Arsip Kategori: Uncategorized

Gereja St Theresia Salam

Gereja yang teletak di sebelah sungai Krasak, tepatnya di jalan Yogya Magelang km 18 ini cukup nyaman, Berada satu kompleks dengan Wisma Salam yang merupakan rumah bagi Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang, menjadikan tempat ini tidak pernah lepas dari berbagai macam aktivitas.

Gereja St Theresia Salam merupakan Gereja yang sudah berumur, di arsiteki oleh Almarhum Rm Y.B. Magun Wijaya. Romo Mangun pernah menjadi Romo Paroki dan Romo Wisma Salam.

Mangun

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Menuju Pesta Emas 50 Tahun Paroki St Theresia Salam

Menuju 50 tahun Paroki St Theresia Salam

ADI_2854aADI_2854i

50 tahun Merupakan Usia yang tidak muda lagi, 50 Tahun menjadi usia yang semakin mantap dan dewasa, begitu juga dengan Paroki St Theresia salam yang pada tahun 2015 ini memasuki Usia Emas. Paroki St Theresia Salam resmi berdiri sendiri menjadi Paroki mandiri pada tahun 1965. Paroki ini dahulu menjadi bagian dari Paroki St Antonius Muntilan.

Gereja St Theresia Salam sendiri Meliputi Tiga kecamatan yaitu ngluwar, Salam, dan Srumbung di kabupaten Magelang. Dengan Area yang sangat luas menjadikan pelayanan di Paroki ini menjadi tantangan tersendiri. Area terbentang mulai dari lereng gunung merapi disebelah Utara hingga jauh ke selatan.Paroki ini memiliki satu Gereja induk dengan 4 kapel dan satu gedung serbaguna (digunakan sebagai kapel), yaitu kapel Tyas Dalem di mandungan, Kapel Sang Timur di Ngluwar, Kapel Santo Ignatius Anthiokia di Ngepos, Kapel St markus di Kemiren, Kapel di Jrakah dan gereja St Theresia di Salam.

Untuk bangunan Gereja sendiri terletak di jalan Yogya-Magelang Km 18, tepatnya setelah jembatan Sungai Krasak, di Belakang Polsek Salam

Lereng Merapi menjadi sahabat serta ancaman yang cukup nyata yang dihadapi paroki dengan 2000an umat ini. Seperti halnya letusan merapi pada tahun 2010 silam yang juga membuat banyak sekali umat diwilayah ini merasakan dampak nyata letusan dahsyat itu. Dalam hal ini gereja dituntut hadir dan mewartakan Kerajaan Allah secara nyata dalam kehidupan Masyarakat.

Selamat Merayakan tahun Emas Paroki St Theresia Salam…. Semangat!!!!!

Berlico Farma bertransformasi

indexMungkin bagi teman-teman farmasi di jogja, Nama perusahaan Berlico Mulia Farma atau lebih dikenal dengan Berlico tidak asing ditelinga. Hal tersebut dikarenakan Berlico merupakan salah satu perusahaan Farmasi yang berdiri di kota Gudeg ini.  Pada awalnya perusahaan ini merupakan kelanjutan dari Ita farma. Kemudian sekitar tahun 1993, bersama dengan 4 orang rekannya, pak Budhi Santoso mendirikan PT berlico Mulia Farma, yang berkedudukan di Kalasan.

Hmm Kalasan memang menjadi tempat yang cocok di bidang kesehatan. Kalau diingat, dulu Presiden Sukarno juga mencanangkan laskar pemberantasan Malaria juga di Kalasan, dan karena keberhasilannya, maka tanggal waktu itu sampai sekarang diperingati sebagai hari kesehatan nasional.

Pada awal tahun 2014, Posisi Berlico sudah diakuisisi oleh sebuah perusahaan farmasi jamu terkemuka di Indonesia, yaitu PT Sido Muncul Tbk. Sehingga Berlico mau tidak mau juga menjadi salah satu perusahaan yang akan diperhitungkan di kancah perdagangan obat farmasi di Indonesia. Salah satu gebrakan yang dilakukan adalah penggantian nama menjadi Berlico Farma dengan lambang yang juga dirubah. Jika logo awal seperti pada gambar diatas, maka logo berlico juga berganti menjadi

2014-11-28-19-25-07_decoPT Berlico farma

 Lambang Berlico menjadi Burung bangau… Apa filosofi dibalik logo baru itu?

