Arsip Kategori: kesehatan

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) untuk obat kemoterapi. Bagaimana Membuang limbah obat khemo

dagusibu

DA GU SI BU, yaitu DApatkan obat secara benar, GUnakan obat secara benar, SImpan obat dengan benar dan BUang obat dengan benar. Gerakan yang baru-baru ini sedang marak digalakkan oleh ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Gerakan untuk menyadarkan masyarakat bagaimana cara memperlakukan obat dengan benar, salah satunya adalah  Gerakan Keluarga Sadar Obat.

obat kanker atau obat sitostatika merupakan obat yang cukup beresiko tinggi baik untuk pasien sendiri, terhadap orang disekitar pasien maupun dampak terhadap lingkungan, oleh karena itu perlunya penanganan obat yang sangat khusus. Penanganan buka hanya soal penyimpanan, tetapi meliputi pembuangan sampah obat dan bahkan sampah hasil metabolisme yang dapat berupa urin atau tinja.

Obat akan dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran maupun urine, hasilnya  berupa hasil metabolisme obat yang kadang juga masih dapat berefek kepada lingkungan sekitar. Perlu diingat bahwa Obat khemo selain dapat menyembuhkan kanker tetapi juga bersifat karsinogenik atau mutagenik (yang dapat menyebabkan kanker).

DAPATKAN

hqdefault.jpg

image source:https://i.ytimg.com/vi/jiJo7ic6pgQ/hqdefault.jpg

Dapatkan obat khemo dengan benar, dengan melakukan kontrol rutin tiap bulan dengan dokter ahli dan tebus obatnya di farmasi. Untuk Obat kemoterapi oral diberikan pasien sesuai dengan diagnosa dokter ahli, sehingga tiap pasien akan sangat mungkin berbeda terapi dengan pasien yang lain. Ada Pasien yang mendapatkan terapi untuk 2 minggu, ada yang setiap hari harus mengkonsumsi obat. Dengan Kontrol Rutin Pasien akan lebih terjamin tentang perkembangan kondisinya. Selain itu setelah mendapatkan obat, Perhatikan informasi yang terdapat pada brosur dan kemasan serta Perhatikan kadarluarsa obat.

GUNAKAN

stock-photo-a-sick-teddy-bear-getting-liquid-medicine-in-the-hospital-8972491.jpg

image source : http://image.shutterstock.com/z/stock-photo-a-sick-teddy-bear-getting-liquid-medicine-in-the-hospital-8972491.jpg

Dalam mengkonsumsi obat yang perlu diperhatikan adalah

  • saran dokter dan sesuai dengan etiket yang tertera pada label luar obat.
  • Jika ada penggunaan obat khusus seperti suppositoria, atau inhaler silahkan tanyakan pada petugas atau Apoteker.
  • Menelan setiap tablet atau kapsul secara utuh. Jangan merusak, menghancurkan, atau mengunyah terutama untuk obat khemo
  • Jika Anda melewatkan minum obat pada jam yang ditentukan, sesegeralah mungkin minum obat yang terlupa. Namun, jika hampir waktu untuk obat berikutnya, lewati dosis yang tidak terminum dan kembali ke jadwal rutin meminum obat.
  • Jangan meminum obat 2x dosis yang telah ditentukan
  • Jika Anda tidak dapat menelan pil, berbicara dengan perawat atau apoteker tentang cara-cara lain untuk minum obat.
  • Jika Anda muntah atau memuntahkan obat Anda, hubungi dokter Anda untuk petunjuk lebih lanjut.
  •  Cuci tangan Anda setelah minum obat. Hindari penanganan obat yang hancur atau rusak  (tablet atau kapsul)
  • Jika ada keluarga yang membantu untuk meminumkan obat, diusahakan memakai Sarung Tangan dan Masker. Sebelum dan setelah memberikan obat cuci tangan dengan bersih

SIMPAN

3966_medicine5.gif

Penyimpanan Obat yang benar sangat Penting

  •  Kebanyakan obat kemoterapi oral disimpan pada suhu kamar, hindarkan dari suhu yang terlalu panas satau terlalu lembab. Anda akan diberitahu jika obat Anda perlu penyimpanan khusus atau penanganan yang khusus.
  • Dan yang paling Penting Simpan obat ini dalam wadah tertutup, di tempat yang aman,
  • Jangan Mencampurkan Obat Khemo dengan Obat yang Lain
  • jauhkan dari obat keluarga lain, Kecuali keluarga yang membantu
  • Semua obat harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

