Arsip Tag: promosi obat

Etika dalam Iklan Obat dan Suplemen

Pernahkah anda menonton sebuah infotainment ditelevisi, pada bagian tengah atau akhir dari berita yang berisi info selebriti dan gosip selebriti tersebut  kadang ada iklan dari suatu produk yang diperankan oleh selebriti juga. (Jangan salah sangka dulu ya, aku jarang nonton infotainment, tapi karena ada tugas dari kuliah yang menuntut aku memperhatikan iklan seperti ini). Iklan produk tersebut biasanya disetting seolah-olah selebriti yang tampil pernah mengalami suatu masalah dan masalah yang mereka hadapi tersebut teratasi karena produk yang diiklankan tersebut. Pada umumnya adalah suplemen atau kosmetik.

Seperti halnya yang saya lihat

Anda Tahu siapa foto diatas? namanya adalah Dr Sonia Wibisono. Ini adalah salah satu contoh dari iklan seperti yang saya kemukakan diawal. Iklan ini diselipkan pada Acara KISS di Indosir pada tanggal 18 November 2011. Pada Acara Tersebut Dr Sonia pertama kali menceritakan bagaimana kisahnya saat mempunyai anak dan beliau memberikan ASI eksklusif.

Transkrip iklannya seperti berikut:

Anak yang pertama, saya memberikan asi eksklusif, waktu itu 8 bulan, anak yang kedua juga 8 bulan. Anak ke3  rencananya anak terakhir jadi selama mungkin pengennya memberi ASI selama mungkin. ASI eksklusif itu kalau bisa diberikan selama 6 bulan dan setelahnya diberi makan makanan tambahnya, tapi juga ditemani ASI selama 2 tahun. KarenaASI itu banyak sekali manfaatnya, ASI memberi nutrisi yang 100%diserap bayinya kemudian adanya antibody,  antibody ini penting untuk si bayi, karena antibody dari orang tua ke anak merupakan antibody paling bagus yang tidak bisa dapatkan dari susu manapun. Bayi yang minum ASI pastinya sangat-sangat sehat dibandingkan bayi yang tidak diberikan ASI. Dari pertama kali bayi itu lahir anda sudah harus memberikan ASI yang biasanya adalah colostrum jadi warna-warna kuning itu pada 1-2 hari pertama itu sangat penting justru harus diminumkan ke bayi, jangan sampai dibuang. Kemudian kalau bisa bayi itu disusui setiap 3 jam sekali, sehingga produksi asi bisa terus bertambah.

Saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak karena itu saya selalu memberikan Asi dan ASI eksklusif selama 6 kemudaian sampai sekarang 9 bulan saya masih memberikan ASI. Ingin sih sampai 2 tahun. Dan saya tidak perlu kawatir akan menurunnya produksi ASi, karena saya selalu minum Milmor NF.  Milmor NF ini merupakan kombinasi alami 600 mg ektrak biji FENUGREEK yang berasal dari benua eropa dengan 200mg ektrak daun katu dengan kulitas tinggi yang sudah teruji, dapat meningkatkan produksi ASI.

Kombinasi alami dari milmour NFb ini merupakan kombinasi yang tepat karena keduanya bekerja secara sinergis untuk meningkatkan dan memperlancar ASi. Dan mengapa saya sarankan lebih memilih milmour NF, satu hanya milmour NF yang dosis sesuai dengan dosis rekomendasi, kedua Ektrak biji fenugreek masuk daftar aman FDA, jadi aku gak perlu takut akan muncul efek samping yang tidak diinginkan. Yang ketiga, dan yang paling penting adalah kualitas ASI yang dihasilkan tidak akan berubah.

kemudia Dr Sonia Mempraktekkan minum Milmor NF tersebut lalu melanjutkan dengan dialog:

Untuk menjaga agar produksi asi  tetap lancer minumlah 3×1 kaplet per hari selama periode pemberian asi eksklusif. Dana apabila anda merasa produksi ASI kurang optimal anda dapat minum 3×2 kaplet perhari selama menyusui.

Pokoknya hanya milmour NF yang menjadi solusi pintar agar ASI lancar.

Milmor NF Isinya PAS, ASInya deras.

mungkin dari benak kita tidak ada yang salah dengan iklan tersebut, atau menganggap iklan tersebut adalah wajar, tetapi bagaimana kalau kita merujuk ke peraturan tentang iklan? Nah kita akan sedikit membahas tentang iklan tersebut.

ada beberapa aturan yang mengatur tentang periklanan di Indonesia, tetapi kita tinjau iklan tersebut dari bidang kesehatan. Ada aturan yang membatasi tentang iklan khususnya iklan obat diindonesia yaitu Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 386/Men.Kes/SK/IV/1994 tentang PEDOMAN PERIKLANAN: OBAT BEBAS, OBAT TRADISIONAL, ALAT KESEHATAN, KOSMETIKA, PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DAN MAKANAN-MINUMANdan juga Keputusan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan No HK.00.05.3.02706 th 2002 TENTANG PROMOSI OBAT.

