Berangkat Jalan-jalan ke Pulau Pari

Siang itu jam sudah menunjukkan angka 2, berarti sudah jam 2 siang. Sial aku belum membuat jadwal minggu depan yang harus sudah kutempel sorenya. Padahal aku jam 2.30 siang sudah mengajukan surat ijin untuk meninggalkan kantor. Masih banyak hal yang harus kupersiapkan, sedangkan si Bruth masih sakit, sampai dua hari dia harus ijin dokter. Meskipun sudah berobat di RS bhayangkara Yogya biar dapat obat yang bagus dan cepat sembuh, tapi hari itu dia masih mengeluh badannya terasa gak enak. Rencananya hari itu aku ingin berlibur ke pulau pari di kepulauan seribu. beberapa minggu sebelumnya aku dihubungi adikku diajak untuk berlibur ke pulau Pari. Tiket kereta sudah dipesan, meskipun hanya kereta ekonomi, padahal ini pengalaman pertama buat si Bruth naik kereta api. Pengalama pertama naik kereta, dapatnya kereta ekonomi pula, Biarlah ini pengalaman yang menarik. Ya karena budget yang terbatas, terpaksa naik kereta ekonomi ini yang harganya sepertiga kereta bisnis dan sangat jauh dibanding kereta eksekutif.
Jadwal di tiket menunjukkan 16.50 untuk keberangkatan. Kami naik kereta ekonomi Gaya baru malam relasi Surabaya gubeng- Jakarta Kota. Harga tiket baik naik dari surabaya maupun jogja sama saja 55 rb. Kereta itu merupakan kereta ekonomi yang berangkat paling malam dari Stasiun di kota gudeg. Kereta ekonominya jogja, kereta Progo sudah lebih dahulu berangkat jam 14.50. Kalau aku harus berangkat jam 14.50, berarti aku harus siap-siap dari jam 1.00, itu jelas susah, karena itu kereta gaya baru malam yang dipilih.
Jam 2 Siang, temanku sudah datang, aku mulai berembug sebentar dan jadwal minggu depan belum ku print. Aku sudah terburu-buru sehingga untuk mengeprint aku minta bantuan temanku itu. Sampai di Kos si bruth ku langsung mandi, persiapan dan jam 15.15 sudah cabut dari kos menuju stasiun. Sebelum ke stasiun, kami menyempatkan diri mampir di jogchicken. Sampai di stasiun sudah jam 16.15an. Aku di sms temanku yang juga ikut ke pulau pari, ternyata dia juga naik kereta yang sama, tapi di gerbong 8, sedangkan aku di gerbong pertama.
“Kereta Gaya baru malam mengalami keterlambatan, kami dari PT kereta api persero mohon maaf atas ketidaknyamanan para penumpang”. Suara yang terdengar dari pengeras suara menggelegar di seluruh ruangan di peron. Jam sudah menunjukkan pk 16.50, jadwal kereta gaya baru malam berangkat dari stasiun lempuyangan, tetapi kereta itu masih dalam perjalanan memasuki kota solo. “Kereta gaya baru malam akan memasuki stasiun lempuyangan pada pukul 18.00. Yah gmana lagi, kami haru menunggu 1 jam lagi di peron stasiun.
Setelah Maghrib, kereta gaya baru malam tiba di stasiun lempuyangan. Banyak penumpang yang naik dari stasiun. Aku dan si bruth duduk di kursi BC, padahal seharusnya kami duduk di kuris C-D. Tapi sepertinya kursi B kosong, jadi kami pindah tempat duduk. Sebelah kami seorang PNS dengan seorang anak di pangkuannya, Rupanya dia ingin beretemu suaminya di jakarta. Ia PNS di lampung, tapi sedang tugas belajar S2 di UGM. di depanku seorang Alumnus Sekolah tinggi Ilmu Pelayaran di Jakarta utara, ia baru saja mudik dari jombang. Di sebelah kiriku ada anak berumur 4 tahun tapi punya berat badan 32 kg, sehingga terlihat gemuk, namanya Rara. kami banyak ngobrol selama perjalanan. Malam berangsur larut, suasana kereta ekonomi berngsur-angsur dingin. AC di gerbong masih disetel pada angka paling kecil, sehingga membuat seisi gerbong kedinginan dan sulit untuk tidur. Mungkin di gerbong itu yang tidak merasa dingin hanya si rara. karena dia masih aktif aja sampai malam.
Akhirnya jam 12 malam ada petugas yang membawa remote AC. Suasana mulai beranjak sejuk dan beberapa dari penumpang sudah tidur. Aku tidur beberapa jam. Jam 3 pagi adikku sms dia sudah berangkat dari cikarang. keretaku juga baru sampai cikarang. Seharusnya kereta sudah tiba di stasiun jakarta kota pada pk 1.30 pagi, tapi jam 3 masih di daerah Cikarang, Bekasi. Kami berencana ketemu di Kota, tetapi karena kereta terlambat, akhirnya janjian kami dirubah. Aku harus turun di stasiun Jatinegara.
Keluar dari Kereta, perut gak mau diajak kompromi, mungkin gara-gara kedinginan di kereta. Setelah bertemu, kami melanjutkan perjalanan ke muara angke di daerah Pluit jakarta utara. Jam 5an kami sudah tiba di SPBU angke yang merupakan meeting point wisatawan yang ingin berlibur, baik ke tidung, pari, maupun tempat lain. Setelah istirahat bentar, kami naik ke kapal. Pagi yang cerah membuat kami memutuskan untuk duduk di atas kapal yang terbuka atapnya. Rupanya itu tempat yang salah, karena perahu terlambat, baru jam 8 pagi kami meninggalkan Muara angke. Selama 2 jam kami kepanasan di atas kapal. Setelah bertahan hidup 2 jam di atas kapal, akhirnya kami tiba di Pulau Pari, kec kep. seribu Selatan, Kab Admn Kepulauan Seribu, Jakarta.

ADI_5920 ADI_5922 ADI_5924 ADI_5929 ADI_5930 ADI_5932 ADI_5935 ADI_5936 ADI_5937 ADI_5938 ADI_5941 ADI_5945 ADI_5948 ADI_5950

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s