BUANG

cytotoxic waste.jpg

Limbah obat khemo bukanlah limbah yang dapat dengan mudahnya dibuang. Limbah Obat Khemo harus ditangani dengan sangat khusus. Limbah meliputi bungkus atau plastik penyimpanan, serta hasil metabolit (urine, Feses atau bahkan Keringat)

  • Jika Anda memakai pil kemoterapi oral (tablet atau kapsul), silakan mengembalikan Sampah ke apotek mana asal obat. Jangan membuang ke toilet, membuang di wastafel, atau membuang di tempat sampah. Beberapa Rumah Sakit sudah membawakan Plastik khusus yang dibawa Pasien sebagai wadah untuk sampah obat kemo. Nanti dalam periode tertentu sampah tersebut dibawa untuk dimusnahkan di Rumah Sakit.
  • Obat Kemoterapi tetap dalam tubuh selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, dan ditemukan dalam muntahan, urin, feses, dan keringat (limbah tubuh). Perhatian khusus harus diberikan  untuk mencegah limbah tubuh pasien  kontak  dengan pasien atau pengasuh.
  • Dalam Penggunaan Toilet diharapkan untuk flushing atau saat membersihkan toilet dilakukan 2x. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan toilet.
  • Jika urin, muntah, atau tinja mengenai tubuh, cuci dengan sabun dan air. Selalu gunakan sarung tangan saat membersihkan peralatan atau membuang limbah dari urinoir atau toilet.
  • Pengasuh atau Keluarga yang hamil tidak diperbolehkan menangani  limbah tubuh pasien.
  • untuk Cucian Selalu gunakan sarung tangan disposable saat menangani lembaran atau pakaian yang telah kotor dengan limbah tubuh. Pakaian atau perlengkapan kotor harus disimpan dan dicuci secara terpisah dari cucian lainnya
  •  Untuk menyerap air seni atau tinja, gunakan sekali pakai, bisa dengan underpad, popok, atau lembaran kain. Ganti segera ketika kotor. Kemudian cuci dengan sabun dan air.
  • Jika Anda memiliki colostomy, Gunakan Sarungtangan untuk mengganti atau mengosongkannya.

 

Sumber http://www.dana-farber.org/Health-Library/Oral-chemotherapy-fact-sheet.aspx

Iklan

BPJS itu baik atau tidak? sebuah cerita dari Tulip

IMG_20151029_135404

Hari ini akan cerita sedikit tentang sistem jaminan kesehatan di negeri kita tercinta. BPJS beberapa saat yang lalu sempat heboh karena adanya keraguan tentang sistem jaminan melalui badan penyelenggara jaminan sosial ini. Semua kembali kedalam pribadi masing-masing. Mungkin ada yang masih ragu atau tidak mau ikut jaminan sosial lewat BPJS ini. sekarang kita melihat satu sisi dari jaminan ini. Pada bagian atas kenapa saya memperlihatkan gambar tersebut. Itu adalah faktur salah satu pasien, Pasien Kanker tepatnya di Tulip RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Kebetulan saya sehari-hari berada di sana.

Pasien tersebut mendapatkan obat Tasigna (nilotinib). obat tersebut dikonsumsi setiap hari (1×4 tablet) oleh pasien. pasien akan kontrol setiap 4 minggu dan akan mendapatkan obat sejumlah 112 tablet (untuk 28 hari/4 minggu). 49 juta lebih, itulah harga obat yang hanya 112 tablet dan hanya untuk 1 bulan. Bayangkan jika pasien itu setiap bulan harus menanggung beban bayar sebanyak itu? Kerjaan apa coba yang gajinya sebesar itu tiap bulan? mungkin yang pengusaha sukses sangat mudah mencari uang sebesar itu. Tapi kalau warga biasa yang kerjanya PNS, atau bahkan mungkin hanya buruh harian, sangat tidak mungkin bisa menebus obat itu.

Obat Kanker tidak murah… tapi sekarang banyak sekali penderita kanker. Jika dulu pernah dengar cerita penderita kanker harus menebus obat puluhan juta hanya untuk kemoterapi, dan itu memang benar. Contoh saja obat kemo herceptin (trastuzumab) itu harganya bisa mencapai 22 juta rupiah, dengan siklus kemoterapi setiap 21 hari dan bisa berlangsung hingga 8 siklus. Berapa banyak yang harus dibayarkan.

