Semua tulisan dari Adi Nugroho Apoteker

I'm a pharmachist. I like travelling and photography. Saya Seorang farmasis, apoteker tetapi tidak tahu menahu tentang obat, lebih suka jalan-jalan dan foto memfoto meskipun bukan orang yang Fotogenik...

Sudahkah gereja ramah pada difabel

Pada peringatan jumat Agung di wilayah sg timur Ngluwar, paroki st theresia Salam magelang, dipimpin oleh seorang romo bernama romo Bambang Murti Pr,

Romo Bambang merupakan seorang difabel dengan menggunakan kursi roda sehingga diperlukan jalan yang khusus untuk kursi roda, sebab kapel ini merupakan kapel tua.

Meskipun sudah beberapa kali renovasi, terakhir hanya rehap bagian atap, ternyata kapel ini belum juga menjadi kapel yang ramah bagi difabel.

Meskipun lantai sudah tidak setinggi dulu, ternyata lantai yang berundak-undak menyebabkan kursi roda tidak leluasa

Pada bagian altar juga akses belum ada, hal ini karena imam jarang atau mungkin tidak ada yang difabel saat memimpin misa. Tetapi romo bambang pr masih tetap setia menjalani panggilan ditengah keterbatasan.

Mungkin itu sekelumit kisah sebuah gereja kecil di perbatasan magelang jogjakarta. Mungkin masih banyak lagi gereja yang juga demikian, tidak punya akses untuk difabel

Kalau gereja besar mungkin sudah umum ada jalur khusus difabel. Tapi bagaimana gerja lain? Sudah ramahkah pada difabel

Iklan

Family gathering di Paroki salam

Sebuah name taq dibagikan dengan tertera sebuah nama di sana, Family Gathering menjadi tajuk utama acara tersebut.

Hari itu tanggal 24 feb 2019, di paroki st theresia salam diadakan family gathering. Bukan hanya dari paroki ini saja tetapi beberapa paroki ikut serta, antara lain paroki temanggung, banyu temumpang dan beberpa paroki lainnya.

 

Disini senang, di sana senang, dimana2 hatiku senang, di salam senang di keluarga senang, dimana mana hatiku senang, lagu yang dinyanyikan membuka rangkaian acara family gathering.

Dengan fasilitator dari yogyakarta, acara ini dilaksanakan di depan gereja bambu (darurat) Paroki St Theresia Salam.

KELUARGAKU ADALAH JUGA SURGAKU menjadi tema di acara family gathering tersebut. Berbagai acara diadakan untuk menyemarakkan, antara lain permainan-permainan sederhana.

Permainan sederhana yang jika ditarik maknanya akan sangat mendalam, seperti estafet balon yang butuh kerjasama antar anggota keluarga, perjalanan estafet balon tidaklah semudah yg dibayangkan.

 

Selain itu pesan berantai, dengan ekspresi yang ditonjolkan, sangat susah menebak ekspresi yang dipesankan, seperti ekspresi pedas ternyata diterjemahkan menjadi ekspresi marah atau “huh hah”. Banyak kendala dalam komunikasi jika tidak dilakukan dalam keluarga jika tidak memahami akan banyak tafsir atau salah menerjemahkan.

ADI_9701ADI_9704ADI_9711ADI_9714

Dan juga permainan menggambar wajah tetapi dilakukan banyak orang dengan mata tertutup. Wajah yang digambar sering malah menjadi absurb atau tidak beraturan. Mungkin hanya permainan sederhana, tetapi bisa menjadi bahan refleksi dalam keluarga

Gembiraloka bagi batita, menyenangkan?

Di posting sebelumnya cerita mengajak orang tua lansia ke gembiraloka, sekarang mau bercerita bagaimana mengajak Batita ke kebun binatang ini.

Anak anak umumnya lebih suka jika jalan jalan ke kebun binatang. Mereka biasa melihat hewan hanya lewat buku gambar, boneka, atau tv saja. Saat mereka melihat langsung, bermacam ekspresi terlihat.

Mengenalkan hewan sambil melihat tingkah lucu batita sangat menyenangkan sekali. Selamat berlibur

Jalan jalan ke gembiraloka, cocok untuk lansia?

Gembiraloka merupakan salah satu obyek wisata di yogyakarta. Wisata untuk keluarga ini menarik di yogyakartA, terutama bagi anak-anak. Gembiraloka merupakan kebun binatang di yogyakarta, sehingga cocok untuk wisata edukasi bagi anak-anak. Trus bagaimana untuk lansia?

