Arsip Kategori: ceritaku

soal berlatih cat

beberapa tahun lalu ada sebuah buku di yogya yang sangat membantu saya dalam belajar untuk lulus menjadi seorang PNS. menjadi aparatur sipil negara, dalam hal ini PNS mungkin menjadi salah satu angan dan impian tiap orang, berbagai cara dan ujian dilakukan untuk menjadi PNS. dengan sistem CAT, transparansi menjadi lebih nyata, karena hasil nilai dapat langsung diketahui, oleh karena itu kemampuan mengerjakan CAT menjadi hal yang mutlak untuk dapat lolos, bahkan beberapa instansi untuk penentuan kelulusan hanya didasarkan pada ranking hasil CAT.

Pada beberapa instansi, nilai CAT menjadi acuan untuk dapat lols ke tahap berikutnya, seperti yang saya alami ketika mengikuti ujian cPNS tahun 2014 silam. Nilai CAT menjadi dasar untuk ikut dalam TKB (test Kemampuan Bidang). kebetulan waktu itu formasi yang tersedia 3 orang, dan yang berhak untuk ikut TKB adalah 3x jumlah formasi, sehingga hanya 9 orang dengan nilai CAT tertinggi yang lolos tahap I.

jika ingin mencoba silahkan menuju ke link berikut

https://drive.google.com/file/d/0B6cPsLJv86nMend3UDUtUEdLRlk/view?usp=sharing

 

Iklan

aku kecelakaan

pada tgl 8juni15…. hari itu hari senin. aku kebetulan dapat jatah libur dari rutinitasku. kesempatan libur ini aku mengunjungi temanku yg kebetulan kecelakaan beberapa waktu yg lalu. pulang dari rumah temanku,hujan deras melanda sepanjang jalan. dengan menembus hujan ku pacu motorku pulang. hampir sampai rumah… ketika kecelakaan terjadi. dari arah berlawanan ada sebuah truk. ya.. aku menabrak sebuah truk.
setelah kecelakaan terjadi,aku diangkat ke pinggir. begitu mau bangun, kurasakan pahaku patah. langsung ku pegang pahaku agar patahan tidak menyakiti yg pahaku. pertolongan datang. ibuku juga datang sambil menangis.. aku diangkut k atas mobil… selAma d jalan aku masi pegang pahaku yg patah. untungny aku sadar spenuhny sehingga aku minta d bawa k rs pantirapih. bulikku ada d sana
tyta nilai sgot dan sgpt ku tinggi. operasi tidak bisa dilakukan secepatnya. aku harus menunggu sekitar 4hari sampai sgot sgptku normal, baru dilakukan pemasangan pen

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Tetap Narsis saat hujan turun

Pernah kehujanan selama berpergian?

Kalau pernah pasti tahu bagaimana rasanya? pasti tidak menyenagnkan. Liburan inginnya suasana menyenangkan, tapi kalau hujan turun, apalagi selama musim penghujan memang tidak bisa dipungkiri. Dengan keterbatasan waktu maka mau tidak mau jalan2 harus diteruskan atau justru berhenti ditengah jalan?. Kalau reda ya dilanjutkan, tapi kalau hujannya turun terus menerus bagaimana?

Yang bisa dilakukan adalah

* Berpergianlah saat musim Kemarau, pasti dijamin jarang turun hujan (ya iyalah).

*kalau dapat liburannya pas musim penghujan, seperti contohnya akhir tahun… yang harus dipersiapkan adalah:

1. Payung

2. Mantol

3. Baju ganti

4. Kamera

5. Tongsis

itu mah semua orang sudah tahu. Prinsipnya adalah Show must go on… bagaimanapun dan ditempat seperti apapun. Kalau ada kamera yang tahan air, sebab pasti foto ditengah hujan. atau kamera DSLR dengan housing water proof atau dengan mantel…