Mungkin sekarang banyak pasien yang sangat terbantu dalam menghadapi penyakitnya itu. Hampir semua pasien kanker di Sardjito menggunakan jaminan BPJS untuk pengobatan kanker. Jadi semua obat yang diberikan DIJAMIN oleh BPJS sehingga pasien tidak lagi mengeluarkan biaya sebesar itu lagi untuk proses kemoterapi.

Sekarang kembali ke anda mau ikut BPJS atau tidak, toh tidak ada ruginya, kalau anda sakit bisa dijamin asalkan sesuai dengan diagnosa dan obatnya. Kita tidak mengharap kita punya penyakit, tapi ya untuk mengantisipasi. Kalau yang merasa keberatan untuk ikut entah dengan berbagai alasan, termasuk karena tidak pernah sakit…. ya kita ganti cara pandang kita. Kita ikut BPJS ya kalau orang jawa bilang “idep-idep” ikut membantu pemerintah dengan memberikan subsidi silang bagi saudara kita yang seperti cerita di atas. Coba dengan cara apalagi kita akan mensuport para penderita kanker ini, mau dengan kampanye, mereka tidak butuh. Dengan simpati… belum cukup, ya menurut saya kita bantu mereka dengan mendukung sistem JKN tetep berjalan dan semoga makin banyak obat dan pengobatan yang dijamin bagi mereka…

Salam dari orang yang melihat pasien Tulip Sardjito

aku kecelakaan

pada tgl 8juni15…. hari itu hari senin. aku kebetulan dapat jatah libur dari rutinitasku. kesempatan libur ini aku mengunjungi temanku yg kebetulan kecelakaan beberapa waktu yg lalu. pulang dari rumah temanku,hujan deras melanda sepanjang jalan. dengan menembus hujan ku pacu motorku pulang. hampir sampai rumah… ketika kecelakaan terjadi. dari arah berlawanan ada sebuah truk. ya.. aku menabrak sebuah truk.
setelah kecelakaan terjadi,aku diangkat ke pinggir. begitu mau bangun, kurasakan pahaku patah. langsung ku pegang pahaku agar patahan tidak menyakiti yg pahaku. pertolongan datang. ibuku juga datang sambil menangis.. aku diangkut k atas mobil… selAma d jalan aku masi pegang pahaku yg patah. untungny aku sadar spenuhny sehingga aku minta d bawa k rs pantirapih. bulikku ada d sana
tyta nilai sgot dan sgpt ku tinggi. operasi tidak bisa dilakukan secepatnya. aku harus menunggu sekitar 4hari sampai sgot sgptku normal, baru dilakukan pemasangan pen

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

(Belajar) Menjadi Tukang Oplosan

Tukang Oplosan…. itulah pekerjaanku sekarang. Mungkin sekarang banyak berita tentang banyak nyawa yang melayang karena Oplosan. Nyawa mereka melayang hanya demi kenikmatan sesaat akibat yang namanya Oplosan. Tetapi ini bukan tentang oplosan yang itu. Pada prinsipnya sih sama… yaitu campur mencampur. Bedanya kalau itu alkohol (entah etanol atau metanol yg dicampur) dengan berbagai “ramuan” ala kadarnya untuk meningkatkan “kekuatan dari alkohol. Kalo aku sih sekarang dapat tugas menjadi tukang oplos obat. bukan obat sembarang obat, tetapi obat sitostatika.

reff:
kanker ganas yang datang merenggut jiwamu kasih
mengapa sakitmu tiada terobati
kanker ganas yang datang memisahkan cinta kita
musnahkan impian, hancurkan harapan

** kini hanya dapat ku menatap batu nisan
selamat tidur panjang di sisi Tuhan

          Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan  Tommy J Pisa yang berjudul “Akibat Kanker Ganas” menemaniku saat menulis ini. Sebuah Lagu di tahun 80-90an ini sepertinya menggambarkan sebuah kisah sedih yang dialami sepasang kekasihnya. Mungkin Banyak sekali ketakutan yang timbul akibat dari penyakit yang bernama kanker, Bukan hanya sekarang tapi sudah dari jaman dahulu.

