Arsip Tag: budaya

candi Barong

Candi Barong merupakan salah satu candi hindhu yang berada di daerah yogyakarta. Candi ini berada diatas perbukitan, di sebelah selatan candi Ratu boko. Bentuk candi ini cukup berbeda dengan candi hindu kebanyakan yang memusat di tengah, seperti candi prambanan, atau candi ijo yang mempunyai candi pendamping /perwara di bagian depan candi induk. Candi ini memusat ke belakang dengan bagian depan candi seperti sebuah pelataran.
Untuk menuju tempat ini, dari arah Prambanan, belok ke arah candi ratu boko. Setelah melewati rel ada jalan kecil belok ke kiri. ada perempatan belok ke kanan ke arah pegunungan. Jalan Cukup menanjak dan letak candi berada di pinggir jalan.
O iya belum dikenakan tiket untuk memasuki candi ini, hanya wajib mengisi buku tamu.
DSC_5574

DSC_5575

DSC_5576

DSC_5580

DSC_5583

DSC_5588

DSC_5596

DSC_5600

DSC_5601

DSC_5612

DSC_5614

DSC_5619

DSC_5624

DSC_5629

Iklan

dieng, surga di atas awan 3, anak-anak berambut gembel/gimbal asli dieng (shabby hair children from dieng plateau)

Dieng memang memiliki beragam keunikan, Baik dari segi alam budaya bahkan orang dieng itu  sendiri. Salah satu keunikan yang dapat ditemui di dataran tinggi yang berada 2000 meter diatas permukaan laut ini adalah adanya anak-anak yang mempunyai rambut Gimbal/gembel. Seperti pada umumnya rambut gembel, rambut anak-anak di dieng juga menyatu dan sulit untuk dipisahkan. Tidak seperti orang dewasa yang memang sengaja membuat rambutnya menjadi gembel, rambut gembel anak-anak dieng alami terjadi, bahkan tidak tahu apa penyebabnya, dan biasa ditandai dengan munculnya panas dan demam yang tidak kunjung sembuh. Orang dieng percaya bahwa rambut gimbal akan dapat membawa berkah maupun musibah.

Ada juga cerita rakyat dieng, konon kabarnya, Anak Gimbal Dieng adalah titisan dari Kyai Kolodete. Kyai Kolodete dianggap sebagai luluhur pendiri Dieng. Leluhur ini bukan sesosok gaib, melainkan sesosok manusia yang pertama kali membuka tanah Dieng. Ia hidup pada masa kejayaan Mataram. Kyai Kolodete ini memiliki rambut gimbal.

ketika sedang melihat tari topeng, kesenian khas Dieng, ternyata ada sesuatu yang lebih menarik untuk diabadikan….. seorang anak dengan rambut gembel/gimbal. Menurut adat kebiasaan orang dieng, untuk memotong rambut gembel/gimbal itu harus dengan prosesi ruwatan, yaitu prosesi untuk membebaskan anak dari pengaruh buruk. Pada saat ruwatan tersebut, orang tua harus memberikan apa saja yang menjadi permintaan sang anak. Setelah dipotong, nantinya rambut akan tumbuh dengan normal kembali.