Arsip Kategori: ceritaku

NamanyA Michael Angelo arsyanendra

Michael Angelo arsyanendra immanuel Nugroho, begitulah nama anak pertamaku. Lahir di bulan yang sama dengan aku dan istriku. Kami semua lahir di bulan Mei.

Melalui proses yang cukup panjang anakku lahir. Si ibu sudah kontraksi mulai tgl 26 Mei d Ra sakinah idaman. Kontraksi sudah setiap 5 menit sekali. Tetapi belum ada tanda2 pembukaan.

24 jam d Rs belum menunjukkan pembukaan, akhirnya ibu dan bayinya harus pulang.

Tengah malam di penghujung tgl 27 mei, si ibu mengalami kontraksi dengan terus mengerang kesakitan. Tgl 28 mei dinihari karena sakit tak tertahankan, si ibu dan bayi kularikan ke UGD rsud Sleman. Sampai jam 8 pagi hari itu, ada pembukaan 2, tapi tidak nambah juga, tapi bayi terus kontraksi. Teriakan sakit yang terus menggema d ruang bidan yg terdengar.

Menjelang siang, dokter datang dan memeriksa. Pembukaan baru 2 terus, akhirnya dokter memutuskan operasi.

Jam 11an si ibu dan bayi masuk ruang operasi. Setelah menunggu, jam 12.30 bayinya lahir dan aku dipanggil. Tyta bayiku mengalami cyanosis, kebiruan kekurangan oksigen dan harus masuk NICU neonatal intensive care unit. Ya demi si bayi ku serahkan pada tenaga medis yang terbaik.

Sore itu aku pulang dan saat sampai rumah aku di telp kalau dokter pengen ketemu. Aku bergegas balik lagi ke rumah sakit, sesampai di sana aku segera ketemu dokter di ruang nicu. Kata dokter, jelo (kami memanggil anak kami sekarang, bukan J-LO) jelo harus dapat antibiotik 7 hari.

Ya sudahlah itu yang terbaik baginya, si ibu 3 hari sudah boleh pulang, tapi jelo belum boleh pulang. Akhirnya si ibu menunggu jelo di ruang transit dengan tiap beberapa jam harus menyusui jelo d ruang nicu 24jam harus standby. Kalau bayi nangis, si ibu dipanggil.

Kalau bapaknya hanya bisa melihat dr luar ruangan, kadang dr video yang direkam si ibu.

Karena Minggu itu Minggu terakhir ramadhan, kami berharap jelo bisa pulng pas lebaran, karena beberapa temannya diperpanjang 10hari.

Puji Tuhan, h-1 si jelo boleh pulang, dan merayakan lebaran di rumah, bukn d rumahsakit.

Namanya Michael Angelo Arsyanendra Immanuel Nugroho yang berarti dibawah perlindungan malaikat Mikael menjadi orang yang suci dan berhasil, serta Tuhan besertanya menjadi anugerah bagi sesama.

Terimakasih Jelo sudah mau menjadi anak papi dan Mami ya

Saat 4bulan sudah jalan2 ke nusakambangan

https://youtu.be/djGXZR1ENXY

Sudahkah gereja ramah pada difabel

Pada peringatan jumat Agung di wilayah sg timur Ngluwar, paroki st theresia Salam magelang, dipimpin oleh seorang romo bernama romo Bambang Murti Pr,

Romo Bambang merupakan seorang difabel dengan menggunakan kursi roda sehingga diperlukan jalan yang khusus untuk kursi roda, sebab kapel ini merupakan kapel tua.

Meskipun sudah beberapa kali renovasi, terakhir hanya rehap bagian atap, ternyata kapel ini belum juga menjadi kapel yang ramah bagi difabel.

Meskipun lantai sudah tidak setinggi dulu, ternyata lantai yang berundak-undak menyebabkan kursi roda tidak leluasa

Pada bagian altar juga akses belum ada, hal ini karena imam jarang atau mungkin tidak ada yang difabel saat memimpin misa. Tetapi romo bambang pr masih tetap setia menjalani panggilan ditengah keterbatasan.

