Arsip Kategori: chemotherapy

Berhubungan dengan obat, cerita, proses pada penderita kanker

Mesin handling sitostatika (oplosan) baru,part 1

Hari itu tempat pencampuran kami mendapat mesin baru, mesin bsc type 2 ini menambah armada menjadi 3 buah.

Type mesin dengan aliran udara vertikal ini (hepa filter berada di atap)

Mesin ini dipilih karena masuk e cataloque, sehingga bagi rumah sakit pemerintah bisa membeli. Untuk jenis mesin ini menggunakan mesin exhaust yang harus diletakkan di luar ruangan. Mesin exhaust yang harus terletak diluar menjadikan permasalahan tersendiri, sebab kami berada di lt 6 gedung. Untuk peletakan mesin diluar gedung dengan ketinggian seperti ini susah.

Salah satunya ide yang di gunakan adalah peletaan mesin exhaust di atap gedung

Dari atap hingga lt 6 terdapat 2 lantai antara dengan menggunakan cerobong

Ternyata jarak 2 lantai ini menimbulkan masalah baru, aliran angin yang besar menyebabkan posisi cerobong sering bergeser.

Walaupun mesin bisa berfungsi tetapi exhaust kurang maksimal,masih ada lagi perubahan tata letak exhaust yg akan dilakukan

DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) untuk obat kemoterapi. Bagaimana Membuang limbah obat khemo

dagusibu

DA GU SI BU, yaitu DApatkan obat secara benar, GUnakan obat secara benar, SImpan obat dengan benar dan BUang obat dengan benar. Gerakan yang baru-baru ini sedang marak digalakkan oleh ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Gerakan untuk menyadarkan masyarakat bagaimana cara memperlakukan obat dengan benar, salah satunya adalah  Gerakan Keluarga Sadar Obat.

obat kanker atau obat sitostatika merupakan obat yang cukup beresiko tinggi baik untuk pasien sendiri, terhadap orang disekitar pasien maupun dampak terhadap lingkungan, oleh karena itu perlunya penanganan obat yang sangat khusus. Penanganan buka hanya soal penyimpanan, tetapi meliputi pembuangan sampah obat dan bahkan sampah hasil metabolisme yang dapat berupa urin atau tinja.

Obat akan dikeluarkan oleh tubuh melalui kotoran maupun urine, hasilnya  berupa hasil metabolisme obat yang kadang juga masih dapat berefek kepada lingkungan sekitar. Perlu diingat bahwa Obat khemo selain dapat menyembuhkan kanker tetapi juga bersifat karsinogenik atau mutagenik (yang dapat menyebabkan kanker).

DAPATKAN

hqdefault.jpg

image source:https://i.ytimg.com/vi/jiJo7ic6pgQ/hqdefault.jpg

Dapatkan obat khemo dengan benar, dengan melakukan kontrol rutin tiap bulan dengan dokter ahli dan tebus obatnya di farmasi. Untuk Obat kemoterapi oral diberikan pasien sesuai dengan diagnosa dokter ahli, sehingga tiap pasien akan sangat mungkin berbeda terapi dengan pasien yang lain. Ada Pasien yang mendapatkan terapi untuk 2 minggu, ada yang setiap hari harus mengkonsumsi obat. Dengan Kontrol Rutin Pasien akan lebih terjamin tentang perkembangan kondisinya. Selain itu setelah mendapatkan obat, Perhatikan informasi yang terdapat pada brosur dan kemasan serta Perhatikan kadarluarsa obat.

GUNAKAN

stock-photo-a-sick-teddy-bear-getting-liquid-medicine-in-the-hospital-8972491.jpg

image source : http://image.shutterstock.com/z/stock-photo-a-sick-teddy-bear-getting-liquid-medicine-in-the-hospital-8972491.jpg

Dalam mengkonsumsi obat yang perlu diperhatikan adalah

  • saran dokter dan sesuai dengan etiket yang tertera pada label luar obat.
  • Jika ada penggunaan obat khusus seperti suppositoria, atau inhaler silahkan tanyakan pada petugas atau Apoteker.
  • Menelan setiap tablet atau kapsul secara utuh. Jangan merusak, menghancurkan, atau mengunyah terutama untuk obat khemo
  • Jika Anda melewatkan minum obat pada jam yang ditentukan, sesegeralah mungkin minum obat yang terlupa. Namun, jika hampir waktu untuk obat berikutnya, lewati dosis yang tidak terminum dan kembali ke jadwal rutin meminum obat.
  • Jangan meminum obat 2x dosis yang telah ditentukan
  • Jika Anda tidak dapat menelan pil, berbicara dengan perawat atau apoteker tentang cara-cara lain untuk minum obat.
  • Jika Anda muntah atau memuntahkan obat Anda, hubungi dokter Anda untuk petunjuk lebih lanjut.
  •  Cuci tangan Anda setelah minum obat. Hindari penanganan obat yang hancur atau rusak  (tablet atau kapsul)
  • Jika ada keluarga yang membantu untuk meminumkan obat, diusahakan memakai Sarung Tangan dan Masker. Sebelum dan setelah memberikan obat cuci tangan dengan bersih

