Arsip Kategori: ceritaku

Sebuah cerita operator farmasi

Suatu sore saya ketemu teman lama yang sudah lama tidak bertemu\n

Setelah menengok teman d rs pantirini kalasan, saya bersama istri mencari tukang bakso di daerah berbah sleman. Ternyata temanku itu sedang asyik menikmati bakso di depan bank bri.

Obrolan berlanjut, kebetulan temanku waktu kuliah menjadi manager d tempatnya bekerja. Dulu sebelum aku pindah sardjito, aku dan irum pernah seruangan beberapa bulan, sebelum dia resign dan pindah ke perusahaan farmasi yang sekarang di daerah klaten.

Perusahaan tempatnya bekerja, banyak pegawai yang merupakan alumni perusahaan yang sama dengan dia. Banyak operator yang pindah dari perusahaan farmasi ke perusahaan farmasi baru itu.

Kata temanku itu memang perusahaannya tempat ia bekerja lebih senang memilih operator yang pernah bekerja di perusahaan farmasi. Untuk mengajari operator2 tersebut lebih mudah daripada yang belum pernah bersinggungan dengan pabrik farmasi. Tentang 5R dan pengisian etiket lebih mudah mengajari bagi operator yang sudah pernah bersinggungan dengan pabrik farmasi.

Jika di pabrik besar seperti kalbe, operator sebelum memasuki dunia kerja, akan dikarantina untuk dilakukan pelatihan tentang cpob, bagaimana mengoperasikan mesin dan sebagainya yang otomatis juga harus mengeluarkan biaya atau cost untuk pelatihan itu. Bagi perusahaan lain mungkin dengan membajak dari perusahaan lain atau menerima karyawan dari eks perusahaan lain menjadi solusi yang lebih murah.

Nah dalam benak saya adalah alangkah disayangkan perusahaan yang tidak pernah belajar, dengan keluar masuknya karyawan dengan mudahnya. Karyawan baru masuk dilatih, setelah terampil dan bisa malah dibuat tidak nyaman dengan kondisi kerja, setelah mereka resign mereka diterima di pabrik

Padahal sebenarnya cost untuk melatih karyawan baru tidaklah murah dan tentu saja tidak mudah. Tenaga pelatih baik dari karyawan maupun sdm tentu saja terkuras karena pelatihan ini. Operator lama juga akan mengalami kebosanan jika setiap saat harus melatih operator baru, eh begitu bisa mereka keluar atau dikeluarkan.

Ketika sebuah managemen tidak menerapkan lean manufacturing, dimana pabrik lain sudah jauh berlari maka yang ada adalah ketika terjadi masalah operator saja yang menjadi fokus kesalahan. Memang lebih murah untuk merubah orang daripada merubah sistem, dalam jangka pendek iya, jangka panjang tidak. Karena kesalahan bisa datang dari personel, planning, system, alat dan prosedur. Ketika akar permasalahn tidak diketemukan maka fokus hanya berkutat pada satu hal. Ini yang menyebabkan sering bergantinya karyawan, jika personel yang terus menjadi subyek salah.

Ada cerita dari sebuah pabrik dimana ketika ada suatu masalah, semua pimpinan akan turun untuk mengatasi masalah. Semua departemen dilibatkan, jika hanya dari produksi saja tidak bisa mengatasi masalah. Departemen teknik, ppic, formulasi atau rnd juga turun tangan. Manager dan spv harus dan wajib, bukannya duduk di belakang meja dan bilang gak mau tahu atau hanya bisa mengadu ke atasan tanpa solusi. Tiap hari manager mengadakan forum dengan anak buah untuk mendengar masalah yang terjadi diproduksi. Tiap hari? Iya tiap hari meskipun hanya 30 menit. 30 menit mungkin jika dihitung matematis perusahaan sudah produksi sekian ratus atau ribu produk. Tetapi yang perlu diingat adalah masalah jika tidak diselesaikan akan tetap menjadi masalah. Improvement tidak bisa hanya sekali. Improvement itu dinamis, pasti akan muncul masalah baru yang harus diperbaiki dan diperbaiki lagi. Manager juga harus belajar dari bawahan yang berhadapan langsung dengan produk. Akhirnya Perusahaan itu tumbuh menjadi perusahaan yang besar, dengan profit lbh besar dari perusahaan induknya.

