Arsip Tag: berlico farma

Touring Naik Ke Bromo

Setelah Puas berwisata di kota Batu, Perjalanan dilanjutkan ke Kota Malang, Adikku sudah menanti di Kota malang, Memang rencana kami hari itu 27/12/14, kami ingin naik ke Bromo. Setelah sampai Malang kota, kami menuju ke penginapan adikku di pusat kota, tepatnya di hotel Megawati (promo). Setelah menaruh barang-barang, mandi, tak terasa perutpun lapar. Kami mau makan bakso Cak Man (meski di JCM, Jogja City Mall ada) tetapi kalau merasakan langsung di Malang kan asyik. Begitu keluar kamar…. Hujanpun melanda. Kami menunggu beberapa saat sebelum hujan sedikit mereda. Setelah agak reda, kami memuaskan diri dengan bakso cak Man yang hanya berjarak 200an Meter dari penginapan.

Malam itu hujan sudah reda, Jam 9 an malam perjalanan kami dimulai dari kota malang, ke arah lawang, lalu menuju ke arah penanjakan Bromo, melewati nangkajajar. Perjalanan melewati punggung bukit. Tak terasa hujan karena awan yang menabrak gunung yang kami daki, menemani kami saat melewati jalan di atas pegunungan. Kami Istirahat sebentar di daerah Tosari, sebelum menuju ke Bromo. Tiket masuk baru buka jam 2 pagi

ADI_0023 ADI_0030

Jam 1 an kami tiba di Tosari, Dingin menjerat kami. Setelah loket buka, kami langsung menuju penanjakan. Sebelum naik ke penanjakan, kami menyempatkan diri menghangatkan badan dengan mie dan teh panas di sebuah kedai.

Jam 3 pagi kami sudah tiba di penanjakan. Dingin semakin terasa menembus kulit dan lemakku, gerimis kecil akibat kabut juga makin menambah dinginnya malam. Matahari terbit yang kami nanti dipenanjakan tidak kunjung tiba karena tertutup mendung… Ternyata cuaca tidak bersahabat lagi dengan kami

ADI_0033 ADI_0034 ADI_0038 ADI_0053 ADI_0066 ADI_0069

Setelah gagal melihat matahari terbit dari puncak penanjakan, kami melanjutkan perjalananan ke kawah Bromo.

ADI_0074 ADI_0076 ADI_0078 ADI_0082 ADI_0084

Ternyata Perjalanan menurun ke kawah sungguh luarbiasa, Jalan dengan kemiringan hampir 45 derajat membentang di depan jalan, pantas orang harus pakai mobil jeep atau hardtop untuk menjejakkan kaki di Bromo. tetapi kami hanya pakai motor……

ADI_0086

sampai di bawahpun, perjuangan belum berakhir. untuk sampai kawah kami harus berjalan naik… nanti di atas ada tangga lagi, baru sampai di tepi kawah Bromo

ADI_0088 ADI_0090 ADI_0091 ADI_0095

Butuh tenaga ekstra untuk naik… untung di tangga orang antri untuk naik, sehingga naik satu tangga, berhenti… lalu naik lagi,,, dan berhenti lagi. coba kalau tidak berhenti… pasti nafas sudah senin-kemis… sudah mau copot jantung buat naik… hahahaha. maklum terlalu berat membawa badan

ADI_0104 ADI_0105 ADI_0111

Setelah perjalanan melelahkan…. akhirnya terbayar jua

ADI_0159 ADI_0154 ADI_0149 ADI_0144 ADI_0139 ADI_0132 ADI_0134 ADI_0137

Setelah Puas di atas kami pun turun dan tak lupa masih tetep foto-foto

ADI_0179 ADI_0183 ADI_0185 ADI_0204 ADI_0207 DSC_8778 DSC_8781

Puas di sekitar kawah Bromo, perjalanan dilanjutkan ke bukit teletubies, di sisi lain pasir Bromo

ADI_0247 ADI_0248 ADI_0252 ADI_0255 ADI_0283 ADI_0291 ADI_0306 ADI_0321 DSC_8799 DSC_8811 DSC_8813 DSC_8828

DSC_8832

Puas hari itu menjelajah Bromo… Tapi rasa capek dan kantuk juga menyelimuti, karena semalam tidak tidur. Kami pulang mengambil rute lain, tidak kembali lewat jalur penanjakan, tapi lewat Probolinggo

ADI_0335 ADI_0337 ADI_0338 ADI_0339 ADI_0341

Perjalanan dari Bromo ke Malang Via Probolinggo bisa mencapai 3-4jam perjalanan….. sampai di Pasuruan kami berhenti makan ( pagi, dirapel siang dilanjut makan malam jadi satu). Lumayan buat diet. Sampai Malang langsung ke penginapan dan tepar sampai pagi….

Berlico Farma bertransformasi

indexMungkin bagi teman-teman farmasi di jogja, Nama perusahaan Berlico Mulia Farma atau lebih dikenal dengan Berlico tidak asing ditelinga. Hal tersebut dikarenakan Berlico merupakan salah satu perusahaan Farmasi yang berdiri di kota Gudeg ini.  Pada awalnya perusahaan ini merupakan kelanjutan dari Ita farma. Kemudian sekitar tahun 1993, bersama dengan 4 orang rekannya, pak Budhi Santoso mendirikan PT berlico Mulia Farma, yang berkedudukan di Kalasan.

