Arsip Tag: difabel

Sudahkah gereja ramah pada difabel

Pada peringatan jumat Agung di wilayah sg timur Ngluwar, paroki st theresia Salam magelang, dipimpin oleh seorang romo bernama romo Bambang Murti Pr,

Romo Bambang merupakan seorang difabel dengan menggunakan kursi roda sehingga diperlukan jalan yang khusus untuk kursi roda, sebab kapel ini merupakan kapel tua.

Meskipun sudah beberapa kali renovasi, terakhir hanya rehap bagian atap, ternyata kapel ini belum juga menjadi kapel yang ramah bagi difabel.

Meskipun lantai sudah tidak setinggi dulu, ternyata lantai yang berundak-undak menyebabkan kursi roda tidak leluasa

Pada bagian altar juga akses belum ada, hal ini karena imam jarang atau mungkin tidak ada yang difabel saat memimpin misa. Tetapi romo bambang pr masih tetap setia menjalani panggilan ditengah keterbatasan.

Mungkin itu sekelumit kisah sebuah gereja kecil di perbatasan magelang jogjakarta. Mungkin masih banyak lagi gereja yang juga demikian, tidak punya akses untuk difabel

Kalau gereja besar mungkin sudah umum ada jalur khusus difabel. Tapi bagaimana gerja lain? Sudah ramahkah pada difabel

Iklan

Difabel.3.. Kisah Pak Joko

          Tidak Ada yang aneh bagi lelaki paruh baya ini, sekilas lelaki ini tampak normal dan gagah, Begitulah sosok yang dikenal dengan nama Pak joko ini. Memang lelaki yang yang hidup di selatan kota Bantul, Yogyakarta, lebih tepatnya di kecamatan Bambanglipuro ini  mempunyai perawakan yang biasa, tetapi dibalik itu sbenarnya ia adalah seorang difabel, Beliau menderita Polio sejak Usia 3 tahun.  Penyakit itu membuat pertumbuhan salah satu tangan dan kakinya tidak seperti tangan yang lain. Tangan kirinya lebih kecil dari tangan kanan.

           Beliau bercerita bahwa Ia tidak merasa ada hambatan dengan perbedaan itu, Setelah menamatkan sekolah, ia baru merasakan bahwa perbedaan itu membawa sedikit masalah dalam pekerjaannya.  Ia Sehari-hari memelihara itik dalam bahasa jawanya “angon bebek”. Pernah Beliau bekerja sebagai pembantu tukang bangunan, tetapi keterbatasan fisiknya lah yang membuat pak joko ini merasa berat untuk melaukan pekerjaan fisik. “kalau angon bebek sih masih bisa, meskipun kaki saya ini yang satu lebih kecil dari yang lain, tetapi kalau buat lari masih bisa” tutur pak Joko.

           Sekarang pak joko ini sedang mengembangkan usaha barunya yaitu menetaskan telur itik.  Usaha yang ditekuni beberapa bulan terakhir. beliaua mengatakan kalau telur itik di jual kan cuma Rp1500,- sedangkan kalau ditetaskan bisa mencapai Rp 3500,- untuk yang jantan dan Rp5000,- untuk yang betina perekornya. Jika menetaskan  sekitar 150 telur kan sekitar 500 rb perbulan bisa ditangan, tambah beliau.

Sosok lelaki yang rambutnya sudah beruban ini  mempunyai ternak itik juga yang akan menjamin supply telur yang ada embrionya, karena di ternaknya diberi beberapa pejantan yang akan menjamin telurnya tersebut terbuahi. Jika mengambil telur dari luar belum tentu akan mempunyai embrio semua,karena biasanya pejantan hanya 1 atau 2 ekor saja.

                    biasanya beliau sudah dapat tahu dalam 24 jam setelah dimasukkan kedalam alat pemanas, telur mana saja yang akan dapat menghasilkan itik, jika tidak telur tersebuat akan dijual , jadi tidak ada yang tebuang percuma.

           saat ini beliau mempunyai 2 alat penetasan itik sendiri, dan bercita-cita ingin punya 10 alat penetas, sehingga panen bisa cepat dan income yang didapat bisa lebih cepat.  Saat ini  sudah ada perusahaan yang bersedia menampung hasil penetasan itik dari pak Joko ini berapapun yang dihasilkan… hmmm luar biasa, oh iya ini satu-satunya penetas telur di desanya lho….

