Arsip Tag: candi

Candi ratu Boko

Salah satu candi di yogyakarta dengan view yang indah adalah Candi ratu Boko. Ratu boko sendiri diambil dari legenda roro jongrang, dimana ratu Boko adalah ayah dari Roro Jongrang. Kompleks istana ini didirikan di atas sebuah bukit, sehingga dari atas dapat terlihat kota yogya maupun candi prambanan. Candi yang satu ini terletak di sebuah bukit, sekitar 3 km dari Candi Prambanan, dan 19 km dari kota Yogyakarta Luasnya kurang lebih 16 ha, yang mencakup dua desa di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dawung dan Sambirejo.  para pengunjung biasanya ditawari tiket terusan dari Candi Prambanan dan Ratu Boko (ada shuttle bus yang mengantar pengunjung).

Setelah mengunjungi candi barong, perjalanan kali ini menuju ke candi ratu Boko. Meski Candi ini terletak di perbukitan di pinggir jalan Prambanan Piyungan, tetapi ada jalur yang sedikit memutar bila menginginkan kendaraan sampai di parkiran di atas bukit, sehingga tidak perlu berjalan menanjak.

candi Boko
candi Boko False colour
di depan gapura candi boko
candi Boko False colour
candi Boko
candi Boko in False colour photo
candi Boko in False colour photo
candi Boko in False colour photo
aku dan bruth
candi Boko in False colour photo
aku di depan candi boko
candi Boko in False colour photo
DSC_5663
candi Boko in False colour photo
DSC_5664
candi Boko in False colour photo
DSC_5667
candi Boko in False colour photo
DSC_5668
candi Boko in False colour photo
DSC_5669
candi Boko in False colour photo
DSC_5670
candi Boko in False colour photo
DSC_5671
candi Boko in False colour photo
DSC_5672
candi Boko in False colour photo
DSC_5680
candi Boko in False colour photo
candi boko false colour
candi Boko in False colour photo

candi Boko False colour

false colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
bruthea false colour
candi Boko in False colour photo
DSC_5709
candi Boko in False colour photo
DSC_5712
candi Boko in False colour photo
DSC_5718
candi Boko in False colour photo
DSC_5719
candi Boko in False colour photo
DSC_5730
candi Boko in False colour photo
DSC_5741
candi Boko in False colour photo
DSC_5748
candi Boko in False colour photo
DSC_5751
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo
DSC_5762
candi Boko in False colour photo
candi Boko False colour
candi Boko in False colour photo

Iklan

candi Barong

Candi Barong merupakan salah satu candi hindhu yang berada di daerah yogyakarta. Candi ini berada diatas perbukitan, di sebelah selatan candi Ratu boko. Bentuk candi ini cukup berbeda dengan candi hindu kebanyakan yang memusat di tengah, seperti candi prambanan, atau candi ijo yang mempunyai candi pendamping /perwara di bagian depan candi induk. Candi ini memusat ke belakang dengan bagian depan candi seperti sebuah pelataran.
Untuk menuju tempat ini, dari arah Prambanan, belok ke arah candi ratu boko. Setelah melewati rel ada jalan kecil belok ke kiri. ada perempatan belok ke kanan ke arah pegunungan. Jalan Cukup menanjak dan letak candi berada di pinggir jalan.
O iya belum dikenakan tiket untuk memasuki candi ini, hanya wajib mengisi buku tamu.
DSC_5574

DSC_5575

DSC_5576

DSC_5580

DSC_5583

DSC_5588

DSC_5596

DSC_5600

DSC_5601

DSC_5612

DSC_5614

DSC_5619

DSC_5624

DSC_5629

wisata ke candi tertinggi di yogya, candi Ijo

Setelah beberapa hari sebelumnya menunjungi candi abang (merah), kali ini tujuannya adalah candi Ijo (hijau) kayak lampu merah saja ada merah dan hijau. Candi Ijo merupakan candi hindu yang letaknya paling tinggi dibandingkan dengan candi-candi lain yang berada di yogyakarta.

Candi Ijo sendiri terdapat candi induk yang didalamnya terdapat simbol lingga dan Yoni. Dan terdapat tiga candi perwara di bagian depan candi. Pada candi bagian tengah terdapat arca lembu yang merupakan simbol kendaraan dewa Syiwa.