Iklan

Menikah dengan gaya basahan kraton ngayogyakarta hadiningrat

Menikah merupakan satu step yang harus dilalui setelah kami menjalani masa pacaran yang bisa dibilang cukup lama, lebih kurang 4 tahun lebih. Banyak hal yang dilewati, memahami satu sama lain yang menjadi rintangan terbesar. Menyatukan dua hati dan dua kepala memang tidaklah mudah, kadang kala tidak bisa selaras, tidak bisa setujuan.

Begitu juga pernikahan yang kami rancang juga tidak berjalan semulus seperti rencana yang kami mau. Ketika kami melangkah sendiri banyak hal yang tidak kami mengerti, banyak hal yang ada d luar kemampuan kami. Kami hanya menginginkan semua orang bisa merasakan bahagia.

Pertama yang dilakukan kebanyakan orang jawa adalah menentukan hari baik baru mencari yang lain seperti gedung. Tetapi kebalikan bagi kami, kami mencoba mencari gedung, setelah dapan baru tanggal sesuai gedung. Memang janggal, tetapi bagi kami semua tanggal dan hari adalah baik adanya.

Rencana manusia bukanlah rencana Tuhan, seperti itu yang kami rasakan. Kami sudah booking sebuah gedung bergaya jawa d daerah jombor, ya kami memilih gedung itu karena konsep pernikahan kami adalah modern saat janji perkawinan d gereja dan adat jawa pas resepai.

Tanggal sudah ditentukan pada sekitar pertengahan januari 2017 silam, dp sudah dibayar. Tanggal sudah diumumkan pas pertunangan kami. Tetapi kiranya rencana Tuhan lebih indah. Setelah berjalan beberapa saat, rencana itu berubah. Ternyata gedung yang kami inginkan tidak bisa mendatangkan catering dari luar (kalau dari luar hrs tambah fee), harus tambah tenda dan lain hal.

Bulik yang kebetulan saat itu kami mohon bantuannya mengenai pernikahan kami menjadi malaikat penolong, dengan memberikan  berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk tidak ambil gedung itu.

Tuhan juga tidak akan lepas tangan begitu saja terhadap kami, ternyata di Grha Sabha Pramana UGM masih ada hari lowong, pas hari raya imlek belum ada yang booking, tapi konsekuensinya tanggal nikah kami mundur seminggu. Tidak apalah yang penting bisa dapat gedung. Maka diputuskan kami menikah d GSP ugm yogyakarta memakai adat jawa basahan Prosesi dimulai dengan panggih, sang mempelai wanita yang sudah ada di dalam gedung akan dipertemukan dengan p3ngantin pria. Sebelum itu utusan pengantin pria membawa pisang sanggan utuk diberikan kepada keluarga mempelai wanita Kemudian dilakukan acara panggih Setelah itu saling melemparkan daun sirih Mempelai perempuan membasuh kaki mempelai laki laki Jika di daerah lain telur akan diinjak oleh mempelai lakilaki, pada prosesi yang kami lakukan, telur akan dipecahkan terakhir. Sebelum kami naik ke pelaminan, ada satu tradisi unik yaitu edan-edanan, edan dalam bahasa indonesia artinya gila. Edan-edanan merupakan tarian untuk penolak bala dengan dilakukan sepasang penari dengan gerakan tarian seperti orang gila, didukung juga dengan tatarias dan busana.

IMG_9855

IMG_(123)[1]

IMG_7820[1]

IMG_9869[1].jpg

setelah prosesi kirab kedua mempelai ke atas pelaminan disertai dengan tarian edan-edanan, prosesi selanjutnya adalah kacar-kucur, dimana merupakan simbol sang mempelai laki-laki memberikan nafkah kepada istrinya. dan oleh sang mempelai perempuan, bungkusan yang diberikan oleh suaminya akan ditunjukkan kepada kedua orang tuanya

IMG_9875[1]

IMG_9878

IMG_9881

IMG_9883

IMG_7849[1]

prosesi dilanjutkan dengan sungkeman, memohon doa kepada kedua orang tua yang telah membesarkan dan merawat kami berdua

