Tahukah hak dan kewajiban kita sebagai Pasien???

Anda pernah Sakit? Anda pernah berobat baik ke dokter atau Rumah sakit??

Pernahkah anda berfikir bahwa anda sebagai pasien itu dilindungi oleh undang-undang? bahkan ada 2 macam undang-undang yang menjamin anda sebagai seorang pasien, yaitu undang-undang no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen serta yang lebih spesifik dalam Undang-undang no 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.  Pada UU Praktik kedokteran ditujukan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerima pelayanan kesehatan, dokter, dan dokter gigi.

Terus apakah sebenarnya hak dan kewajiban kita sebagai seorang Pasien? Sebelum menuntut hak, kita sebaiknya tahu dahulu kewajiban kita sebagai seorang pasien. Kewajiban kita sebagai pasien adalah (pasal 53 UU no 29 Tahun 2004):

a. memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya;
b. mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi;
c. mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan; dan
d. memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Sedangkan Hak kita sebagai pasien, seperti yang tertulis pada pasal 53 UU no 29 th 2004 adalah:

Pasien, dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai hak:
a. mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis:

i. diagnosis dan tata cara tindakan medis;
ii. tujuan tindakan medis yang dilakukan;
iii. alternatif tindakan lain dan risikonya;
iv. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi; dan
v. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.

b. meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain;
c. mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;
d. menolak tindakan medis; dan
e. mendapatkan isi rekam medis.

Mungkin banyak dari kita sebagai pasien kurang atau bahkan tidak mengetahui adanya hak dan kewajiban seperti yang tertulis di atas.  Bahkan setiap prosedur atau tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi  terhadap pasien harus mendapat persetujuan. Persetujuan dapat berupa Lisan maupun tertulis setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap. Bahkan Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang mengandung risiko tinggi harus diberikan dengan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh yang berhak memberikan persetujuan (pasal 45).

Bahkan Pasien akan dicatat dalam sebuah catatan rekam medis untuk pengobatan atau tindakan yang diterima selama masa pengobatan. Rekam medis merupakan milik dari dokter atau sarana pelayanan kesehatan, sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien.  dan rekam medis harus tersimpan kerahasiaannya, tetapi pasien mendapat isis rekam medis.

Jika kita tahu akan hak dan kewajiban sebagai pasien kiranya kita akan memperoleh kepastian dalam mendapatkan pengobatan dan terapi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s