untuk menjejakkan kaki di Bromo. tetapi kami hanya pakai motor……

ADI_0086

sampai di bawahpun, perjuangan belum berakhir. untuk sampai kawah kami harus berjalan naik… nanti di atas ada tangga lagi, baru sampai di tepi kawah Bromo

ADI_0088 ADI_0090 ADI_0091 ADI_0095

Butuh tenaga ekstra untuk naik… untung di tangga orang antri untuk naik, sehingga naik satu tangga, berhenti… lalu naik lagi,,, dan berhenti lagi. coba kalau tidak berhenti… pasti nafas sudah senin-kemis… sudah mau copot jantung buat naik… hahahaha. maklum terlalu berat membawa badan

ADI_0104 ADI_0105 ADI_0111

Setelah perjalanan melelahkan…. akhirnya terbayar jua

ADI_0159 ADI_0154 ADI_0149 ADI_0144 ADI_0139 ADI_0132 ADI_0134 ADI_0137

Setelah Puas di atas kami pun turun dan tak lupa masih tetep foto-foto

ADI_0179 ADI_0183 ADI_0185 ADI_0204 ADI_0207 DSC_8778 DSC_8781

Puas di sekitar kawah Bromo, perjalanan dilanjutkan ke bukit teletubies, di sisi lain pasir Bromo

ADI_0247 ADI_0248 ADI_0252 ADI_0255 ADI_0283 ADI_0291 ADI_0306 ADI_0321 DSC_8799 DSC_8811 DSC_8813 DSC_8828

DSC_8832

Puas hari itu menjelajah Bromo… Tapi rasa capek dan kantuk juga menyelimuti, karena semalam tidak tidur. Kami pulang mengambil rute lain, tidak kembali lewat jalur penanjakan, tapi lewat Probolinggo

ADI_0335 ADI_0337 ADI_0338 ADI_0339 ADI_0341

Perjalanan dari Bromo ke Malang Via Probolinggo bisa mencapai 3-4jam perjalanan….. sampai di Pasuruan kami berhenti makan ( pagi, dirapel siang dilanjut makan malam jadi satu). Lumayan buat diet. Sampai Malang langsung ke penginapan dan tepar sampai pagi….

wisata ke Pulau Pari

pulau pari merupakan salah satu pulau di kepulauan seribu. Pulau ini berada di kecamatan kep Seribu Selatan. Untuk menuju pulau ini dapat dilakukan dengan kapal kayu dari pelabuhan muara angke. Perjalanan dari pelabuhan muara angke memakan waktu sepanjang 2 jam.

ADI_5952 DSC_7913 DSC_7914 DSC_7923 DSC_7924 DSC_7936 DSC_7938 DSC_7958 DSC_8003 DSC_8029 DSCN1692 DSCN1724 DSCN1745 DSCN1777 DSCN1795

ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi selama di Pulau pari, diantaranya adalah pantai LIPI , Pantai Perawan, Daerah sekitar dermaga. O iya disekitar pulau pari terdapat beberapa spot untuk snorkling.

selain snorkling, kegiatan yang bisa dilakukan adalah bersepeda keliling pulau, banana boat. Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, tidak heran pulau pari menjadi alternatif wisata untuk melepaskan penat dan keluar sejenak dari rutinitas kantor dan kesibukan kota yang menjemukkan.

ADI_6028 ADI_6081 ADI_6095 ADI_6097 ADI_6145 ADI_6147 ADI_6149 ADI_6259 ADI_6260 ADI_6303 ADI_6347 ADI_6350 ADI_6398 ADI_6404 ADI_6456 ADI_6459 ADI_6497 ADI_6498 ADI_6538 ADI_6558