Mungkin itu sekelumit kisah sebuah gereja kecil di perbatasan magelang jogjakarta. Mungkin masih banyak lagi gereja yang juga demikian, tidak punya akses untuk difabel

Kalau gereja besar mungkin sudah umum ada jalur khusus difabel. Tapi bagaimana gerja lain? Sudah ramahkah pada difabel

Family gathering di Paroki salam

Sebuah name taq dibagikan dengan tertera sebuah nama di sana, Family Gathering menjadi tajuk utama acara tersebut.

Hari itu tanggal 24 feb 2019, di paroki st theresia salam diadakan family gathering. Bukan hanya dari paroki ini saja tetapi beberapa paroki ikut serta, antara lain paroki temanggung, banyu temumpang dan beberpa paroki lainnya.

 

Disini senang, di sana senang, dimana2 hatiku senang, di salam senang di keluarga senang, dimana mana hatiku senang, lagu yang dinyanyikan membuka rangkaian acara family gathering.

Dengan fasilitator dari yogyakarta, acara ini dilaksanakan di depan gereja bambu (darurat) Paroki St Theresia Salam.

KELUARGAKU ADALAH JUGA SURGAKU menjadi tema di acara family gathering tersebut. Berbagai acara diadakan untuk menyemarakkan, antara lain permainan-permainan sederhana.

Permainan sederhana yang jika ditarik maknanya akan sangat mendalam, seperti estafet balon yang butuh kerjasama antar anggota keluarga, perjalanan estafet balon tidaklah semudah yg dibayangkan.

 

Selain itu pesan berantai, dengan ekspresi yang ditonjolkan, sangat susah menebak ekspresi yang dipesankan, seperti ekspresi pedas ternyata diterjemahkan menjadi ekspresi marah atau “huh hah”. Banyak kendala dalam komunikasi jika tidak dilakukan dalam keluarga jika tidak memahami akan banyak tafsir atau salah menerjemahkan.

ADI_9701ADI_9704ADI_9711ADI_9714

Dan juga permainan menggambar wajah tetapi dilakukan banyak orang dengan mata tertutup. Wajah yang digambar sering malah menjadi absurb atau tidak beraturan. Mungkin hanya permainan sederhana, tetapi bisa menjadi bahan refleksi dalam keluarga

New Gereja santa Theresia salam, gereja darurat Salam

Gereja santa Theresia salam menjadi salah satu gereja di kevikepan kedu dan berbatasan langsung dengan provinsi di yogyakarta. Gereja ini berada di samping sungai krasak yang menjadi perbatasan jateng dan diy.

Suara kicauan burung menyambut kita saat diam dan berdoa dalam gereja. Ya ini gereja yang didesain oleh almarhum romo mangu wijaya, seorang pastor dan budayawan.

Usia gereja ini memang tidak muda lagi, sudah berpuluh tahun dilewati. Karena faktor usia beberapa bagian mengalami lapuk, di depan altar yang kelihatan

Didepan altar pilar mengalami patah sehingga harus diberi penyangga. Beberapa waktu yang lalu dari univ atmajaya yogyakarta juga sudah melakukan studi kelayakan bangunan gereja dan didapat hasil bahwa gereja sudah tidak layak karena faktor usia (menurut romo ari).

Karena itu sebagai langkah darurat dibangun gereja sementara di depan pendopo maria bunda penolong yang sampai saat ini ditulis masih dalam proses pembangunan

Tradisi wayangan sebulan full di bulan ruwah (sya’ban) di Pedan

Satu bulan menjelang bulan ramadhan atau bulan puasa bagi orang jawa dijadikan bulan yang baik untuk mengunjungi makam atau ziarah makam. Bulan sya’ban atau dalam bahasa jawa disebut wulan ruwah memang bulan untuk arwah. Bersih2 makam menjadi tradisi wajib dilanjutkan pengajian atau malah justru menjadi ajang berkumpul saudara. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, kiranya itu yang menjadikan tradisi bulan ruwah berbeda di tiap daerah. Di cepogo boyolali tradisi ruwah seperti bulan idulfitri, makan di tiap rumah sangatblengkap, seperti idul fitri. Orang saling berkunjung di bulan ini.

Lain pula di pedan ini, setiap jadwal nyadran di makam (biasanya bergiliran) ada tradisi menarik. Pagelaran wayang kulit digelar di makam yang menggelar acara ziarah makam atau nyadran

Di setiap acara wayang pasti terdapat keramaian yang luar biasa. Di bulan ini bisa tiap malam tersedia acara wayng kulit dan selalu ramai dengan pengunjung.