Pengalaman kehujananpun sempat dialami ketika mengunjungi jatim park dan BNS pada malam harinya. Suasana hari itu sangat tidak mendukung. Hujan terus menerus dari pagi hingga malam. Dan dengan perlengkapan yang ada… Narsis tetap jalan terus

addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg

Kalau umpamanya tidak hujan, tetapi sudah bawa perlengkapan bagaimana? Nyantai, perlengkapan itu bisa buat properti foto kok

addynugg addynugg addynugg

(Belajar) Menjadi Tukang Oplosan

Tukang Oplosan…. itulah pekerjaanku sekarang. Mungkin sekarang banyak berita tentang banyak nyawa yang melayang karena Oplosan. Nyawa mereka melayang hanya demi kenikmatan sesaat akibat yang namanya Oplosan. Tetapi ini bukan tentang oplosan yang itu. Pada prinsipnya sih sama… yaitu campur mencampur. Bedanya kalau itu alkohol (entah etanol atau metanol yg dicampur) dengan berbagai “ramuan” ala kadarnya untuk meningkatkan “kekuatan dari alkohol. Kalo aku sih sekarang dapat tugas menjadi tukang oplos obat. bukan obat sembarang obat, tetapi obat sitostatika.

reff:
kanker ganas yang datang merenggut jiwamu kasih
mengapa sakitmu tiada terobati
kanker ganas yang datang memisahkan cinta kita
musnahkan impian, hancurkan harapan

** kini hanya dapat ku menatap batu nisan
selamat tidur panjang di sisi Tuhan

          Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan  Tommy J Pisa yang berjudul “Akibat Kanker Ganas” menemaniku saat menulis ini. Sebuah Lagu di tahun 80-90an ini sepertinya menggambarkan sebuah kisah sedih yang dialami sepasang kekasihnya. Mungkin Banyak sekali ketakutan yang timbul akibat dari penyakit yang bernama kanker, Bukan hanya sekarang tapi sudah dari jaman dahulu.

Kenapa lagu itu cukup menarik ku untuk mendengarkan? karena sekarang aku bekerja di sebuah bagian Instalasi Farmasi yang menangani Obat Sitostatika. Ya Obat sitostatika, obat yang digunakan oleh para pasien kanker. Biasanya dipergunakan pada saat kemoterapi. yah begitulah pekerjaanku sekarang. Karena obat yang harus dioplos itu obat sitostatika dan bersifat karsinogenik, maka penanganan harus khusus, meskipun hanya secara aseptis, blum layaknya instalasi steril pada perusahaan farmasi yang terbagi dalam kelas A, B. Tetapi APD (alat Perlindungan Diri) sangat diperlukan. Baju berlapis, masker berlapis, sarung tangan berlapis. Sudah gemuk ditambahi macam-macam APD, sebenarnya cukup ribet. Tapi bagaimana lagi…

indexPenanganan Sediaan Sitostatik menurut Peraturan Menteri Kesehatan no 58 tahun 2014
Penanganan sediaan sitostatik merupakan penanganan Obat kanker secara aseptis dalam kemasan siap pakai sesuai kebutuhan pasien oleh tenaga farmasi yang terlatih dengan pengendalian pada keamanan terhadap lingkungan, petugas maupun sediaan obatnya dari efek toksik dan kontaminasi, dengan menggunakan alat pelindung diri, mengamankan pada saat pencampuran, distribusi, maupun proses pemberian kepada pasien sampai pembuangan limbahnya.
Secara operasional dalam mempersiapkan dan melakukan harus sesuai prosedur yang ditetapkan dengan alat pelindung diri yang memadai.
Kegiatan dalam penanganan sediaan sitostatik meliputi:

  • a. melakukan perhitungan dosis secara akurat;
    b. melarutkan sediaan Obat kanker dengan pelarut yang sesuai;
    c. mencampur sediaan Obat kanker sesuai dengan protokol pengobatan;
    d. mengemas dalam kemasan tertentu; dan
    e. membuang limbah sesuai prosedur yang berlaku.

Faktor yang perlu diperhatikan:

  • a. ruangan khusus yang dirancang dengan kondisi yang sesuai;
    b. lemari pencampuran Biological Safety Cabinet;
    c. HEPA filter;
    d. Alat Pelindung Diri (APD);
    e. sumber daya manusia yang terlatih; dan
    f. cara pemberian Obat kanker.

Sekarang masih dalam tahap belajar, karena kecepatan dalam mengoplos masih sangat lambat, Masih belum hafal dan masih harus menghitung jumlah Obat yang harus dioplos. Meskipun Protokol dari dokter sudah ada yang membantu kita dalam pengoplosan. Obat Kanker dengan dosis berapa, dimasukkan dalam jenis Infus apa , apakah NaCl 0.9% atau dalam larutan gula dextrose 5% atau dalam media apa sudah jelas. dalam protokol obat sitostatika juga tertulis lama pemberian bera  jam. Hal tersebut memudahkan pengoplos baik dari bagian penyiapan maupun pencampuran dalam menangani obat tersebut.

