Semua tulisan dari Adi Nugroho Apoteker

I'm a pharmachist. I like travelling and photography. Saya Seorang farmasis, apoteker tetapi tidak tahu menahu tentang obat, lebih suka jalan-jalan dan foto memfoto meskipun bukan orang yang Fotogenik...

ODT, Orally disintegrating Tablet, tablet yang mampu hancur Segera dalam mulut

Sekarang ini ada berbagai macam obat, kebanyakan obat yang beredar berupa tablet, kaplet maupun kapsul. Kemudahan pasien dalam penggunaan dengan cara ditelan (peroral) seperti tablet, Sirup dan lain-lain merupakan salah satu alasan mengapa sediaan tablet, atau sediaan cair banyak dipakai. Akan Tetapi pada anak-anak dan orangtua penggunaan tablet kurang disenangi, karena biasanya anak kecil dan orang yang sudah sangat lanjut akan mengalami kesulitan dalam menelan tablet.  Mereka akan cenderung untuk memilih bentuk sediaan cair, misalnya sirup.Tetapi peengatasan masalah dalam penelanan obat dengan penggunaan sirup atau sediaan cair lainnya belum juga dapat mengatasi masalah sepenuhnya, sebab ada beberapa obat yang akan rusak jika berada dalam bentuk cair dalam waktu yang lama (Nugroho, 2011).

Trus bagaimana pengatasannya?? Ada memang beberapa alternatif bentuk sediaan untuk obat-obet tersebut diantaranya adalah dengan bentuk sediaan ODT (oral disintegrating tablet). Apa itu ODT? Oral Disintegrating tablet (ODT) merupakan sediaan tablet yang mampu hancur kurang dari 60 detik dan mampu ditelan tanpa adanya air.

Mungkin masih bingung ya? Secara sederhana ODT itu adalah tablet yang begitu dimasukkan kedalam mulut akan segera hancur dan larut. Itu seperti makan arum manis yang sering dijajakan saat ada sekaten atau pasar malam, yang begitu dimasukkan dalam mulut akan lumer dan segera hilang. Pada prinsipnya adalah sama, tetapi ODT merupakan sebuah obat. ODT akan segera hancur dan lumer dimulut meskipun tanpa diberi air minum, karena ODT akan hancur dengan segera saat bersentuhan dengan lidah yang terdapat air ludah.

Tablet ODT yang lebih cepat hancur akan mampu menghantarkan zak aktif obat untuk lebih cepat masuk (diabsorpsi)  ke dalam tubuh, baik di salam mulut maupun dalam lambung, sebab untuk dapat masuk dalam tubuh (diabsorpsi), zat aktif obat harus dilepaskan dari sediaan penghantar (misalnya tablet).

lha terus apa sih yang diharapkan dari adanya ODT?

a. untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan dalam menelan tablet.

b. mempunyai rasa yang dibuat enak, sehingga tablet tidak akan terasa pahit seperti tablet biasa.

c. meninggalkan residu (sisa) yang sedikit di mulut, sehingga kita tidak akan merasa bahwa kita habis makan obat

d. Obatnya diharapkan segera bekerja, sehingga bisa segera dirasakan (onsetnya cepat). (Sharma, 2008)

source:

Nugroho, A., 2011, Optimasi Formulasi ODT Asetosal menggunakan Campuran Bahan Disintegrant Croscarmellose dan Crospovidon Dengan metode Kempa langsung, Skripsi,  Universitas Gadjah Mada.

Sharma, S., 2008, New generation of tablet: fast doissolving tablet. http: www.pharmainfo.net

Iklan

Tahukah hak dan kewajiban kita sebagai Pasien???

Anda pernah Sakit? Anda pernah berobat baik ke dokter atau Rumah sakit??

Pernahkah anda berfikir bahwa anda sebagai pasien itu dilindungi oleh undang-undang? bahkan ada 2 macam undang-undang yang menjamin anda sebagai seorang pasien, yaitu undang-undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen serta yang lebih spesifik dalam Undang-undang no 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.  Pada UU Praktik kedokteran ditujukan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima pelayanan kesehatan, dokter, dan dokter gigi.