Salah satu yang menjadi tujuan saya adalah sate kere, ada kepel gandum, tempe gembus dan jeroan yang harganya murah

Kalau mau melihat pementasan wayang kulit datanglah ke pedan di bulan ruwah, dijamin banyak sekali acara wayang kulit dengan segala citarasa lokal masyarakatnya

mengantar arisan di makam KRT jayaningrat

Hari minggu itu aku mengantar ibu arisan trah, Arisan saat itu bertempat di sebuah pendopo di sebelah makam di daerah srumbung magelang. Arisan trah KRT jayaningrat, mereka menyebutnya demikian, anggota arisan merupakan keturunan KRT jayaningrat, seorang tokoh yang di makamkan di pemakaman yang sudah berusia ratusan tahun tersebut.

Makam itu terletak di daerah kradenan srumbung magelang, entah karena apa dinamakan kradenan, mungkin karena disitu dulunya bermukim para raden (gelar kebangsawanan para keturunan raja mataram). KRT jayaningrat menurut cerita merupakan keturunan dari raja kasultanan yogyakarta Sri sultan Hamengkubuwana yang ke II, yang berdiam di bekas kadipaten remame yang merupakan bagian dari kasultanan yogyakarta.

ADI_3646

sebuah gapura tua akan menyambut kedatangan kita, sebuah gapura dengan tahun 1955 tertulis dibagian atas. usia 63 tahun terlihat jelas dari bentuk fisik gapura yang masih kokoh.

Makam KRT jayaningrat sendiri terbuat dari tumpukan kayu yang juga sudah berusia ratusan tahun

ADI_3652

untuk keturunan dari KRT jayaningrat dimakamkan disekitar makam beliau

ADI_3656

ada sebuah aula kecil di sebelah selatan makam beliau untuk para peziarah yang mengunjungi makam beliau. di sebuah dinding terdapat silsilah dari KRT jayaningrat

ADI_3655

 

 

Merayakan tahun baru ala jalanan yogya

Pergantian tahun merupakan momen yang ditunggu, karena bukan saja tahun yang berganti, resolusi baru, semangat yang harus baru, tetapi juga pesta yang biasanya menyertai perayaan pergantian tahun. Pesta kembang api salah satu magnet yang masih dicari orang setiap pergantian tahun.

Dikota2 besar tak terkecuali kota pelajar, yogyakarta tidak lepas dari euforia pesta pergantian tahun dan kembang apinya. Yang menjadi tempat berkumpulnya masyarakat ada di berbagai tempat, salah satunya di kawasan tugu yogyakarta.

Kawasan tugu yogya yang merupakan salah satu ikon kota gudeg ini menjadi salah satu magnet warga yogyakarta untuk melewati pergantian tahun

Warga sejak sore sudah berdatangan ke tempat ini. Mulai malam mulai ramai dan makin padat dengan warga. Sambil menunggu waktu pergantian tahun, mereka memenuhi sekeliling tugu dengan duduk di tengah jalan. Jalan yang biasanya padat dengan kendaraan, malam ini penuh dengan warga.

Menjelang detik detik pergantian tahun, kembang api mulai menerangi malam di atas kawasan tugu yogya ini.

Hotel 2 di kawasan yogya juga tidak kalah untuk menampilkan acara perpisahan tahun 2017 dengan berbagai event dan acara. Tidak heran jika harga hotel naik tajam saat pergantian tahun. Sayang rasanya menghabiskan uang untuk menikmati pergantian tahun. Tapi tenang, kita masih bisa menikmati itu tanpa keluar banyak duit (paling parkir dan jajan) dengan cara menikmatinya d tengah jalan yogyakarta. Salah satunya kembang api dari salah satu hotel sekitar tugu, bisa kita nikmati jauh lebih luar biasa dengan adanya tugu yogya dan kembang api sebagai latarnya ( background). Coba kalau dr hotel itu? Tugu yogyanya gak kelihatan.

Tahun sudah berganti, pesta sudah usai, tinggal kita menghadapi hari esok d tahun 2018. Selamat tahun baru, happy new year 2018

Cuplikan kembang api saat pergantian tahun di tugu yogya

kembang api di tugu yogya 2018