Arsip Tag: Blasius Fitri Gutanto

Visualisasi Sengsara Yesus Ala OMK St Theresia Salam

Visualisasi Sengsara Yesus Kristus juga dilakukan oleh teman-teman OMK St Theresia Salam pada peringatan Jumat agung  18 April 2014 ini. Visualisasi Sengsara ini dimulai dengan didera nya Yesus di depan para Imam agung hingga Yesus dijatuhi hukuman Salib. Begitu pedihnya jalan salib yang dilakukan Yesus cukup apik ditampilkan oleh teman-teman muda ini. Selama Perjalanan jalan salib ini begitu banyak hinaan, siksaan yang ditampilkan oleh teman-teman muda untuk menunjukkan betapa pedih Jalan Salib Yesus waktu itu. Tidaklah heran jalan Salib ini membuat beberapa umat yang mengikuti visualisai ini menitikkan air mata.

DSC_6619 DSC_6621 DSC_6623 DSC_6624 DSC_6625 DSC_6626 DSC_6627 DSC_6628 DSC_6629 DSC_6630 DSC_6636 DSC_6638 DSC_6639 DSC_6640 DSC_6641 DSC_6642 DSC_6643 DSC_6647 DSC_6648 DSC_6649 DSC_6651 DSC_6653 DSC_6654 DSC_6659 DSC_6662 DSC_6663 DSC_6664 DSC_6665 DSC_6667

Iklan

Gereja Salam Mengajak Umat yang Sakit memuji dan Memuliakan Allah

Hari Selasa 11 Februari 2014 merupakan hari dalam minggu biasa ke Lima yang diperingati juga sebagai Hari orang sakit seluruh Dunia.  Meskipun Perayaan HOS (Hari Orang Sakit Sedunia) sudah dimulai sejak 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, namun kegiatan ini tidak diketahui banyak orang. Ada pemahaman bahwa misa HOS adalah misa penyembuhan dan akhirnya mengharapkan mukjizat penyembuhan terjadi jika menghadirnya. Kenyataan ini mengundang kita semua untuk memperkenalkan maksud gereja dengan peringatan HOS setiap tahun yaitu gereja bermaksud meningkatkan kesadaran komunitas-komunitas Gerejani akan pentingnya pelayanan pastoral bidang kesehatan. Pelayanan ini adalah bagian integral dari peran Gereja yang terukir dalam misi keselamatan Kristus sendiri. Dia, Sang Tabib llahi, “berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasi lblis (Kis. 10:38) (sumber: http://benedizione.wordpress.com/2010/04/10/misa-hari-orang-sakit-se-dunia/).

 Bapa Paus Fransiskus sendiri juga memberikan pesan pada peringatan hari Orang sakit ke 22 ini. beberapa cuplikan pesan beliau adalah:  Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu. Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu, Silahkan baca utuh di http://renunganpagi.blogspot.com/2014/02/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk.html#gsc.tab=0

Pada Kesempatan ini Pula Paroki salam mengadakan Misa Kudus dengan ujub bagi orang sakit. Perayaan Ekaristi Kudus Bagi Orang Sakit dilakasanakan pada hari Minggu 16 Februari 2014, bertempat di Gereja Salam. Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo dan Romo Blasius Fitri Gutanto.

DSC_5813

DSC_5828Setelah itu dilakukan pemercikan air suci sebagai pertanda pembaharuan janji baptis kita dan dilakukan penumpangan tangan kepada yang menderita sakit, Penumpangan Tangan untuk memberikan berkah Allah bagi mereka melewati perantaraan Romo.

DSC_5836 DSC_5838 DSC_5841 DSC_5846

Selain itu pada Misa tersebut juga dilakukan pengurapan Orang Sakit menggunakan Minyak Suci. Minyak suci merupakan salah satu dari tujuh sakramen di dalam gereja Katholik. Dan Umat Katholik mempercayai daya Kuasa Allah melalui pengurapan Minyak Suci Tersebut

DSC_5828 DSC_5862 DSC_5871karena Ekaristi Kudus kali ini diperuntukkan bagi Orang sakit maka banyak sekali umat yang hadir terutama mereka yang sudah Tua, mempunyai penyakit bahkan mereka yang sudah tidak bisa apa-apa. Karena keterbatasan fisik dan gerak mereka, banyak yang tidak dapat setiap minggu mengikuti Ekaristi Kudus. Pada kesempatan ini mereka secara khusus menghadiri Ekaristi Ini untuk bersama-sama mensyukuri apa yang sedang mereka rasakan dan mereka alami. Kadang dengan keadaan seperti ini mereka akan lebih merasakan kasih Allah melalui perantaraan Istri, Suami, anak-anak maupun tetangga yang senantiasa mengasihi mereka.

 “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1Yohanes 3:16)