          Nanti kalau laku dijual, uangnya untuk makan sehari-hari dan sisanya untuk membuat alat penetas lagi. Ternyata alat penetas itu adalah buatannya sendiri, beliau belajar membuat alat penetas dengan cara mencontek alat penetas milik temannya. Ada dua lagi alat penetas yang hampir jadi di rumahnya, cuma tinggal menunggu thermostat untuk menjada suhu konstan. Uang sebelumnya ia pergunakan untuk menaikkan daya listrik di rumahnya dulu.

          Memang sosok pria yang luar biasa, ditengah keterbatasan yang ia miliki justru ada ketidakbatasan dalam hal kreatifitas dan ide serta semangat yang luarbiasa. Meskipun Ia adalah difabel, tetapi mampu berkarya seperti orang normal, mungkin lebih. Beliau mampu membuat alat penetas telur hanya dengan melihat contoh dan tidak belajr teori dahulu.

          Akhirnya waktu jualah yang memaksa kami untuk berhenti menggali informasi dari beliau. Kami harus melanjutkan kegiatan kami, dan terima kasih sudah berkenalan dengan pak Joko, sosok yang inspiratif bagiku

semiloka Difabel… 2

          Paradigma telah berubah, penghalusan kata, perubahan pemimpin, negara sudah mulai peduli, itulah ungkapan yang dilontarkan teman-teman saat menanggapi perubahan kata dari penderita cacat ke penyandang cacat lalu berubah lagi menjadi difabel. banyak hal yang diungkapakn teman-teman bagi difabel.

          

Apa sih difabel itu??

kalau dari bahasa inggri  adanya Disable… difabel sendiri merupakan adaptasi dari bahasa inggris yaitu different dan kata ability, yang artinya mempunyai kemampuan yang berbeda.

Klasifikasi Internasional Penurunan, Cacat dan Handicaps (ICIDH), menyediakan sebuah kerangka kerja konseptual untuk cacat yang digambarkan dalam tiga dimensi-gangguan cacat, dan cacat:

Penurunan (Impairment): Dalam konteks pengalaman penurunan kesehatan adalah setiap kehilangan atau  kelainan psikologis, struktur fisiologis atau anatomi atau fungsi. Penurunan isconsidered terjadi pada tingkat organ atau fungsi sistem. Cacat ini berkaitan dengan kinerja fungsional atau aktivitas, mempengaruhi seluruh orang.

Cacat (disability): Dalam konteks pengalaman kesehatan cacat adalah setiap pembatasan atau kekurangan (akibat dari penurunan sebuah) kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan dengan cara atau dalam kisaran dianggap normal untuk manusia.

Handicap: Dalam konteks pengalaman kesehatan cacat merupakan kerugian bagi individu tertentu, akibat dari kekurangan atau cacat, yang membatasi atau mencegah pemenuhan peranan yang normal (tergantung pada usia, jenis kelamin, dan faktor sosial dan budaya ) untuk individu tersebut.

UU No. 4/1997 tentang Penyandang Cacat: Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan secara selayaknya.

UU No.19 TAHUN 2011  Tentang pengesahan CRPD, yang kemudian diturunkan dalam UU tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas: Penyandang disabilitas adalah mereka yang mempunyai kelainan fisik, mental dan intelektual, atau sensorik secara permanen yang dalam interaksinya dengan berbagai hambatan dapat merintangi partisipasi mereka dalam masyarakat  secara penuh dan efektif berdasarkan pada asas kesetaraan dengan orang lain.

Difabel; Kata ini diharapkan mampu merubah image yang selama ini dilekatkan pada penyandang cacat. Selain itu kata Difabel juga diharapkan menjadi titik awal (starting point) bagi para penyandang cacat untuk memperjuangkan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Cara pandang terhadap difabel telah berevolusi sejak 3 dekade terakhir, dimulai dengan Moral Model; Medical model; Civil right Model; dan social Model. Moral model merupakan cara pandang lama, yang menganggap disabilitas merupakan sebuah karma dan merupakan balasan dari dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya.