Bangau adalah sebutan untuk burung dari keluarga Ciconiidae. Badan berukuran besar, berkaki panjang, berleher panjang namun lebih pendek dari burung Kuntul, dan mempunyai paruh yang besar, kuat dan tebal. Bangau bisa dijumpai di daerah beriklim hangat. Habitat di daerah yang lebih kering dibandingkan burung Kuntul dan Ibis. Makanan berupa Katak, ikan, serangga, cacing, burung kecil dan mamalia kecil dari lahan basah dan pantai. Bangau tidak memiliki organ suara syrinx sehingga tidak bersuara. Paruh yang diadu dengan pasangannya merupakan cara berkomunikasi menggantikan suara panggilan.

Dalam kebudayaan Barat, burung Bangau digunakan sebagai lambang kelahiran bayi. Cerita tentang kelahiran bayi yang dibawa oleh burung bangau merupakan dongeng sebelum tidur dari negeri Belanda dan Jerman sebelah utara. Bangau yang bersarang di atap rumah dipercaya sebagai keberuntungan dan penghuninya akan diberkahi kebahagiaan.

Banyak hal yang mengulas dan menuliskan tentang filosofi bangau, tetapi ada satu hal yang unik, intinya adalah sama.

Seperti yang ditulis pada: https://hitamputih02.wordpress.com/2011/08/12/filosofi-hidup-dari-sang-bangau/

Bangau, memang hanya sebatas binatang..
  akan tetapi jika kita amati.. dan kita perhatikan akan ada filosofi yang bisa kita ambil dalam menjalani kehidupan ini, bagaimanakah dan seperti apakah filosofi itu..
  ini hanya sekedar paparan yang juga didasarkan dari beberapa wacana dan pendapat juga bacaan dari beberapa buku, yang akan saya coba untuk saya paparkan disini.
Seandainya kita amati Bangau yang terbang di sore hari kembali ke tempat istirahatnya atau terbang di pagi hari untuk mencari makan, akan kita lihat dia membentuk formasi terbang yang mirip dengan huruf v, karena dengan membuat formasi itu terlihat kekompakan sang Bangau dalam melawan angin menuju tujuan dengan cepat, karena adanya kerjasama team dan tentunya pekerjaan akan cepat selesai daripada dikerjakan secara individu khan..
Jika ada satu Bangau yang kelelahan dan keluar dari formasi..
  maka dengan senang hati Bangau yang lain akan cepat menolong dan formasi tetap pada semula tidak akan berubah hingga sampai di tujuan.
  Tidak menutup kemungkinan sang leader akan mengalami kesulitan dan merasa kelelahan maka dengan senang hati Bangau yang lain akan menggantikannya dengan berpedoman pada yang berada dibelakangnya hal ini menggambarkan bahwa berbagi dalam kepemimpinan, harus ada rasa saling menyadari.
  berlaku saling menghormati dan percaya diantara anggota di setiap saat.
  Saling berbagi tugas atau masalah yang paling berat. Memusatkan bakat dan kemampuan setiap anggota menjadi team yang mampu mengatasi masalah.
Bangau terbang dengan mengeluarkan suara berkotek.. hal ini menggambarkan bahwa dalam suatu komunitas dan team harus saling memotivasi menuju kebaikan bukan sebaliknya menjadi diri sendiri untuk akhirnya menghancurkan team.dan ketika salah satu Bangau jatuh sakit maka yang lain akan membagi menjadi dua formasi dan mengawal temannya hingga sembuh dan kuat melanjutkan perjalanan.
  Hal ini menggambarkan bahwa kita hidup itu perlu berdampingan dengan apapun keadaannya senang, susah pun dalam kebahagiaan dan kesulitan. Karena semua akan terasa ringan jika dilakukan bersama dan kompak.
Dari hal diatas maka dapat saya ambil kesimpulan dari Filosofi Sang Bangau Terbang adalah :
Seandainya kita kompak dan saling mendukung…
  Seandainya kita menjiwai kerjasama yang baik…
  Jauhkan dan lupakan perbedaan masing-masing….; maka akan mampu mengatasi tantangan. Bila kita menyelami dan memahami arti dari persahabatan…
  Dan kita selalu terbukan dan keikhlasan dalam berbagi…

Hmm Mungkin itulah harapan yang diinginkan oleh owner yang baru dan beban tanggung jawab yang akan dipikul oleh perusahaan ini, dan diharapkan Berlico Farma kelak akan menjadi sebuah perusahaan Farmasi yang diperhitungkan di kancah Indonesia, dan siapa tahu pada tingkat internasional. Selamat kepada Berlico dan seluruh jajarannya…..