Kami mengajak bapak mertua dan ibu yang sudah berusia lanjut untuk berwisata di tempat ini. Usia bapak sudah di atas 80 tahun dan ibu sudah 73 tahun. Parkir yang kami pilih di parkir barat, karena kami pikir jalannya tidak terlalu jauh. Di pintu barat tidak ada peminjaman kursi roda, sehingga bapak yg sudah sepuh harus rela berjalan kaki. Untuk peminjaman kursi roda hanya dilayani di pintu timur, sangat disayangkan

Inilah petualangan kami

Naik gajahpun bisa dilakukan, keceriaan terlihat dari raut muka.

Memegang burung, main dengan kura kura, memegang ular bisa dilakukan oleh orang tua di gembiraloka. Meskipun sudah lanjut, bisa jadi aktivitas ini baru pertama dilakukan

Sebenarnya sangat menyenangkan jalan jalan di kebun binatang ini. Banyak wahana yang bisa diakses untuk orang tua, asalkan yang lebih muda mendampingi. mungkin jika akses seperti kursi roda atau seperti di jatim park yang menyediakan e bike alangkah lebih baik.

Selamat berwisata di Gembira loka

Mesin handling sitostatika (oplosan) baru,part 1

Hari itu tempat pencampuran kami mendapat mesin baru, mesin bsc type 2 ini menambah armada menjadi 3 buah.

Type mesin dengan aliran udara vertikal ini (hepa filter berada di atap)

Mesin ini dipilih karena masuk e cataloque, sehingga bagi rumah sakit pemerintah bisa membeli. Untuk jenis mesin ini menggunakan mesin exhaust yang harus diletakkan di luar ruangan. Mesin exhaust yang harus terletak diluar menjadikan permasalahan tersendiri, sebab kami berada di lt 6 gedung. Untuk peletakan mesin diluar gedung dengan ketinggian seperti ini susah.

Salah satunya ide yang di gunakan adalah peletaan mesin exhaust di atap gedung

Dari atap hingga lt 6 terdapat 2 lantai antara dengan menggunakan cerobong

Ternyata jarak 2 lantai ini menimbulkan masalah baru, aliran angin yang besar menyebabkan posisi cerobong sering bergeser.

Walaupun mesin bisa berfungsi tetapi exhaust kurang maksimal,masih ada lagi perubahan tata letak exhaust yg akan dilakukan

New Gereja santa Theresia salam, gereja darurat Salam

Gereja santa Theresia salam menjadi salah satu gereja di kevikepan kedu dan berbatasan langsung dengan provinsi di yogyakarta. Gereja ini berada di samping sungai krasak yang menjadi perbatasan jateng dan diy.

Suara kicauan burung menyambut kita saat diam dan berdoa dalam gereja. Ya ini gereja yang didesain oleh almarhum romo mangu wijaya, seorang pastor dan budayawan.

Usia gereja ini memang tidak muda lagi, sudah berpuluh tahun dilewati. Karena faktor usia beberapa bagian mengalami lapuk, di depan altar yang kelihatan

Didepan altar pilar mengalami patah sehingga harus diberi penyangga. Beberapa waktu yang lalu dari univ atmajaya yogyakarta juga sudah melakukan studi kelayakan bangunan gereja dan didapat hasil bahwa gereja sudah tidak layak karena faktor usia (menurut romo ari).

Karena itu sebagai langkah darurat dibangun gereja sementara di depan pendopo maria bunda penolong yang sampai saat ini ditulis masih dalam proses pembangunan

Tradisi wayangan sebulan full di bulan ruwah (sya’ban) di Pedan

Satu bulan menjelang bulan ramadhan atau bulan puasa bagi orang jawa dijadikan bulan yang baik untuk mengunjungi makam atau ziarah makam. Bulan sya’ban atau dalam bahasa jawa disebut wulan ruwah memang bulan untuk arwah. Bersih2 makam menjadi tradisi wajib dilanjutkan pengajian atau malah justru menjadi ajang berkumpul saudara. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, kiranya itu yang menjadikan tradisi bulan ruwah berbeda di tiap daerah. Di cepogo boyolali tradisi ruwah seperti bulan idulfitri, makan di tiap rumah sangatblengkap, seperti idul fitri. Orang saling berkunjung di bulan ini.

Lain pula di pedan ini, setiap jadwal nyadran di makam (biasanya bergiliran) ada tradisi menarik. Pagelaran wayang kulit digelar di makam yang menggelar acara ziarah makam atau nyadran

Di setiap acara wayang pasti terdapat keramaian yang luar biasa. Di bulan ini bisa tiap malam tersedia acara wayng kulit dan selalu ramai dengan pengunjung.

Salah satu yang menjadi tujuan saya adalah sate kere, ada kepel gandum, tempe gembus dan jeroan yang harganya murah

Kalau mau melihat pementasan wayang kulit datanglah ke pedan di bulan ruwah, dijamin banyak sekali acara wayang kulit dengan segala citarasa lokal masyarakatnya