Terus apakah sebenarnya hak dan kewajiban kita sebagai seorang Pasien? Sebelum menuntut hak, kita sebaiknya tahu dahulu kewajiban kita sebagai seorang pasien. Kewajiban kita sebagai pasien adalah (pasal 53 UU no 29 Tahun 2004):

a. memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya;
b. mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi;
c. mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan; dan
d. memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Sedangkan Hak kita sebagai pasien, seperti yang tertulis pada pasal 53 UU no 29 th 2004 adalah:

Pasien, dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai hak:
a. mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis:

i. diagnosis dan tata cara tindakan medis;
ii. tujuan tindakan medis yang dilakukan;
iii. alternatif tindakan lain dan risikonya;
iv. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi; dan
v. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.

b. meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain;
c. mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;
d. menolak tindakan medis; dan
e. mendapatkan isi rekam medis.

Mungkin banyak dari kita sebagai pasien kurang atau bahkan tidak mengetahui adanya hak dan kewajiban seperti yang tertulis di atas.  Bahkan setiap prosedur atau tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi  terhadap pasien harus mendapat persetujuan. Persetujuan dapat berupa Lisan maupun tertulis setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap. Bahkan Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan (pasal 45).

Bahkan Pasien akan dicatat dalam sebuah catatan rekam medis untuk pengobatan atau tindakan yang diterima selama masa pengobatan. Rekam medis merupakan milik dari dokter atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien.  dan rekam medis harus tersimpan kerahasiaannya, tetapi pasien mendapat isis rekam medis.

Jika kita tahu akan hak dan kewajiban sebagai pasien kiranya kita akan memperoleh kepastian dalam mendapatkan pengobatan dan terapi.

Suatu Senja….

Kala Senja
senja di jogja

Sore Ini tak seperti sore-sore sebelumnya yang selalu diguyur hujan. Sore ini begitu cerah, meskipun sesaat sebelumnya mendung bergelayut dari batas cakrawala. Saat Sang Surya mulai beranjak ke peraduannya diufuk barat, Sinarnya masih tak enggan untuk redup dan masih berkenan memberikan sinarnya yang indah, seolah menyampaikan salam perpisahan kepada bumi.
Inilah suatu senja di sebuah desa kecil, yaitu desaku….. meski aku hanya anak desa, tetapi keindahan alamnya tak ada yang bisa tergantikan oleh tingginya gedung maupun hirukpikuk anak manusia yang selalu bergerak dinamis ditempat yang bernama kota

Pernahkah kita mensyukuri hidup kita (belajar dari film chicken a la carte, ayam se”ada”nya)

Pernahkan diantara teman-teman melihat sebuah film berjudul chicken a la carte? Ayam se”ada”nya,kalau belum ini ada link dari youtube tentang film tersebut.

Terlihat dalam Film bahwa ada diantara kita yang masih menderita kekurangan, Mereka mengais sampah untuk menjadi makanan mereka. Ada satu hal yang menurutku sangat menarik, pada bagian akhir, digambarkan bagaimana sang ayah melarang anaknya yang akan segera menyantap sepotong sisa ayam untuk makanan mereka. Sang Ayah mengajak anaknya berdoa dahulu sebelum makan. Sungguh hal yang luar biasa, walaupun hanya makan makanan sampah tetapi tetap adanya rasa syukur kepada Tuhan atas rejeki yang mereka dapatkan.
Banyak diantara kita yang berlebih tapi tidak pernah bersyukur kepada Tuhan… Bagaimana dengan anda???

candra sengkala tahun jawa 1945 wawu

Sejak Tanggal 27 november 2011 Tahun Masehi, merupakan tahun baru untuk tahun hijriyah dan juga tahun baru jawa dengan diawali tanggal 1 suro.

berbagai orang dalam tradisi jawa sangat mengkultuskan tanggal 1 suro. Berbagai laku dijalani oleh banyak orang yang masih memegang “kejawen” mereka. Seperti juga terjadi di keraton Surakarta, pada malam 1 suro, juga diadakan jamasan senjata pusaka keraton arak-arakan kerbau Kyai Slamet. Banyak yang percaya bahwa kotoran kerbau Kyai Slamet akan membawa banyak berkah untuk kesuburan tanah, sehingga tidak heran banyak orang yang berebut kotoran untuk di bawa pulang.

