Arsip Kategori: kesehatan

Bakti Sosial Pelayanan Pemeriksaan Gratis Oleh RS Panti Nugroho di Gereja St Theresia salam

DSC_5899Pada Acara Ekaristi untuk orang sakit di Paroki St Theresia Salam ini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis dari RS panti nugroho. Antusiasme Umat dan warga sekitar terhadap pengobatan dari RS panti nugroho ini sangat luar biasa, terbukti dari umat yang mengikuti kegiatan ini. Selain pengobatan gratis di Bakti sosial ini juga dilakukan pengecekan Kadar gula dara, tensi dan pap smear serta penyuluhan tentang  kanker leher rahim yang disampaikan oleh dr Tandean Arif W.

Selain Dr Tandean, ada juga Dr C. Bimo Wijayanto dan Dr Yosephine.

DSC_5912 DSC_5914 DSC_5915

DSC_5924Antusiasme Umat dalam kegiatan bakti sosial ini

DSC_5893 DSC_5894 DSC_5896 DSC_5901 DSC_5903 DSC_5911 DSC_5924 DSC_5927

 

Gereja Salam Mengajak Umat yang Sakit memuji dan Memuliakan Allah

Hari Selasa 11 Februari 2014 merupakan hari dalam minggu biasa ke Lima yang diperingati juga sebagai Hari orang sakit seluruh Dunia.  Meskipun Perayaan HOS (Hari Orang Sakit Sedunia) sudah dimulai sejak 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, namun kegiatan ini tidak diketahui banyak orang. Ada pemahaman bahwa misa HOS adalah misa penyembuhan dan akhirnya mengharapkan mukjizat penyembuhan terjadi jika menghadirnya. Kenyataan ini mengundang kita semua untuk memperkenalkan maksud gereja dengan peringatan HOS setiap tahun yaitu gereja bermaksud meningkatkan kesadaran komunitas-komunitas Gerejani akan pentingnya pelayanan pastoral bidang kesehatan. Pelayanan ini adalah bagian integral dari peran Gereja yang terukir dalam misi keselamatan Kristus sendiri. Dia, Sang Tabib llahi, “berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasi lblis (Kis. 10:38) (sumber: http://benedizione.wordpress.com/2010/04/10/misa-hari-orang-sakit-se-dunia/).

 Bapa Paus Fransiskus sendiri juga memberikan pesan pada peringatan hari Orang sakit ke 22 ini. beberapa cuplikan pesan beliau adalah:  Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu. Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu, Silahkan baca utuh di http://renunganpagi.blogspot.com/2014/02/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk.html#gsc.tab=0

Pada Kesempatan ini Pula Paroki salam mengadakan Misa Kudus dengan ujub bagi orang sakit. Perayaan Ekaristi Kudus Bagi Orang Sakit dilakasanakan pada hari Minggu 16 Februari 2014, bertempat di Gereja Salam. Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo dan Romo Blasius Fitri Gutanto.

DSC_5813

DSC_5828Setelah itu dilakukan pemercikan air suci sebagai pertanda pembaharuan janji baptis kita dan dilakukan penumpangan tangan kepada yang menderita sakit, Penumpangan Tangan untuk memberikan berkah Allah bagi mereka melewati perantaraan Romo.

DSC_5836 DSC_5838 DSC_5841 DSC_5846

Selain itu pada Misa tersebut juga dilakukan pengurapan Orang Sakit menggunakan Minyak Suci. Minyak suci merupakan salah satu dari tujuh sakramen di dalam gereja Katholik. Dan Umat Katholik mempercayai daya Kuasa Allah melalui pengurapan Minyak Suci Tersebut

DSC_5828 DSC_5862 DSC_5871karena Ekaristi Kudus kali ini diperuntukkan bagi Orang sakit maka banyak sekali umat yang hadir terutama mereka yang sudah Tua, mempunyai penyakit bahkan mereka yang sudah tidak bisa apa-apa. Karena keterbatasan fisik dan gerak mereka, banyak yang tidak dapat setiap minggu mengikuti Ekaristi Kudus. Pada kesempatan ini mereka secara khusus menghadiri Ekaristi Ini untuk bersama-sama mensyukuri apa yang sedang mereka rasakan dan mereka alami. Kadang dengan keadaan seperti ini mereka akan lebih merasakan kasih Allah melalui perantaraan Istri, Suami, anak-anak maupun tetangga yang senantiasa mengasihi mereka.

 “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1Yohanes 3:16)

nine star pharmacist??

Wah sudah lama tidak mendengar kata2 ini, dulu sewaktu kuliah masih sering mendengar tentang “seven star pharmacist” . Mungkin ini bukanlah suatu hal yang baru, sebab konsep seven star pharmacist sendiri sudah diperkenalkan oleh WHO sejak tahun 1997, dengan diterbitkannya The Role of the Pharmacist in the Health-Care System – Preparing the Future Pharmacist: Curricular Development, Report of a Third WHO Consultative Group on the Role of the Pharmacist Vancouver, Canada, 27-29 August 1997.

download  http://apps.who.int/medicinedocs/pdf/s2214e/s2214e.pdf

Dalam seven star pharmacist disebutkan  ada 7 peran apoteker yaitu sebagai pemberi pelayanan (care-giver ), pembuat keputusan (decision-maker ), communicator, manager , pembelajaran jangka panjang (life-long learner ), guru (teacher) dan pemimpin (leader). 