Disekitar candi induk juga terdapat reruntuhan batu, Bahkan disebelah bawah juga terdapat reruntuhan candi, kemungkina ini merupakan sebuah kompleks candi

Jalan menuju candi ijo cukup mudah, dibandingkan saat menuju candi Abang. Jalan beraspal sudah sampai di pinggir candi. Jika dari arah jogja, nanti belok kanan di lampu merah prambanan, nanti setelah melewati candi boko lurus lagi, nanti ada plang arah candi ijo ke arah kiri, Ikuti jalan asapal kecil itu, nanti ada pertigaan lagi belok kiri ke arah jalan menanjuak. O iya kita wajib mengisi buku tamu saat ingin memasuki kompleks candi ini (gratis lho0).Lingga dan yoni di dalam candi induk candi induk salah satu candi perwara candi perwara tengah di depan candi candi ijo DSC_5339

 

candi abang

hmmm… candi abang, itulah tujuan hunting foto kami selanjutnya. Candi abang berada diatas sebuah bukit di selatan prambanan. Candi Abang (merah dalam bahasa Indonesia) tebuat dari batu bata sehingga disebut candi abang, Aneh juga ya candi yang terbuat dari batu-bata untuk daerah yogya dan sekitarnya, yang umumnya tebuat dari batu. Candi ini adalah candi hindu.

Letaknya yang di atas bukit membuat candi ini sedikit tersembunyi, dan didukung dengan akses jalan yang sulit untuk mencapai candi ini membuat candi ini kurang terdengar.  Waktu musim hujan seperti ini membuat medan jalan menuju ke sana semakin sulit. motor harus terseok-seok di jalan karena jalanan licin sehabis hujan. Karena motorku sudah tua, akhirnya motor ku tinggal saja di tengah jalan dan memutuskan untuk berjalan kaki.

Sampai di sana terlihat hanya gundukan seperti bukit teletubies…. candinya terkubur dibawah gundukan tanah tersebut. Karena tidak banyak pengunjung, area sekitar candi pun dimanfaatkan sebagai ladang penggembalaan kambing (hati-hati melangkah, banyak kotorannya.. hahahaha)

candi abangkeren lah buat foto-foto

candi abang
candi abang
candi abang
candi abang
candi abang
candi abang

DSC_5165

candi sambisari Yogyakarta, candi yang menjadi memori masa lalu

Dulu waktu aku dan adik-adikku masih kecil, aku pernah diajak mengunjungi sebuah candi oleh almarhum Bapakku, Dulu dikasih tahunya candi pendem, karena memang letaknya lebih rendah daripada daerah sekitarnya. candi ini pernah hilang ditelan oleh bumi dan akhirnya berhasil di gali kembali. Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung di zaman Kerajaan Mataram Kuno. (wikipedia)

Puluhan tahun aku mencari keberadaan candi tersebut (lebay.com), karena tidak tahu nama candi tersebut. Sekarang ternyata candi itu terletak dekat dengan tempatku mencari sesuap nasi. Tempat daerah itu sambi sari yang diabadikan menjadi nama candi tersebut (dulu tahunya candi pendem ..hehehe)

Memasuki candi itu memori masa kecil teringat lagi, saat kami masih kecil bermasin di candi tersebut, bersama almarhum bapak. Hmmm suasana masa kecil yang indah. Dulu waktu masih kecil, tangga menuju candi tersebut yang menjadi patokan, masih ingat betul suasana sekitar candi itu.

Sekarang aku ke sana lagi, tanpa adik-adikku, tanpa bapak yang dulu mengajak kami ke tempat ini pertama kali. Ternyata sejak kecil sudah sering diajak berpetualang ya aku dan adikku, makany sekarang sukanya keluyuran…..

DSC_4949 DSC_4941 DSC_4939 ADD_0457 ADD_0439 ADD_0503  ADD_0425 ADD_0433

ADD_0531 candi sambisaricandi pendem,

Dieng, Surga di atas awan…

Dataran tinggi dieng merupakan salah satu tempat wisata yang berada di provinsi jawa tengah. kawasan dataran tinggi dieng berada dalam wilayah 5 kabupaten  yaitu batang, kendal, temanggung, wonosobo, dan banjarnegara. Untuk dapat mencapai datran tinggi dieng dapat ditempuh dari arah Wonosobo, Batang maupun Banjarnegara.

Dataran tinggi ini berada 2000 meter di atas permukaan laut.  dieng  berasal dari bahasa sansekerta  “dhiyang”  yang berarti tempat bersemayamnya para dewa. Keberadaan dieng sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya candi-candi hindu yang dipersembahkan kepada dewa shiwa ini diperkirakan dibangun pada masa dinasti Sanjaya sekitar abad ke 8.

