Mengenang Sepupuku Elisabet Lia Tri Kartika

          Pagi itu aku terbangun di pagi hari, jam 4 pagi aku sudah bangun, tidak seperti hari biasanya yang masih terbuai oleh mimpi yang indah. Pagi itu bahuku sebelah kanan terasa begitu nyeri, tidak tertahankan. Begitu bangun aku langsung bergegas membangunkan ibuku yang juga masih tertidur. Pijitan di tangan, itu yang aku inginkan pada saat itu. Siapa tahu dengan pijatan tangan bisa mengurangi rasa nyeri yang kurasakan, ternyata pijatan ibuku juga tidak mampu mengurangi rasa nyeri itu. Aku disuruh untuk ke tukang pijit. Hah, pagi2 benar, Adzan Subuh pun belum berkumandang, aku sudah disuruh ke tukang pijit. tapi apa boleh buat, rasa nyeri di tangan tak kunjung berkurang sebelum genap jam 5 pagi aku sudah ada di tempat saudara yang kebetulan juga tukang pijit. Hampir satu jam aku berjibaku dengan rasa sakit saat bahuku dipijit. Huh rasanya lega setelah selesai dipijit, meskipun masih ada sedikit nyeri. Pagi itu aku harus berangkat mencari sesuap nasi di kota, jadi pijitnya dibatasi maksimal 1 jam, O iya saudaraku itu kalau mijit bisa berjam-jam lho..

          Jam 6.30 aku sudah berangkat, jarak yang cukup jauh sekitar 30km dari rumah membuatku harus berangkat 1 jam lebih awal. Sesampai di dekat tempatku mencari sesuap nasi, aku berhenti di sebuah mini market I*do*a*et, untuk membeli koyo. Sampai kantor tak lupa memasang koyo dulu di bahu, sambil kulihat ada panggilan masuk tak terjawab, karena nomornya asing, aku menganggap pasti dari operatorku yang meminta ijin tidak masuk pagi itu, ya sudah kalau dia butuh pasti akan menghubungiku lagi. jam 7.30 aktivitas di kantor sudah mulai menggeliat, Tugasku di pagi itu adalah mengecek kelengkapan bahan yang akan digunakan untuk pembuatan sirup obat. Ada sekitar 6 bet atau sekitar 6 kelompok bahan yang harus ku cek. “pak sekarang tanggal berapa?” tanyaku pada salah satu operator yang menyiapkan bahan yang harus ku cek. “tanggal 5 Desember 2013 pak” jawab pak Mugiyono. Saat itu tiba-tiba ada panggilan masuk ke ponselku, ku kira dari nomor yang sebelumnya melakukan panggilan, saat ku buka ternyata di handphone tertulis nama RINI, adikku. “halo ada apa?” ku buka percakapan. ” Mas sudah dengar kabar belum?” kata rini. “belum, kabar apa?”, jawabku. “Mas, Lia nggak ada?” jawab adikku sambil terdengar suaranya menahan tangis. “Lia Siapa?” tanyaku, aku berfikir ada saudaraku yang namanya Lia, rumahnya se desa denganku, Tapi dia kan baru melahirkan. ” Lia Jakarta, Tempatnya om Sardi, tadi pagi kecelakaan saat ingin berangkat kerja, aku dihubungi sama dik Yeti tadi.” kata adikku, ternyata ini Lia sepupuku yang nggak ada. Panik, itu yang kurasakan, setelah mengecek semua bahan, aku bergegas ingin mencari pesawat. Ada temanku yang dengan ikhlas membantuku mencarikan tiket lewat ponsel pintarnya (terima kasih Rico Erwinda). Tak lupa aku telpon rumah, siapa tahu ada yang mau ikut denganku naik pesawat. Orang rumah sudah rencana naik mobil bersama sepupuku yang lain sore nya. ya sudah berarti cukup 1 tiket aja ke jakarta, sore hari sekitar jam 4. Aku telpon sepupuku yang di Jakarta katanya masih di rumah duka RS Fatmawati, dekat tempat tinggalnya. Tak tega aku mendengar tangisan kakaknya Lia di telpon, ku coba menghiburnya lewat telpon tapi kukira itu tidak banyak membantu. Siang harinya aku ditelpon lagi oleh adikku kalau Jenazah Lia ingin dimakamkan di Prayan, Sendangsari Minggir, Sleman, Yogyakarta. Tempat itu merupakan tempat kelahiran kedua orang tua Lia, Rumah Simbah kami.

