Arsip Kategori: Cerita

Tubing Goa pindul

Setelah Ujian pertama yang sangat melelahkan (dan akhirnya nilai jelek semua), Aku diajak oleh teman-temanku untuk sejenak melupakan ujian yang sangat melelahkan itu, otak jangan terlalu diporsir. Tujuan kami adalah “tubing di Goa pindul”.  Tubing di Goa Pindul adalah kegiatan susur Goa dengan menggunakan Ban. Kita naik dan duduk diatas ban untuk menyusuri yang dipenuhi dengan air. Kedalaman air di dalam Gua menurut pemandu di sana ada yang mencapai 10meter. Tapi gak usah khawatir, karena kita dibekali pelampung.

Pengalaman yang seru untuk menyusuri gua, diatas ban dan air yang dingin di dalam gua, tetapi kita akan disuguhi karya alam yang luar biasa seperti stalagtit dan stalagmit. Sepertinya pemandu di sana juga sudah dibekali pemahaman tentang gua dan istilah2nya, so tanya aja ke pemandunya ya…..

Goa Pindul ini letaknya ada di dekat wonosari, Gunung kidul yogyakarta.

foto yang lain:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Iklan

Jalan-jalan

Hari menunjukkan tanggal 29 desember 2011, hari itu sudah diawali dengan hujan yang cukup deras, hingga siang mendung tak kunjung hilang dari pandangan. Sekelompok  mahasiswa berkumpul di lobi. mereka berencana untuk jalan-jalan ke daerah bantul, sekitar imogiri.

Bereka berencana mulai berangkat pukul 2 siang, tetapi akhirnya baru jam 3 mereka berkumpul dan memulai perjalanan. Dengan motor mereka melewati jalanan kota Yogya dan Akhirnya sampai di jalan imogiri timur.Menuju ke hutan Pinus yang cantik, meskipun hujan deras melanda daerah itu kemudian ke arah jembatan gantung yang indah dengan pelanginya…

inilah foto-fotonya

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Hari Anak Misioner 2012 kevikepan kedu

Hari ini, minggu 8 januari 2012, bertepatan dengan hari raya Penampakan Tuhan juga diperingati sebagai hari anak misioner.

Adik-adik di kevikepan kedu Keuskupan Agung Semarang juga merayakan hari anak misioner ini dengan bersama-sama mengadakan acara di Paroki St Theresia Salam. Dipimpin oleh Romo Vikep Kedu Rm FX Krisno Handoyo, mengajak anak-anak untuk menjadi bintang Kristus dan menjadi pembawa kabar gembira bagi sesama. Anak-anak juga di ajak untuk menjadi Imam-imam Kristus, Suster-susterNya.

Pada Acara Misa yang diselenggarakan di Paroki Salam ini juga ditampilkan sebuah drama anak-anak yang berkisah tentang Kelahiran Yesus saat Maria menerima kabar Gembira dari malaikat hingga Kelahiran dan kedatangan 3 Sarjana dari timur.

Dalam Misa ini juga ditampilkan sebuah dongeng boneka dari Romo Issri dan 3 seminaris mertoyudan yang berkisah tentang Seekor Porky babi yang mengajak teman-temannya untuk tidak ke Gereja di hari minggu, tetapi asyik bermain petasan, tetapi Shaun si domba tidak mau untuk diajak, maka iapun di jauhi teman-temannya yang sudah terbujuk rayuan di Porky. pada akhirnya babi itu mendapat celaka akibat perbuatannya, dan yang menolong adalah Shaun.

Acara di Salam Ini diikuti oleh adik-adik PIA dari beberapa paroki di kevikepan kedu antara Lain, Fatima Magelang, Ignatius Magelang, Antonius Muntilan, Sumber, banyu temumpang, Temanggung, Borobudur, panca arga dll. Karena Banyak sekali yang datang, area di Gereja Salam yang biasanya terasa Luas, sepertinya menjadi kecil dan sempit.

Pada Acara ini juga diadakan lomba yel dan kreatifitas antar paroki yang dimenangkan oleh Paroki Kristoforus Banyutemumpang, Sawangan. Semoga anak-anak ini kelak menjadi misionaris yang handal di masa depan. amin.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

rempeyek Laron

Pernahkan lihat binatang seperti diatas? kalau orang di desaku menyebutkan laron, entah di daerah lain.  Binatang ini selalu muncul saat musim penghujan seperti saat ini.  Binatang ini akan keluar dari sarangnya dengan gerombolan besar dan sangat banyak jumlahnya. Tetapi tahukah bahwa binatang laron ini  enak sekali kalau dibuat rempeyek… Kalau mau coba datang saja ke tempatku, kalau dapat banyak cobalah dibuat rempeyek, tapi dihilangkan dulu sayap-sayapnya (akan mudah rontok kalau dipegang) rasanya  enak…

Suatu Senja….

Kala Senja
senja di jogja

Sore Ini tak seperti sore-sore sebelumnya yang selalu diguyur hujan. Sore ini begitu cerah, meskipun sesaat sebelumnya mendung bergelayut dari batas cakrawala. Saat Sang Surya mulai beranjak ke peraduannya diufuk barat, Sinarnya masih tak enggan untuk redup dan masih berkenan memberikan sinarnya yang indah, seolah menyampaikan salam perpisahan kepada bumi.
Inilah suatu senja di sebuah desa kecil, yaitu desaku….. meski aku hanya anak desa, tetapi keindahan alamnya tak ada yang bisa tergantikan oleh tingginya gedung maupun hirukpikuk anak manusia yang selalu bergerak dinamis ditempat yang bernama kota

Pernahkah kita mensyukuri hidup kita (belajar dari film chicken a la carte, ayam se”ada”nya)

Pernahkan diantara teman-teman melihat sebuah film berjudul chicken a la carte? Ayam se”ada”nya,kalau belum ini ada link dari youtube tentang film tersebut.