Tetapi tahukah bahwa ternyata untuk tahun jawa, sekarang telah memasuki tahun 1945 wawu. Berarti Tahun jawa lebih tua dari tahun Hijriyah yang baru memasuku Tahun 1433H. Kalender Jawa juga mengikuti perputaran bulan seperti halnya tahun hijriyah. Orang jawa mempunyai tradisi untuk membuat tahun jawa yang ada menjadi sebuah tulisan yang dikenal dengan candra sengkala. Candrasengkala adalah sengkalan yang menunjukkan angka tahun berdasarkan peraturan bulan. Sengkalan Candrasengkala digunakan setelah masa Islam dengan memakai tahun Jawa. Tahun Jawa ditetapkan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma sejak 1 Suro 1555 Jawa, bertepatan 1 Muharam 1043 Hijriah, atau 1 Srawana 1555 Saka, atau 8 Juli 1633 Masehi. Tahun Jawa merupakan perpaduan antara Tahun Hijriah dengan tahun Saka.

Biasanya untuk membaca candrasengkala adalah dibaca terbalik.  Seperti candrasengkala yang teringat dari saat SD yaitu “sirno Ilang Kertaning Bumi” dimana sirno dan ilang itu artinya “hilang” dan mempunyai nilai O, kerta itu nilainya 4 dan Bumi adalah 1 sehingga menunjukkan angka tahun 1400, dimana kerajaan Majapahit runtuh.

Lha untuk tahun jawa sekarang candrasengkalanya apa? nah itu ada berbagai macam versi, seperti tulisanku sebelumnya juga ada candra sengkala untuk tahun jawa 1945. Tetapi ada juga versi lain, aku dengar saat mengikuti Ekaristi minggu pagi, Rm Julius Blasius Fitri Gutanto Pr mengatakan bahwa tahun jawa 1945 juga mempunyai candra sengkala “Butho Dadi Dewaning Jalmo”, atau Butha menjadi Dewanya Manusia. Sungguh candra sengkala yang menakutkan dan mungkin sedang pas-pasnya dengan kondisi Indonesia.

Sifat Butha yang rakus menjadi tuhannya manusia.  dan tidak heran banyak sekali pejabat yang terkena masalah dinegeri ini. Mungkin akan bertambah lagi manusia Indonesia yang mempunyai sifat Butha. Semoga hal itu juga tidak terjadi. Marilah berjaga-jagalah…..

Tahun Baru 1433 Hijriyah / tahun baru Jawa 1945

pada tanggal 27 November 2011M, merupakan tahun baru hijriyah 1433, juga merupakan tahun baru penanggalan Jawa yang bertepatan dengan tahun jawa 1945. angka 1945 merupakan angka yang akan diingat oleh bangsa ini. ada yang menulis candra sengkala untuk tahun jawa 1945 adalah “PANCASILA KARTINING HAMBUKA NUSWANTARA”

Selamat Tahun baru………………

Sebuah Keteladanan Modestus suKarsi

Modestus Sukarsi merupakan sosok manusia desa yang mendedikasikan hidupnya untuk Gereja. Ia Berasal dari sebuah dusun di demangan, Ngluwar, Magelang. Ia merupakan orang yang sangat taat pada agama yang dianutnya yaitu Katolik. Meskipun mempunyai kekurangan fisik dalam hal berjalan, tidak menjadikan halangan baginya untuk menemukan Tuhannya. Setiap pagi dia selalu menyempatkan diri untuk mengikuti perayaan Ekaristi Kudus yang sangat jauh dari rumahnya.  Ia akan Selalu mengikuti ekaristi di Gereja Antonius Muntilan yang berjarak lebih kurang 13km dari rumahnya, atau di Gereja Parokinya di Gereja St Theresia Salam, juga tidak kalah jauh. Dengan keterbatasan fisik dia mampu untuk selalu mengikuti Ekaristi Kudus setiap pagi buta, entah dengan cara apapun.