Farmasi Industri menuju farmasi Klinik

images

Banyak orang mengangkap kalau seorang Apoteker itu tahu tentang semua obat. Ya, mereka tahunya kalau Apoteker itu belajar tentang obat, itu memang tidak salah tetapi juga tidak 100 % benar. Buktinya aku, meski ada gelar Apt tetapi aku tidak tahu tentang obat. Sering banyak orang yang bertanya tentang obat A, B,C maupun D yang belum tentu aku tahu. Mungkin kalau obat-obat yang umum sih tahu, tapi kalau sudah sampai terapinya dan interaksi….. wes mumet.

Lha kok Bisa? mungkin ada yan heran ya? ya bisa donk.. seperti anak SMA, yang sudah dijuruskan IPA/IPS/Bahasa…. seperti itu juga di jamanku kuliah, sudah dijuruskan menjadi Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Farmasi bahan alam. Ya seperti anak IPA ditanyain Akutansi pasti pusing, meskipun dasarnya mereka tahu, atau anak IPS ditanyain geometri…..

Sebenarnya aku orang Industri yang diajari bagaimana analisis obat, sintesis obat, rekayasa genetika, managemen Farmasi Industri. Meskipun kesemuanya hanya sampai di teori. Lha? ya orang bekerja kan harus menyesuaikan dimana dia bekerja, kalau bekerja di analisi atau di LAB ya ilmu analisisnya berguna. Sementara aku adalah orang produksi di Industri, Ilmu farmasi dasar terutama teknologi farmasi banyak membantu, tetapi yang utama adalah bagaimana me”manage”, baik waktu, orang, bahan. Lha memanage orang itu yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Ilmu psikologi manusia yang seharusnya diajarkan kan gak ada di matakuliah Farmasi, Padahal di produksi harus selalu berinteraksi dengan manusia, bagaiamana mengatur orang, mengawasi orang, dan kadang harus berdebat dengan banyak orang lintas departemen.

Lha kan oang kan bisa di tekan atau gmana supaya bisa jalan… Ya kalau di perusahaan farmasi yang besar sistem sudah terbangun dengan baik, permasalahan tidak terlalu banyak. Tetapi cobalah untuk mengunjungi perusahaan yang berkembang atau kecil, dimana segala keterbatasan harus diatasi mulai dari bahan baku, mesin, operator, fasilitas pendukung baik alat maupun ruangan. Faktor human juga berpengaruh, karena sistem belum benar2 berjalan maka sering faktor operator berpengaruh. Kalau hatinya baik, hasil kerjanya juga baik, tetapi kalau suasana hati tidak mendukung? banyak kejadian yang justru memperburuk suasana, dimana hasilnya jelek, tidak terkontrol dan lain-lain.

Pertengahan bulan februari 2015 ini ada yang berbeda denganku. Aku resign dari Industri Farmasi dan beralih menjadi tenaga honorer (digaji negara) di RSUP di kota yogyakarta. Begitu masuk, banyak senior Farmasi yang sudah ragu karena background ku industri, yah memang mereka tidak salah, karena spesialisasiku di industri, kalau di klinik ya harus dimulai dari nol lagi. “Kamu itu tidak cocok untuk kerja di rumah sakit, kompetensimu beda”. ya mau nggak mau harus belajar tentang terapi, interaksi, pelayanan farmasi, yang semuanya berbeda dengan kehidupanku selama ini di industri.

dan awal perjalanan farmasi klinik ku dimulai dari sekarang………………………………………

Gereja Salam Mengajak Umat yang Sakit memuji dan Memuliakan Allah

Hari Selasa 11 Februari 2014 merupakan hari dalam minggu biasa ke Lima yang diperingati juga sebagai Hari orang sakit seluruh Dunia.  Meskipun Perayaan HOS (Hari Orang Sakit Sedunia) sudah dimulai sejak 1992 oleh Paus Yohanes Paulus II, namun kegiatan ini tidak diketahui banyak orang. Ada pemahaman bahwa misa HOS adalah misa penyembuhan dan akhirnya mengharapkan mukjizat penyembuhan terjadi jika menghadirnya. Kenyataan ini mengundang kita semua untuk memperkenalkan maksud gereja dengan peringatan HOS setiap tahun yaitu gereja bermaksud meningkatkan kesadaran komunitas-komunitas Gerejani akan pentingnya pelayanan pastoral bidang kesehatan. Pelayanan ini adalah bagian integral dari peran Gereja yang terukir dalam misi keselamatan Kristus sendiri. Dia, Sang Tabib llahi, “berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasi lblis (Kis. 10:38) (sumber: http://benedizione.wordpress.com/2010/04/10/misa-hari-orang-sakit-se-dunia/).