SIMPAN

3966_medicine5.gif

Penyimpanan Obat yang benar sangat Penting

  •  Kebanyakan obat kemoterapi oral disimpan pada suhu kamar, hindarkan dari suhu yang terlalu panas satau terlalu lembab. Anda akan diberitahu jika obat Anda perlu penyimpanan khusus atau penanganan yang khusus.
  • Dan yang paling Penting Simpan obat ini dalam wadah tertutup, di tempat yang aman,
  • Jangan Mencampurkan Obat Khemo dengan Obat yang Lain
  • jauhkan dari obat keluarga lain, Kecuali keluarga yang membantu
  • Semua obat harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

BUANG

cytotoxic waste.jpg

Limbah obat khemo bukanlah limbah yang dapat dengan mudahnya dibuang. Limbah Obat Khemo harus ditangani dengan sangat khusus. Limbah meliputi bungkus atau plastik penyimpanan, serta hasil metabolit (urine, Feses atau bahkan Keringat)

  • Jika Anda memakai pil kemoterapi oral (tablet atau kapsul), silakan mengembalikan Sampah ke apotek mana asal obat. Jangan membuang ke toilet, membuang di wastafel, atau membuang di tempat sampah. Beberapa Rumah Sakit sudah membawakan Plastik khusus yang dibawa Pasien sebagai wadah untuk sampah obat kemo. Nanti dalam periode tertentu sampah tersebut dibawa untuk dimusnahkan di Rumah Sakit.
  • Obat Kemoterapi tetap dalam tubuh selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari, dan ditemukan dalam muntahan, urin, feses, dan keringat (limbah tubuh). Perhatian khusus harus diberikan  untuk mencegah limbah tubuh pasien  kontak  dengan pasien atau pengasuh.
  • Dalam Penggunaan Toilet diharapkan untuk flushing atau saat membersihkan toilet dilakukan 2x. Cuci tangan dengan sabun dan air setelah menggunakan toilet.
  • Jika urin, muntah, atau tinja mengenai tubuh, cuci dengan sabun dan air. Selalu gunakan sarung tangan saat membersihkan peralatan atau membuang limbah dari urinoir atau toilet.
  • Pengasuh atau Keluarga yang hamil tidak diperbolehkan menangani  limbah tubuh pasien.
  • untuk Cucian Selalu gunakan sarung tangan disposable saat menangani lembaran atau pakaian yang telah kotor dengan limbah tubuh. Pakaian atau perlengkapan kotor harus disimpan dan dicuci secara terpisah dari cucian lainnya
  •  Untuk menyerap air seni atau tinja, gunakan sekali pakai, bisa dengan underpad, popok, atau lembaran kain. Ganti segera ketika kotor. Kemudian cuci dengan sabun dan air.
  • Jika Anda memiliki colostomy, Gunakan Sarungtangan untuk mengganti atau mengosongkannya.

 

Sumber http://www.dana-farber.org/Health-Library/Oral-chemotherapy-fact-sheet.aspx

Kenapa Obat khemo pakai alat yang free PVC?

Penggunaan Alat kesehatan yang mengandung polyvinyl chloride (PVC) cukup banyak. Hal tersebut dikarenakan bahan PVC mempunyai karakteristik fleksibel, transparan, kuat. Untuk PVC murni cenderung lebih rigid dan rapuh,. sehingga diperlukan bahan tambahan  plasticizer untuk memperbaiki sifat materialnya.

Sebagian besar selang infus PVC mengandung di-2-ethylhexyl phthalate (DEHP) sebagai platicizer untuk memberikan kelenturan pada selang infus.

aDEHP

Banyak laporan yang menyebutkan mengenai efek toksik DEHP yang dilepaskan dari selang PVC selama infus intravena larutan obat dalam cairan. DEHP yang dilepaskan mempengaruhi metabolisme manusia dan dapat mengurangi efikasi obat mengingat adanya adsorpsi obat pada permukaan dalam dari selang infus PVC. Selain adsorpsi obat karena pelepasan DEHP, surfaktan (seperti polysorbate 80/Tween 80 dan polyethoxylated castor oil/Cremophor EL) yang dimaksudkan untuk meningkatkan kelarutan obat anti-kanker, dapat berinteraksi dengan DEHP yang dilepaskan dari selang infus. Plasticizer dapat mempengaruhi efikasi surfaktan dan mengurangi kelarutan obat anti-kanker lipofilik dalam larutan aqueous, sehingga obat anti-kanker yang mengalami presipitasi tidak cukup untuk mempertahankan efikasi pharmaceutical aslinya. EPA telah mengidentifikasi DEHP sebagai racun reproduksi.

beberapa obat yang dapat melepaskan DEHP dari infus diantaranya:

  •  chlordiazepoxide HCl
  • cyclosporine
  • dosetaxel

Docetaxel termasuk salah satu kemoterapi dengan kelarutan dalam air yang buruk, oleh karena itu diformulasikan dalam polysorbate 80

  • etoposide

Etoposide menggunakan pelarut polysorbate 80 yang dapat melarutkan DEHP

  • Emulsi lipid 
  • Paclitaxel

Pelarut paclitaxel yaitu cremophor dapat melarutkan bahan plastik PVC atau DEHP

  • Teniposide

Sumber http://www.kalbemed.com/News/tabid/229/id/19561/Docetaxel-Lebih-Aman-Digunakan-dengan-Selang-Infus-Non-PVC.aspx

 

Layout Tempat pencampuran obat sitostatika

Pertanyaan yang sering terlintas dalam benak adalah bagaimana sih desain ruangan untuk pencampuran obat sitostaika?

