candra sengkala tahun jawa 1945 wawu

Sejak Tanggal 27 november 2011 Tahun Masehi, merupakan tahun baru untuk tahun hijriyah dan juga tahun baru jawa dengan diawali tanggal 1 suro.

berbagai orang dalam tradisi jawa sangat mengkultuskan tanggal 1 suro. Berbagai laku dijalani oleh banyak orang yang masih memegang “kejawen” mereka. Seperti juga terjadi di keraton Surakarta, pada malam 1 suro, juga diadakan jamasan senjata pusaka keraton arak-arakan kerbau Kyai Slamet. Banyak yang percaya bahwa kotoran kerbau Kyai Slamet akan membawa banyak berkah untuk kesuburan tanah, sehingga tidak heran banyak orang yang berebut kotoran untuk di bawa pulang.

Tetapi tahukah bahwa ternyata untuk tahun jawa, sekarang telah memasuki tahun 1945 wawu. Berarti Tahun jawa lebih tua dari tahun Hijriyah yang baru memasuku Tahun 1433H. Kalender Jawa juga mengikuti perputaran bulan seperti halnya tahun hijriyah. Orang jawa mempunyai tradisi untuk membuat tahun jawa yang ada menjadi sebuah tulisan yang dikenal dengan candra sengkala. Candrasengkala adalah sengkalan yang menunjukkan angka tahun berdasarkan peraturan bulan. Sengkalan Candrasengkala digunakan setelah masa Islam dengan memakai tahun Jawa. Tahun Jawa ditetapkan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma sejak 1 Suro 1555 Jawa, bertepatan 1 Muharam 1043 Hijriah, atau 1 Srawana 1555 Saka, atau 8 Juli 1633 Masehi. Tahun Jawa merupakan perpaduan antara Tahun Hijriah dengan tahun Saka.

Biasanya untuk membaca candrasengkala adalah dibaca terbalik.  Seperti candrasengkala yang teringat dari saat SD yaitu “sirno Ilang Kertaning Bumi” dimana sirno dan ilang itu artinya “hilang” dan mempunyai nilai O, kerta itu nilainya 4 dan Bumi adalah 1 sehingga menunjukkan angka tahun 1400, dimana kerajaan Majapahit runtuh.

Lha untuk tahun jawa sekarang candrasengkalanya apa? nah itu ada berbagai macam versi, seperti tulisanku sebelumnya juga ada candra sengkala untuk tahun jawa 1945. Tetapi ada juga versi lain, aku dengar saat mengikuti Ekaristi minggu pagi, Rm Julius Blasius Fitri Gutanto Pr mengatakan bahwa tahun jawa 1945 juga mempunyai candra sengkala “Butho Dadi Dewaning Jalmo”, atau Butha menjadi Dewanya Manusia. Sungguh candra sengkala yang menakutkan dan mungkin sedang pas-pasnya dengan kondisi Indonesia.

Sifat Butha yang rakus menjadi tuhannya manusia.  dan tidak heran banyak sekali pejabat yang terkena masalah dinegeri ini. Mungkin akan bertambah lagi manusia Indonesia yang mempunyai sifat Butha. Semoga hal itu juga tidak terjadi. Marilah berjaga-jagalah…..

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s