          Ternyata Lia dibawa pulang ke Jawa, Mungkin itulah cita-cita Lia dari dulu, tinggal di Jogja, tapi bukan seperti ini juga. Aku pun membatalkan keberangkatanku ke Jakarta, dan menunggu Lia di Jogja saja. Adikku rini juga langsung pulang dari cikarang, Ia naik penerbangan sore dari Jakarta ke Adi sutjipto Yogya. Karena Tempat kerjaku dari Bandara hanya 2km, aku mengajukan diri untuk menunggunya, kemungkinan jam 7 malam sudah mendarat, Ternyata jam 10.30 malam adikku baru sampai jogja. Malam itu kami menginap di Prayan, bersama seluruh saudara yang ada, menunggu Jenazah Lia sampai di Jogja pagi hari, penerbangan pertama dari Jakarta.

Lia Tri Kartika
Lia Tri Kartika
Lia Tri kartika
Lia Tri kartika

          Sedih Kehilangan sepupuku yang ceria, Yang gendut, sekarang Club 80’s berkurang satu anggota Li, tidak ada lagi saling ejek ketika ketemu, tidak ada lagi cerita timbang badan ketika ketemu. Senyummu abadi Li, terimakasih karena ku telah boleh mengenal engkau, Boleh menjadi sepupu tertuamu.

          Buat Alexander philiph S, Jangan sedih ya, Lia lebih disayang Tuhan, lebih dari rasa sayangmu ke dia. Kamu tetap saudara kami, sepupu kami, adik kami. Semoga kamu mendapat pengganti Lia yang lebih baik sebagai pendamping hidupmu.

         Tanggal 6 Desember 2013, Lia benar-benar tiba di Yogyakarta, Lia benar-benar tinggal di Yogya, sebuah kota yang disukainya. Siang itu, Lia menuju peristirahatannya yang terakhir, Ia disemayamkan di Rumah yang sedang dibangun, rumah yang didesain oleh Lia sendiri, rumah yang belum sempat Ia lihat bagaimana indahnya saat rumah itu selesai dibangun. Bersama boneka flanel yang Ia buat, boneka pengantin yang ia buat dengan tanganya, menunjukkan bagaimana cita-citanya tentang hubungan Lia dan Alex, bersama boneka itu Lia kini beristirahat dengan Damai bersama yang Empunya hidup.

Selamat Jalan Lia. doakan kami yang masih berziarah di bumi ini.
Mobil jenazah tiba di Prayan ADD_0424 ADD_0440 ADD_0443

Alexander Philiph Sitinjak
Alexander Philiph Sitinjak

ADD_0461 ADD_0464 ADD_0468 ADD_0474 ADD_0478 ADD_0579 ADD_0581 ADD_0582 ADD_0583 ADD_0586 ADD_0590 ADD_0595 ADD_0606 ADD_0629

Alexander Philiph Sitinjak, harida Putra
Alexander Philiph Sitinjak, harida Putra

ADD_0645 ADD_0658 ADD_0663 ADD_0677 ADD_0678 ADD_0679

kakak-kakak Lia
kakak-kakak Lia
adi nugroho, addynugg
adi nugroho, addynugg

ADD_0736 ADD_0747 ADD_0750 ADD_0758 ADD_0763 ADD_0768 ADD_0783 ADD_0830 ADD_0834 ADD_0836 ADD_0862 ADD_0869 ADD_0889

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s