Dataran tinggi dieng terbentuk dari amblesnya gunung api tua yaitu gunung Prau oleh patahan yang berarah barat lau dan tenggara, sehingga dari amblesnya gunung api tua tersebut  membentuk  gunung alang, nagasari, panglimunan, pangonan, pakuwaja, gajah mungkur. Sampai saat ini keaktifan gunung api masih dapat ditemui di beberapa kawah vulkanik di dataran tinggi dieng.

Karena berada di ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, mengakibatkan suhu di dataran tinggi dieng ini cukup dingin, bahkan saat juli hingga agustus, pagi hari di dieng dapat mencapai titik beku.

Tetapi terlepas dari kondisi vulkanik dan  suhu tersebut, dieng mempunyai banyak sekali tepat wisata yang cukup menarik, yang cukup terkenal di sana adalah  d kawah sikidang, kompleks candi arjuna,  dan telaga warna. Tetapi masih ada banyak sekali obyek wisata disana, bahkan terdapat air terjun juga.

Disekitar telaga warna akan tercium bau busuk yang di akibatkan adanya semburan sulfur yang ada di sekitar telaga.

Pagi itu tanggal 24 nov 2012, pagi-pagi aku dan adikku sudah memacu perjalananku menuju ke arah wonosobo. Jam 7 aku berangkat dari rumah dengan sepeda motor bututku. Perjalanan dari rumah melewati borobudur, salaman-kepil- sapuran- kretek- wonosobo dan naik ke arah dieng. jarak kota wonosobo dan dieng  cuma 30 km, tetapi karena jalan menanjak dan motor sudah tua, jadi perjalanan ditempuh dalam waktu kutang lebih 3/4 jam atau sekitar 45 menit.

Karena berat aku dan adikku mendekati 2 kuintal, maka sepeda Motorku selama perjalanan serasa meraung-raung sempoyongan. Karena tidak mau ketahuan orang kalau sepeda motorku kehabisan tenaga saat jalan menanjak, maka kami  berdua seolah-olah menikmati indahnya suasana selama perjalanan dengan berjalan pelan (maklum pakai gigi 1 dan kecepatan maksimum 20km/jam). Tetapi memang tidak dapat dipungkiri bahwa pemandangan sekitar sangat menakjubkan, bahkan tak segan untuk berhenti dan foto2 (narsis).

Yang paling tidak enak adalah saat di belakang bus, mau menyalip, motor tidak kuat, tapi saat bus berhenti, tenaga mesin motor langsung turun dan harus bersusah payah untuk melaju naik.

Setelah perjalanan hampir 2,5 jam dari Rumah, rasa itu terobati dengan pemandangan indah di  sekitar dieng…. Duh jadi ingat jaman masih kuliah saat bareng-bareng teman ke sini….

Rasa itu….

          Entah kenapa pagi ini hatiku merasa gelisah ya.. mungkin karena masalah kemarin yang baru saja kualami. aku membuat marah temanku hingga akhirnya dia sampai sms aku supaya aku jangan telpon atau sms dia selamanya.  yah mungkin itu hal biasa bagi orang lain, tetapi aku merasa bersalah hingga membuatnya begitu marah, yah mungkin karena kebodohanku ya.

         Rasa tidak nyaman itu semakin menggelayut di pikiranku.. sial… padahal hari ini aku harus ikut ujian.. bahkan untuk yang keempat kalinya. hari ini ada 2 ujian, semalaman aku masih merasa bersalah sehingga aku tidak fokus ke ujian. Berat harus menghadapi 2 ujian dengan rasa yang tidak nyaman.  Aku sengaja berangkat lebih lambat dari hari ujian biasanya, Aku ingin begitu sampai kampus langsung masuk ruang ujian dan mengerjakan lalu keluar. Begitu memasuki kampus, kulihat beberapa teman duduk-duduk di teras sambil membaca buku yang akan diujikan nanti.

          Begitu memakirkan sepeda motor bututku aku melangkah menuju depan ruang ujian. Masih 30 menit lagi sebelum ujian dimulai, akupun menyempatkan diri ikut nimbrung dengan teman-teman, mencoba belajar ditengah pikiran yang nggak karuan ini. Kulihat beberapa teman yang pandai-pandai pun mengulang mata kuliah ini, ah berarti aku nggak yang terbodoh, pikirku.

         Beberapa teman hafalannya sangat bagus dan mampu menghafal materi kuliah itu, aku memang dari SMA sudah malas menghafal. Aku cuma mendengarkan temanku, siapa tahu ada sedikit yang bisa kuingat nanti saat mengerjakan. Ujian kali ini ada dari 2 dosen, satu dosen biasanya openbook, jadi aku malas belajar materi dosen ini. Begitu mengerjakan ternyata dua-duanya closed book.. matilah aku, ya kukerjakan sebisaku… aku keluar lebih awal karena sudah pusing… biarlah, kan aku dah dapat nilai B untuk matakuliah ini.