Pencampuran obat sitostatika di rumahsakit perlu diperhatikan fasilitas fisik yang ada, terutama ruangan untuk melakukan pencampuran obat tersebut. Pada prisnsipnya adalah fasilitas pencampuran sitostatika dapat melindungi produk akhir obat dan juga petugasnya. Menurut pedoman pencampuran obat suntik dan penanganan sediaan sitostatika yang dikeluarkan kemkes 2009 dikatakan bahwa  pencampuran obat suntik dilakukan dengan cara aseptis dan dilakukan dalam Laminary Air Flow.

Menurut CPOB 2012, Tujuan dari proses aseptis adalah untuk mempertahankan sterilitas produk yang dibuat dari komponen-komponen yang masing-masing telah disterilisasi sebelumnya dengan menggunakan salah satu cara dari metode yang ada. Kondisi operasional hendaklah dapat mencegah kontaminasi mikroba. Untuk menjaga sterilitas komponen dan produk selama proses aseptis, perhatian perlu diberikan pada :

  • lingkungan;
  • personil;
  • permukaan yang kritis;
  • sterilisasi wadah/ tutup dan prosedur pemindahannya;
  • waktu tunggu maksimum bagi produk sebelum pengisian ke dalam wadah akhir; dan
  • filter untuk sterilisasi.

Dikarenakan resiko dari kontaminasi maka pencampuran sitostatika dilakukan dalam ruangan khusus dengan alat yang khusus. Selain itu akses dibatasi hanya untuk petugas khusus saja. Selain itu fasilitas untuk pencampuran sitostatika harus didesain agar memudahkan  akses keluar masuk personel dan barang serta mudah dalam melakukan pembersihan.

Ruangan harus dirancang untuk memudahkan handling secara aseptis,dan penyiapan obat sitotoksik, dan juga dirancang untuk memberikan keamanan terhadap  obat sitotoksik jika terjadi kegagalan fungsi dari alat baik BSC maupun isolator atau tumpahan. Pada  handling sitostatika menggunakan teknik aseptis diharapkan pada ruangan dengan Kelas A. Penggunaan Laminary Air flow maupun isolator dapat menjamin kondisi sesuai dengan kelas yang diharapkan. Yang membedakan keduanya adalah kondisi ruangan di sekitar alat yang digunakan. Untuk klasifikasi ruangan dapat dilihat pada tabel di bawah

https://ahmadfiki.files.wordpress.com/2013/11/pembagian-kelas.jpg

Pada penggunaan Laminary Air Flow atau juga biological safety cabinet, pencampuran obat secara aseptis untuk obat dengan ED obat <24 jam dilakukan dengan background ruangan kelas D, sedangkan dengan obat dengan waktu yang panjang >24 jam, kondisi ruangan sekitar haruslah pada kelas B. Sedangkan untuk Isolator kondisi rungan sekitar bisa dengan ruangan kelas D untuk semua kondisi obat.

Untuk contoh layout ruangan untuk handling sitotoksik / Cytotoxic Drug Reconstitution (CDR)

Untitled

Terus bagaimana dengan tekanan udara? Untuk bahan berbahaya seperti obat sitostatika, maka tekanan udara dalam alat haruslah lebih negatif daripada ruangan sekitar, untuk menghindari cemaran ke lingkungan sekitar. Alat LAF yang digunakan juga dengan aliran udara yang bersifat vertikal, sehingga udara akan terhisap masuk LAF melalui prefilter dan HEPA Filter dan tidak membahayakan petugas. Begitu juga aliran udara Ruangan Produksi/ruangan pencampuran harus lebih besar/lebih positif dibandingkan dengan ruangan disekitarnya

Untitled2

Untuk transfer obat diharuskan melewati passbox yang ada diantara ruang produksi (cleanroom) dengan ruang penyiapan. Dengan tekanan udara lebih tinggi untuk ruang pencampuran/produksi. Perbedaan tekanan diharapkan 10-15 pascal. Untuk komunikasi juga harus disediakan intercom

references:

ISOPP Standards of Practice, 2007, Facilities for sterile cytotoxic reconstitution and personal protective equipment

Pharmaceutical Services division ministry health of Malaysia,2010, Guides to the Development of Sterile Pharmaceutical Preparation Facilities

BPOM, 2012, Petunjuk Operasional Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik

Depkes, 2009, Pedoman Pencampuran Obat Suntik dan Penanganan Sediaan Sitostatika