#menjadi pengamat…….

Doa “Bapa Kami Kaum Tertindas” Ala Romo Adi Wardaya SJ

Saya membaca sebuah artikel tentang Doa Bapa Kami Kaum tertindas dari http://www.sesawi.net/2011/12/08/doa-bapa-kami-kaum-tertindas-ala-rm-adi-wardaya-sj/, karangan dari Romo Adi Wardaya SJ , Late.

Bapa kami yang ada di surga
Engkaulah Allah yang memihak orang yang melarat, bukan pada orang yang gila harta
Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa
Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan pada orang-orang yang gila hormat.

Dimuliakanlah namaMu
Di antara para petani, Yang harus menggarap sawah-sawah tergadai,
Di lingkungan para buruh, Yang harus berteduh di gubuk kumuh
Di kalangan anak asongan, Yang harus mandi di kali tercemar,
Di antara rakyat kecil, Yang tergusur demi suksesnya pembangunan

Datanglah KerajaanMu
Yakni dunia baru,
Yang berundang-undang cintakasih
Yang berhaluan kebebasan,
Yang bertatanan keadilan.

Jadilah kehendakMu di atas bumi,
Untuk memberi makan pada yang lapar
Untuk memberi minum pada yang haus
Untuk memberi tumpangan pada para pendatang
Untuk memberi pakaian pada yang telanjang
Untuk melawat mereka yang sakit
Untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara
Untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan

Seperti di dalam sorga,
Yang berpihak pada rakyat kecil
Yang mengutuk segala bentuk intimidasi
Yang menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat
Yang membongkar segala
praktek bisnis serakah tanpa moral
Yang mendobrak segala praktek penyalahgunaan kekuasaan

Berilah kami rejeki pada hari ini,
Agar kami kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu
Agar kami kuat dan pantang mundur dalam melawan b udaya takut
Agar kami kuat dan berani menentang budaya pakewuh

Dan ampunilah kesalahan kami,
Karena kami diam, Ketika hutan-hutan dibabat untuk arena balap mobil
Karena kami bungkam, Ketika rumah dan ladang digusur untuk lapangan golf
Karena kami bisu, Ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah
Karena kami tak acuh, Ketika rakyat kecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota

Seperti kami pun mengampuni,
Mereka yang bersalah kepada rakyat
Melalui sistem pembodohan massal
Sehingga rakyat hanya mampu mengucap “ya, ya, dan ya”

Jangan masukkan kami ke dalam percobaan
Sehingga kami pun ikut melakukan kekerasan
Seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan,
Sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik
Tanpa kami sendiri bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab,
Sehingga kami berpihak dan membantu orang kecil
Tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan manipulasi

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat,
Yakni pikiran yang memonopoli kekayaan alam,
Perkataan untuk memanipulasi pendapat umum,
Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat.
Amin.

mencari skck

Huh… masih menunggu. itulah yang masih kulakukan sampai saat ini. Hari ini aku mencari surat keterangan catatan kepolisian atau skck. surat sakti untuk mencari pekerjaan, apalagi untuk mendaftar cpns.
hari ini yang antri cukup banyak, apalagi saat2 ini bukaan cpns banyak dilakukan oleh instansi pemerintah, sehingga banyak orang yang apply skck.
setelah sebelumnya harus membuat surat rekomendasi dari kelurahan, membuat pengantar dari polsek dan akhirnya harus ke polres untuk membuat skck.
entah masih berapa lama menunggu.

masih banyak yang mengantri. untung aku ketemu teman lama saat masih sma yang bekerja sebagai polisi di sini. dia cukup membantu.

image

gak apalah, yang penting dapat skck…

masih semangat menunggu