Pernah Suatu saat, salah satu Romo dari Paroki St Theresia Salam, Ditahbiskan menjadi Uskup di tanjung Selor, Kalimantan Timur, Beliau dengan kebulatan tekad sampai juga di Tanjung Selor Kalimantan Timur, hanya untuk mengikuti Misa disana.

Bukan itu saja, Pak Karsi ini juga memilih untuk hidup sendiri, seperti para imam yang tidak mempunyai keluarga (istri dan anak), demikian juga pak Karsi menjalani kehidupannya sebagai awam. Ia sehari-hari hanya menjual kain batik di pintu masuk Pasar Ngluwar, Magelang. Dari sanalah ia menghidupi dirinya sendiri dan laku rohani yang ia  jalani. Salah satu kehebatan Pak Karsi adalah dia ingat betul kapan tokoh Gereja Wilayah itu dilahirkan, dan kapan mereka wafat. Adalah kebiasaan Pak Karsi untuk mendoakan Arwah-Arwah pendahulunya pada peringatan meninggalnya mereka, bahkan mungkin anggota keluarga justru lupa tanggal kematian mereka.

Suatu Hari minggu hampi 3 tahun yang lalu, setelah mengikuti perayaan Ekaristi mingguan di Kapel Sg Timur Ngluwar, Paroki Salam, aku dengan sepeda motorku yang butut pulang, di jalan aku bertemu dengan pak Karsi. Aku berhenti di depannya lalu aku menawari beliau tumpangan, walau hanya sampai depan pasar, dimana pak karsi membuka kios batik kecilnya. Saat diperjalanan, beliau mengatakan hal yang sampai saat ini masih teringat betul di pikiranku.

Beliau mengatakan “Mas Adi, Kalau aku itu sudah siap dipanggil Tuhan. Umapamanya aku mati dan tidak ada orang lain yang tahu, itu bukan masalah bagiku (karena pak karsi hidup sendiri), Toh kalau tetanggaku tahan dengan bau bangkai tubuhku, kalau mereka tidak tahan, ya aku pasti juga dikuburkan”.

Aku tidak memahami maksud sebenarnya, aku cuma mengiyakan saja.  Hari Jumat minggu yang sama, aku mendengar kabar bahwa Pak Karsi Meninggal dunia. Kemungkinan meninggalnya sudah 2-3 hari sebelumnya, karena tetangga ada yang mencium bau busuk dari rumah pak karsi, dan beliau memang tidak kelihatan beberapa hari. Mendengar kabar itu aku teringat kembali perkataan pak Karsi saat memboncengku hari minggu sebelumnya.

Pak Karsi mungkin sudah mendapat firasat bahwa beliau tidak lama lagi akan meninggal, dan bahkan beliau tahu bagaimana Ia akan meninggal, dengan cara yang cukup tragis bagi pemikiran manusia. Tetapi menurut pak Karsi hal itu adalah keindahan baginya. Jarang sekali orang akan Tahu kapan Ia meninggal sehingga ia akan bersiap-siap menghadap Tuhan. Orang akan menganggap kematian adalah hal yang menakutkan, apalagi kalau tahu bahwa ia meninggal tanpa orang yang tahu, pasti akan lebih takut lagi.  Kesiapan hati seorang Modestus Sukarsi patut untuk dicontoh. Ia Menyambut panggilan Tuhan dengan siap hati dan pasrah…

Engkau orang yang hebat pak Karsi….. senang bisa mengenal engkau……

kiranya Engkau mendapat tempat yang terbaik di sisi bapa……..