           Pada Medical Model, Memandang difabel sebagai orang sakit.Model ini mendefinisikan difabel sebagai sebuah kelemahan fisik dan mental. Tenaga medis adalah kelompok yang memiliki kekuasaan dalam menentukan keputusan dan kebijakan atas hidup difabel.
Civil Right Model Memandang difabel sebagai individu yang setara dengan masyarakat lain.Dalam model ini, masalah dasar difabel adalah diskriminasi, prejudice (prasangka), dan pengingkaran terhadap hak dasarnya.
Sedangkan Social model Model ini melihat difabel sebagai persoalan sosial yang menyangkut masalah sistem ekonomi, kebijakan, dan prioritas terhadap distribusi sumberdaya, soal kemiskinan, pengangguran, budaya, Masalah dasar yang dihadapi dalam model ini adalah rendahnya pengakuan atau penerimaan masyarakat terhadap keberadaan difabel sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat.

Selain itu masyarakat juga memiliki kesadaran terhadap eksistensi terkait difabel antara lain adalah kesdaran magis (berdasarkan hukum alam), Kesadaran Naif (manusia sebagai akar masalah) dan kesadaran Kritis (sebagai korban dari struktur sosial budaya).

 

Sumber: Yanuar,A., 2012, Difabel, pada semiloka  RBM sebagai sebuah strategi pemberdayaan Difabel, KARINAKAS, Yogyakarta

jalur kuning di Malioboro

          Pernahkah teman-teman mengunjungi Malioboro, yang merupakan salah satu tempat daya tarik di Yogyakarta. Tempatnya yang dekat Keraton, Pusat pemerintahan, bahkan jalan ini dibatasi Stasiun Besar Yogyakarta di sebelah utaranya menjadikan tempat ini salah satu destinasi favourite di kota gudeg ini.

          Malioboro memberikan sejuta pesona bagi yang pernah mengunjungi tempat ini. Banyak toko-toko berdiri di kanan dan kiri jalan Malioboro ini dan para pedagang kaki lima yang berada di emper-emper toko kian menambah semarak dan padatnya destinasi wisata ini.

              Pernahkah melihat ke jalanan disekitar malioboro? pastinya jarang dan tidak pernah melihatnya. gambar diatas berada di jalan mangkubumi, disebelah utara stasiun besar Yogyakarta.  di jalan tersebut ada sebuah garis kuning panjang…

demikian juga disamping jalan Malioboro, disela-sela parkiran motor samping jalan malioboro pun ada jalur kuning ini…

didepan gedung Agungpun ada sebuah garis kuning yang membujur disepanjang trotoar

masuk ke dalam benteng Vrederburg juga terdapat jalur kuning ini

            Bahkan di Depan toko, di antara pada pedagang kaki lima pun ada sebuah jalur kuning ini. Pernahkah kita memperhatikan ini? dan apa fungsi dari jalur kuning ini. mungkin diantara kita sudah tahu, Tetapi banyak yang belum mengetahui.

jawabannya adalah

jalur kuning ini diperuntukkan bagi teman-teman kita yang tidak dapat melihat. dengan mengikuti jalur ini, tema-eman tersebut dapat berjalan tanpa harus takut kesasar/tersesat karena jalur tersebut membentang dari jalan mangkubumi, Jalan Malioboro, Kawasan Nol Km jogja bahkan sampai dengan taman pintar di depan Bank Indonesia. Jalur tersebut dibuat berbeda dengan jalur yang lain dengan alur yang menonjol sehingga membantu teman-teman yang tidak dapat melihat untuk dapat merasakan jalur tersebut. Setiap ada belokan maupun persimpangan jalan ada motif dari jalur yang berbeda seperti motifnya titik-titik jika ada persimpangan dengan jalan. Sungguh  tempat wisata yang dibuat juga nyaman bagi teman-teman dengan kesulitan penglihatan.

          Tapi ternyata yang tidak menghargai adalah kita sendiri dan orang-orang yang tidak mengetahui fungsi dan pentingnya jalur ini. Seperti kebanyakan jalur kuning ini menjadi tempat parkir motor dan menghalangi jalur khusus ini.

yah mungkin kita lebih sadar dan mau menghargai hak orang lain juga..