Kenapa lagu itu cukup menarik ku untuk mendengarkan? karena sekarang aku bekerja di sebuah bagian Instalasi Farmasi yang menangani Obat Sitostatika. Ya Obat sitostatika, obat yang digunakan oleh para pasien kanker. Biasanya dipergunakan pada saat kemoterapi. yah begitulah pekerjaanku sekarang. Karena obat yang harus dioplos itu obat sitostatika dan bersifat karsinogenik, maka penanganan harus khusus, meskipun hanya secara aseptis, blum layaknya instalasi steril pada perusahaan farmasi yang terbagi dalam kelas A, B. Tetapi APD (alat Perlindungan Diri) sangat diperlukan. Baju berlapis, masker berlapis, sarung tangan berlapis. Sudah gemuk ditambahi macam-macam APD, sebenarnya cukup ribet. Tapi bagaimana lagi…

indexPenanganan Sediaan Sitostatik menurut Peraturan Menteri Kesehatan no 58 tahun 2014
Penanganan sediaan sitostatik merupakan penanganan Obat kanker secara aseptis dalam kemasan siap pakai sesuai kebutuhan pasien oleh tenaga farmasi yang terlatih dengan pengendalian pada keamanan terhadap lingkungan, petugas maupun sediaan obatnya dari efek toksik dan kontaminasi, dengan menggunakan alat pelindung diri, mengamankan pada saat pencampuran, distribusi, maupun proses pemberian kepada pasien sampai pembuangan limbahnya.
Secara operasional dalam mempersiapkan dan melakukan harus sesuai prosedur yang ditetapkan dengan alat pelindung diri yang memadai.
Kegiatan dalam penanganan sediaan sitostatik meliputi:

  • a. melakukan perhitungan dosis secara akurat;
    b. melarutkan sediaan Obat kanker dengan pelarut yang sesuai;
    c. mencampur sediaan Obat kanker sesuai dengan protokol pengobatan;
    d. mengemas dalam kemasan tertentu; dan
    e. membuang limbah sesuai prosedur yang berlaku.

Faktor yang perlu diperhatikan:

  • a. ruangan khusus yang dirancang dengan kondisi yang sesuai;
    b. lemari pencampuran Biological Safety Cabinet;
    c. HEPA filter;
    d. Alat Pelindung Diri (APD);
    e. sumber daya manusia yang terlatih; dan
    f. cara pemberian Obat kanker.

Sekarang masih dalam tahap belajar, karena kecepatan dalam mengoplos masih sangat lambat, Masih belum hafal dan masih harus menghitung jumlah Obat yang harus dioplos. Meskipun Protokol dari dokter sudah ada yang membantu kita dalam pengoplosan. Obat Kanker dengan dosis berapa, dimasukkan dalam jenis Infus apa , apakah NaCl 0.9% atau dalam larutan gula dextrose 5% atau dalam media apa sudah jelas. dalam protokol obat sitostatika juga tertulis lama pemberian bera  jam. Hal tersebut memudahkan pengoplos baik dari bagian penyiapan maupun pencampuran dalam menangani obat tersebut.

Farmasi Industri menuju farmasi Klinik

images

Banyak orang mengangkap kalau seorang Apoteker itu tahu tentang semua obat. Ya, mereka tahunya kalau Apoteker itu belajar tentang obat, itu memang tidak salah tetapi juga tidak 100 % benar. Buktinya aku, meski ada gelar Apt tetapi aku tidak tahu tentang obat. Sering banyak orang yang bertanya tentang obat A, B,C maupun D yang belum tentu aku tahu. Mungkin kalau obat-obat yang umum sih tahu, tapi kalau sudah sampai terapinya dan interaksi….. wes mumet.

Lha kok Bisa? mungkin ada yan heran ya? ya bisa donk.. seperti anak SMA, yang sudah dijuruskan IPA/IPS/Bahasa…. seperti itu juga di jamanku kuliah, sudah dijuruskan menjadi Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Farmasi bahan alam. Ya seperti anak IPA ditanyain Akutansi pasti pusing, meskipun dasarnya mereka tahu, atau anak IPS ditanyain geometri…..

Sebenarnya aku orang Industri yang diajari bagaimana analisis obat, sintesis obat, rekayasa genetika, managemen Farmasi Industri. Meskipun kesemuanya hanya sampai di teori. Lha? ya orang bekerja kan harus menyesuaikan dimana dia bekerja, kalau bekerja di analisi atau di LAB ya ilmu analisisnya berguna. Sementara aku adalah orang produksi di Industri, Ilmu farmasi dasar terutama teknologi farmasi banyak membantu, tetapi yang utama adalah bagaimana me”manage”, baik waktu, orang, bahan. Lha memanage orang itu yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Ilmu psikologi manusia yang seharusnya diajarkan kan gak ada di matakuliah Farmasi, Padahal di produksi harus selalu berinteraksi dengan manusia, bagaiamana mengatur orang, mengawasi orang, dan kadang harus berdebat dengan banyak orang lintas departemen.