IMG_(148)[1].jpg

IMG_7854

setelah semua proses dijalani, dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Itulah sekelumit cerita pernikahan kami dengan memakai adat jawa. Banyak hal yang mungkin tidak kami lakukan dalam prosesi, tetapi kami bersyukur bisa mengikuti adat seperti yang kami mau

 

soal berlatih cat

beberapa tahun lalu ada sebuah buku di yogya yang sangat membantu saya dalam belajar untuk lulus menjadi seorang PNS. menjadi aparatur sipil negara, dalam hal ini PNS mungkin menjadi salah satu angan dan impian tiap orang, berbagai cara dan ujian dilakukan untuk menjadi PNS. dengan sistem CAT, transparansi menjadi lebih nyata, karena hasil nilai dapat langsung diketahui, oleh karena itu kemampuan mengerjakan CAT menjadi hal yang mutlak untuk dapat lolos, bahkan beberapa instansi untuk penentuan kelulusan hanya didasarkan pada ranking hasil CAT.

Pada beberapa instansi, nilai CAT menjadi acuan untuk dapat lols ke tahap berikutnya, seperti yang saya alami ketika mengikuti ujian cPNS tahun 2014 silam. Nilai CAT menjadi dasar untuk ikut dalam TKB (test Kemampuan Bidang). kebetulan waktu itu formasi yang tersedia 3 orang, dan yang berhak untuk ikut TKB adalah 3x jumlah formasi, sehingga hanya 9 orang dengan nilai CAT tertinggi yang lolos tahap I.

jika ingin mencoba silahkan menuju ke link berikut

https://drive.google.com/file/d/0B6cPsLJv86nMend3UDUtUEdLRlk/view?usp=sharing

 

aku kecelakaan

pada tgl 8juni15…. hari itu hari senin. aku kebetulan dapat jatah libur dari rutinitasku. kesempatan libur ini aku mengunjungi temanku yg kebetulan kecelakaan beberapa waktu yg lalu. pulang dari rumah temanku,hujan deras melanda sepanjang jalan. dengan menembus hujan ku pacu motorku pulang. hampir sampai rumah… ketika kecelakaan terjadi. dari arah berlawanan ada sebuah truk. ya.. aku menabrak sebuah truk.
setelah kecelakaan terjadi,aku diangkat ke pinggir. begitu mau bangun, kurasakan pahaku patah. langsung ku pegang pahaku agar patahan tidak menyakiti yg pahaku. pertolongan datang. ibuku juga datang sambil menangis.. aku diangkut k atas mobil… selAma d jalan aku masi pegang pahaku yg patah. untungny aku sadar spenuhny sehingga aku minta d bawa k rs pantirapih. bulikku ada d sana
tyta nilai sgot dan sgpt ku tinggi. operasi tidak bisa dilakukan secepatnya. aku harus menunggu sekitar 4hari sampai sgot sgptku normal, baru dilakukan pemasangan pen

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Tetap Narsis saat hujan turun

Pernah kehujanan selama berpergian?

Kalau pernah pasti tahu bagaimana rasanya? pasti tidak menyenagnkan. Liburan inginnya suasana menyenangkan, tapi kalau hujan turun, apalagi selama musim penghujan memang tidak bisa dipungkiri. Dengan keterbatasan waktu maka mau tidak mau jalan2 harus diteruskan atau justru berhenti ditengah jalan?. Kalau reda ya dilanjutkan, tapi kalau hujannya turun terus menerus bagaimana?

Yang bisa dilakukan adalah

* Berpergianlah saat musim Kemarau, pasti dijamin jarang turun hujan (ya iyalah).

*kalau dapat liburannya pas musim penghujan, seperti contohnya akhir tahun… yang harus dipersiapkan adalah:

1. Payung

2. Mantol

3. Baju ganti

4. Kamera

5. Tongsis

itu mah semua orang sudah tahu. Prinsipnya adalah Show must go on… bagaimanapun dan ditempat seperti apapun. Kalau ada kamera yang tahan air, sebab pasti foto ditengah hujan. atau kamera DSLR dengan housing water proof atau dengan mantel…