  • care giver

               Apoteker sebagai penyedia layanan kesehatan baik secara klinis, analitik maupun teknis sesuai dengan aturan pemerintah. apoteker harus mampu berinteraksi dengan individu dan masyarakat. Apoteker harus melihat nya sebagai praktek terpadu dan berkesinambungan dengan orang-orang dari sistem perawatan kesehatan dan apoteker lainnya.

  • decision maker

Farmasis mendasarkan pekerjaanya pada kecukuoan, keefikasian dan biaya yang efektif dan efisien terhadap seluruh penggunaan sumber daya misalnya SDM, obat, bahan kimia, peralatan, prosedur, pelayanan, dll. Untuk mencapai tujuan tersebut kemampuan dan ketrampilan farmasis perlu diukur untuk kemudian hasilnya dijadikan dasar dalam penentuan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan.

  •  Communicator

Farmasis mempunyai kedudukan penting dalam berhubungan dengan pasien maupun profesi kesehatan lain, oleh karena itu harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang cukup baik. Komunikasi tersebut meliputi komunikasi verbal, nonverbal, mendengar dan kemampuan menulis dengan menggunakan bahasa sesuai dengan kebutuhan.

  •  Leader

Farmasis diharapkan memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan yang diharapkan meliputi keberanian mengambil keputusan yang empati dan efektif, serta kemampuan mengkomunikasikan dan mengelola hasil keputusan.

  •  Manager

Farmasis harus efektif dalam mengelila sumber daya (manusia, fisik, anggaran) dan informasi, juga harus dapat dipimpin dan memimpin orang lain dalam tim kesehatan. Labih jauh lagiii farmasis mendarang harus tanggap terhadap kemajuan teknologi dan bersedia berbagi informasi mengenai obat dan hal-hal yang berhubungan dengan obat.

  •  Life-long learner

Farmasis harus senang belajar sejak dari kuliah dan menjamin bahwa keahlian dan ketrampilannya selalu baru (up-date) dalam melakukan praktek profesi. Farmasis juga harus memperlajari cara belajar yang efektif.

  • Teacher

Farmasis mempunyai tanggung jawab untuk mendidik dan melarih farmasis generasi mendatang.

sumber terjemahan :http://moko31.wordpress.com/2009/11/22/seven-star-pharmacist/

Dalam perkembangannya, Apoteker mengembangkan kemampuannya untuk dapat lebih meningkatkan perannya dalam pelayanan kefarmasian, maka seven star pharmacist berkembang menjadi nine star pharmacist dengan ditambahkan 2 peran apoteker sebagai researcher (peneliti), dan entrepreneur (wirausahawan)

  • peneliti
Perkembangan penyakit juga menuntut perkembangan pengobatan yang efektif, sehingga kemampuan seorang pharmacist dalam menghadapi perkembangan penyakit juga menjadi salah satu kemampuan yang dimiliki. Seorang farmasisyang memiliki fungsi sebagai researcher atau peneliti akan memainkan peran penting dalam berbagai proses penelitian klinis yang meliputi penemuan, perencanaan, pemantauan serta pelaporan uji klinis. Tujuan utama dalam melakukan penelitian klinis adalah untuk menghasilkan pengetahuan baru untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Selain itu farmasis juga dapat berperan dalam pengembangan formulasi sediaan farmasi yang baru, pengembangan obat baru yang lebih efektif, quality control pada pembuatan desain obat
  • entrepreneur

Seorang farmasis harus dapat juga menjadi seorang pengusaha. Berbagai macam keahlian yang dimiliki seorang farmasis akan mendukung kemampuannya untuk menjadi seorang pengusaha, baik dalam bidang kesehatan maupun non kesehatan. Pendidikan yang diajarkan kepada seorang farmasis haruslah mendukung dan mendorong seorang farmasis menjadi seorang entrepreneur.

ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha diantaranya:

1. knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan katalain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannyadengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.

2. knowing the basic business management , yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengendalikan perusahaan,termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, danmembukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahamikiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif danefisien.

3. having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yangdilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.

4. having adequate capital , yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utamadalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat danmental.

5. managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan atau mengelola keuangan,secara efektif dan efisien, mencari sumber dana, dan menggunakannnya secara tepat, danmengendalikannya secara akurat.

6. managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin.Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.

7. managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan ataumemotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.

8. statisfying customer by providing high quality product , yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat danmemuaskan.

9. knowing  Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi atau cara bersaing. Wirausaha harusdapat mengungkap kekuatan (  strength ) , kelemahan ( weaks ) , peluang ( opportunity), dan ancaman (threat ), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing

10. copying with regulation and paper work , yaitu membuat aturan atau pedoman yang jelastersurat, tidak tersirat

Perlukah Antimicrobial preservatives dalam sediaan Farmasi

Sebenarnya perlu atau tidak ya sebuah bahan anti microba maupun anti jamur dalam sebuah formulasi sebuah obat?