Lha kan oang kan bisa di tekan atau gmana supaya bisa jalan… Ya kalau di perusahaan farmasi yang besar sistem sudah terbangun dengan baik, permasalahan tidak terlalu banyak. Tetapi cobalah untuk mengunjungi perusahaan yang berkembang atau kecil, dimana segala keterbatasan harus diatasi mulai dari bahan baku, mesin, operator, fasilitas pendukung baik alat maupun ruangan. Faktor human juga berpengaruh, karena sistem belum benar2 berjalan maka sering faktor operator berpengaruh. Kalau hatinya baik, hasil kerjanya juga baik, tetapi kalau suasana hati tidak mendukung? banyak kejadian yang justru memperburuk suasana, dimana hasilnya jelek, tidak terkontrol dan lain-lain.

Pertengahan bulan februari 2015 ini ada yang berbeda denganku. Aku resign dari Industri Farmasi dan beralih menjadi tenaga honorer (digaji negara) di RSUP di kota yogyakarta. Begitu masuk, banyak senior Farmasi yang sudah ragu karena background ku industri, yah memang mereka tidak salah, karena spesialisasiku di industri, kalau di klinik ya harus dimulai dari nol lagi. “Kamu itu tidak cocok untuk kerja di rumah sakit, kompetensimu beda”. ya mau nggak mau harus belajar tentang terapi, interaksi, pelayanan farmasi, yang semuanya berbeda dengan kehidupanku selama ini di industri.

dan awal perjalanan farmasi klinik ku dimulai dari sekarang………………………………………

Ternyata kaplet yang mempunyai listrik statis itu cukup mengganggu ya..

Malam ini, aku dapat laporan dari bagian stripping kaplet (kemas Primer), bahwa ada proses stripping yang mengalami gangguan. Kaplet tidak mau turun dari bagian head feeder.  Biasanya karena kaplet yang tebal tipis sehingga mengganggu kelancaran proses strip kaplet (kaplet macet). Kalau kaplet macet, maka hasil strip ada yang kosong. Tapi kali ini beda, ada sesuatu yang menghalangi kaplet untuk bergerak, bukan karena terlalu sesak atau kaplet terlalu besar.

wpid-2014-12-02-21-28-56_photo.jpg

itu karena kaplet yang sedang di strip mengandung sesuatu seperti listrik statis.  Pernah mendengar apa itu listrik statis? mungkin masih ingat pelajaran SD tentang listrik statis. Ya Listrik yang diam. Seperti contoh saat menggosok-gosokkan penggaris plastik ke rambut trus didekatkan ke kertas, maka kertas akan tertarik dan menempel ke penggaris.

Karena adanya perbedaan muatan listrik positif dan negatif yang mengakibatkan 2 benda akan saling menarik. Ternyata kaplet juga ada ya yang demikian.

Memang kaplet yang dimaksud dilakukan film coating, yaitu pemberian lapisan tambahan pada tablet atau kaplet. Coating sendiri dilakukan pada kaplet untuk beberapa tujuan, misalnya untuk menutupi bau yang tidak enak, menutupi rasa yang tidak enak, membuat tampilan obat jadi menarik, menjaga stabilitas obat selama penyimpanan.

kemungkinan ada bahan yang ditambahkan pada bahan salut yang menyebabkan kaplet mengalami “listrik statis”.

wpid-2014-12-02-21-28-31_photo.jpgkertas yang menempel pada kaplet

 memang kejadian ini tidak terjadi hanya kali ini saja, tetapi saat beda mesin strip, sangat terasa. Pada mesin sebelumnya feedernya terbuat dari alumunium, sehingga listrik statis tidak begitu terasa pada proses stripping. Kali ini ternyata bahan feedernya terbuat dari besi Stainles steel. Sehingga daya hambatnya begitu terasa. Karena gaya tarik menarik antara feeder dengan kaplet yang cukup besar, maka kaplet seolah terhenti (padahal gaya yang digunakan adalah gaya gravitasi),  Hmm entah besok apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini……..