Pengalaman kehujananpun sempat dialami ketika mengunjungi jatim park dan BNS pada malam harinya. Suasana hari itu sangat tidak mendukung. Hujan terus menerus dari pagi hingga malam. Dan dengan perlengkapan yang ada… Narsis tetap jalan terus

addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg addynugg

Kalau umpamanya tidak hujan, tetapi sudah bawa perlengkapan bagaimana? Nyantai, perlengkapan itu bisa buat properti foto kok

addynugg addynugg addynugg

(Belajar) Menjadi Tukang Oplosan

Tukang Oplosan…. itulah pekerjaanku sekarang. Mungkin sekarang banyak berita tentang banyak nyawa yang melayang karena Oplosan. Nyawa mereka melayang hanya demi kenikmatan sesaat akibat yang namanya Oplosan. Tetapi ini bukan tentang oplosan yang itu. Pada prinsipnya sih sama… yaitu campur mencampur. Bedanya kalau itu alkohol (entah etanol atau metanol yg dicampur) dengan berbagai “ramuan” ala kadarnya untuk meningkatkan “kekuatan dari alkohol. Kalo aku sih sekarang dapat tugas menjadi tukang oplos obat. bukan obat sembarang obat, tetapi obat sitostatika.

reff:
kanker ganas yang datang merenggut jiwamu kasih
mengapa sakitmu tiada terobati
kanker ganas yang datang memisahkan cinta kita
musnahkan impian, hancurkan harapan

** kini hanya dapat ku menatap batu nisan
selamat tidur panjang di sisi Tuhan

          Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan  Tommy J Pisa yang berjudul “Akibat Kanker Ganas” menemaniku saat menulis ini. Sebuah Lagu di tahun 80-90an ini sepertinya menggambarkan sebuah kisah sedih yang dialami sepasang kekasihnya. Mungkin Banyak sekali ketakutan yang timbul akibat dari penyakit yang bernama kanker, Bukan hanya sekarang tapi sudah dari jaman dahulu.

Kenapa lagu itu cukup menarik ku untuk mendengarkan? karena sekarang aku bekerja di sebuah bagian Instalasi Farmasi yang menangani Obat Sitostatika. Ya Obat sitostatika, obat yang digunakan oleh para pasien kanker. Biasanya dipergunakan pada saat kemoterapi. yah begitulah pekerjaanku sekarang. Karena obat yang harus dioplos itu obat sitostatika dan bersifat karsinogenik, maka penanganan harus khusus, meskipun hanya secara aseptis, blum layaknya instalasi steril pada perusahaan farmasi yang terbagi dalam kelas A, B. Tetapi APD (alat Perlindungan Diri) sangat diperlukan. Baju berlapis, masker berlapis, sarung tangan berlapis. Sudah gemuk ditambahi macam-macam APD, sebenarnya cukup ribet. Tapi bagaimana lagi…

indexPenanganan Sediaan Sitostatik menurut Peraturan Menteri Kesehatan no 58 tahun 2014
Penanganan sediaan sitostatik merupakan penanganan Obat kanker secara aseptis dalam kemasan siap pakai sesuai kebutuhan pasien oleh tenaga farmasi yang terlatih dengan pengendalian pada keamanan terhadap lingkungan, petugas maupun sediaan obatnya dari efek toksik dan kontaminasi, dengan menggunakan alat pelindung diri, mengamankan pada saat pencampuran, distribusi, maupun proses pemberian kepada pasien sampai pembuangan limbahnya.
Secara operasional dalam mempersiapkan dan melakukan harus sesuai prosedur yang ditetapkan dengan alat pelindung diri yang memadai.
Kegiatan dalam penanganan sediaan sitostatik meliputi:

  • a. melakukan perhitungan dosis secara akurat;
    b. melarutkan sediaan Obat kanker dengan pelarut yang sesuai;
    c. mencampur sediaan Obat kanker sesuai dengan protokol pengobatan;
    d. mengemas dalam kemasan tertentu; dan
    e. membuang limbah sesuai prosedur yang berlaku.

Faktor yang perlu diperhatikan:

  • a. ruangan khusus yang dirancang dengan kondisi yang sesuai;
    b. lemari pencampuran Biological Safety Cabinet;
    c. HEPA filter;
    d. Alat Pelindung Diri (APD);
    e. sumber daya manusia yang terlatih; dan
    f. cara pemberian Obat kanker.