Kita tinjau dahulu dari keputusan Ka BPOM dahulu, menurut pasal 4 yang berbunyi Narasi dan klaim khasiat dalam promosi obat harus sesuai dengan klaim yang disetujui dalam persetujuan izin edar yang dikeluarkan oleh Kepala Badan. berarti semua iklan obat yang beredar harus sesuai klaim dan harus mendapat persetujuan dari kepala BPOM sebelum diedarkan.  Tetapi kecenderungan iklan saat ini cenderung untuk melebih-lebihkan khasiat yang mungkin tidak sesuai dengan yang diklaimkan.

Jika dari permenkes no386, pada lampiran I ( Pedoman periklanan Obat bebas), Pada petunjuk teknis umum dinyatakan pada no:

5. Iklan obat tidak boleh mendorong penggunaan berlebihan dan penggunaan terus menerus.

6. Informasi mengenai produk obat dalam iklan harus sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam pasal 41 ayat (2) Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan sebagai berikut:

a. Obyektif: harus memberikan informasi sesuai dengan kenyataan yang ada dan tidak boleh menyimpang dari sifat kemanfaatan dan keamanan obat yang telah disetujui.

b. Lengkap: harus mencantumkan tidak hanya informasi tentang khasiat obat, tetapi juga memberikan informasi tentang hal-hal yang harus diperhatikan, misalnya adanya kontra indikasi dan efek samping.

c. Tidak menyesatkan: informasi obat harus jujur, akurat, bertanggung jawab serta tidak boleh memanfaatkan kekuatiran masyarakat akan suatu masalah kesehatan. Disamping itu, cara penyajian informasi harus berselera baik dan pantas serta tidak boleh menimbulkan persepsi khusus di masyarakat yang mengakibatkan penggunaan obat berlebihan atau tidak berdasarkan pada kebutuhan.

d. Iklan obat tidak boleh ditujukan untuk khalayak anak-anak atau menampilkan anak-anak tanpa adanya supervisi orang dewasa atau memakai narasi suara anak-anak yang menganjurkan penggunaan obat.

e. Iklan obat tidak boleh menggambarkan bahwa keputusan penggunaan obat diambil oleh anak-anak.

f. Iklan obat tidak boleh diperankan oleh tenaga profesi kesehatan atau aktor yang berperan sebagai profesi kesehatan dan atau menggunakan “setting” yang beratribut profesi kesehatan dan laboratorium. Iklan obat tidak boleh memberikan pernyataan superlatif, komparatif tentang indikasi, kegunaan/manfaat obat.

7. Iklan obat tidak boleh :

a. Memberikan anjuran dengan mengacu pada pernyataan profesi kesehatan mengenai khasiat, keamanan dan mutu obat (misalnya, “Dokter saya merekomendasi …..”).

b. Memberikan anjuran mengenai khasiat, keamanan dan mutu obat yang dilakukan dengan berlebihan.

pada no 6 butif (F) sengaja saya tebalkan, karena pada dasarnya iklan obat tidak boleh diperankan oleh tenaga profesi kesehatan, dalam hal iklan diatas terlihat jelas bahwa pemeran dalam iklan tersebut adalah seorang dokter. Mungkin acara tersebut disetting sedemikian rupa sehingga bukan merupakan suatu iklan tetapi pada akhirnya juga mengiklankan produk.

Selanjutnya  pada no 5 juga dianjurkan bahwa tidak diperkenankan penggunaan secara terus-menerus, tetapi bisa kita lihat dari transkrip yang saya cantumkan  bahwa penggunaan milmor ditujukan untuk pemakaian jangka pangjang oleh ibu-ibu yang ingin memberikan ASI eksklusif bagi bayi mereka.

Pada transkrip :Dan mengapa saya sarankan lebih memilih milmour NF, satu hanya milmour NF yang dosis sesuai dengan dosis rekomendasi, kedua Ektrak biji fenugreek masuk daftar aman FDA, jadi aku gak perlu takut akan muncul efek samping yang tidak diinginkan. Yang ketiga, dan yang paling penting adalah kualitas ASI yang dihasilkan tidak akan berubah. pada transkrip tersebut menurut saya juga sedikit melenceng dari petunjuk teknis umum permenkes no 384 th 94 no 7 b yang melarang memberi anjuran khasiat, keamanan  dan mutu obat yang dilakukan berlebih. Mengapa saya berpendapat demikian, Karena adanya kepercayaan dari pengiklan akan keamanan dari milmor yang salah satu kandungannya sudah mendapat rekomendasi FDA yang merupakan BPOM nya Amerika serikat. Hal ini kemungkinan akan diterima oleh masyarakat bahwa milmor benar-benar aman saat dikonsumsi.

Selain itu Pada iklan ini juga tidak dicantumkan efek samping dan kontra indikasi selama pemakaian, apalagi ini menyangkut Ibu dan balitanya. Jadi menurut anda bagaimana iklan tersebut? Kalau dari segi bisnis iklan seperti ini cenderung biasa, dengan menampilkan testimoni dari seseorang, tetapi dari segi bidang kesehatan dan peraturan baik dari Menteri Kesehatan maupun Kepala BPOM bagaimana? Jawaban ada ditangan anda sendiri dan semoga menjadikan kita semakin sadar akan pentingnya etika dalam segala hal, termasuk dalam beriklan.