Terlihat dalam Film bahwa ada diantara kita yang masih menderita kekurangan, Mereka mengais sampah untuk menjadi makanan mereka. Ada satu hal yang menurutku sangat menarik, pada bagian akhir, digambarkan bagaimana sang ayah melarang anaknya yang akan segera menyantap sepotong sisa ayam untuk makanan mereka. Sang Ayah mengajak anaknya berdoa dahulu sebelum makan. Sungguh hal yang luar biasa, walaupun hanya makan makanan sampah tetapi tetap adanya rasa syukur kepada Tuhan atas rejeki yang mereka dapatkan.
Banyak diantara kita yang berlebih tapi tidak pernah bersyukur kepada Tuhan… Bagaimana dengan anda???

Sebuah Keteladanan Modestus suKarsi

Modestus Sukarsi merupakan sosok manusia desa yang mendedikasikan hidupnya untuk Gereja. Ia Berasal dari sebuah dusun di demangan, Ngluwar, Magelang. Ia merupakan orang yang sangat taat pada agama yang dianutnya yaitu Katolik. Meskipun mempunyai kekurangan fisik dalam hal berjalan, tidak menjadikan halangan baginya untuk menemukan Tuhannya. Setiap pagi dia selalu menyempatkan diri untuk mengikuti perayaan Ekaristi Kudus yang sangat jauh dari rumahnya.  Ia akan Selalu mengikuti ekaristi di Gereja Antonius Muntilan yang berjarak lebih kurang 13km dari rumahnya, atau di Gereja Parokinya di Gereja St Theresia Salam, juga tidak kalah jauh. Dengan keterbatasan fisik dia mampu untuk selalu mengikuti Ekaristi Kudus setiap pagi buta, entah dengan cara apapun.

Pernah Suatu saat, salah satu Romo dari Paroki St Theresia Salam, Ditahbiskan menjadi Uskup di tanjung Selor, Kalimantan Timur, Beliau dengan kebulatan tekad sampai juga di Tanjung Selor Kalimantan Timur, hanya untuk mengikuti Misa disana.

Bukan itu saja, Pak Karsi ini juga memilih untuk hidup sendiri, seperti para imam yang tidak mempunyai keluarga (istri dan anak), demikian juga pak Karsi menjalani kehidupannya sebagai awam. Ia sehari-hari hanya menjual kain batik di pintu masuk Pasar Ngluwar, Magelang. Dari sanalah ia menghidupi dirinya sendiri dan laku rohani yang ia  jalani. Salah satu kehebatan Pak Karsi adalah dia ingat betul kapan tokoh Gereja Wilayah itu dilahirkan, dan kapan mereka wafat. Adalah kebiasaan Pak Karsi untuk mendoakan Arwah-Arwah pendahulunya pada peringatan meninggalnya mereka, bahkan mungkin anggota keluarga justru lupa tanggal kematian mereka.

Suatu Hari minggu hampi 3 tahun yang lalu, setelah mengikuti perayaan Ekaristi mingguan di Kapel Sg Timur Ngluwar, Paroki Salam, aku dengan sepeda motorku yang butut pulang, di jalan aku bertemu dengan pak Karsi. Aku berhenti di depannya lalu aku menawari beliau tumpangan, walau hanya sampai depan pasar, dimana pak karsi membuka kios batik kecilnya. Saat diperjalanan, beliau mengatakan hal yang sampai saat ini masih teringat betul di pikiranku.

Beliau mengatakan “Mas Adi, Kalau aku itu sudah siap dipanggil Tuhan. Umapamanya aku mati dan tidak ada orang lain yang tahu, itu bukan masalah bagiku (karena pak karsi hidup sendiri), Toh kalau tetanggaku tahan dengan bau bangkai tubuhku, kalau mereka tidak tahan, ya aku pasti juga dikuburkan”.

Aku tidak memahami maksud sebenarnya, aku cuma mengiyakan saja.  Hari Jumat minggu yang sama, aku mendengar kabar bahwa Pak Karsi Meninggal dunia. Kemungkinan meninggalnya sudah 2-3 hari sebelumnya, karena tetangga ada yang mencium bau busuk dari rumah pak karsi, dan beliau memang tidak kelihatan beberapa hari. Mendengar kabar itu aku teringat kembali perkataan pak Karsi saat memboncengku hari minggu sebelumnya.

Pak Karsi mungkin sudah mendapat firasat bahwa beliau tidak lama lagi akan meninggal, dan bahkan beliau tahu bagaimana Ia akan meninggal, dengan cara yang cukup tragis bagi pemikiran manusia. Tetapi menurut pak Karsi hal itu adalah keindahan baginya. Jarang sekali orang akan Tahu kapan Ia meninggal sehingga ia akan bersiap-siap menghadap Tuhan. Orang akan menganggap kematian adalah hal yang menakutkan, apalagi kalau tahu bahwa ia meninggal tanpa orang yang tahu, pasti akan lebih takut lagi.  Kesiapan hati seorang Modestus Sukarsi patut untuk dicontoh. Ia Menyambut panggilan Tuhan dengan siap hati dan pasrah…

Engkau orang yang hebat pak Karsi….. senang bisa mengenal engkau……

kiranya Engkau mendapat tempat yang terbaik di sisi bapa……..