Arsip Tag: agung setiono

Menikmati deburan ombak di pantai Baron Gunung Kidul

IMGP1663

Pantai yang tidak kalah cantiknya di Yogyakarta adalah pantai Baron. Pantai ini juga merupakan salah satu pantai dideretan selatan gunung kidul yang terkenal keindahan pantainya diantara bukit-bukit karang. Pantai baron dapat ditempuh dengan menggunakan jalan darat dengan melewati kota wonosari ke arah selatan.
Pantai Baron berbentuk cekung, membentuk teluk sehingga pantai ini terbilang relatif lebih aman dari ombak besar dibandingkan pantai yang lain. Saat ini pantai ini di reklamasi dengan penambahan pasir, sehingga pengunjung dapat menjangkau lebih jauh ke arah laut. Semakin ke tengah ombak semakin besar tetapi karena adaya pasir di dasar laut menjadikannya tidak terlampau dalam. Meskipun hingga beberapa jauh dari bibirpantai tidak terlampau dalam tetapi kewaspadaan perlu ditingkatkan, sebab semakin jauh dari daratan ombak cukup tinggi.
Keasyikan menikmati ombak di pantai baron ini ku nikmati bersama teman-teman pemuda sekampung. Ombak yang kadang menggulung tinggi di bibir pantai menjadikan keasyikan tersendiriIMGP1667

IMGP1671

IMGP1674

IMGP1676

IMGP1685

IMGP1695

IMGP1717

IMGP1752

IMGP1768

IMGP1785

IMGP1805
tetapi harus waspada pada ombak ya…. Selamat menikmati ombak di pantai baron

Dieng, Surga di atas awan…

Dataran tinggi dieng merupakan salah satu tempat wisata yang berada di provinsi jawa tengah. kawasan dataran tinggi dieng berada dalam wilayah 5 kabupaten  yaitu batang, kendal, temanggung, wonosobo, dan banjarnegara. Untuk dapat mencapai datran tinggi dieng dapat ditempuh dari arah Wonosobo, Batang maupun Banjarnegara.

Dataran tinggi ini berada 2000 meter di atas permukaan laut.  dieng  berasal dari bahasa sansekerta  “dhiyang”  yang berarti tempat bersemayamnya para dewa. Keberadaan dieng sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya candi-candi hindu yang dipersembahkan kepada dewa shiwa ini diperkirakan dibangun pada masa dinasti Sanjaya sekitar abad ke 8.

Dataran tinggi dieng terbentuk dari amblesnya gunung api tua yaitu gunung Prau oleh patahan yang berarah barat lau dan tenggara, sehingga dari amblesnya gunung api tua tersebut  membentuk  gunung alang, nagasari, panglimunan, pangonan, pakuwaja, gajah mungkur. Sampai saat ini keaktifan gunung api masih dapat ditemui di beberapa kawah vulkanik di dataran tinggi dieng.

Karena berada di ketinggian 2000 m di atas permukaan laut, mengakibatkan suhu di dataran tinggi dieng ini cukup dingin, bahkan saat juli hingga agustus, pagi hari di dieng dapat mencapai titik beku.

Tetapi terlepas dari kondisi vulkanik dan  suhu tersebut, dieng mempunyai banyak sekali tepat wisata yang cukup menarik, yang cukup terkenal di sana adalah  d kawah sikidang, kompleks candi arjuna,  dan telaga warna. Tetapi masih ada banyak sekali obyek wisata disana, bahkan terdapat air terjun juga.

Disekitar telaga warna akan tercium bau busuk yang di akibatkan adanya semburan sulfur yang ada di sekitar telaga.

Pagi itu tanggal 24 nov 2012, pagi-pagi aku dan adikku sudah memacu perjalananku menuju ke arah wonosobo. Jam 7 aku berangkat dari rumah dengan sepeda motor bututku. Perjalanan dari rumah melewati borobudur, salaman-kepil- sapuran- kretek- wonosobo dan naik ke arah dieng. jarak kota wonosobo dan dieng  cuma 30 km, tetapi karena jalan menanjak dan motor sudah tua, jadi perjalanan ditempuh dalam waktu kutang lebih 3/4 jam atau sekitar 45 menit.

Karena berat aku dan adikku mendekati 2 kuintal, maka sepeda Motorku selama perjalanan serasa meraung-raung sempoyongan. Karena tidak mau ketahuan orang kalau sepeda motorku kehabisan tenaga saat jalan menanjak, maka kami  berdua seolah-olah menikmati indahnya suasana selama perjalanan dengan berjalan pelan (maklum pakai gigi 1 dan kecepatan maksimum 20km/jam). Tetapi memang tidak dapat dipungkiri bahwa pemandangan sekitar sangat menakjubkan, bahkan tak segan untuk berhenti dan foto2 (narsis).

Yang paling tidak enak adalah saat di belakang bus, mau menyalip, motor tidak kuat, tapi saat bus berhenti, tenaga mesin motor langsung turun dan harus bersusah payah untuk melaju naik.

Setelah perjalanan hampir 2,5 jam dari Rumah, rasa itu terobati dengan pemandangan indah di  sekitar dieng…. Duh jadi ingat jaman masih kuliah saat bareng-bareng teman ke sini….

Mie Ongklok, makanan khas Wonosobo

 

semangkok mie dengan kuah yang kental dan rasa yang nikmat menemaniku di daerah yang cukup dingin ini. Wonosobo, nama daerah itu, sebuah daerah di wilayah jawa tengah dan berada di daerah pengunungan dengan di kelilingi oleh Gunung-Gunung seperti gunung sumbing, gunung sindoro.

Wonosobo selain terkenal karena keindahan tempat wisatanya juga terkenal dengan makanannya, salah satunya adalah mie ongklok. Kenapa disebut mie ongklok ya? kalau nggak salah karena dalam pembuatannya, mie direbus dengan alat terbuat berupa keranjang dari anyaman bambu yang disebut ongklok.

Kuah yang kental dan enak itu yang membuat rasa mie berbeda dari daerah lain. Selain itu, mie ongklok selalu dipesan bersamaan dengan sate sapi yang juga tidak kalah nikmat

Karena kebetulan aku dan adikku berkesempatan mengunjungi wosobo, tidak ada salahnya menikmati kuliner khas wonosobo ini. Kami sebagai orang magelang, tidak tahu di mana warung makan mie ongklok yang enak di sana. Atasrekomendasi seorang teman, kami diarahkan ke warung mie ongklok dan sate pak Muhadi yang berada di jalan A. Yani Wonosobo (promosi). Kalo dari kota ke arah banjarnegara (meskipun sempat tersesat jauh tapi akhirnya menemukannya).

selamat berwisata kuliner