Selama kuliah (jaman dulu) untuk formulasi sebuah obat, jarang atau bahkan tidak pernah diberi sebuah anti mikroba. Lha kalau begitu berarti sebuah formula obat itu gak perlu diberikan anti mikroba atau anti jamur? Jika formulasi menggunakan granulasi basah sekalipun ketika kadar air granul <5% kemungkinan granul tersebut sudah mempunyai kemampuan untuk tahan terhadap pertumbuhan mikroba. tetapi ternyata ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi stabilitas dari granul maupun tablet hasil cetakan yang memaksa seorang formulator membuat formulasi obat dengan penambahan Antimicrobial preservatives.

Sebuah pabrik Farmasi didesain untuk memenuhi syarat pembuatan obat yang baik termasuk di dalamnya penggunaan sistem HVAC yang memenuhi syarat untuk produksi obat (baca CPOB sendiri ya). Tetapi kadang belum semua pabrik farmasi mempunyai sebuah sistem HVAC yang mumpuni untuk menanggulangi crosscontamination maupun kontaminasi lain dari jamur maupun bakteri. Jika demikian ada faktor luar yang mempengaruhi sebuah granul untuk dapat bertahan dari kontaminasi luar. Selain itu faktor personal hygiene dari masing-masing operator baik saat granulasi, cetak maupun stripping juga sangat berpengaruh pada kontaminasi itu sendir. makanya pentingnya hygiene dalam proses produksi. tapi apakah semua pabrik farmasi sudah menerapkan hal-hal tersebut dengan baik? Jadi tidak heran jika ada sebuah pabrik farmasi harus menambahkan Antimicrobial preservatives dalam setiap formulasi obatnya dengan alasan jika tidak ditambah maka kestabilan obat tersebut dapat terganggu.

Antimicrobial preservatives diklasifikasikan menjadi dua sub-kelompok: anti-fungal preservatives and anti-bacterial preservatives. Anti-fungal preservativesr termasuk senyawa seperti asam benzoat dan askorbat dan garamnya, dan senyawa fenolik seperti metil, etil, propil dan butil p-hydroxybenzoate (paraben). Anti-bacterial preservatives meliputi senyawa-senyawa seperti garam amonium kuartener, alkohol, fenol, dan mercurials biguanidines.

Paraben sendiri banyak juga dipakai sebagai Antimicrobial preservatives dalam formulasi sediaan obat. Paraben lebih cenderung melawan yeast dan kapang daripada melawan bakteri. Selain itu paraben juga lebih baik untuk bakteri gram positif. Penggunaan paraben dalam formulasi:

IM, IV, SC injections 0.005–0.2 %
Inhalation solutions 0.015%
Intradermal injections 0.02–0.26%
Nasal solutions 0.017%
Ophthalmic preparations 0.005–0.01%
Oral solutions and suspensions 0.01–0.02%
Rectal preparations 0.02–0.01%
Topical preparations 0.01–0.6%
Vaginal preparations 0.02–0.1%
*dari berbagai sumber

#pengalaman pribadi…

periksa THT

i

image

inilah suasana di rumah sakit di daerah muntilan, rumah sakit milik pemda ini memang tak pernah sepi sebagai tujuan dari orang-orang di sekitar untuk berobat.
inilah hari kedua aku datang ke rumah sakit ini. Jam 8 pagi kakiku sudah menginjak di halaman rumah sakit. Dingin selama perjalanan yang menemaniku diperjalanan pagi ini. Kalau hari biasa, aku pasti masih setia dengan peraduanku dan selimut tebal yang menemaniku.
setelah mendaftar, aku menunggu cukup lama dan terdengar namaku dipanggil. Aku maju dan di loket aku ditanya “mau periksa apa?”, aku menjawab THT. Ganteng2 gini kok budeg, mungkin itu yg dipikirkan mbak2 di loket pendaftaran ( gr ah…).
memang kemarin aku sudah ke dokter mata sama dokter umum untuk periksa kesehatan, tinggal ke dokter tht..

image

didepan ruang periksa inilah kini aku menunggu… sebuah step yang harus kujalani, entah hasilnya apa…. masih menunggu dan tetap menunggu….
saat masuk ke ruang klinik… dibilangnya dokternya datang jam 10… apa!!!! jadi buat apa aku bangun pagi, mandi pagi dan berangkat saat masih dingin… kalo ternyata dokternya datang siang…huh…..

kejiwaanku

image

sekilas aku baca hasil test kejiwaanku, disana ditulis bahwa intelektualku rata-rata, orangnya ambisius dan sedikit sulit mengontrol emosi.
aku mempunyai sifat sosial yang cukup dan segala sesuatu akan dianalisis dahulu, sifatku yang kadang mementingkan diri sendiri yang akan dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan..
wah aku ternyata kaya’ gitu ya…. hmmm….