Arsip Kategori: humanity

jalur kuning di Malioboro

          Pernahkah teman-teman mengunjungi Malioboro, yang merupakan salah satu tempat daya tarik di Yogyakarta. Tempatnya yang dekat Keraton, Pusat pemerintahan, bahkan jalan ini dibatasi Stasiun Besar Yogyakarta di sebelah utaranya menjadikan tempat ini salah satu destinasi favourite di kota gudeg ini.

          Malioboro memberikan sejuta pesona bagi yang pernah mengunjungi tempat ini. Banyak toko-toko berdiri di kanan dan kiri jalan Malioboro ini dan para pedagang kaki lima yang berada di emper-emper toko kian menambah semarak dan padatnya destinasi wisata ini.

              Pernahkah melihat ke jalanan disekitar malioboro? pastinya jarang dan tidak pernah melihatnya. gambar diatas berada di jalan mangkubumi, disebelah utara stasiun besar Yogyakarta.  di jalan tersebut ada sebuah garis kuning panjang…

demikian juga disamping jalan Malioboro, disela-sela parkiran motor samping jalan malioboro pun ada jalur kuning ini…

didepan gedung Agungpun ada sebuah garis kuning yang membujur disepanjang trotoar

masuk ke dalam benteng Vrederburg juga terdapat jalur kuning ini

            Bahkan di Depan toko, di antara pada pedagang kaki lima pun ada sebuah jalur kuning ini. Pernahkah kita memperhatikan ini? dan apa fungsi dari jalur kuning ini. mungkin diantara kita sudah tahu, Tetapi banyak yang belum mengetahui.

jawabannya adalah

jalur kuning ini diperuntukkan bagi teman-teman kita yang tidak dapat melihat. dengan mengikuti jalur ini, tema-eman tersebut dapat berjalan tanpa harus takut kesasar/tersesat karena jalur tersebut membentang dari jalan mangkubumi, Jalan Malioboro, Kawasan Nol Km jogja bahkan sampai dengan taman pintar di depan Bank Indonesia. Jalur tersebut dibuat berbeda dengan jalur yang lain dengan alur yang menonjol sehingga membantu teman-teman yang tidak dapat melihat untuk dapat merasakan jalur tersebut. Setiap ada belokan maupun persimpangan jalan ada motif dari jalur yang berbeda seperti motifnya titik-titik jika ada persimpangan dengan jalan. Sungguh  tempat wisata yang dibuat juga nyaman bagi teman-teman dengan kesulitan penglihatan.

          Tapi ternyata yang tidak menghargai adalah kita sendiri dan orang-orang yang tidak mengetahui fungsi dan pentingnya jalur ini. Seperti kebanyakan jalur kuning ini menjadi tempat parkir motor dan menghalangi jalur khusus ini.

yah mungkin kita lebih sadar dan mau menghargai hak orang lain juga..

Iklan

Doa “Bapa Kami Kaum Tertindas” Ala Romo Adi Wardaya SJ

Saya membaca sebuah artikel tentang Doa Bapa Kami Kaum tertindas dari http://www.sesawi.net/2011/12/08/doa-bapa-kami-kaum-tertindas-ala-rm-adi-wardaya-sj/, karangan dari Romo Adi Wardaya SJ , Late.

Bapa kami yang ada di surga
Engkaulah Allah yang memihak orang yang melarat, bukan pada orang yang gila harta
Engkaulah Allah yang berdiri di sisi orang yang tertindas, bukan pada orang yang gila kuasa
Engkaulah Allah yang berbelas kasih pada orang yang hina, bukan pada orang-orang yang gila hormat.

Dimuliakanlah namaMu
Di antara para petani, Yang harus menggarap sawah-sawah tergadai,
Di lingkungan para buruh, Yang harus berteduh di gubuk kumuh
Di kalangan anak asongan, Yang harus mandi di kali tercemar,
Di antara rakyat kecil, Yang tergusur demi suksesnya pembangunan

Datanglah KerajaanMu
Yakni dunia baru,
Yang berundang-undang cintakasih
Yang berhaluan kebebasan,
Yang bertatanan keadilan.

Jadilah kehendakMu di atas bumi,
Untuk memberi makan pada yang lapar
Untuk memberi minum pada yang haus
Untuk memberi tumpangan pada para pendatang
Untuk memberi pakaian pada yang telanjang
Untuk melawat mereka yang sakit
Untuk mengunjungi mereka yang ada dalam penjara
Untuk memperjuangkan hak-hak mereka yang tertimpa ketidakadilan

Seperti di dalam sorga,
Yang berpihak pada rakyat kecil
Yang mengutuk segala bentuk intimidasi
Yang menghilangkan segala upaya pembodohan masyarakat
Yang membongkar segala
praktek bisnis serakah tanpa moral
Yang mendobrak segala praktek penyalahgunaan kekuasaan

Berilah kami rejeki pada hari ini,
Agar kami kuat dan berkobar dalam membongkar budaya bisu
Agar kami kuat dan pantang mundur dalam melawan b udaya takut
Agar kami kuat dan berani menentang budaya pakewuh

Dan ampunilah kesalahan kami,
Karena kami diam, Ketika hutan-hutan dibabat untuk arena balap mobil
Karena kami bungkam, Ketika rumah dan ladang digusur untuk lapangan golf
Karena kami bisu, Ketika sawah-sawah dirampas untuk rumah mewah
Karena kami tak acuh, Ketika rakyat kecil disingkirkan demi gemerlapnya keindahan kota

Seperti kami pun mengampuni,
Mereka yang bersalah kepada rakyat
Melalui sistem pembodohan massal
Sehingga rakyat hanya mampu mengucap “ya, ya, dan ya”

Jangan masukkan kami ke dalam percobaan
Sehingga kami pun ikut melakukan kekerasan
Seperti mereka yang tidak mengenal Tuhan,
Sehingga kami hanya mampu melontarkan kritik
Tanpa kami sendiri bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab,
Sehingga kami berpihak dan membantu orang kecil
Tetapi kami sendiri tidak terlepas dari permainan manipulasi

Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat,
Yakni pikiran yang memonopoli kekayaan alam,
Perkataan untuk memanipulasi pendapat umum,
Perbuatan yang melecehkan keinginan rakyat.
Amin.