semiloka Difabel… 2

          Paradigma telah berubah, penghalusan kata, perubahan pemimpin, negara sudah mulai peduli, itulah ungkapan yang dilontarkan teman-teman saat menanggapi perubahan kata dari penderita cacat ke penyandang cacat lalu berubah lagi menjadi difabel. banyak hal yang diungkapakn teman-teman bagi difabel.

          

Apa sih difabel itu??

kalau dari bahasa inggri  adanya Disable… difabel sendiri merupakan adaptasi dari bahasa inggris yaitu different dan kata ability, yang artinya mempunyai kemampuan yang berbeda.

Klasifikasi Internasional Penurunan, Cacat dan Handicaps (ICIDH), menyediakan sebuah kerangka kerja konseptual untuk cacat yang digambarkan dalam tiga dimensi-gangguan cacat, dan cacat:

Penurunan (Impairment): Dalam konteks pengalaman penurunan kesehatan adalah setiap kehilangan atau  kelainan psikologis, struktur fisiologis atau anatomi atau fungsi. Penurunan isconsidered terjadi pada tingkat organ atau fungsi sistem. Cacat ini berkaitan dengan kinerja fungsional atau aktivitas, mempengaruhi seluruh orang.

Cacat (disability): Dalam konteks pengalaman kesehatan cacat adalah setiap pembatasan atau kekurangan (akibat dari penurunan sebuah) kemampuan untuk melakukan suatu kegiatan dengan cara atau dalam kisaran dianggap normal untuk manusia.

Handicap: Dalam konteks pengalaman kesehatan cacat merupakan kerugian bagi individu tertentu, akibat dari kekurangan atau cacat, yang membatasi atau mencegah pemenuhan peranan yang normal (tergantung pada usia, jenis kelamin, dan faktor sosial dan budaya ) untuk individu tersebut.

UU No. 4/1997 tentang Penyandang Cacat: Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan hambatan baginya untuk melakukan kegiatan secara selayaknya.

UU No.19 TAHUN 2011  Tentang pengesahan CRPD, yang kemudian diturunkan dalam UU tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas: Penyandang disabilitas adalah mereka yang mempunyai kelainan fisik, mental dan intelektual, atau sensorik secara permanen yang dalam interaksinya dengan berbagai hambatan dapat merintangi partisipasi mereka dalam masyarakat  secara penuh dan efektif berdasarkan pada asas kesetaraan dengan orang lain.

Difabel; Kata ini diharapkan mampu merubah image yang selama ini dilekatkan pada penyandang cacat. Selain itu kata Difabel juga diharapkan menjadi titik awal (starting point) bagi para penyandang cacat untuk memperjuangkan kesetaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

Cara pandang terhadap difabel telah berevolusi sejak 3 dekade terakhir, dimulai dengan Moral Model; Medical model; Civil right Model; dan social Model. Moral model merupakan cara pandang lama, yang menganggap disabilitas merupakan sebuah karma dan merupakan balasan dari dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya.

           Pada Medical Model, Memandang difabel sebagai orang sakit.Model ini mendefinisikan difabel sebagai sebuah kelemahan fisik dan mental. Tenaga medis adalah kelompok yang memiliki kekuasaan dalam menentukan keputusan dan kebijakan atas hidup difabel.
Civil Right Model Memandang difabel sebagai individu yang setara dengan masyarakat lain.Dalam model ini, masalah dasar difabel adalah diskriminasi, prejudice (prasangka), dan pengingkaran terhadap hak dasarnya.
Sedangkan Social model Model ini melihat difabel sebagai persoalan sosial yang menyangkut masalah sistem ekonomi, kebijakan, dan prioritas terhadap distribusi sumberdaya, soal kemiskinan, pengangguran, budaya, Masalah dasar yang dihadapi dalam model ini adalah rendahnya pengakuan atau penerimaan masyarakat terhadap keberadaan difabel sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat.

Selain itu masyarakat juga memiliki kesadaran terhadap eksistensi terkait difabel antara lain adalah kesdaran magis (berdasarkan hukum alam), Kesadaran Naif (manusia sebagai akar masalah) dan kesadaran Kritis (sebagai korban dari struktur sosial budaya).

 

Sumber: Yanuar,A., 2012, Difabel, pada semiloka  RBM sebagai sebuah strategi pemberdayaan Difabel, KARINAKAS, Yogyakarta

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s