          Setelah ujian aku langsung menuju ke ruang profesi untuk melihat pengumuman hasil ujian  satunya… oh.. ternyata sudah dapat nilai A, yang artinya aku tidak harus mengulang untuk yang keempatkalinya. Mendung menggantung di angkasa, pasti akan hujan seperti hari sebelumnya, sebaiknya aku pulang lebih awal, toh ujian yang berikutnya sudah tidak mengulang.  Perasaan raguku kembali datang, rasa tidak nyaman dihati yang sedikit terobati oleh ujian tadi kini kembali. Aku ingin mengadu… tapi pada siapa?

         Siapa ya yang bisa jadi curahan rasa tidak nyaman ini… tiba-tiba aku teringat ganjuran, triningsih. Aku harus ke mana, jarak dua tempat itu sangat jauh dari rumah, mendung juga kian menggantung, kalau hujan bagaimana? ku ambil motor dan ku melaju keluar dari kampus. Aku masih berfikir apa aku pulang saja toh langit mendung. Rasa  tidak nyaman itu yang memaksa aku harus pergi ke salah satu tempat itu. Tapi yang mana? ke ganjuran sedang ada persiapan buat acara besar esok, pasti akan ramai, pikirku. Ya nggak ada jalan, akhirnya ku putuskan harus pergi ke salah satu tempat itu. Sebelum ke sana aku mampir membeli lilin dan dupa (ini kan malem jumat, bisa buat nakut2in orang).

          Akhirnya kuputuskan ke ganjuran.. meskipun jauh, tapi beberapa waktu sebelumnya aku sering lewat sana untuk melakukan Praktek Kerja di salah satu puskesmas di sana. Perjalanan sambil merasakan tidak nyaman di hati itu sungguh tidak enak, tidak bisa menikmati suasana Jogja. Sesampai di ganjuran kupakirkan motor dan mulai aku berjalan menuju sebuah candi di ganjuran. Namanya Hati Kudus Tuhan Yesus  Ganjuran. mungkin aku lama tidak pernah berdoa secara personal, maka aku dituntun ke sini.

           Kuluapkan saja perasaanku di sana, siapa tahu aku bisa sedikit merasa lega, apalagi  aku percaya bahwa Allah akan mendengarnya. Aku banyak sekali berkeluh kesah, marah, dan segala macam rasa kutumpahkan. “Tuhan… ampunilah kesalahanku… jangan biarkan kesalahanku itu menghancurkan apa yang sudah terbangun…… ” kusesali kesalahanku itu. semoga aku makin menjadi dewasa dan bijaksana…..

           setelah selesai dengan keluh kesahku itu aku berdiam sejenak dan ku keluarkan kamera sambil mengambil foto candi itu

kulihat foto yang kuambil tadi, kuperbesar… kulihat ada anak yang sedang turun dari atas candi itu… aku pun melihat ke arah candi dan melihat anak tersebut masih berlari-lari sekitar pelataran candi… Tiba-tiba dalam benakku terlontar kata-kata yang tidak terpikirkan olehku… coba lihat anak itu, Kalau mau dekat dengan Allah haruslah seperti anak-anak itu, yang tanpa beban, yang dengan santainya bisa berlari-lari meskipun ditengah orang-orang yang sedang berdoa, anak-anak tidak akan dimarahi oleh pendoa-pendoa yang lain meskipun ia berjalan-jalan atau lari-lari. yang demikianlah yang empunya kerajaan Sorga.

           Yah mungkin selama ini aku merasa kurang terbebas dari beban saat menghadapnya… hanya permintaan2 dan beban saja yang ku keluh kesahkan pada Nya.. mungkin aku kurang seperti anak itu yang merasa nyaman di hadapan Allah, yang masih terbebas dari beban… Aku tidak menyambut Allah dalam diriku seperti seorang anak kecil. hah bisikan kecil yang sulit untuk kupahami….. di pojokan depan ada patung maria yang dinamakan Dyah Maria Ibu Ganjuran… ada pepatah yang mengatakan Per Marian ada Yesum, per Yesum ad Patrum… melalui tangan maria doa diharapkan akan disampaikan kepada Allah….

          tak terasa jam menunjukkan waktu   14.30, Aku harus pulang…  semoga rasa tidak nyaman itu tidak sebesar waktu sebelum ke sini…..