 Bapa Paus Fransiskus sendiri juga memberikan pesan pada peringatan hari Orang sakit ke 22 ini. beberapa cuplikan pesan beliau adalah:  Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu. Gereja melihat di dalam diri Anda, orang-orang sakit, suatu kehadiran istimewa Kristus yang menderita. Ini benar. Penderitaan kita – dan sesungguhnya dalam penderitaan kita, adalah penderitaan Kristus sendiri; Dia menanggung beban penderitaan ini bersama dengan kita dan Dia menunjukkan maknanya. Ketika Putera Allah bergantung di kayu salib, Dia musnahkan kesepian derita dan memberi terang atas kegelapan penderitaan itu, Silahkan baca utuh di http://renunganpagi.blogspot.com/2014/02/pesan-bapa-suci-paus-fransiskus-untuk.html#gsc.tab=0

Pada Kesempatan ini Pula Paroki salam mengadakan Misa Kudus dengan ujub bagi orang sakit. Perayaan Ekaristi Kudus Bagi Orang Sakit dilakasanakan pada hari Minggu 16 Februari 2014, bertempat di Gereja Salam. Ekaristi Kudus ini dipimpin oleh Romo Lambertus Issri Purnomo dan Romo Blasius Fitri Gutanto.

DSC_5813

DSC_5828Setelah itu dilakukan pemercikan air suci sebagai pertanda pembaharuan janji baptis kita dan dilakukan penumpangan tangan kepada yang menderita sakit, Penumpangan Tangan untuk memberikan berkah Allah bagi mereka melewati perantaraan Romo.

DSC_5836 DSC_5838 DSC_5841 DSC_5846

Selain itu pada Misa tersebut juga dilakukan pengurapan Orang Sakit menggunakan Minyak Suci. Minyak suci merupakan salah satu dari tujuh sakramen di dalam gereja Katholik. Dan Umat Katholik mempercayai daya Kuasa Allah melalui pengurapan Minyak Suci Tersebut

DSC_5828 DSC_5862 DSC_5871karena Ekaristi Kudus kali ini diperuntukkan bagi Orang sakit maka banyak sekali umat yang hadir terutama mereka yang sudah Tua, mempunyai penyakit bahkan mereka yang sudah tidak bisa apa-apa. Karena keterbatasan fisik dan gerak mereka, banyak yang tidak dapat setiap minggu mengikuti Ekaristi Kudus. Pada kesempatan ini mereka secara khusus menghadiri Ekaristi Ini untuk bersama-sama mensyukuri apa yang sedang mereka rasakan dan mereka alami. Kadang dengan keadaan seperti ini mereka akan lebih merasakan kasih Allah melalui perantaraan Istri, Suami, anak-anak maupun tetangga yang senantiasa mengasihi mereka.

 “Kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (1Yohanes 3:16)

Hujan abu letusan gunung kelut sampai Yogyakarta

Pagi ini tidak seperti pagi-pagi sebelumnya, aku terbangun jam 5.45 pagi tapi suasana masih begitu gelap. Bukan karena mendung tetapi karena abu yang turun begitu deras di sekitar rumah. Malam sebelumnya tanggal 13 feb 14, jam 23.00 gunung Kelut menunjukkan kedahsyatannya dengan memuntahkan material vulkanik. Paginya hujan abu sampai di Yogyakarta dengan derasnya, hingga jam 7 pagi pun suasana masih gelap.

Aku sudh bersiap dan berangkat kerja jam 06.15 pagi di perjalanan jalan terasa begitu putih seperti hujan salju. jarak pandang cuma 3 meter sehingga kecepatan maksimal hanya 30km/jam. Lebih dari itu takut nabrak depannya yang juga berjalan pelan. Mata begitu terasa perih dan nafas sesak di jalan. Setelah satu jam lebih perjalanan dengan keadaan tidak nyaman, akhirnya sampai juga di kantor… dan ternyata kantor diliburkan…….. huh

DSC_5767

#PrayforKelutDSC_5778 DSC_5771 DSC_5773 DSC_5777