Hmm Kalasan memang menjadi tempat yang cocok di bidang kesehatan. Kalau diingat, dulu Presiden Sukarno juga mencanangkan laskar pemberantasan Malaria juga di Kalasan, dan karena keberhasilannya, maka tanggal waktu itu sampai sekarang diperingati sebagai hari kesehatan nasional.

Pada awal tahun 2014, Posisi Berlico sudah diakuisisi oleh sebuah perusahaan farmasi jamu terkemuka di Indonesia, yaitu PT Sido Muncul Tbk. Sehingga Berlico mau tidak mau juga menjadi salah satu perusahaan yang akan diperhitungkan di kancah perdagangan obat farmasi di Indonesia. Salah satu gebrakan yang dilakukan adalah penggantian nama menjadi Berlico Farma dengan lambang yang juga dirubah. Jika logo awal seperti pada gambar diatas, maka logo berlico juga berganti menjadi

2014-11-28-19-25-07_decoPT Berlico farma

 Lambang Berlico menjadi Burung bangau… Apa filosofi dibalik logo baru itu?

Bangau adalah sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Badan berukuran besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal. Bangau bisa dijumpai di daerah beriklim hangat. Habitat di daerah yang lebih kering dibandingkan burung Kuntul dan Ibis. Makanan berupa Katak, ikan, serangga, cacing, burung kecil dan mamalia kecil dari lahan basah dan pantai. Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan.

Dalam kebudayaan Barat, burung Bangau digunakan sebagai lambang kelahiran bayi. Cerita tentang kelahiran bayi yang dibawa oleh burung bangau merupakan dongeng sebelum tidur dari negeri Belanda dan Jerman sebelah utara. Bangau yang bersarang di atap rumah dipercaya sebagai keberuntungan dan penghuninya akan diberkahi kebahagiaan.

Banyak hal yang mengulas dan menuliskan tentang filosofi bangau, tetapi ada satu hal yang unik, intinya adalah sama.

Seperti yang ditulis pada: https://hitamputih02.wordpress.com/2011/08/12/filosofi-hidup-dari-sang-bangau/

Bangau, memang hanya sebatas binatang..
  akan tetapi jika kita amati.. dan kita perhatikan akan ada filosofi yang bisa kita ambil dalam menjalani kehidupan ini, bagaimanakah dan seperti apakah filosofi itu..
  ini hanya sekedar paparan yang juga didasarkan dari beberapa wacana dan pendapat juga bacaan dari beberapa buku, yang akan saya coba untuk saya paparkan disini.
Seandainya kita amati Bangau yang terbang di sore hari kembali ke tempat istirahatnya atau terbang di pagi hari untuk mencari makan, akan kita lihat dia membentuk formasi terbang yang mirip dengan huruf v, karena dengan membuat formasi itu terlihat kekompakan sang Bangau dalam melawan angin menuju tujuan dengan cepat, karena adanya kerjasama team dan tentunya pekerjaan akan cepat selesai daripada dikerjakan secara individu khan..
Jika ada satu Bangau yang kelelahan dan keluar dari formasi..
  maka dengan senang hati Bangau yang lain akan cepat menolong dan formasi tetap pada semula tidak akan berubah hingga sampai di tujuan.
  Tidak menutup kemungkinan sang leader akan mengalami kesulitan dan merasa kelelahan maka dengan senang hati Bangau yang lain akan menggantikannya dengan berpedoman pada yang berada dibelakangnya hal ini menggambarkan bahwa berbagi dalam kepemimpinan, harus ada rasa saling menyadari.
  berlaku saling menghormati dan percaya diantara anggota di setiap saat.
  Saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat. Memusatkan bakat dan kemampuan setiap anggota menjadi team yang mampu mengatasi masalah.
Bangau terbang dengan mengeluarkan suara berkotek.. hal ini menggambarkan bahwa dalam suatu komunitas dan team harus saling memotivasi menuju kebaikan bukan sebaliknya menjadi diri sendiri untuk akhirnya menghancurkan team.dan ketika salah satu Bangau jatuh sakit maka yang lain akan membagi menjadi dua formasi dan mengawal temannya hingga sembuh dan kuat melanjutkan perjalanan.
  Hal ini menggambarkan bahwa kita hidup itu perlu berdampingan dengan apapun keadaannya senang, susah pun dalam kebahagiaan dan kesulitan. Karena semua akan terasa ringan jika dilakukan bersama dan kompak.
Dari hal diatas maka dapat saya ambil kesimpulan dari Filosofi Sang Bangau Terbang adalah :
Seandainya kita kompak dan saling mendukung…
  Seandainya kita menjiwai kerjasama yang baik…
  Jauhkan dan lupakan perbedaan masing-masing….; maka akan mampu mengatasi tantangan. Bila kita menyelami dan memahami arti dari persahabatan…
  Dan kita selalu terbukan dan keikhlasan dalam berbagi…

Hmm Mungkin itulah harapan yang diinginkan oleh owner yang baru dan beban tanggung jawab yang akan dipikul oleh perusahaan ini, dan diharapkan Berlico Farma kelak akan menjadi sebuah perusahaan Farmasi yang diperhitungkan di kancah Indonesia, dan siapa tahu pada tingkat internasional. Selamat kepada Berlico dan seluruh jajarannya…..

#menjadi pengamat…….