nine star pharmacist??

Wah sudah lama tidak mendengar kata2 ini, dulu sewaktu kuliah masih sering mendengar tentang “seven star pharmacist” . Mungkin ini bukanlah suatu hal yang baru, sebab konsep seven star pharmacist sendiri sudah diperkenalkan oleh WHO sejak tahun 1997, dengan diterbitkannya The Role of the Pharmacist in the Health-Care System – Preparing the Future Pharmacist: Curricular Development, Report of a Third WHO Consultative Group on the Role of the Pharmacist Vancouver, Canada, 27-29 August 1997.

download  http://apps.who.int/medicinedocs/pdf/s2214e/s2214e.pdf

Dalam seven star pharmacist disebutkan  ada 7 peran apoteker yaitu sebagai pemberi pelayanan (care-giver ), pembuat keputusan (decision-maker ), communicator, manager , pembelajaran jangka panjang (life-long learner ), guru (teacher) dan pemimpin (leader). 

  • care giver

               Apoteker sebagai penyedia layanan kesehatan baik secara klinis, analitik maupun teknis sesuai dengan aturan pemerintah. apoteker harus mampu berinteraksi dengan individu dan masyarakat. Apoteker harus melihat nya sebagai praktek terpadu dan berkesinambungan dengan orang-orang dari sistem perawatan kesehatan dan apoteker lainnya.

  • decision maker

Farmasis mendasarkan pekerjaanya pada kecukuoan, keefikasian dan biaya yang efektif dan efisien terhadap seluruh penggunaan sumber daya misalnya SDM, obat, bahan kimia, peralatan, prosedur, pelayanan, dll. Untuk mencapai tujuan tersebut kemampuan dan ketrampilan farmasis perlu diukur untuk kemudian hasilnya dijadikan dasar dalam penentuan pendidikan dan pelatihan yang diperlukan.

  •  Communicator

Farmasis mempunyai kedudukan penting dalam berhubungan dengan pasien maupun profesi kesehatan lain, oleh karena itu harus mempunyai kemampuan berkomunikasi yang cukup baik. Komunikasi tersebut meliputi komunikasi verbal, nonverbal, mendengar dan kemampuan menulis dengan menggunakan bahasa sesuai dengan kebutuhan.

  •  Leader

Farmasis diharapkan memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan yang diharapkan meliputi keberanian mengambil keputusan yang empati dan efektif, serta kemampuan mengkomunikasikan dan mengelola hasil keputusan.

  •  Manager

Farmasis harus efektif dalam mengelila sumber daya (manusia, fisik, anggaran) dan informasi, juga harus dapat dipimpin dan memimpin orang lain dalam tim kesehatan. Labih jauh lagiii farmasis mendarang harus tanggap terhadap kemajuan teknologi dan bersedia berbagi informasi mengenai obat dan hal-hal yang berhubungan dengan obat.

  •  Life-long learner

Farmasis harus senang belajar sejak dari kuliah dan menjamin bahwa keahlian dan ketrampilannya selalu baru (up-date) dalam melakukan praktek profesi. Farmasis juga harus memperlajari cara belajar yang efektif.

  • Teacher

Farmasis mempunyai tanggung jawab untuk mendidik dan melarih farmasis generasi mendatang.

sumber terjemahan :http://moko31.wordpress.com/2009/11/22/seven-star-pharmacist/

Dalam perkembangannya, Apoteker mengembangkan kemampuannya untuk dapat lebih meningkatkan perannya dalam pelayanan kefarmasian, maka seven star pharmacist berkembang menjadi nine star pharmacist dengan ditambahkan 2 peran apoteker sebagai researcher (peneliti), dan entrepreneur (wirausahawan)

  • peneliti
Perkembangan penyakit juga menuntut perkembangan pengobatan yang efektif, sehingga kemampuan seorang pharmacist dalam menghadapi perkembangan penyakit juga menjadi salah satu kemampuan yang dimiliki. Seorang farmasisyang memiliki fungsi sebagai researcher atau peneliti akan memainkan peran penting dalam berbagai proses penelitian klinis yang meliputi penemuan, perencanaan, pemantauan serta pelaporan uji klinis. Tujuan utama dalam melakukan penelitian klinis adalah untuk menghasilkan pengetahuan baru untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Selain itu farmasis juga dapat berperan dalam pengembangan formulasi sediaan farmasi yang baru, pengembangan obat baru yang lebih efektif, quality control pada pembuatan desain obat
  • entrepreneur

Seorang farmasis harus dapat juga menjadi seorang pengusaha. Berbagai macam keahlian yang dimiliki seorang farmasis akan mendukung kemampuannya untuk menjadi seorang pengusaha, baik dalam bidang kesehatan maupun non kesehatan. Pendidikan yang diajarkan kepada seorang farmasis haruslah mendukung dan mendorong seorang farmasis menjadi seorang entrepreneur.

ada beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha diantaranya:

1. knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan katalain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannyadengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.

2. knowing the basic business management , yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengendalikan perusahaan,termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, danmembukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahamikiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif danefisien.

3. having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yangdilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.

4. having adequate capital , yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utamadalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat danmental.

5. managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan atau mengelola keuangan,secara efektif dan efisien, mencari sumber dana, dan menggunakannnya secara tepat, danmengendalikannya secara akurat.

6. managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin.Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.

7. managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan ataumemotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.

8. statisfying customer by providing high quality product , yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat danmemuaskan.

9. knowing  Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi atau cara bersaing. Wirausaha harusdapat mengungkap kekuatan (  strength ) , kelemahan ( weaks ) , peluang ( opportunity), dan ancaman (threat ), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing

10. copying with regulation and paper work , yaitu membuat aturan atau pedoman yang jelastersurat, tidak tersirat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s