Sekarang masih dalam tahap belajar, karena kecepatan dalam mengoplos masih sangat lambat, Masih belum hafal dan masih harus menghitung jumlah Obat yang harus dioplos. Meskipun Protokol dari dokter sudah ada yang membantu kita dalam pengoplosan. Obat Kanker dengan dosis berapa, dimasukkan dalam jenis Infus apa , apakah NaCl 0.9% atau dalam larutan gula dextrose 5% atau dalam media apa sudah jelas. dalam protokol obat sitostatika juga tertulis lama pemberian bera  jam. Hal tersebut memudahkan pengoplos baik dari bagian penyiapan maupun pencampuran dalam menangani obat tersebut.

Farmasi Industri menuju farmasi Klinik

images

Banyak orang mengangkap kalau seorang Apoteker itu tahu tentang semua obat. Ya, mereka tahunya kalau Apoteker itu belajar tentang obat, itu memang tidak salah tetapi juga tidak 100 % benar. Buktinya aku, meski ada gelar Apt tetapi aku tidak tahu tentang obat. Sering banyak orang yang bertanya tentang obat A, B,C maupun D yang belum tentu aku tahu. Mungkin kalau obat-obat yang umum sih tahu, tapi kalau sudah sampai terapinya dan interaksi….. wes mumet.

Lha kok Bisa? mungkin ada yan heran ya? ya bisa donk.. seperti anak SMA, yang sudah dijuruskan IPA/IPS/Bahasa…. seperti itu juga di jamanku kuliah, sudah dijuruskan menjadi Farmasi Industri, Farmasi Klinik dan Farmasi bahan alam. Ya seperti anak IPA ditanyain Akutansi pasti pusing, meskipun dasarnya mereka tahu, atau anak IPS ditanyain geometri…..

Sebenarnya aku orang Industri yang diajari bagaimana analisis obat, sintesis obat, rekayasa genetika, managemen Farmasi Industri. Meskipun kesemuanya hanya sampai di teori. Lha? ya orang bekerja kan harus menyesuaikan dimana dia bekerja, kalau bekerja di analisi atau di LAB ya ilmu analisisnya berguna. Sementara aku adalah orang produksi di Industri, Ilmu farmasi dasar terutama teknologi farmasi banyak membantu, tetapi yang utama adalah bagaimana me”manage”, baik waktu, orang, bahan. Lha memanage orang itu yang tidak diajarkan di bangku sekolah. Ilmu psikologi manusia yang seharusnya diajarkan kan gak ada di matakuliah Farmasi, Padahal di produksi harus selalu berinteraksi dengan manusia, bagaiamana mengatur orang, mengawasi orang, dan kadang harus berdebat dengan banyak orang lintas departemen.

Lha kan oang kan bisa di tekan atau gmana supaya bisa jalan… Ya kalau di perusahaan farmasi yang besar sistem sudah terbangun dengan baik, permasalahan tidak terlalu banyak. Tetapi cobalah untuk mengunjungi perusahaan yang berkembang atau kecil, dimana segala keterbatasan harus diatasi mulai dari bahan baku, mesin, operator, fasilitas pendukung baik alat maupun ruangan. Faktor human juga berpengaruh, karena sistem belum benar2 berjalan maka sering faktor operator berpengaruh. Kalau hatinya baik, hasil kerjanya juga baik, tetapi kalau suasana hati tidak mendukung? banyak kejadian yang justru memperburuk suasana, dimana hasilnya jelek, tidak terkontrol dan lain-lain.

Pertengahan bulan februari 2015 ini ada yang berbeda denganku. Aku resign dari Industri Farmasi dan beralih menjadi tenaga honorer (digaji negara) di RSUP di kota yogyakarta. Begitu masuk, banyak senior Farmasi yang sudah ragu karena background ku industri, yah memang mereka tidak salah, karena spesialisasiku di industri, kalau di klinik ya harus dimulai dari nol lagi. “Kamu itu tidak cocok untuk kerja di rumah sakit, kompetensimu beda”. ya mau nggak mau harus belajar tentang terapi, interaksi, pelayanan farmasi, yang semuanya berbeda dengan kehidupanku selama ini di industri.

dan awal perjalanan farmasi klinik ku dimulai dari sekarang………………………………………