Arsip Tag: AIS

Lensa Nikon 300mm f/4.5 AIs)

Sore itu, setelah aku mengantar adikku ke setasiun besar Yogyakarta, atau stastiun tugu, aku menyempatkan diri mampir ke Pasar Klithikan Yogyakarta. Disana mencari-cari kalau ada barang aneh dan unik.  Di tempat penjual kamera dan lensa tua aku ditawari lensa 300mm f/4.5. Tapi diafragma lensanya sudah hilang dan kondisi lensa sudah amburadul, tapi lensa tidak ada jamur. Setelah disepakati harga untuk lensa tersebut maka diangkutlah lensa pulang dan dicoba

ini hasil gambarnya setelah di betulkan kontrasnya (maklum lensa tua)

Iklan

Gambar Dalam bingkai lensa nikon 24mm f/2.8 AI-s

Image

Menggunakan lensa manual merupakan tantangan tersendiri untuk mengambil gambar dengan kamera. Karena lensa manual tidak dapat disetting auto fokus, sehingga fokus pada kamera ditentukan oleh si pemegang kamera.

Selain manual fokus, ntuk kamera DSLR seperti D3000, D3100, D5000, D5100, D90 yang tidak dapat disetting mettering untuk kamera-kamera lama (non CPU) akan memberikan tantangan ekstra dalam penggunaan kamera manual tersebut. Pada kamera tersebut, kemampuan insting untuk pengaturan diafragma (f) pada lensa dan Shutter Speed benar-benar diuji. Karena ketidak tepatan pengaturan pada kecepatan rana (shutter speed) dan besar bukaan diafragma lensa (f) akan menyebabkan gambar yang diambil dapat under exposure (menjadi gelap) maupun over exposure (menjadi terlalu terang).

Pada kesempatan ini, mumpung adik pulang dan bawa lensa manual, maka tidak ada salahnya mencoba menggunakan lensa manual. kebetulan yang dibawa  adalah lensa nikon 24mm f/2.8 AI-S. Kebetulan untuk kamera yang saya pakai, mettering dapat jalan untuk lensa non CPU, sehingga pengaturan hanya pada fokus yang manual.

Lensa nikon 24mm f/2.8 AI-S mempunyai ukuran filter 52 mm, dengan f terbesar adalah f/2.8 dan yang terkecil f/22. Mempunyai panjang 5.7cm dan berat 250 gram, Berikut adalah hasil jepretan dengan lensa nikon 24mm f/2.8 AI-S:

Image

Image

Image

Image

Image

Image

Image

gambar hanya di resize saja, tanpa pembetulan kontras maupun editing. karena kamera menggunakan format dx, maka dengan menggunkan lensa tersebut sama dengan 35mm pada format FX (fullframe). hasil gambar jepretan Tidak terlalu jelek meski lensa tersebut pertama kali dikeluarkan tahun 1977, body yang terbuat dari metal membuat lensa lebih mantap untuk dipegang.